NovelToon NovelToon
Tetanggaku Adalah Bossku

Tetanggaku Adalah Bossku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / CEO / Cinta Murni / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: regin

Mohon Dukungannya ya Para Reader🥰😉
.
Untuk like+Rate+Vote+Favo😉💖. (Dukungan kalian berharga banget buat author 🥰)
.
Go Follow Ig : @Regin.rosee
.
.
(Area 18+)
*******
.
Zanna Kirania Zein, seorang wanita cantik, berusia 24 tahun, yang baru saja di terima bekerja di perusahaan konstruksi yang terkenal di Negara X, Wijaya Kontruksi. Karena perusahaan tersebut sangat jauh dari kota asalnya, Zanna terpaksa harus tinggal di sebuah unit apartemen milik tantenya yang sudah tidak di tempati, karena sang Tante harus mengikuti suaminya tinggal di luar Negeri.

Nasib buruk terus menimpa Zanna, ketika dia tahu jika tetangga sebelah nya itu adalah Direktur Utama di tempat ia bekerja.

Bertetangga dengan boss, membuat Zanna merasa stres, apalagi bossnya itu terkenal kejam di tempat kerja.

Tapi siapa sangka.. di antara mereka mulai tumbuh benih-benih cinta.

bagaimana kisah selanjutnya?. yuk pantengin terus cerita Tetanggaku adalah Bossku 😊🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon regin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 : Bukan Pacarnya Pak Daffin..

Hari ini adalah hari perjalanan dinas menuju kota Y. Seluruh anggota tim yang telah di bentuk dari perwakilan beberapa Divisi. Akan berangkat bersama-sama menuju kota Y, Dengan menggunakan transportasi pesawat terbang. Dan jadwal keberangkatan nya adalah pukul 05.30 Pagi.

Tepat pukul 04.00 Pagi, Zanna sudah bersiap siap akan pergi menuju Bandara kota X.

Zanna segera keluar dari unit Apartemen nya, dengan membawa 2 buah koper, yang berukuran besar dan berukuran sedang.

Tak lama dari itu, Daffin keluar dari unit Apartemen nya dengan membawa 1 buah koper berukuran sedang.

Zanna dan Daffin yang baru saja keluar dari unit Apartemen mereka, saling bertatapan. Mata Daffin tertuju pada koper yang di bawa oleh Zanna.

"Hei, Zanna. Kamu mau pindahan? bawa kopernya banyak amat." ucap Daffin sambil tertawa kecil.

"Suka-suka aku dong, mau bawa koper berapa juga." batin Zanna sambil memicingkan matanya ke arah Daffin. Zanna mengabaikan Daffin, dia pun segera melangkah kan kakinya menuju lift.

"Dia kenapa? masa gitu aja marah?" ucap Daffin, sambil menatap heran ke arah Zanna

Tak lama dari itu, Daffin menyusul Zanna berjalan menuju lift.

"Ting"

Pintu lift terbuka, Zanna dan Daffin pun segera masuk kedalam lift. kemudian Zanna menekan tombol ke lantai dasar.

Di dalam lift, Zanna dan Daffin hanya terdiam tidak ada yang berbicara sepatah kata pun.

Zanna fokus menatap ke depan, sedangkan Daffin sesekali melirik ke arah Zanna.

"Ting"

Pintu lift terbuka. Lift yang dinaiki oleh Zanna dan Daffin sudah tiba di lantai dasar. Dengan segera, Zanna melangkah kan kakinya keluar dari lift, lalu disusul Daffin yang melangkah kan kakinya keluar dari lift.

"Hei, Zanna. Kamu pergi ke Bandara sama siapa?" tanya Daffin yang berjalan di belakang Zanna.

"Hmm, kayanya mau naik taksi online aja pak." jawab Zanna.

"Yakin? jam segini mana ada taksi online." Lanjut Daffin.

"Hmm iya juga sih." batin Zanna.

"Ya udah berangkat bareng saya aja." ajak Daffin.

"Enggak deh pak, kalau saya berangkat bareng bapak ke Bandara, nanti orang-orang mikirnya saya itu pacaran sama bapak." balas Zanna.

"Saya nggak mau, ngelanjutin jadi pacar pura-pura nya Pak Daffin. Cukup di depan teman wanita Pak Daffin, sama di depan kedua orang tua Bapak aja, kalau di depan teman kantor, saya nggak bisa." lanjut Zanna.

Daffin yang mendengar ucapan Zanna, langsung mempercepat langkahnya, mendekati Zanna.

