NovelToon NovelToon
Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Cinta Gus Aqlan Ke Aisyah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:847
Nilai: 5
Nama Author: 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖

Assalamualaikum wr.wb. cerita dari Hormoni ilmu dan amal di pesantren ini kelanjutan untuk cerita gus aqlan ke Aisyah.
Waktu Seketika wanita yang begitu elegan dan wibawa sangat dewasa bernama Aisyah Adeeba (anak dari papa arya dan mama laras), Kemudian kejadian yang begitu bahaya bagi mama laras karena pria tidak memberi tau kepadanya pada akhirnya Cinta mereka terhalang dengan mama laras kepada Aisyah. Pada bulan berbulan mereka ditemukan kembali Aisyah kuliah di terkenal di kalangan mahasiswa maupun mahasiswi lainnya, mereka berpapasan dengan mereka waktu ketemu getaran hati mereka bersatu kembali tapi mereka tidak tau kalau mereka pernah ketemu bahkan akrab.
"Apa kami pernah ketemu " batin Aisyah
"Apa wanita ini sangat familiar sekali wajah " batin pria berbaju putih dengan peci dan sorban yang rapih.Pria ini adalah anak dari suami-istri memiliki pesantren di jawa tengah nama pesantrennya Nurul ilmi,dengan pemilik Kiyai abdul dan nyai Maryam,pria tadi adalah gus aqlanArdhani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 𝙖𝙙𝙚𝙡𝙞𝙣𝙖, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16.Bahasa yang Menggetarkan Hati

   ೄೄྀೄྀೄྀೄྀ A&Qೄྀೄྀೄྀೄྀೄྀ

Mendengar ucapan selamat yang begitu fasih, indah, dan mengalun lembut dari bibir Aisyah, wajah Gus Aqlan seketika berseri-seri bagaikan disinari matahari. Matanya berbinar penuh kekaguman dan rasa syukur yang tak terkira.

Ia membalas senyum itu dengan senyum lebar yang menenangkan, lalu dengan suara berat dan penuh wibawa, ia menjawab menggunakan bahasa Arab yang terdengar sangat dalam dan syahdu:

"جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا يَا عَائِشَةُ... وَفَّقَنَا اللهُ وَإِيَّاكِ لِمَا يُحِبُّ وَيَرْضَاهُ"

(Jazakillahu khairan ya Aisyah... Waffaqana wa iyyaki lima yuhibbu wa yardhah)

Artinya: Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan yang berlimpah ya Aisyah... Semoga Allah senantiasa memberikan kesuksesan dan kemudahan kepada kita berdua, dalam segala hal yang dicintai dan diridhai oleh-Nya.

Gus Aqlan lalu melangkah mendekat selangkah lagi, jarak mereka kini hanya beberapa jengkal. Matanya menatap wajah Aisyah lekat-lekat, penuh rasa takjub.

"Subhanallah... Sungguh luar biasa. Bahasa Arab kamu fasih sekali, pelafal dan intonasinya pun sangat tepat," tanyanya heran sekaligus kagum, menggelengkan kepala tak percaya. "saya kira Kamh belum terlalu lancar atau baru belajar sedikit-sedikit. Ternyata sudah mahir sekali."

Aisyah tersenyum lembut, senyum yang teduh dan menenangkan, sama seperti senyum yang dulu sering ia berikan. Wajahnya memerah sedikit karena dipuji, namun hatinya berbunga-bunga.

Dengan suara pelan namun tegas, ia menjawab,

"Bisa dong pak... Aisyah kan dulu pernah mondok juga lho. Sudah biasa dengar dan bicara bahasa Arab sehari-hari. Di Pondok Pesantren At-Taqwa..."

BRUK!!!

Belum sempat kalimat itu selesai sepenuhnya meluncur dari bibir Aisyah, belum sempat suara itu hilang ditelan angin, sesuatu yang besar dan berat seakan menghantam kepala Gus Aqlan dengan kekuatan yang luar biasa.

Seketika itu juga, dunia di mata Gus Aqlan seakan berputar kencang.

FLASHBACK!

Gambar-gambar, suara-suara, tawa, dan perasaan yang selama ini hilang, terkunci rapat di sudut terdalam ingatannya, tiba-tiba meledak keluar serentak bagaikan banjir yang menerobos bendungan!

- Wajah gadis kecil berkerudung biru muda yang selalu duduk paling depan di majelis taklim.

- Suara tawa renyah saat mereka bermain kejar-kejaran di halaman masjid yang luas.

- Aroma tanah basah saat hujan turun di pondok.

- Kenangan manis masa kecil yang indah di Pondok At-Taqwa.

- Dan... sosok gadis kecil yang pernah ia pegang tangannya, yang pernah ia janjikan di depan Kiyai untuk dijaga dan disayangi selamanya.

"AISYAH...!! AISYAH ADEEBA...!!"

Hanya itu nama yang berteriak keras di dalam kepalanya. Hanya itu yang bisa terucap terbata dari bibirnya sebelum pandangannya tiba-tiba menjadi gelap pekat.

Seluruh tenaga di tubuh tegap dan gagah itu lemas seketika. Kakinya tak kuat lagi menopang berat badan. Matanya berbalik ke atas, dan tubuh besar itu ambruk ke depan dengan cepat.

"PAK AQLAN!!" teriak Aisyah setengah mati, suaranya memecah keheningan taman.

Ia berusaha sekuat tenaga menangkap tubuh berat itu, tapi bagaimana mungkin tubuh mungilnya mampu menahan beban tubuh pria dewasa yang jatuh begitu saja.

DUGH!!

Gus Aqlan pingsan tepat di hadapannya, jatuh ke atas rumput hijau taman dengan lembut namun sangat mengejutkan. Wajahnya yang tadi berseri kini mendadak pucat pasi, mata terpejam rapat.

"pak! Bangun pak! pak Aqlan!! Jangan begini!!" Aisyah panik luar biasa. Air matanya langsung tumpah ruah. Tangannya gemetar hebat memegang pipi dan bahu Gus Aqlan, mencoba mengguncang pelan agar sadar. "Ada orang pingsan! Tolong!! Tolong kami!!"

Teman-teman mahasiswa yang sedang duduk-duduk di sekitar taman langsung berlarian mendekat melihat kejadian mengerikan itu. Dalam kepanikan yang luar biasa, Aisyah segera meminta tolong untuk memanggil ambulans dan memberitahu pihak kampus.

Tidak butuh waktu lama, suara sirine ambulans terdengar melengking. Gus Aqlan segera dibaringkan di brankar dan digotong dengan hati-hati menuju kendaraan darurat itu.

Aisyah ikut masuk ke dalam ambulans, duduk di samping tubuh kekasih hatinya yang masih tak sadarkan diri. Tangannya yang kecil menggenggam erat tangan besar Gus Aqlan yang terasa dingin, ia menempelkan tangan itu ke pipinya sendiri yang basah oleh air mata.

"Maafkan Aisyah... Maafkan Aisyah ya pak... Aisyah nggak bermaksud bikin bapam kaget..." isaknya pelan tersedu-sedu. "Jangan apa-apa ya... Kamu harus kuat... Kita baru ketemu lagi..."

Ia tidak tahu, bahwa ucapan barusan bukan hanya sekadar cerita masa lalu, bukan sekadar basa-basi, tapi itu adalah kunci ajaib yang berhasil membuka kembali gembok ingatan Gus Aqlan yang selama ini hilang. Sekarang, pemuda itu tahu segalanya. Tahu siapa Aisyah sebenarnya. Tahu betapa besar arti wanita ini dalam hidupnya.

 BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!