" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hasutan Sahabat
Dua Minggu sudah pernikahan siri Darrel dan Mala terjadi tiba lah saat dimana akhirnya hari ini Darrel akan meresmikan pernikahannya dengan Kemala Ayu meski hanya di kantor KUA agar pernikahan mereka legal secara hukum di negara ini.
" yeee akhirnya ayah dan bunda benar benar menikah " ucap Cantika yang bersiap untuk ikut ke KUA untuk menyaksikan pernikahan ayah dan Mala yang sejak dua Minggu ini menjadi bundanya.
" apa Tika tau, kalo ayah dan bunda Mala sudah benar benar menikah nanti Tika tidak tidur sama bunda Mala ?" tanya Fildan sengaja karena meski sudah dua Minggu mereka menikah meski hanya sekedar siri tapi mereka masih menjaga jarak satu sama lain dan kedekatan mereka hanya terjadi dan terjalin saat sedang bersama Cantika.
" jangan racuni pikiran anak ku dengan pikiran kotor mu " ucap Darrel sambil memukul pelan pundak sahabatnya.
" tepi benar kan jika sampai saat ini kamu masih menjaga jarak dari Mala ?" tanya Fildan tapi tak mendapat jawaban apapun dari Darrel sahabatnya.
" aku tidak tau cara memulai semuanya seperti apa " ucap Darrel yang tak tau bagaimana memulai kembali hubungan dengan seorang wanita.
" hari ini kamu dan Mala akan benar benar resmi menikah jadi mulai malam ini kamu dan Mala harus tidur di satu kamar yang sama jangan terpisah seperti sebelumnya " ucap Fildan menasehati.
" apa Mala akan mau ?" tanya Darrel ragu dan juga canggung saat harus meminta Mala untuk satu kamar dengan dirinya.
" bicarakan semuanya berdua karena aku yakin meski usia Mala jauh lebih muda dari kita tapi pikiran Mala mungkin lebih dewasa dari kita " ucap Fildan lagi.
" ayah " panggil Cantika sambil menggandeng Mala yang sudah siap dengan kebaya semi modern yang iya kenakan di tambah riasan yang di buat senatural mungkin membuat kecantikan Mala terpancar dengan sendirinya dan karena itu membuat Darrel benar benar terkesima dengan penampilan Mala saat ini.
" cantik bukan istrimu itu ?" tanya Fildan saat melihat Darrel yang tak bisa memalingkan tatapannya dari Mala.
" benar, dia sangat cantik " ucap Darrel tanpa sadar yang berhasil membuat Fildan tertawa puas dan tawa Fildan berhasil menyadarkan Darrel dari pandangannya pada Mala.
" ayo, nanti kita terlambat " ucap Darrel menutupi kegugupannya.
Mala hanya bisa tertunduk malu menutupi pipinya yang memerah karena tatapan yang Darrel berikan apalagi hatinya yang tiba tiba saja berdebar sangat cepat untuk pertama kalinya karena memang Darrel pun terlihat sangat berbeda dan terlihat tampan hari ini.
Mereka pun berangkat ke kantor urusan agama tanpa ada orang yang di tua kan selain seorang ustadz yang menikahkan dirinya dan Mala secara siri di rumah sakit saat itu.
" sah "
" sah " ucap semua yang kembali menyaksikan pernikahan Mala dan Darrel dimana hari ini hari pernikahan mereka secara resmi.
" selamat ya, hari ini kamu sudah benar benar menjadi istri Darrel sahabat ku " ucap Fildan sambil menyalami Mala untuk memberikan selamat.
" aku titip sahabat ku dan mulai saat ini biasakan dirimu untuk satu kamar dengan Darrel karena kalian suami istri yang sah Dimata hukum dan agama " ucap Fildan menasehati karena Fildan tau bagaimana sahabatnya.
" iya kak " ucap Mala yang tak tau harus menjawab seperti apa atas ucapan Fildan itu.
" tidak usah mengajari ku, pikirkan saja jodoh yang akan menemani hari hari mu " ucap Darrel yang mendengar apa yang Fildan katakan pada Mala.
" ayo kita pulang " ajak Darrel tapi bukan Fildan namanya jika tidak menggoda sahabatnya.