"Emang kamu pikir, saya mau? Saya juga nggak mau tuh." balas Daffin.

"Oke, kalau gitu. Saya mau Bapak janji sama saya. Kalau nanti teman wanita bapak itu muncul lagi, dan bilang kalau saya ini pacar Bapak. Saya harap bapak menyangkalnya, dan jelasin semua nya kalau kita ini nggak pacaran, dan nggak akan pernah pacaran." ucap Zanna dengan penuh penekanan.

Daffin menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.

"Hmm oke." balas Daffin.

Tak lama dari itu, Zanna segera mempercepat langkahnya dan meninggalkan Daffin yang masih berjalan di belakangnya.

"Awas aja kalau dia nggak bisa nempatin janjinya." batin Zanna.

Di tengah perjalanan menuju halaman parkiran Panorama Apartemen, Zanna merasa kebingungan.

"Duh, gimana nih. Nggak ada taksi online yang mau nerima pesanan ke Bandara."

"Hmm, terus aku naik apa ya, ke Bandara nya?" batin Zanna yang kebingungan.

"Tint!"

"Tint!"

Suara klakson mobil, membuat Zanna terkejut. Zanna pun langsung melihat ke arah mobil tersebut. Mobil tersebut melaju ke hadapan nya.

"Ah, itu kan mobilnya kak Bagas." batin Zanna yang menyadari jika mobil itu adalah mobilnya Bagas.

Tak lama dari itu, Bagas pun turun dari mobil. Zanna tertegun melihat Bagas. Lagi-lagi wajah tampan Bagas, membuat Zanna terpukau.

"Hei, Zan. kok bengong." sapa Bagas.

"Kamu di sini nungguin siapa?" tanya Bagas.

"Hmm, tadinya aku nungguin taksi online, kak. tapi nggak ada yang mau nerima pesanan Zanna." Jawab Zanna.

"Ya, udah.. ikut kakak aja, kita pergi ke Bandara sama-sama." Ajak Bagas sambil tersenyum.

"I..iya udah kak." Bisik Zanna yang tersenyum balik.

Dengan segera Bagas memasukkan koper yang di bawa Zanna ke dalam bagasi mobil. Setelah itu, Zanna dan Bagas pun masuk ke dalam mobil. Lalu Bagas melajukan mobilnya.

"Hmm, Zan. Kakak nanya boleh.." ucap Bagas yang tengah fokus mengendarai mobil.

"Iya, boleh kak. Mau nanya apa?" balas Zanna.

"Hmm, kamu udah punya pacar?." tanya Bagas

"Duh, kak Bagas ngapain nanyain itu, jadi bikin, jantung aku berdebar aja deh." batin Zanna.

"Hei, Zan. kok bengong.." sahut Bagas yang membuat Zanna tersadar dari lamunannya.

"Eu, iya kak. Maaf bisa di ulang lagi pertanyaan nya." Balas Zanna.

Bagas menarik nafasnya dan membuangnya dengan lembut.

"Iya, kamu udah punya pacar belum?" tanya Bagas lagi.

"Be..lum kak." jawab Zanna gugup, sambil melirik ke arah Bagas.

"Oh syukur deh kalau belum, berarti aku ada harapan." batin Bagas.

"Hmm, Kakak kira kamu itu pacaran sama Pak Daffin. Soalnya yang di ruang rapat itu..." Ucapan Bagas tiba-tiba terpotong oleh ucapan Zanna.

"Nggak kak. Nggak mungkin, Zanna pacaran sama Pak Daffin. Nggak mungkin juga Pak Daffin mau pacaran sama bawahan nya.." Jelas Zanna.

"Cewek itu mungkin salah ngomong, Kak." Lanjut Zanna lagi untuk mencoba meyakinkan Bagas.

"Hmm, iya juga sih Zan." balas Bagas, yang mencoba mencerna ucapan Zanna.

Beberapa menit kemudian, Zanna dan Bagas sudah tiba di Bandara kota X. Bagas pun segera memarkirkan Mobilnya di tempat parkir mobil.

Setelah memarkiran mobilnya. Dengan segera, Bagas keluar dari mobil, lalu mengambil koper miliknya dan koper milik Zanna.

"Nih Zan." Ucap Bagas sambil memberi koper milik Zanna.

"Makasih kak." Ucap Zanna sambil tersenyum.

Dengan segera, Zanna dan Bagas bergegas menuju lobby Bandara. Untuk berkumpul dengan para tim, termasuk Daffin.

