NovelToon NovelToon
Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Calon Duda Itu, Calon Suamiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa
Popularitas:52.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

"Papa tidak setuju!"

Terdengar suara tinggi Dion setelah mendengar keinginan anaknya, yang ingin menikah dengan pria yang berjarak 13 tahun dari sang putri.

"Aku ngga mau nikah, kalau bukan sama Om Alvin!" Sisil bersikeras.

"Tidak bisa!" tegas Dion. "Kamu itu masih muda, cantik, pintar. Jangan rendahkan diri kamu dengan menjadi PELAKOR!!"

***

Ingat, jangan nabung bab!

Follow IG : ichageul9563

Facebook : Khairunnisa (Ichageul)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terbawa Perasaan

Sisil memotong kue, kemudian mengarahkan sendok ke mulut Alvin. Gadis itu menggerakkan tangannya ketika melihat Alvin masih belum membuka mulutnya.

“Katanya mau aku suapin. Aaa ….”

Seakan terhipnotis, Alvin langsung membuka mulutnya. Pria itu tersenyum ketika penganan manis itu masuk ke mulutnya. Sesuatu yang hangat menjalari hatinya. Ada hal yang tidak dirasakan olehnya selama menikah dengan Anyelir.

“Om … dari foto-foto yang aku lihat di album, sepertinya sejak Nenek dan Kakek meninggal, badan Om tambah kurus deh. Emangnya Tante Anye ngga ngurusin Om?”

Hanya senyum tipis yang diberikan Alvin. Pria itu masih memegang teguh untuk tidak mengumbar aib istri pada orang lain.

Kalau pun dia mengeluh pada Randika, hanya membahas soal sikap posesif Anyelir dan kesibukannya di kantor hingga sering abai urusan rumah dan dirinya.

Tapi Alvin tidak pernah menceritakan bagaimana sikap wanita itu padanya. Begitu juga dengan sikap keluarga Anyelir yang terkesan mengatur rumah tangganya. Anyelir lebih senang mendengar ucapan keluarganya dibanding dirinya.

Alvin sendiri tidak mau ambil pusing. Dia lebih banyak diam ketika ibu mertuanya mengajarkannya bagaimana menjadi suami yang baik. Tanpa wanita itu bertanya bagaimana perilaku anaknya.

Pria itu hanya diam, seperti mendengarkan, namun tidak ada satu pun kata-kata wanita itu yang menempel di kepalanya.

“Tante Anye kayanya sibuk banget di tempat kerjanya,” sambung Sisil sambil menyuapkan kembali makanan ke mulut Alvin.

“Namanya juga kerja di perusahaan besar.”

“Om ngga pernah protes gitu?”

“Kamu ngapain tanya-tanya? Udah kaya polisi interogasi tersangka aja,” Alvin menyentil pelan kening Sisil.

Sontak gadis itu mengusap keningnya yang terkena sentilan sambil memajukan bibirnya. Percayalah … Alvin nyaris kehilangan akal sehatnya. Andai dia tidak pandai menahan diri, mungkin sudah dikecupnya bibir Sisil.

“Kamu katanya pintar masak,” Alvin mencoba mengalihkan pembicaraan.

“Iya. Kenapa? Om ngga percaya?”

“Kalau belum ada buktinya, ngga percaya.”

“Oke, besok aku masakin buat Om. Om mau makan apa?”

“Apa yang kamu masak, Om bakalan makan. Asal enak.”

“Deal!”

Sisil mengulurkan tangannya yang langsung dibalas oleh Alvin. Keduanya bersalaman seperti orang yang sepakat akan pembicaraan bisnis.

Dari ruang makan, Bi Diah memperhatikan interaksi keduanya. Bibir wanita itu tertarik ke atas. Sejak kedatangan Sisil, suasana rumah menjadi lebih hidup dan Alvin juga lebih sering tersenyum.

“Om mau ke mini market dulu. Kamu mau ikut?”

“Ngga ah. Aku mau di sini aja.”

“Ya udah.”

Alvin bangun dari duduknya, lalu meninggalkan rumahnya.

Sepeninggal Alvin, Sisil langsung mencari Bi Diah. Ada hal yang ingin ditanyakan oleh gadis itu pada asisten rumah tangga Alvin. Dia merasa ada yang salah dengan rumah tangga Alvin dan Anyelir.

