Seorang pria remaja mendapatkan kekuatan dari aura ghaib Putri Mahkota Bangsa Iblis. Yang membuat perubahan seratus delapan puluh derajat dari kehidupan sebelum nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kend 13, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kerang Abalon
'Misi tambahan, gendong Aida dengan gaya bridal style untuk penambahan poin kekuatan!'
Jay turun dari ranjang secara perlahan, mendekati Aida yang sedang berhias asal dengan sisa-sisa kosmetik Shilla di meja rias. Jay membungkuk sedikit, menempel kan dada nya pada punggung wanita dewasa itu, yang kini sama-sama telan jang. Sentuhan tanpa perantara itu memang berbeda.
Aida tersenyum dengan sumringah melihat pantulan kemesraan mereka berdua di dalam cermin. "Romantis sekali kamu sayang." Ucap Aida memberi kan pujian terhadap Jay.
Jay terkesan mendengar panggilan sayang dari Aida terhadap nya. "Kamu terlihat begitu cantik sekarang, sayang." balas Jay menimpali ucapan Aida. Saat ini, Aida tak mau di panggil dengan sebutan bibi lagi jika suasananya seperti sekarang. Jay menuruti permintaan konyol itu.
Senyum Aida semakin merekah. bagaimana tidak? Keponakan nya satu ini sudah bisa menggoda nya, malah itu terlihat terlalu natural di pandangannya. "Gombal! Padahal kan aku udah cantik dari dulu." Aida terkekeh mengomentari rayuan receh Jay.
Jay tertegun sejenak, kehilangan kata-kata, namun, "senyuman itu loh! Bikin aku cenat cenut." Ucap Jay, yang semakin menajamkan matanya menatap ke arah wajah Aida melalui pantulan cermin di depan nya.
Langsung saja Aida menghentikan kekehan nya. balas menatap wajah Jay pada pantulan cermin. "Ini nya juga cenat cenut?" Aida menggenggam batang tombak Jay dengan telapak tangan nya sambil mengulum senyuman.
Jay terkekeh pelan, dia mencoba menguasai keadaan yang belum pernah dia lakukan selama ini. Walaupun jantung nya berdegup kencang, sekuat tenaga dia redam. "Yap! Itu juga termasuk.!" Jay mengangguk, membenarkan ucapan Aida.
Aida melepaskan genggaman nya dari sang tombak, kemudian dia bangkit dari duduk nya. Menggeser tubuh nya sedikit dan mengarahkan tubuh Jay untuk mereka saling berhadapan. "Gendong dong!" Rengek nya dengan manja.
Jay memperhatikan wajah Aida yang menggemaskan itu. Tak menyangka bibi nya yang sudah berkepala empat itu bisa berubah menjadi remaja seusianya saat ini. Kini, kedua lengan bibi nya itu melingkar di kedua sisi bahu Jay, dan jemari nya saling bertautan di tengkuk pemuda itu.
Aida menyadari atas perbuatan nya itu, dia memang diharuskan bersikap agresif pada remaja satu ini. Sepertinya ini pengalaman pertama nya. fikir Aida di benak nya.
Jay menunduk, menggamit kedua lipatan kaki Aida menggunakan lengan kirinya, sementara lengan tangan nya berusaha menyeimbangkan tubuh Aida di punggung wanita dewasa itu.
"Kiya!" Aida sedikit menjerit, merasa kan tubuh nya melayang seketika. Namun, itu hanya sesaat saja, digantikan dengan kekehan kecilnya sambil mengeratkan pelukan nya di tengkuk remaja itu.
Walau tubuh Aida terlihat berisi, Jay merasa tak terbebani sekali pun. Dia masih berdiri kokoh di depan meja rias, memperhatikan tubuh Aida di gendongan nya di dalam cermin tersebut.
Mengetahui hal itu, Aida menjadi malu sendiri. Bisa-bisanya keponakan nya itu memperhatikan kemesraan mereka di pantulan cermin itu, membuat wajah nya semakin memerah.
"Kamu semakin imut, Aida!" Ucap Jay mendekat kan wajah nya ke wajah Aida yang semakin bersemu. Dia menatap wajah itu secara langsung, tanpa perantara cermin lagi.
Deg
'Bisa-bisanya dia memperlakukan ku seperti ini!' Rutuk nya dalam hati. Namun, demi layar hologram nya, dia hanya bisa memperlihatkan senyuman senatural mungkin.