Zanna dan Bagas berjalan dengan cepat menuju lobby Bandara. Setibanya di lobby, Bandara. Sudah nampak seluruh anggota tim, termasuk Fira, dan Daffin yang sedari tadi sudah menunggu.

Tak lama kemudian, waktu keberangkatan menuju Kota Y telah tiba. Zanna dan seluruh anggota tim segera menaiki pesawat.

Tepat pukul 05.30 Pagi. Pesawat menuju kota Y, pun terbang.

Beberapa jam berlalu, pesawat yang di naiki oleh Zanna, Daffin dan seluruh anggota tim. lainnya, sudah tiba di Bandara kota Y.

Setelah tiba di Bandara kota Y. Zanna, Daffin dan seluruh anggota tim bergegas menuju mentari Hotel yang lokasinya tidak begitu jauh dengan lokasi proyek Water Park.

****

-Mentari Hotel-

Daffin, dan seluruh anggota tim, sudah tiba di Mentari Hotel.

"Oh iya, kalian bisa langsung istirahat di kamar kalian. Untuk pelaksanaan proyek, kita mulai besok pagi.." Jelas Daffin kepada seluruh anggota tim.

Zanna dan Fira, menempati satu kamar yang sama, yaitu kamar 11. Dengan segera Zanna dan Fira menuju kamar mereka.

Di dalam kamar, Zanna tengah sibuk merapikan pakaiannya, dan menyimpan nya ke dalam lemari. Sedangkan Fira membaringkan tubuhnya di atas ranjang, sambil memainkan ponselnya.

Zanna sesekali melihat ke arah Fira, dia merasa ada yang berbeda dengan sikap Fira. Selama di perjalanan pun, Fira hanya terdiam dan tak banyak bicara.

Tak lama kemudian, Zanna memberanikan diri untuk membuka mulutnya.

"Fir, kamu kenapa?" Tanya Zanna yang penasaran.

"Hmm enggak. Aku nggak kenapa-kenapa kok." Jawab Fira datar.

"Oh gitu. Eh, nanti sore kita jalan-jalan yuk, disini kan deket sama beberapa objek wisata." ajak Zanna ke pada Fira.

"Hmm, iya gimana nanti deh Zann, badan aku remuk banget soalnya." Balas Fira.

"Oh gitu, yaudah kalau gitu kamu istirahatin badan kamu aja, Fir. Biar aku, jalan-jalan sendiri aja." Lanjut Zanna .

"Iya siap." Balas Fira singkat.

"Oh, iya Zan. Menurut kamu, pacarnya Pak Daffin itu siapa?" tanya Fira yang membuat Zanna tersentak.

"Hmm, nggak tau, Fir. Aku juga nggak tau siapa pacarnya Pak Daffin." jelas Zanna.

"Oh gitu. Tapi, di ruang rapat waktu itu, ceweknya nya cuman ada 6 orang, termasuk aku sama kamu. Dan 4 orang cewek lainnya, udah pasti bukan pacarnya Pak Daffin, karena mereka semua udah bersuami. Terus aku udah jelas bukan pacarnya Pak Daffin. Jadi kemungkinan kamu pacarnya pak Daffin, Zanna." Lanjut Fira.

Zanna tersentak ketika mendengar perkataan Fira. Zanna terdiam sejenak dan mengambil nafas nya dalam dalam dan membuangnya dengan kasar.

"Haha, ya ampun Fir, kamu percaya sama kata-kata cewek yang ngejar-ngejar pak Daffin itu. Udahlah nggak usah di pikirin, Fir." Balas Zanna.

"Hmm, jelas aku pikirin Zan, soalnya aku suka sama Pak Daffin." Jelas Fira

"Ah, kamu suka sama Pak Daffin, Fir?" Tanya Zanna yang terkejut.

"Iya, aku suka sama Pak Daffin, semenjak aku mulai kerja di Wijaya Kontruksi." Jawab Fira.

Zanna menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya dengan lembut.

"Tenang aja Fir, aku sama Pak Daffin nggak ada apa-apa, aku pun udah lama suka sama seseorang." Jelas Zanna.

"Siapa?" Tanya Fira yang ingin tahu.

"Hmm, Kak Bagas." Jawab Zanna

"Apa? Kak Bagas?" Ulang Fira yang terkejut.

...****************...

Ke Esokan Harinya

"Hei, Zan. Ayok. Nanti kita telat." Pekik Fira ke pada Zanna yang tengah asyik berdandan di cermin.

"I..iya, ayok ayok. Hehe maaf lama, Fir."

Zanna segera menghentikan aktivitas nya, dan segera menghampiri Fira yang tengah berdiri di samping pintu.

