NovelToon NovelToon
The Death Mirror

The Death Mirror

Status: tamat
Genre:Misteri / Horror Thriller-Horror / Model / Obsesi / Tamat
Popularitas:426
Nilai: 5
Nama Author: Richest

Michelle sudah lama mencintai Edward, namun ternyata lelaki itu justru jatuh cinta dan menjalin hubungan dengan Kimberly, teman baik Michelle sendiri.

Rasa benci Michelle terhadap Kim semakin membara. Sehingga salah seorang sahabatnya yang lain mengajaknya ke desa sepupunya.

Michelle membawa pulang barang antik berupa cermin tua yang sangat menyeramkan setelah pulang dari hutan. Cermin itu bisa mendatangkan petaka.

Hingga kabar tentang kematian Kim setelah beberapa hari menikah dengan Edward pun tersebar di kalangan masyarakat.

Ada misteri apa di balik kematian Kimberly?

Ayo temukan jawabannya dengan membaca novel ini sampai selesai, selamat membaca 🥳

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Richest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Mobil yang dikemudikan oleh Andre melaju melewati jalan di tepi hutan yang sangat lebat dan gelap. Jalanan pada malam ini sangat mengerikan. Sepi dan sunyi. Hanya mobil yang dikemudikan oleh Andre berlalu di sana.

Angga duduk di kursi depan sambil bermain game online di handphone nya. Sementara Reno sudah lama tertidur di kursi belakang dengan earphone yang masih terpasang di telinganya.

"Wah, jalanan disini gelap juga ya. Seram amat," ujar Andre.

"Iyatuh, nih anak di belakang enggak bangun-bangun dari tadi. Enggak bosan apa tidur melulu." timpal Angga.

Andre merasakan ada sesuatu yang aneh dengan mobilnya. Akhirnya mobil yang dikendarai olehnya itu berhenti tiba-tiba. Dia membanting setir mobilnya dengan kesal.

"Argh!! Kenapa juga harus mogok di tengah malam begini?" kesalnya.

"Udah bro enggak usah kebawa emosi. Aku cek dulu ke luar. Nanti kamu coba starter ya kalau udah aku panggil."

Angga mencoba untuk memperbaiki mesin mobil itu. Dia tidak ahli dalam hal perbengkelan. Dia hanya mengotak-atik semaunya saja.

"Coba starter bro," teriak Angga dari luar setelah beberapa menit ia mencoba memperbaiki mesin mobilnya.

Andre mencoba untuk menstarter mobilnya. Namun hasilnya nihil. Mobilnya tetap tidak mau menyala. Sehingga mungkin mereka harus bermalam disini.

Angga semakin stres karena tidak bisa memperbaiki mobil yang mogok. Bahkan mungkin keadaannya sekarang jadi lebih memburuk.

Andre turut keluar dari dalam mobil. Dia juga bingung dengan mobilnya. Tapi setelah dia ingat-ingat, dia memang sudah lama tidak pergi service mobil.

"Ah, aku memang sudah lama tidak membawa mobilku ke tempat service. Dan sekarang kita harus stuck disini. Menurutmu bagaimana jika kita bermalam di pinggir hutan seperti ini?"

"Entahlah, Re. Aku rasa kita bisa minta bantuan jika ada yang lewat sini. Tapi jalanan di tepi hutan ini sangat sepi. Kemungkinan kecil kita akan mendapatkan bantuan dari pengendara lainnya."

Saat mereka berdua sedang mengobrol di luar mobil, ada mobil Michelle melintas lewat sana. Gadis itu membawa mobil pelan setelah berhasil menghabisi nyawa seorang wanita malam.

Ditambah dirinya sedikit mabuk ia takut terjadi apa-apa jika harus membawa mobil dengan kecepatan penuh. Lagipula, mayat wanita malam itu seperti terombang-ambing berada di bagasi mobil.

Andre dan Angga melihat sebuah mobil melintas. Mereka berdua menghadang mobil Michelle hingga gadis itu menghentikan mobilnya.

Dia masih ingat betul dengan wajah kedua lelaki itu. Michelle takut kedua lelaki itu merasa ada yang janggal dengan dirinya karena berlumuran darah.

Jadi ia memutuskan untuk mengelap wajah, tangan, dan bagian tubuh lainnya yang terkena darah. Dia juga memakai jaket untuk menutupi noda darah yang menempel di bajunya.

Setelah itu, ia membukakan pintu mobil dan menemui kedua lelaki yang berdiri di hadapan mobilnya. Andre dan Angga merasa sangat terselamatkan karena ternyata pemilik mobil tersebut adalah orang yang mereka kenal.

"Syukur deh kamu mau keluar." ucap Angga.

"Ada apa?" tanya Michelle dengan sopan.

"Mobil kami mogok dan enggak mau jalan. Kalau berkenan, apa kamu mau membantu kami dengan memberikan kami tumpangan?" mohon Andre.

