black hole yang menjadi legenda pembunuhan di masanya kini sedang berbaring lemah menahan rasa sakit karena penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
" dalam hidup ini aku sudah banyak melakukan dosa, dan sudah tidak terhitung berapa nyawa yang aku hilangkan."
" jika sakit ini menjadi menjadi penebus atas dosaku, maka aku bersumpah di kehidupan keduaku aku akan menjadi seorang yang lebih baik dan tidak akan menghilangkan nya orang lagi kecuali itu terpaksa. "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iqbal Pertha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berinvestasi
Wira menunjukkan kamera kecil di tangannya kemudian menjelaskan tentang kamera itu, dan mengapa ada di sana.
" ini kamera yang aku pasang, aku meletakkan nya di sana untuk mengabadikan setiap momen istri ku dan kamera ini sudah tersambung ke ponsel ku, dan tentunya ini merekam jadi kejadian sebelumnya pasti terlihat dalam kamera ini." ucap Wira.
Maya yang mendengar penjelasan Wira menunjukkan gelagat takut dan gelisah, Wira menatap Maya untuk mengintimidasi.
" jika kamu tidak mau mengakui tidak perlu seperti ini anggap saja semua salah paham..." ucap Maya, takut karena sepertinya Wira serius.
Wira hanya menyeringai miring, takdir memang menjaganya agar dirinya tidak sampai karam bersama ayu.
Wira tidak menunggu lagi dia mulai mengoperasikan ponselnya kemudian memanggil ayu ke sisinya untuk melihat.
" ay kemari dan lihat lah...." ucap Wira pada ayu, ayu pun mendekat dan melihat hasil tangkap kamera yang Wira pasang,
Cerita yang di sampaikan oleh Maya tidak seperti yang terjadi pada nyatanya, ayu yang melihat merasa lega, ketakutannya itu sudah mereda.
" Maya aku tidak tau masalahmu apa sampai menjebak suamiku seperti ini, hanya saja aku harap ini terakhir, kamu bisa pergi sekarang jangan semakin mempermalukan dirimu lagi dengan melakukan hal semenjijikkan seperti ini." ucap ayu pelan.
Maya yang sudah tidak punya bilah tajam akhirnya pergi dengan rasa malunya, walau kejadian hari itu sangat menguras emosi tapi acara itu masih berlanjut walau tidak berjalan hangat lagi.
...****************...
" Wira apa kamu tau sore tadi aku sangat takut...." ujar ayu.
" apa yang kamu takutkan ay, aku bahkan tidak meletakkan wanita manapun di mataku yang mampu menandingi mu, sudah cantik, baik, mampu mengurus rumah, dan yang paling penting kamu sangat bagus ketika di ranjang." ujar Wira seketika membuat ayu malu.
" Wira mengapa kamu mengatakan hal mesum seperti itu dengan bebas." ujar ayu.
" mengapa bukankah ini istriku sendiri....." jawab Wira dengan sentuhan sentuhan yang memancing hasrat ayu.
" ah.... Wira......" ujar ayu ketika mulai terangsang oleh sentuhan Wira.
( dering ponsel ).
" eh bukankah itu suara ponselmu." ujar ayu.
" hah siapa yang menelepon sudah malam begini, apa mereka tidak tau jika jam begini aku sedang memanjakan istriku. " ujar Wira ngedumel. Ayu cekikikan lembut mendengar Wira yang ngedumel itu, entah sejak hubungan mereka membaik Wira malah berubah seperti anak kecil yang selalu manja, ada saja tingkah nya yang bisa membuat ayu melayang hingga ke langit, dan menjadi wanita yang paling beruntung.
" halo....." ujar Wira.
" selamat malam maaf mengganggu anda malam malam begini, hanya saja seseorang bernama Satya memberitahu ku untuk mengajak anda agar berinvestasi ke dalam perusahaan kita." ujar suara di sebrang.
" kamu berusaha menipu ya, sudah lah ini sudah malam istriku sudah menunggu selamat malam. " ujar Wira lalu memutus panggilan itu sepihak.
" ada ada saja jenis penipuan jaman sekarang....." ujar Wira.
" bukankah temanmu yang berada di kota S bernama Satya, siapa tau orang itu benar benar di sarankan temanmu itu." ujar ayu.
" benar kah..( sedikit panik ) ah tidak mungkin itu pasti penipuan." ujar Wira.