"Ya ampun, Zan. Kamu ngapain dandan? Nanti juga luntur lagi make up nya." ucap Fira yang berjalan keluar dari kamar hotel.

"Iya emang kenapa? kalau luntur, tinggal dandan lagi kan." Balas Zanna yang mengikuti Fira keluar dari kamar hotel.

"Iya, iya.., gimana kamu aja deh." ucap Fira.

Zanna dan Fira pun dengan segera meninggalkan Mentari Hotel, dan bergegas menuju kawasan proyek Water Park.

Setibanya di kawasan Proyek. Zanna dan Fira segera menghampiri ruangan, di dalam ruangan tersebut, sudah terdapat seluruh anggota tim.

Tak lama kemudian Daffin, tiba ke dalam ruangan. Dan memulai pengarahan.

"Oke, semuanya, kita hari ini akan memulai proyek pembangunan Water Park, PT. Priyanto Bara. Seperti yang sudah saya jelaskan saat rapat tempo lalu. Setiap Divisi punya tugasnya masing-masing ya..."

"Contohnya, seperti Divisi Proyek, akan membantu saya, dalam mengawasi proses pembangunan. Dan divisi keuangan, akan menangi dalam proses penyusunan pembiayaan, dan lain sebagainya...." Jelas Daffin panjang lebar

"Oh iya satu lagi, berhubung Sekertaris Ri tidak bisa membantu saya dalam proyek ini. Saya akan memilih asisten pribadi untuk membantu saya selama pelaksanaan proyek ini."

"Dan saya akan memilih Zanna sebagai asisten pribadi saya." ucap Daffin dengan tegas.

Ucapan Daffin tersebut terdengar oleh seseorang yang berada di luar ruangan.

"Ah apa, aku? Jadi asisten nya Pak Daffin?!" batin Zanna yang terkejut.

Dan tak lama kemudian, orang yang berada di luar ruangan tersebut, masuk kedalam ruangan.

"Tadi siapa, Fin. Asisten pribadi kamu dalam proyek ini?." Tanya seseorang tersebut yang tak lain adalah Arika.

"Zanna. Tuh orangnya.." Ucap Daffin dengan santai sambil menunjuk ke arah Zanna.

Arika membelalakkan matanya ketika tahu jika yang menjadi asisten Daffin adalah Zanna.

"Wah, hebat ya.., pacar sendiri jadi asisten pribadi." Ucap Arika sambil memicingkan matanya ke arah Zanna.

Daffin menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya dengan kasar.

"Emang kenapa? kalau Zanna, pacar saya. Jadi asisten pribadi saya?" Tanya Daffin dengan penuh penekanan.

Zanna sangat tersentak dengan ucapan Daffin.

"Aish, Pak Daffin!" Batin Zanna kesal sambil menatap tajam ke arah Daffin.

1
nana supriyatna
Luar biasa
andi nita
gmn crtany bd lantai thor bab sblmnya tetanggaan 304,305 hhmm
andi nita
hhhm thorny kurng teliti zanna gk hrs liat papan nama bs tau it dirut pa bln kn psti sblm msk da tulisan dirut d'pintu msk masa gk da thor klupn gk da msk zanna gk tau it ruangan dirut
Fitriyani
ky sekolah y,ada bel istirahat nya 🤭
Anonim
😅
Anonim
🤣
Yunita aristya
di tunggu lanjutan nya
Yunita aristya
mampir
Rien Pun Okti
lah??bukan daffin yg memperhatikan kamu dari arah seberang waktu rapat??
Qurratul A'yun
lnjut donk authoooor bagus nih ceritany
Regin_Rose🌸
hai guys, lanjutan dari kisah zanna dan daffin lagi on going yaa 🤭
Masra Muliadi
makasi thor ceritax bgs banget👍👍👍
Tantini Tan
ditunggu ya cerita selanjutnya, suka bacanya, ceritanya gk meluas ksana ksini, 👍👍👍👍
Nani Mardiani
Hahahaha ....Davin.... Davin.. bucin... bucin lo ntar, makanya jangan ngehina.
Anonim
seneng bgt kalo episode nya g panjang kaya gini 🥰🥰 semangat thor 💪🏻💪🏻
Rini Haryati
bagus
sukses
semangat
mksh
maredni Jiba
semoga terjadi biar bucin akut
maredni Jiba
😂😂😀
maredni Jiba
😂😂biasa org jatuh cinta ya bgtu,knpa sekertaris RI tdk mencoba sama seila
maredni Jiba
si nyamuk😂😂🤦
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!