"Tentu, kita kan teman. Mari masuk ke dalam mobil aku. Kalian dari luar kota, kan?"

Mereka berdua mengganguk. "Kalian pasti kelelahan. Kalian bisa tinggal di rumahku dulu untuk sementara waktu." tawarnya.

"Terimakasih banyak, Chelle. Kalau gitu kami angkat Reno yang tertidur di mobil dulu ya." ujar Andre.

Mereka memasukkan Reno ke dalam mobil Michelle. Ia ditempatkan di sebelah James yang juga masih pingsan di sana.

"Ada apa dengan pria itu?" tanya Angga saat mobil yang dikemudikan oleh Michelle sudah mulai berjalan.

"Dia teman aku yang sedang pingsan. Aku berniat ingin membawanya ke rumahku juga. Mungkin besok pagi dia sudah sadar." timpalnya.

Telah habis sekitar dua puluh menit di perjalanan hingga kini mereka sudah berada di halaman rumah gadis itu. Michelle memasukkan mobilnya ke dalam garasi.

Sementara Andre dan Angga mengangkat Reno dan James hingga masuk ke dalam rumah. Michelle mengantarkan mereka hingga ke kamar masing-masing.

Setelah itu Michelle juga mengajak Andre dan Angga untuk makan malam dulu jika mereka berdua merasa lapar. Michelle takut kedua lelaki itu merasa janggal dengan rumahnya atau Orla datang tiba-tiba.

Akhirnya setelah acara makan malam mereka selesai, mereka akan kembali ke kamar mereka masing-masing untuk beristirahat. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 11.50 malam.

"Aku mau tidur dulu ya. Kalian anggap saja ini rumah kalian sendiri. Istirahatlah. Kalian pasti sangat kelelahan setelah lama di perjalanan."

"Iya, terimakasih banyak ya Chelle. Kalau enggak ada kamu tadi entah bagaimana nasib kami malam ini." ucap Andre.

"Terimakasih banyak ya Chelle." ucap Angga juga.

"Sama-sama. Aku ke kamar dulu ya."

Gadis itu meninggalkan Andre dan Angga di depan kamar kedua lelaki itu. Mereka berdua juga turut masuk ke kamar. James dan Reno ditidurkan di dalam satu kamar.

Sekarang Andre dan Angga tidur berdua di dalam satu kamar. Mereka sempat memainkan ponsel masing-masing sebelum akhirnya tidur.

"Angga," panggilnya.

"Hm" jawabnya singkat.

"Kamu kayak merasa ada yang aneh enggak saat kita masuk ke dalam mobil Michelle tadi? Bukan hanya itu. Tapi saat di dalam rumah ini juga."

"Enggak aneh banget sih. Cuma aku merasa vibes nya tuh kayak beda gitu loh. Lalu itu di mobilnya tadi kok ada bau darah gitu. Mana menyengat banget lagi."

"Aku juga melihat ada bercak darah di lehernya Michelle waktu kita makan tadi. Tapi ya enggak aku hiraukan juga sih." ucap Andre.

"Tapi ya kok disini enggak kalah seram dengan keadaan di tepi hutan tadi. Auranya tu kayak rumah horor di film-film gitu loh, Re."

"Tuhkan. Aku juga merasa begitu. Ah, aku penasaran deh. Aku mau keluar sebentar."

Namun Angga segera mencegah Andre agar tidak berkeluyuran ke luar kamar. Ia merasa tidak enakkan harus berbuat seperti itu saat tuan rumah sudah tidur.

"Eits, enggak usah keluyuran di rumah orang. Enggak sopan tau. Mentang-mentang tuan rumahnya sudah tidur." cegahnya.

Andre tampak berpikir sejenak. Ia membenarkan perkataan Angga. Bagaimanapun ia tetap harus sopan jika sedang berada di rumah orang.

"Iya, kamu benar. Kalau begitu aku turun ke bawah sebentar untuk minum ke dapur. Lalu aku bakalan balik kesini lagi."

"Iya, jangan lama-lama."

Andre turun ke bawah dan menuju dapur untuk mengambil segelas air dan meminumnya disaat itu juga. Dia mendengar seperti ada bunyi sesuatu dari arah garasi mobil.

Maka dari itu ia memberanikan diri untuk berjalan menuju garasi. Dia sangat penasaran akan bunyi itu. Dengan kesadaran penuh ia mencoba untuk melawan rasa takutnya yang menggebu-gebu.

1
Crazy Girl
Apa yang terjadi dengan Michelle selanjutnya? Semuanya ayo semangat lagi bacanya ☺️✌️
Isabel Hernandez
Sudut pandang baru
Crazy Girl: lanjut baca terus yaa 👍🙏
total 1 replies
Abdul Rahman
Nah, ini baru kualitas cerita yang oke!
Crazy Girl: Terimakasih, baca terus ya:)
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!