Dania, seorang gadis yang akhirnya melakukan perjalanan waktu dan pindah ke dalam tubuh seorang putri kekaisaran yang sangat disayang dan dicintai oleh kaisar, permaisuri dan juga saudara-saudaranya.
dia adalah Diana deniela.
kekaisaran deniela dikenal sebagai kekaisaran yang lemah, miskin, dan bahkan rakyatnya serta prajurit-prajuritnya hidup susah.
tetapi walaupun begitu, walau kekaisaran deniela ini adalah kekaisaran yang kecil, tapi kekaisaran kekaisaran besar di luar sana, tak ada yang berani mengincar kekaisaran kecil ini. tak ada yang mau merebut atau menjatuhkan kekaisaran ini, karena alasannya tanah kekaisaran ini semuanya gersang.
bahkan, kalaupun harus mendapatkan wilayah kekaisaran deniela yang tidak seberapa, juga tidak akan bisa membuat kehidupan kekaisaran lainnya menjadi makmur.
tetapi jangan salah, walaupun kekaisaran kecil ini miskin, tetapi para penduduknya sangat setia. mereka dengan senang hati memikul semua beban kekaisaran dan saling berlomba-lomba.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hayu Nissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16. kegiatan menebar benih pohon
malam harinya, semua pimpinan pun menghadap kaisar. baik itu pimpinan kemiliteran, pengurusan pangan, tim perdagangan, maupun hal-hal kecil lainnya yang harus ada di kekaisaran ini.
mereka semua tampak menggunakan baju kekaisaran, atau baju kehormatan mereka masing-masing. walaupun ini hanyalah pertemuan biasa, tetapi wajib untuk menghormati kaisar.
satu persatu, mereka maju dan menyampaikan hal yang perlu untuk mereka sampaikan. seperti, orang yang bertugas dalam pengurusan pangan. seperti menyiapkan bahan makanan, dan kalau bahan makanan sudah mulai menipis, dia akan melapor kepada kaisar, dan kaisar akan memerintahkan mereka keluar dari kekaisaran untuk mencari.
begitu pula dengan para menteri-menteri lainnya.
"lapor Yang mulia.. hamba dari tim pedagang. hari ini hamba membawa dua tim untuk berdagang ke kota kekaisaran tetangga. semua buah-buahan yang dijual hari ini habis hanya dalam sekejap mata. yang mulia, besok kami akan kembali pergi berdagang, oleh karena itu, kita harus menyediakan buah-buahan segar kembali untuk dijual. dan yang mulia, kami sudah setorkan pendapatan hari ini, kepada pihak pengelola keuangan." kaisar Sander yang mendengar itu tersenyum.
tentu saja, pengelola keuangan juga telah menyampaikan hal ini kepada kaisar sebelum pertemuan mereka.
"bagus.. besok berangkatlah dengan membawa buah yang lebih banyak. pastikan berangkat dengan perut yang kenyang, dan semua juga harus punya bagian." ucapnya.
tentu saja, hasil dagangan mereka, akan dibagikan satu koin perak kalau hasilnya banyak, dan akan dibagikan sebanyak 10 koin perunggu, kalau hasilnya tidak cukup. dan bahkan tidak akan mengambil bagian, kalau yang laku hanya beberapa saja.
dan itu sudah menjadi kebijakan para pedagang yang ingin memakmurkan negeri mereka.
"baik yang mulia.." Tak hanya itu, satu persatu pun mulai menyusul.
kaisar yang mendengar semua penghasilan yang didapatkan, dan juga pengaturan yang perlahan mulai kondusif, membuatnya sedikit bernafas lega. walaupun masih belum keluar dari zona kemiskinan, tapi setidaknya perlahan-lahan kekaisarannya mulai memakmurkan rakyatnya, dengan memulai hal-hal yang paling kecil.
*******
sementara di posisi Putri Dania, sebelum matahari terbit tadi, dia mengajak beberapa pemuda pemudi kekaisaran, dan juga kedua saudaranya untuk pergi kembali menanam pohon-pohon di sekitar pemukiman mereka. di sana, dia kembali menanam pohon yang sangat bermanfaat, yang buahnya tentu saja bisa dipanen dan dinikmati oleh rakyat setempat. karena misi saat ini adalah melakukan penghijauan, makanya Putri Dania menyuruh untuk menanam pohon.
dan ketika pagi menjelang, pohon-pohon yang ditanam itu langsung tumbuh hanya dalam satu malam seperti yang pernah terjadi sebelumnya. kali ini mereka tidak terkejut, walaupun masih berdecak kagum. berbeda dengan pangeran Ethan dan juga pangeran Jasper.
"ajaib sekali ini.. pohon tumbuh hanya dalam satu malam.." seru pangeran Jasper dengan sedikit keterkejutan dan juga kegirangannya.
"iya kak! dan pekerjaan selanjutnya, yaitu harus pergi ke bagian perbukitan sana untuk menebar benih pohon-pohon hutan." uca Putri Dania. mendengar itu kedua kakaknya menatap ke arahnya.