( panggilan masuk) Satya.
" halo....." ucap Wira
" Wira apa kamu menolak orang perusahaan yang ingin mengajak mu berinvestasi." ucap Satya.
" eh apa itu benar orang yang kamu suruh...." ujar Wira.
" tentu saja kau tau perusahaan itu memang tergolong baru tapi prospek mereka cukup bagus, dan yang lebih bagusnya lagi mereka berdiri di bawah naungan Lion grup." ucap Satya.
" jika sudah berada di bawah naungan Lion grup mengapa masih mencari investor bukankah cukup dengan Lion grup mereka sudah bisa meroket dan menancapkan paku cukup dalam." ujar Wira.
" benar tapi ini salah satu persyaratan dari Lion grup, mengajarkan perusahaan baru untuk agar tidak terlalu bergantung pada Lion grup itu sendiri." ujar Satya
" oh... Jadi begitu, ya sudah coba kau hubungi orang itu lagi katakan jika kau sudah bicara denganku dan aku setuju." ucap Wira.
" baik lah aku akan menghubunginya lagi...." ujar Satya.
" eh Satya tunggu dulu berapa nominal jika aku harus berinvestasi padanya nanti." tanya Wira.
" semakin tinggi nominalnya lebih baik pula yang akan di hasilkan nantinya." ucap Satya.
Ayu dengan seksama mendengarkan pembicaraan Wira dengan Satya, hanya saja yang tidak bekerja sama adalah tangan ayu yang tidak mau diam, meraba kemana saja di setiap inci tubuh Wira.
" aku tidak tau berapa yang aku punya tapi jika aku ingat itu hanya tersisa 500jt. Apa itu cukup." tanya Wira.
" sebenarnya cukup hanya saja jika di tambah lagi itu lebih bagus lagi." ujar Satya.
" kau tau aku masih belum bekerja dari mana aku mendapatkan tambahan itu." ucap Wira.
" haha kamu tenang saja hasil bulan ini belum aku kirim aku akan mengirimnya beserta bonusnya." ujar Satya.
" benarkah...." Wira.
" tentu...." Satya.
" baik lah." Wira.
Panggilan berakhir.
" Ay bagaimana menurutmu tentang investasi ini." tanya Wira.
" jika temanmu bisa di percaya mengapa tidak kita coba saja." ucap ayu.
" baik lah jika istri ku ini sudah setuju maka aku akan melakukan nya." jawab Wira
( Panggilan masuk)
" iya halo." ujar wira.
" ah maaf tuan aku menghubungi mu lagi, karena investasi ini sungguh penting untuk perusahaan kami, dan anda kandidat yang sangat di rekomendasikan oleh tuan Satya kepada ku." ujar orang itu.
" siapa namamu, dan nama perusahaanmu." ucap Wira bertanya.
" namaku Aditya dan untuk perusahaan, Putra Sindo." jawab Aditya.
" baik lah berapa yang perlu aku investasi kan untuk membantu pembangunan perusahaan ini." tanya Wira kembali.
" nominal untuk minimum yang kami perlukan adalah 500jt. Tapi jika tuan ingin lebih tidak masalah." ujar Aditya.
" aku akan investasi 1M. Bagai mana apa bisa." ujar Wira percaya diri karena baru saja kartu bank nya menerima 1,5M.
" bisa bisa sangat bisa sekali....." suara Aditya seperti sangat senang.
" baik lah lalu selanjutnya bagaimana." ujar Wira.
" aku akan ketempat anda tuan untuk penyerahan dokumen yang perlu di tanda tangan." ujar Satya.
" baik aku akan mengirim lokasi ku padamu." ujar Wira.
Panggilan berakhir setelah beberapa kali basa basi.
" ay kamu yakin kita berinvestasi 1M." tanya Wira.
" ya... Aku yakin." ucap Wira bertanya.
" entah hanya saja sepertinya kali ini aku yakin jika ini akan membawa kesuksesan yang besar. Ini intuisi seorang wanita." ujar ayu sangat percaya diri.
" hahaha, jika begitu aku akan memakan mu malam ini." ucap Wira.
" aaaa Wira.... " ujar ayu.
" jangan salah kan aku ini karena tangan nakal mu itu yang sejak tadi memancingku." ujar Wira.
" ampun....." ayu memelas.
" tidak ada, aku harap kamu tidak akan tertidur sampai kita selesai." ujar Wira.