Awalnya dia memang melakukan ini karena dorongan layar hologram itu. Namun sekarang, Jay terlihat begitu menjengkelkan.
Wanita dewasa itu tak mengetahui adanya sistem lebih canggih yang dimiliki oleh Jay. Jadi, fikiran nya tak terlalu menghiraukan misi dari layar hologram tersebut. Setelah misi ini selesai di lakukan, dia akan kembali seperti semula, berharap tak akan ada lagi misi absurd ini kedepannya.
Berbeda dengan kenyataan nya, pada Sistem yang dimiliki Jay adalah kekuatan yang absolut. Sekalinya dia memberikan misi, sistem-sistem yang lain akan tunduk dan patuh terhadap nya. Dengan dalih memberikan misi yang serupa, agar tak di curigai para member nya.
"Kok diam, Sayang?" Tanya Jay terlihat kebingungan. Merasakan ada hal aneh yang terjadi pada Aida.
"Nggak apa-apa, kamu manis sekali, sayang." Jawab Aida menimpali pertanyaan Jay. Agar pemuda itu kembali rileks, dan tidak berfikir kemana-mana. Supaya sesegera mungkin melakukan misinya, karena waktu nya kurang satu jam lagi.
Jay tersenyum, ada kilatan aneh pada pupil matanya. Dia melangkah menuju tempat tidur yang berukuran king size di kamar itu. Merebahkan tubuh Aida dengan lembut di atas pembaringan.
Aida melepaskan rangkulan nya pada tengkuk Jay, menunggu akan hal apa lagi yang akan di lakukan remaja itu.
'Misi tambahan, lakukan full servis pada vagi na Aida dengan menggunakan lidah, sampai dia or gasme. Hadiah, peningkatan poin pesona.' Suara robotik itu terdengar di telinga Jay.
"Aahh!" Aida men desah ringan saat merasa kan ada sesuatu yang tengah bermain pada area sensitif nya itu.
(kerang abalon sebagai istilahnya ya)
Awalnya Jay penasaran, seperti apa bentuk kerang abalon orang-orang di sekitar nya. Jay melebarkan paha Aida perlahan, mata nya menatap kerang abalon itu dengan lebih dekat lagi.
Kerang nya sungguh amat lah bersih dari rumput liar atau pun semak belukar. Jay memuji kepiawaian Aida yang sudah mengeluarkan tiga orang putri dalam merawat kerang abalonnya. Namun, rasa penasaran nya tak hanya sampai disitu, dia semakin mendekat. Tercium aroma begitu memabukkan yang menguar dari dalam kerang itu.
Kerang berwarna merah muda itu baru dilihat dan baru saja di hirup aromanya. Tiba-tiba saja dia berkeinginan untuk mengetahui rasa nya. Jay menjulurkan lidahnya, ujung lidah nya menyapu garis permukaan kerang tersebut.
"Enak." Puji Jay dengan jujur. baru saja dia menarik kepala nya untuk menjauh, tiba-tiba saja dia di dorong kembali ke arah sana dengan kecepatan tinggi.
Aida menekan kepala Jay yang ingin menjauh dari kerang abalon miliknya. Merasa sentuhan itu terlalu singkat, dia ingin merasakan nya lagi.
Jay tergelak dalam fikiran nya, 'Mungkinkah misi nya sama lagi? Harus keluar dengan jilatan?' Terka Jay.
Merasakan Jay tak melakukan pergerakan, Aida menggoyangkan pinggul nya, berharap Jay akan mengerjakan tugas nya sebagai ahli dalam pekerjaan mengolah kerang.
Jay yang tahu akan hal itu, dengan senang hati dia akan melakukan nya. Apalagi kerang abalon milik Aida memiliki aroma yang sedikit memabukkan nya, rasanya pun sedikit enak, ada gurih-gurih nya. Ditambah hadiah yang akan di berikan sistem kepada nya, dia semakin bersemangat.
"Aahhh!" Lagi-lagi Aida men desah. Desa hannya kali ini cukup kencang. Seandainya ada orang di dalam rumah saat ini, mereka yang mendengarkan pasti akan terganggu.
Jay tertawa didalam hatinya, misi ini terlalu mudah. Saat tak sengaja menyentuh gumpalan daging sebesar kacang tanah itu, desa han Aida jadi terlepas. 'Tak akan lama lagi!' Soraknya dalam hati.
***