"memangnya ada benih pohon dek ? setahu kami, pohon-pohon di sekitar sini tidak akan tumbuh dengan baik. karena kekurangan air. air dalam tanah itu tak sanggup menghidupkan akar pohon." tutur pangeran etan dengan serius. Putri Dania yang mendengar penuturan kakaknya tersenyum.
"tenang saja kak.. setelah adanya pohon-pohon ini, akar-akarnya akan mengikat air. Dan suatu saat nanti, tempat kita akan mendapatkan mata air yang berlimpah." ucapnya. melihat ketenangan dan keteguhan hati adik bungsu mereka, kedua pangeran pun hanya bisa mengangguk.
"permisi yang mulia.." tiba-tiba salah satu warga datang bersama dengan rombongannya.
"iya.. ada apa ?" tanya Putri Dania dengan ramah. tak ada tatapan sinis, bahkan tatapan merendahkan di matanya.
"mohon ampun Yang mulia Putri dan yang mulia pangeran.. kaisar memerintahkan kami untuk memanen buah-buahan lebih banyak. bahkan menambah tim perdagangan ke kota kekaisaran tetangga. guna untuk menjual semua buah-buahan ini.." Putri Dania tersenyum. berbeda dengan pangeran etan dan pangeran Jasper yang tidak tahu, kalau buah-buahan itu sudah dijual keluar.
"hah!! buah-buahan ini laku pak ?" tanya pangeran etan.
"tentu saja yang mulia pangeran.. buah-buahan ini sangat laku. dan bahkan hanya dalam hitungan jari saja, buah-buahan ludes terjual semuanya." ucapnya dengan semangat. pangeran etan dan pangeran Jasper pun langsung berbinar-binar.
"kalau begitu kami akan ikut rombongan pedagang untuk menjual buah-buahan!!" jawab pangeran Jasper dengan penuh semangat.
"eh tidak bisa!! kakak berdua harus ikut denganku. kita harus menebar benih ke gunung gundul sana.!! setelah itu kita akan merancang pelatihan militer!" seru Putri Dania yang langsung menghalangi kedua kakaknya untuk ikut pergi berdagang.
"ya... tapi dek..."
"nggak mau ya?! pokoknya kakak berdua harus ikut aku.. kalau nggak, aku nggak mau lagi ngobrol sama kakak.." Putri Dania langsung memasang wajah cemberut dan membuang muka ke samping.
pangeran Jasper dan pangeran Ethan pun langsung menggaruk-garut kepala mereka yang tentu saja tidak gatal.
"baiklah baiklah.. jangan cemberut begitu dong.." pangeran Jasper langsung berjalan ke arah adiknya dan merangkul pundak adiknya dengan hangat.
"iya iya.. kami ikut denganmu.. Tapi... kesempatan untuk mendapatkan uang banyak.. jadi gagal..." gumamnya dengan sedikit rengekan.
"hais.. Sudahlah kak.. Kita ikut adik saja.." ujar pangeran Jasper. Putri Dania pun langsung tersenyum senang. memang, ketika mendapati ingatan di masa lalu, hubungannya dengan kakak-kakaknya selalu hangat.
"gitu dong!! kalau begitu ayo kita berangkat sekarang." ujarnya.
akhirnya di sana mereka meninggalkan tempat itu, di mana Di sana masih terlihat aktivitas para warga berlangsung. di sana mereka saling pikul memikul untuk membawa buah-buahan ke tempat penampungan. kemudian di sana juga sudah ada beberapa orang yang menyortir buah-buahan yang bagus untuk dijual.
itu semua tentunya ide dari Putri Dania. karena, untuk mendapatkan pelanggan setia, dan untuk membuat dagangan mereka selalu terjual habis, maka kualitas dagangan pun harus diperhatikan.
di sana, mereka berpamitan kepada kaisar sander, dan membawa beberapa orang untuk menemani mereka beserta para pengawal-pengawal yang dibilang handal.
dengan perjalanan yang ditempuh sekitar 4 jam, tibalah mereka di perbukitan yang benar-benar panas dan tandus. tanpa pikir panjang, Putri Dania langsung mengeluarkan segenggam biji-bijian kecil dan kemudian menebarnya secara acak.
dan saat biji-bijian itu menyentuh tanah, seketika biji-bijian itu langsung berubah menjadi pohon-pohon lebat dan memberikan keteduhan di sana.
"ayo semuanya!! Kita istirahat dulu di sini. sambil menikmati makan siang. dan sebelum kita bekerja, kiranya harus mengisi amunisi dulu.!" seru Putri Dania.
perempuan yang ikut bukan hanya Putri Dania saja, melainkan ada gadis-gadis kekaisaran lainnya, yang bisa dianggap sebagai gadis dari kalangan bangsawan, walaupun strata kalangan bangsawannya berada di strata menengah ke bawah.
mendengar itu, semua pun menuruti perintah dari Putri Dania. mereka memilih untuk istirahat terlebih dahulu, sebelum akhirnya bekerja.