Wei Ying adalah wanita single berusia 35 tahun yang memiliki hobi membaca web novel.
Wei Ying merasa iba pada karakter jahat dalam web novel yang ia baca, meski jahat karakter itu memiliki masa lalu yang kelam. Lalu karena terlalu terbawa suasana, ia berkata..
"Jika aku yang menjadi ibunya, aku pasti akan memberinya kasih sayang dan masa kecil yang bahagia.."
Kemudian, seolah menganggap omong kosong itu sebagai doa, layar handphonenya menyeret Wei Ying masuk.
Kini, Wei Ying menyesali perkataannya. Namun, bubur sudah jadi nasi. Ia bertekad untuk mengubah ending novel, dimana dirinya mati mengenaskan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BabyKucing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16 Ibu Wei Pergi?!
Lu Shu terlihat begitu murung sejak ayamnya di ambil oleh Bibi dan pamannya, ia terlihat termenung sendirian menatap kandang ayam yang kini penghuninya telah berkurang satu.
Wei Ying yang melihat itu tersenyum miris, lalu dengan pelan ia berjalan mendekat dan duduk di sampingnya.
"Tak apa, nanti Ibu beri sesuatu yang lebih besar dari ayam itu." ujar Wei Ying.
"Oh! Itu.. tak apa.." balas Lu Shu dengan pelan, kentara sekali anak itu sedang sedih.
"Tadinya, aku berencana untuk menetap disini. Tapi... melihat kondisi yang terus menerus membuatku kesal, aku berubah pikiran." sahut Wei Ying dengan tatapan mata yang mengarah pada dinding tembok yang sudah di bangun kokoh.
Lu Shu menatap ke arah ibu tirinya dengan bingung, Wei Ying yang menyadari itu tersenyum kecil.
"Aku berniat untuk pergi ke kota lain bersama para pedagang yang melintasi desa ini.."
"Apa?! Ibu Wei mau pergi?!" teriak Lu Xue dari arah belakang.
Wei Ying terlonjak kaget dan segera menoleh, terlihat bibir anak itu bergetar menahan tangis.
"Ibu mau pergi..." ujar lu Xue seperti berusaha untuk memastikan.
Wei Ying yang tak menduga dengan reaksi itu termenung sesaat, ia juga kaget omong-omong. Sebenarnya ia belum selesai bicara, tapi Lu Xue keburu menyelanya.
"Itu, bukan begitu maksudnya.." ujar Wei Ying berusaha meluruskan. "Ibu juga berniat mengajak kalian, tapi jika kalian tak mau ikut juga tak apa.. Ibu akan menitipkan kalian pada seseorang dan memberinya uang santunan untuk mengasuh anak.."
"Mengapa ibu ingin pergi.." tanya Lu Shu tiba-tiba.
Wei Ying mengalihkan pandangannya ke arah anak sulungnya itu, senyumnya menghilang dan hanya menyisakan sorot mata yang serius dan penuh perhitungan.
"Ku pikir, itu akan menjadi pilihan yang baik. Warga di desa ini sudah mengenal diriku yang seorang ibu tiri kejam dan wanita bersuami yang hobi berselingkuh. Mau sebanyak apapun aku membangun citra baik, itu tak akan mempan pada orang yang pada dasarnya membenciku." ujar Wei Ying.
"Jadi, ayo.. kita pergi ke suatu tempat dan hidup dengan damai.."
Lu Shu untuk pertama kalinya merasa jantungnya berdetak dengan tak karuan, perasaan asing menyeruak dari dalam dan hampir meledak.
"Aku ingin ikut..." bisik Lu Bao dengan suara yang mencicit dan kedua mata yang berkaca-kaca oleh air mata.
"Aku juga Bu.. tolong bawa aku juga..." bisik Lu Xue dengan penuh harap.
Lu Shu menatap kedua adiknya yang kini sudah begitu bergantung pada Ibu tiri mereka. Jauh dalam hatinya ia pun ingin ikut.
Wei Ying tertawa kecil, "Tentu, jika kalian mau kalian bisa ikut aku.. "
.
.
"Rencana cadangan sudah mulai di jalankan..." gumam Wei Ying. "Sebenarnya ini rencana dadakan, aku tak berniat pergi.. tapi lingkungan di sini jauh lebih toxic dari pada dugaanku.."
Wei Ying mulai mengepak satu persatu barang yang di rasa penting, "Lagi pula aku sudah mengubah ceritanya sedikit, dan efeknya mulai terlihat. Jadi pengetahuan ku dalam novel ini sudah mulai tak berarti. Itu artinya aku harus bergerak mengandalkan insting pembaca novel ku!" seru Wei Ying dengan semangat menggebu.
"Untuk sekarang aku harus pergi, menjauh sejauh mungkin dari manusia benalu itu. Bodo amat mereka sanak saudara Wei Lu, aku bukan Wei Lu!"
Gerakan tangannya yang sedang sibuk mengepak barang tiba-tiba terhenti. Sebuah ide jahat melintas dalam kepalanya.
"Tapi, sebelum pergi.. aku harus menuntaskan hasratku dulu!" bisiknya dengan seringai yang penuh kekejian.
.
.
Lu Shu dan kedua adiknya berdiri dengan bingung, menatap Ibu Wei yang sedang sibuk di depan pintu gerbang kediaman Wei. Wei Ying membuka lebar gerbang kediaman Wei dan meletakan sebuah meja di sana.
"Ibu Wei mau apa kak?" tanya Lu Bao pada Lu Shu.
Lu Shu yang juga tak bisa mengerti jalan pikiran ini tirinya yang sekarang, hanya menggelengkan kepalanya.
"Itu apa kak.." tanya Lu Xue menunjuk sebuah panggangan di meja yang tadi di siaplan oleh Wei Ying.
"Tak tau.." Jawab Lu Shu.
Wei Ying yang merasa persiapan sudah selesai, segera memanggil ke tiga anak itu yang sedari tadi hanya menonton dengan kebingungan.
"Anak-anak! Kemari!" seru Wei Ying.
Lalu setelah anak-anak itu mendekat dan duduk di tikar yang sengaja di gelar depan pintu gerbang kediaman Wei, Wei Ying segera menyalakan panggangan barbeque nya.
Seketika aroma harum dan lezat menguar di udara.
Bau daging yang bumbui dan di panggang di atas bara api tercium dengan dahsyat menggemparkan perut seisi desa.
garam sama gula pada burek warna nya🤭🤭🤭