Sisil menarik tangan Bi Diah, mengajaknya duduk di halaman belakang. Tanpa basa-basi, gadis itu langsung menanyakan perihal pernikahan Alvin dan Anyelir.

Yang membuatnya penasaran, bobot tubuh Alvin yang banyak berkurang pasca meninggalnya Kakek dan Nenek.

“Kalau menurut Bibi, rumah tangga mereka memang sudah tidak harmonis lagi. Sejak Bapak dan Ibu meninggal, sikap Bu Anye mulai berubah. Apalagi keluarganya, mereka itu sering mengatur Mas Alvin, harus beginilah, begitulah. Padahal anak mereka mengabaikan tugasnya sebagai istri.”

Bi Diah mengeluarkan uneg-unegnya selama ini. Biasanya wanita itu hanya diam, tanpa bisa mengeluarkan isi hatinya. Namun dia sering berdoa demi kebahagiaan Alvin. Mengurus anak itu sejak kecil, membuat Bi Diah sudah menyayanginya seperti anak sendiri.

“Om Alvin diam aja lihat sikap keluarganya Tante Anye?”

“Iya, bukan karena takut. Tapi … Mas Alvin sepertinya malas kalau harus ribut. Energinya sudah habis untuk mengurus mini mart, belum lagi sering bertengkar dengan Bu Anye.

Kalau harus ditambah menanggapi keluarga Bu Anye, bisa-bisa Mas Alvin mati berdiri. Anak dan Ibu sama-sama menyebalkan.”

Sisil tak bisa menahan tawanya. Apalagi melihat mimik wajah wanita itu. Namun dalam hatinya, Sisil merasa prihatin dengan keadaan Alvin. Masalah yang sering dibicarakan Kirana dan Chelsa ternyata hanya seujung kuku dari masalah yang sebenarnya.

Gadis itu semakin terbengong ketika Bi Diah membuka rumah tangga Alvin dan Anyelir selama ini. Ada rasa marah, kesal sekaligus prihatin menghantamnya bersamaan.

Mata Sisil sampai berkaca-kaca membayangkan betapa beratnya Alvin menjalani pernikahan seperti ini.

Perbincangan keduanya terhenti ketika ponsel Bi Diah berdering dari arah kamarnya. Wanita itu bergegas menuju kamarnya, sementara Sisil masih bertahan di tempatnya.

Gadis itu menghapus sudut matanya yang berair. Sisil terbawa perasaan mendengar kisah rumah tangga Alvin.

Sekitar lima menit kemudian Bi Diah keluar dari kamarnya. Wajah wanita itu nampak panik. Dengan tergesa dia menghampiri Sisil.

“Ada apa, Bi?”

“Ehm … barusan anak Bibi telepon, cucu saya masuk rumah sakit. Saya harus ke rumahnya. Kasihan anaknya yang lain ngga ada yang urus. Bibi mau ijin pulang dulu.”

“Telepon Om Alvin aja, Bi. Mau aku yang telponin?”

“Ngga usah, Non. Biar Bibi ke mini market aja. Lebih enak kalau ngomong langsung. Lagian mini marketnya juga ngga jauh.”

“Oke, Bi.”

Lebih dulu Bi Diah membereskan pakaiannya ke dalam traveling bag. Tidak banyak yang dibawanya, hanya beberapa saja. Sambil membawa traveling bag-nya, wanita itu meninggalkan rumah.

Alvin tidak pernah melarangnya untuk pulang kampung, karenanya dia langsung mengemas pakaian agar bisa langsung pergi setelah meminta ijin.

***

Sambil mengenakan kemeja kotak-kotaknya, Alvin keluar dari kamar. Hidungnya langsung mencium aroma masakan. Pria itu segera melangkahkan kakinya ke dapur. Di sana, nampak Sisil sedang mengolah sesuatu.

Karena posisinya menghadap kompor, jadi Sisil tidak menyadari kedatangan Alvin. Apalagi pria muncul tanpa suara.

“Masak apa?”

Refleks Sisil berbalik. Namun karena posisi Alvin berada tepat di belakangnya, tubuh gadis itu membentur dada bidang Alvin. Dengan cekatan pria itu menahan pinggang Sisil.

