NovelToon NovelToon
Finding True Love

Finding True Love

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Hamil di luar nikah / Pembantu / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:9.5k
Nilai: 5
Nama Author: Aldiantt

Berawal dari niatan membantu sang kekasih mencari uang tambahan melamar, Alina justru harus kehilangan kehormatannya.

Ya, gadis itu terlalu mencintai kekasihnya. Sampai-sampai ia rela ikut menanggung beban yang harusnya bukan menjadi tanggung jawabnya. Sebuah pengorbanan untuk pria yang salah, yang atas kuasa Tuhan justru membawanya menemukan cinta yang benar.

Apa yang terjadi padanya?
Baca selengkapnya hingga selesai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aldiantt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Apartemen

Hari berganti.

Di sebuah apartemen mewah di kota itu. Pintu unit itu terbuka. Vincent dengan beberapa barang belanjaan di tangan masuk ke dalamnya bersama Alina yang mengikuti di belakangnya. Tas belanja itu berisi semua keperluan ibu hamil. Seperti pakaian, susu, dan lainnya. Vincent sudah memastikan semua keperluan Alina terpenuhi, sehingga wanita itu tidak perlu repot-repot belanja lagi nantinya. Toh, ia jug akan melarang Alina keluar apartemen tanpa izin darinya.

Alina diam. Cukup akjub. Ia mengedarkan pandangannya menyusuri segala sudut ruangan. Luas, mewah. Terisi barang-barang dan ornamen mahal. Tak kalah dengan istana Vincent yang dulu menjadi tempatnya bekerja.

"Selamat datang! Ini apartemenku yang akan menjadi tempat tinggal mu sementara," ucap laki-laki itu usai meletakkan barang-barang belanjaannya.

Alina tak menjawab. Lensa matanya kini menatap sebuah foto berbingkai yang berada di atas nakas. Bersanding dengan lampu hias serta beberapa patung dan ornamen yang terlihat berkelas. Itu foto Vincent dan seorang wanita. Cantik, anggun, pasti kaya raya seperti Vincent. Oh, mungkin itu pacar Vincent. Wanita yang pernah ia sebut namanya saat ia mabuk. Tapi siapa namanya, entahlah, Alina lupa.

"Alina..." Suara itu membuyarkan lamunan Alina. Ia menoleh.

"Ya..." ucap gadis itu.

"Kau mendengarku?" tanya Vincent.

Alina canggung. "Ma-maaf. Aku hanya takjub. Tempat ini terlalu mewah," jawabnya.

Vincent tak menjawab. Bahkan tak berekspresi.

"Bi Siti!" Vincent memanggil seseorang tanpa mempedulikan jawaban Alina. Seorang wanita paruh baya dengan seragam pelayan kemudian muncul dari dalam salah satu ruangan apartemen itu.

"Saya, Tuan!" jawab wanita yang ternyata bernama Siti itu. Dia lah ART yang akan menemani Alina di apartemen ini nantinya.

"Bi Siti, kenalkan, ini Alina. Alina, ini Bi Siti. Bi Siti ini ART panggilan. Biasanya dia datang ke apartemen ini seminggu sekali hanya untuk bersih-bersih. Dia yang akan menemanimu di sini nantinya. Aku akan memberikan nomor ponsel Bi Siti untukmu. Kalau perlu apapun kau bisa bilang padanya. Termasuk saat dia tidak bekerja sekalipun. Kau tinggal bilang pada Bi Siti, nanti kurir yang akan mengantarkan nya. Makanan, atau apapun."

"Aku akan datang kesini beberapa minggu sekali ketika jadwal cek kandungan tiba. Selama di sini, aku mewajibkan mu selalu berada di dalam apartemen ini. Jangan ceroboh, jangan makan makanan sembarangan, dan jaga baik-baik janin ini. Dan aku melarang mu keluar dari tempat ini tanpa izin dariku. Kamu paham?" tanya Vincent. Alina yang sebenarnya sedikit keberatan karena terasa terlalu dikekang itupun akhirnya mengangguk. Memangnya ia memiliki pilihan lain selain menurut pada Vincent sekarang??

"Bagus!" ucap Vincent. Laki-laki itu kemudian memerintahkan sang ART untuk menyiapkan kamar bagi Alina. Ia juga meminta wanita paruh baya itu untuk membawa barang-barang belanjaannya dan menatanya sesuai tempat. Barang-barang itu berisi pakaian, makanan, dan berbagai keperluan Alina lainnya. Ia sudah memastikan semua kebutuhan wanita itu aman sampai batas waktu yang ditentukan.

Laki-laki itu melepaskan jas mahal serta dasinya. Ia lantas masuk ke dalam kamar utama, tempatnya biasa tidur jika bermalam di apartemen itu. Ia berniat untuk mandi. Sedangkan Alina yang kini berada di ruangan itu sendirian lantas duduk di atas sofa. Tepat di samping jas mahal yang tergeletak begitu saja di sana.

Sebuah ponsel mahal bergetar di atas meja. Itu adalah ponsel milik Vincent. Sebuah panggilan masuk dari Talita. Alina tak berani menyentuhnya. Namun tak berselang lama Vincent keluar dari kamar itu seraya mengancingkan kancing-kancing kemejanya. Rambutnya bahkan belum kering sepenuhnya.

"Ada telepon untukku?" tanyanya.

Alina tersenyum kaku. Ia masih cukup canggung berhadapan dengan Vincent.

"Ya... Tuan," jawabnya.

