Alvaro Zaidan Alexander adalah anak ketiga dari empat bersaudara, ia adalah anak tengah yang hampir terlupakan oleh keluarganya sendiri semenjak sang mamah meninggal, keluarganya yang dulunya harmonis dan hangat sekaranh hanya keluarga dingin dan juga kaku.
Dan ada satu kejadian yang membuatnya berubah yaitu musuh bebuyutan sang Papah yang mengincarnya yang membuat sang Papah dan 3 saudaranya berubah seketika...
Apa yang di inginkan oleh musuh Papah kepada Alvaro?
Apakah mereka berhasil melindungi Alvaro atau tidak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patmandari Nugraheni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 7 Antara Senyum dan Rahasia
[Kamar Alvaro - Pukul 05.00WIB]
Alvaro pun bangun lebih pagi dari pada biasanya lalu ia melihat ke arah jam dinding, dan karena sudah tidak bisa tidur Alvaro pun berencana untuk membersihkan tubuhnya.
"Varo apakah kamu sudah bangun?" Ucap Uncle Sam.
"Ya uncle aku sudah bangun dari tadi" ujar Alvaro dari dalam kamar.
"Boleh kah uncle masuk Alvaro?" tanya uncle Sam.
"Boleh uncle masuk saja" jawab Alvaro.
Uncle Sam pun memasukki kamar Alvaro
Clekk
Bunyi pintu kamar Alvaro yang terbuka
Klikk
Lalu uncle Sam menutup pintu kamar Alvaro lagi, sambil melihat Alvaro yang sedang bersiap-siap.
"Wau Alvaro kamu semangat sekali hari ini" ujar uncle Sam.
"Iya uncle hari ini tumben sekali aku semangat biasanya aku itu males sakali" ucapnya dan uncle Sam mengagguk menyetujui itu, karena tuan mudanya ini kalau di suruh bangun pagi sangat susah dan malas.
Seperti biasanya ia harus berangkat bersama kembarnya yang mengesalkan itu ya benar tidak lain dan tidak bukan adalah Elvano Zeidar Alexander, adik kembar yang sangat menyebalkan bagi Alvaro, tetapi untuk kemarin ia sangat senang karena di perbolehkan oleh sang kembaran untuk pergi keluar meskipun hanya sebentar, senyum Alvaro pun tidak luntur sedikit pun karena kemarin di beri izin untuk melihat dunia luar selain di sekolahan saja.
40 menit kemudian, ia pun keluar dari dalam kamarnya dengan menggendong tas sekolahnya dan ia pun turun kebawah menggunakan lift tanpa menghilangkan senyumnya meskipun ia tetap malas menggunakan tangga karena rasa malasnya untuk menggunakan tangga masih sangat berkobar-kobar seperti api yang menyala dan di belakangnya di ikuti oleh uncle Sam.
Dan sesampainya di lantai satu ia seperti biasa menuju ke ruang makan yang sudah ada papah dan saudara-saudaranya.
"Varo nanti berangkat dan pulangnya barengnya bareng aku lagi ya seperti kemarin." ucap Elvano.
"Benar Varo nanti berangkat dan pulangnya bareng Vano lagi saja supaya ada yang selalu menjagamu" ujar sang papah.
"Ok tidak masalah" jawab Alvaro dengan senang hati.
"Wau Alvaro kamu sangat senang sekali, ada apa?" tanya Erlan.
"Iya kak hati ini aku sangat senang karena kemarin aku di izinkan keluar oleh kalian,hehe" ucap Alvaro semangat dan yang lainnya hanya bisa tersenyum tipis, dan suasana meja makan pun kembali hangat seperti dulu.
Beberapa menit kemudian
"Aku sudah selesai sarapan aku akan berangkat ke sekolah sekarang" Ucap Alvaro semangat.
"Aku juga sudah selesai, ayo berangkat sekarang" jawab Elvano.
" Ya sudah kalian berdua hati-hati di jalan ya dan Elvano jangan ngebut-ngebut" ujar sang papah.
"Baik pah tenang aja aku akan menjaga dia dengan baik" ucapnya.
"Assalamualaikum" ucap mereka berdua.
"Waalaikumsalam" jawab sang papah, abang dan juga sang kakak.
Di depan mansion Alexander
"Vano kita berangkat pakai apa hari ini?" Tanya Alvaro.
"Pakai montor ajalah ya aku masih males pakai mobil" ujarnya.
"Ohh ya" jawabnya singkat dan senyumnya pun tak pernah luntur.
"Bentar aku ambil montor dulu di garasi" ucapnya.
"Ya" jawabnya singkat.
5 menit kemudian
"Ayo Var" ucapnya.
"Ya Sebentar" jawabnya singkat.