Situasi bertahan beberapa detik. Kedua tangan Sisil berada di dada Alvin, sementara mata keduanya saling beradu pandang.

“Ehem … Om ngagetin aja sih,” ujar Sisil seraya mendorong tubuh Alvin pelan. Gadis itu kembali membalikkan tubuhnya, menyelesaikan masakannya.

“Kamu masak apa? Wangi banget.”

“Nasi goreng. sayang Nasi sisa semalam masih ada, aku buat nasgor aja. Apalagi bahan tambahan ada di kulkas.”

Sisil memindahkan nasi goreng yang sudah matang ke dalam wadah. Dapat Alvin lihat, potongan sayuran, sosis dan ayam tercampur ke dalam nasi. Dan di piring lain, gadis itu juga sudah membuat telur mata sapi.

“Ehm … aromanya harum. Pasti enak nih.”

“Pasti dong.”

Dengan dibantu Alvin, Sisil membawa wadah berisi nasi goreng juga telur mata sapi. Sementara Alvin bantu membawakan piring dan gelas. Berhubung Bi Diah tidak ada, Sisil yang berinisiatif membuat sarapan.

“Tante Anye mana?”

“Di kamar, lagi siap-siap,” jawab Alvin sambil menggulung lengan kemejanya.

Sisil segera mendekat, dia mengambil alih pekerjaan Alvin. Dibukanya kembali gulungan lengan kemeja. Kemudian gadis itu menggulungnya lagi menjadi lebih rapih.

Alvin terus memperhatikan apa yang dilakukan Sisil.

Dari arah kamar, muncul Anyelir. Matanya membulat melihat posisi berdiri suaminya yang begitu dekat dengan Sisil.

“Kalian sedang apa?”

***

Kepo🤣

Mulai hari ini dan seterusnya, semua novelku yg di sini maupun yang di sebelah up malam, antara jam 7-8 malam, oke😉

1
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ¢ᖱ'D⃤ ̐
tapi apa mungkin Rian mau jadi sekutu Anye karena takut Poto Sisil ma Alvin di up ke medsos sama Anye yg akan menghancurkan nama baik Sisil juga, disamping dia punya perasaan juga ma Sisil
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ¢ᖱ'D⃤ ̐
deuh beneran dihapus ya,demi cinta Rian rela jadi sekutu Anye
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ¢ᖱ'D⃤ ̐
deuh si Rian beneran ya mo bersekutu dengan Anye
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ish ko gitu sih Rian 😒
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
surprise 🤣
Lila
karepmu lah Nye..atur2 aja gmna baiknya menurut kamu..
yg penting nti di Ending om Alvin ttp sma sisil🤭
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Untunglah Sisil sdh laporan ama Kirana. Jd sebenarnya usaha tuh sia-sia aja 🤭
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aq masih positif mak 🤣🤣
@$~~~tINy-pOnY~~~$@: positif thinking loh mak😎😎
total 2 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
jgn2 mau taruh kamera nih si rian. aq msh positif thinking loh amamu. jangan mengecewakan ya
Kusii Yaati
tuh kan bener Rian berkhianat.... dasar penghianat, walau pun kamu mencintai Sisil tapi cinta kan nggak bisa di paksa...males ah😤
Hasnawati Hasna
ternyata memang benar bahwa tidak ada pertemanan antara laki-laki dan perempuan, ujung ujungnya ada hati c i n t a 😄😄😄
Hasnawati Hasna
aduhhh Rian mah TTM teman tapi musuh, dalam selimut pula 🤣🤣🤣
Humaira
ternyata rian seorang pengkhianat, musang berbulu domba 😤😤
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
dikira Rian anak kemarin sore yang lugu gitu.pasti Rian punya cara sendiri menghadapi Anye yang suka berkelit dan manipulatif
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ¢ᖱ'D⃤ ̐🍻
kalau Anye bisa menekan dan mengancam Rian, Rian juga pasti punya cara yang lebih cerdik menghadapi Anye.
Safitri Agus
Rian apa sih mau mu😏
Rahma Habibi
berharap rian narokamera atau cctv di apart nya sandi dan masih berharap rian baik tapi semuanyadi tentukan oleh author...
Eka Burjo
Rian, kukira kamu cerdas, ternyata 🙄
Eka Burjo
ku kira Rian cerdas
ana17
pembaca kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!