" gandeng dong tangan istrinya atau kamu mau aku yang menggandeng istrimu ?" tanya Fildan yang bersiap menggandeng Mala tapi langsung di tepuk oleh Darrel sebelum Fildan menyentuh lengan Mala.
Meski sempat ragu Darrel menggenggam tangan Mala sebelum melangkah ke luar dari ruang sidang pernikahan dirinya dan Mala dan hal itu tentu saja di saksikan oleh Cantika yang sudah di gandeng oleh Fildan.
" apa keponakan om bahagia ?" tanya Fildan saat mereka semua sudah sampai di parkiran.
" sangat bahagia " ucap Cantika sambil memeluk Mala yang kini bisa Cantika kenalkan pada teman teman dan orang orang di sekitar rumahnya jika dirinya kini sudah memiliki ibu sama seperti yang lain.
" tetap lah bahagia karena om juga yakin bunda Mala akan selalu membahagiakan Cantika " ucap Fildan sambil mencium kening gadis kecil yang terkadang sedih saat melihat teman temannya bersama ibu ibu mereka.
" Darrel, Mala aku tidak bisa ikut ke rumah kalian "
" aku harus ke klinik karena ada panggilan penting " ucap Fildan yang langsung masuk ke dalam rumah setelah mendapat izin dari sahabatnya.
Meski ini bukan kali pertama Darrel, Mala dan Tika berada di satu mobil yang sama tapi tetap saja kegugupan terlihat jelas di wajah Mala saat duduk di samping Darrel tapi beruntungnya Cantika ada di antara mereka jadi Mala mencoba mengalihkan kegugupannya dengan bercanda dengan Cantika yang kini benar benar resmi menjadi anak sambungnya.
" apa Tika bahagia ?" tanya Mala sambil memangku Cantika sedangkan Darrel mencoba fokus mengemudikan mobilnya.
" sangat bahagia " ucap Cantika dengan wajah yang penuh binar bahagia.
" Ayah juga bahagia kan ?" tanya Cantika yang tiba tiba saja menanyakan hal itu pada ayahnya sendiri.
" selama Cantika bahagia, ayah juga bahagia" ucap Darrel sambil menatap sebentar ke arah Mala dan Cantika.
Entah melihat dari mana Cantika menarik tangan kiri Darrel untuk bisa menyatukan tangan itu dengan tangan kanan Mala yang masih memeluknya.
" Tika tidak mau kebahagiaan ini hanya milik Tika, tapi Tika ingin ayah dan bunda juga bahagia karena nanti Tika pasti akan meminta adik untuk menemani Tika bobo " ucap Cantika dengan polosnya.
Uhhukkk uhhhukkk
Mala terbatuk batuk mendengar ucapan polos putri sambungnya sedangkan Darrel hanya melihat sekilas ke arah Mala yang malah memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil.
" bukannya selama dua Minggu ini bunda menemani Tika bobo, lalu kenapa tiba tiba Tika mau bobo sama adek ?"
" apa Tika ngga mau bobo sama bunda lagi ?" tanya Mala yang hanya ingin mencairkan suasana canggung yang tiba tiba saja menyelimuti mobil yang masih melaju membelah padatnya lalu lintas jalan raya.
" Tika suka bobo sama bunda tapi kata om Fildan kalo bunda bobo sama Tika terus nanti Tika lama punya adiknya " ucap Cantika lagi.
Mala dan Darrel kembali saling tatap tapi Darrel mencoba memahami ke khawatiran sahabatnya karena sampai detik ini Darrel sadar jika dirinya dan Mala masih seperti dua orang asing yang masih memiliki jarak yang cukup jauh.
" bagaimana bunda, apa bunda siap tidur sama ayah malam ini ?" tanya Darrel untuk pertama kalinya menyebut Mala dengan panggilan bunda dan dirinya pun menyebut ayah agar Mala bisa membiasakan diri.
" jawab bunda, bunda mau kan bobo sama ayah ?" tanya Cantika sambil menengadahkan wajahnya ke arah Mala penuh harap.
✍️✍️✍️ apa ini akan menjadi awal hubungan Mala dan Darrel ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