15 menit kemudian, montor Elvano sudah sampai di dalam lingkungan sekolah Alexander School lalu ia memparkirkan montornya di parkiran siswa yang ada di sekolah itu.
"Sudah sampai" ucap Elvano.
"Ya sebentar aku turun dulu" jawab Alvaro.
"Ayo ke kelasmu aku antar anak-anak juga ada di sepan kelasmu kok tadi aku lihat notifikasi dari Darren mereka ada di sana semua" ujarnya.
"Ya sudah ayo kita kesana" jawab Alvaro.
"Ayo" ucapnya lagi.
"Hai semuanya" Sapa Alvaro semangat.
"Halo Alvaro Elvano" ucap mereka serentak.
"Sebentar ya aku masuk ke kelas dulu mau naruh tas" ujarnya dan semuanya menangguk.
"Guys aku mau kasih tau kalau kemarin Alvaro hampir mau di serang di Alfamart depan kompleks tapi dia gak papa kok dan ua juga gak sadar" penjelasan dari Elvano.
"Lah kok bisa, siapa orang itu?" tanya Vian.
"Aku juga kurang tau aku kemarin di beri tau oleh uncle Sam bodyguardnya Varo, jadi kita semua harus memperkuat penjagaan untuk Alvaro di sekolah maupun di luar sekolah kalau Alvaro sama kita jelas semua" Elvano pun menjelaskan semuanya.
"Iya kami paham kami akan memperkuat penjagaan semaksimal yang kami bisa" ucap Aksa dan yang lain pun mengangguk setuju.
" Makasih ya guys" ujar Elvano.
"Gpp No santai aja" ucap Arion.
"Kalian bicarain apa nih kok serius banget?" tanya Alvaro dan semua orang di sana pun terkejut karena tiba-tiba Alvaro ada di samping mereka.
"Ya ampun Alvaro kalau mau bilang itu aba-aba dong kamikan jadi kaget semua" ucap Elena.
" Hehe maaf ya kalian semua, soalnya kalian serius banget sih bicarain apasih hayoo" goda Alvaro.
"Gak ada Va itu gak penting kok" ujar Elvano.
"Ya udah deh" ngambek Alvaro.
"Eh, kok ngambek tapi lucu" batin mereka semua.
"Gak ada apa-apa Alvaro sumpah nanti pulang sekolah kita semua jalan-jalan dulu deh yokk atau nanti malem jalan-jalan sekalian makan-makan" ajak Elvano.
"Ya udah ayok" Ucapnya semangat.
"Ya udah sanah masuk ke kelas sama temen-temenmu dah mau masuk ini" ucal Elvano lagi.
"Ya udah, kalian juga sanah masuk ke kelas jangan bolos ya" peringatnya dengan senyum cerianya dan Elvano dan teman-temannya menganguk.
"Ya sudah Var kita pergi ke kelas dulu nanti kita jemput pas istirahat nanti jangan kemana-mana kalau mau pergi harus ada temennya, ok?" ucap Elvano.
"Siap bos Elvano, aku tidak akan lupa itu" ujar Alvaro sambil memberikan sikap hormat dan mereka semua yang melihat itu merasa itu sangat lucu.
"Ihh Varo kok kamu lucu sih" ucap Clara gemas.
"Aku itu tuh ganteng gak lucu tau" ujarnya dengan nada kesalnya dan yang lain hanya tersenyum melihat Varo yang marah.
"Hehe iya iya Varo ganteng" jawab Clara dan Varo pun tersenyum bangga.
"Ya udah Ayok masuk ke kelas" ajaknya.
"Ya udah kita juga mau pergi ke kelas kita" ucap Aksa dan teman-temannya mengangguk.
"Ya udah sanah hati-hati ya" ujar Alvaro dan Elvano serta teman-temannya hanya mengaguk.
Di dalam kelas Alvaro
"Pagi anak-anak" ucap sang guru.
"Pagi bu" jawab mereka semua serentak.
"Anak-anak hari ini ada sedikit pengumuman, hari ini bapak dan ibu guru ada rapat yang lumayan mendadak jadi jadwal belajar dan mengajar akan di majukan dan kalian akan pulang pukul 11.00 siang nanti dan masih ada jam istirahat untuk kalian dan itu saja pengumuman sedikit pengumuman dari sekolah" jelas sang guru.
Dan semua anak-anak yang di kelas Alvaro berteriak sangat gembira dan tidak sabar untuk segera pulang, karena mereka bisa pulang dengan sangat cepat nanti siang.
"Ok anak-anak tenang kita bisa lanjutkan pelajaran kita sekarang" ucap sang guru.
"Baik bu" ujar mereka semua serentak dan penuh dengan semangat.