Vincent meraih ponselnya. Ia berdiri di hadapan Alina. Gadis itu menatap laki-laki itu dari bawah ke atas. Tinggi, tegap, badan kekar, aroma tubuhnya wangi dan segar. Setetes air bahkan menetesi lutut Alina yang tak tertutup kain. Jantung wanita itu berdebar. Untuk beberapa saat wanita itu tertegun. Terpesona dengan pesona Vincent yang penuh kharisma. Gadis itu lantas menunduk seraya merapatkan tubuhnya. Mencoba menepis pikiran-pikiran tak jelas yang bermain-main di otaknya. Sedangkan Vincent sepertinya tak menyadari akan posisi mereka yang cukup dekat. Laki-laki itu terus berbincang, terdengar serius, dengan sang sekretaris di seberang sana.

"Aku harus kembali ke kantor. Ada urusan penting," ucap Vincent seraya mematikan ponselnya.

Alina mendongak. Ia diam lalu mengangguk. Laki-laki itu kemudian memasukkan ponsel itu, meraih jasnya dan menggantungkannya di lengan kiri.

"Loh, Tuan sudah mau pergi?" Bi Siti datang dari dapur dengan nampan berisi secangkir kopi.

"Iya," jawabnya. "Bibi, tolong jaga dia baik-baik!" pesan Vincent pada sang ART.

"Pasti, Tuan!" jawab Bu Siti yakin. Laki-laki itu pun lantas mendekati pintu apartemen tersebut. Namun tiba-tiba...

"Alina..."

Wanita itu menoleh.

"Mulai sekarang jangan panggil aku Tuan lagi. Aku bukan lagi majikanmu," ucapnya. Alina tak menjawab. Ia diam sejenak lalu mengangguk ragu.

"Bagus," ucap Vincent yang kemudian berlalu pergi meninggalkan tempat tersebut.

"Nona mau saya bikinkan sesuatu?" tanya Bi Siti setelah Vincent pergi.

Alina tersenyum lembut, lalu menggelengkan kepalanya.

"Baiklah, kalau perlu sesuatu, Nona bisa bilang sama saya. Saya ada di dapur," ucap Bi Siti sangat ramah.

"Iya, Bi. Terimakasih."

Bi Siti berlalu pergi meninggalkan Alina di sana sendirian. Wanita itu menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa. Sepertinya kehamilan pertamanya ini cukup rewel. Alina sering mual, pusing, lemah, mudah lelah, nafsu makan kurang baik. Ia lebih suka rebahan dan bermalas-malasan. Entahlah, mungkin ini yang dinamakan bawaan bayi.

Alina menoleh ke sampingnya. Sebuah dasi mahal tergeletak di sana. Ini kan dasi Vincent. Laki-laki itu lupa membawanya.

Alina menegakkan posisi duduknya lalu meraih benda tersebut.

"Ini kan punya Vincent? Ketinggalan?" lirihnya.

Alina menoleh ke arah pintu. "Dia balik lagi nggak, ya?"

Alina diam. Diusap-usapnya benda lembut itu. Perlahan, ia mendekatkan kain itu ke hidung. Menghirup aromanya dalam dalam.

"Enak sekali baunya. Wangi, segar. Parfum apa yang ia pakai? Pasti mahal," batin gadis itu. Ia meremas dasi tersebut, lalu menghirup aromanya dalam-dalam seolah menemukan aroma paling memabukkan di dunia.

1
Don't Call Me Mbak💅
lanjuttt
Don't Call Me Mbak💅
lah🤦🤦
Don't Call Me Mbak💅
🤣🤣🤣
Don't Call Me Mbak💅
najisss🤮
Don't Call Me Mbak💅
kebanyakan makan camilan sih😹
Radya Arynda
sabar Alina💪💪💪💪
Radya Arynda
kok ngak punya pendirian sih kamu cen vincen,,,,kasihan,,,alina ,,,mau di apakan dia,,,kenapa ngak nikah diam2 dulu,,,
Desyi Alawiyah
Cucu???

Wah, tanpa mama Theressa sadari, Vincent udah memberi dia cucu loh.. Di perutnya Alina.. 😜
Desyi Alawiyah
Dan pacarnya Alicia adalah Dion.. sahabatmu sendiri Vincent.. 😭
Desyi Alawiyah
Putramu itu hatinya sedang berbunga-bunga, mama Theresa 🤭
Georgia🤑
bener bener lu ya🙄
Desyi Alawiyah: Bener-bener anak durhakim tuh si Vincent 🤭🤣
total 1 replies
whiteblack✴️
pake kata itu..biar semakin jatuh cinta/Proud/
Don't Call Me Mbak💅
lanjut
Don't Call Me Mbak💅
waduh.aku ketinggalan banyak😱
Georgia🤑
entah kenapa aku terbayang bayang ibu ibu rambut mongkrok yang jualan rumah yang hanya dengam satu milyar saja....ituloh🤣🤣🤣🤣
Georgia🤑
istr jdman😊suport kerjaan suami🤗
Desyi Alawiyah
Tenang Kak, aku nggak akan kabur kok.. 🤣

Semangat yah Kak ngurus toddler nya /Determined/
Desyi Alawiyah
Semoga mamanya Vincent baik yah.. Nggak seperti orang kaya yang kebanyakkan.. 🤭
whiteblack✴️
kalau gitu nikahin lah...sampai kapan di simpan terus..dia itu bukan pajangan😒...
Radya Arynda
ternyata ke banggan vincen tidak lebih seperti pelacur,,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!