NovelToon NovelToon
Love Journey Story

Love Journey Story

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Cinta Seiring Waktu / Keluarga / Persahabatan / Romansa / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:223
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Geamul

Novel ini menceritakan kisah perjalanan cinta seorang perempuan yang bernama Syajia, nama panggilanya Jia.

Seorang perempuan yang sangat sederhana ini mampu menarik perhatian seorang laki-laki dari anak ketua yayasan di kampusnya dan seorang pemilik kafe tempat ia bekerja.

Tentu keduanya mempunyai cara tersendiri untuk bisa mendapatkan Jia. Namun Jia sudah terlanjur menaruh hatinya pada anak ketua yayasan itu.

Sayangnya perjalanan cinta tidak selalu lurus dan mulus. Banyak sekali lika-liku bahkan jalan yang sangat curam dalam kisah cinta Jia.

Apakah Jia mampu melewati Kisah Perjalanan Cinta nya? Dan siapakah yang akan mendapatkan Jia seutuhnya? Ikuti terus kisahnya di dalam novel ini yang mampu membawamu terjun kedalam Kisah Perjalanan Cinta Syajia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Geamul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perasaan yang Harus Hilang

Al hanya mengangguk dan masih memasang wajah melamun.

“Kamu, gak apa-apa kan?” Jia memastikan keadaan Al.

“Ya,” jawab Al singkat.

“Em ... soal tadi pagi, aku benar-benar gak tahu kalau Bima …” perkataan Jia terhenti.

“Tapi sebenarnya, aku sama sekali gak punya perasaan sama dia. Bima sudah aku anggap sahabatku sendiri, dan aku bakal bilang sama Bima kalau aku gak bisa nerima perasaan dia,” sambung Jia.

“Jangan Ji! kasihan Bima,” sambar Al.

“Tapi Al, aku gak bisa maksain perasaan aku.”

“Gue mohon Ji.” Al menatap wajah Jia penuh harap.

“Dulu, gue tahu persis gimana terpuruknya Bima atas kesalahpahaman itu. Dan hari ini, gue gak mau hal itu terjadi lagi. Gue gak mau merebut kebahagiaan Bima lagi,” sambung Al.

“Tapi Al …” ucapan Jia tersekat.

Dan Al memotongnya, “Percaya sama gue Ji, lo pasti akan bahagia sama Bima,” ucap Al menahan sesak.

Keduanya bertatapan begitu lamanya. Dunia pun terasa berhenti, mereka tak memperdulikan keadaan di sekitarnya. Al seperti berada di tengah hutan, ditarik oleh kelamnya hutan semakin dalam dan semakin menjauh dari Jia.

Sedangkan Jia, ia seperti ditarik oleh kereta yang berjalan begitu cepat. Dan ia harus mengikuti kereta itu, meskipun hatinya tertinggal jauh di stasiun. Tapi, ia terpaksa harus pergi dengan hati kosongnya itu.

‘*Tapi Al, orang yang aku suka adalah kamu. Bukan Bima. Aku pun tahu, kalau kamu juga suka sama aku. Tapi kenapa kamu harus melakukan semua ini? Kenapa Al*?’ jerit Jia dalam hati.

‘*Maafkan gue Ji, gue gak bisa jujur sama lo. Gue cintai banget sama lo Ji, dan inilah bukti cinta gue yang sangat besar. Merelakan lo pergi dengan yang lain. Ini sangat membuat gue sakit Ji, tapi gue harus rela dan harus merasa kuat. Demi lo*.’ Lirih hati Al.

Mata Al pun mulai berkaca-kaca. Sebelum air matanya benar-benar terjatuh, ia langsung pamit untuk pulang, dan mencairkan pandangannya satu sama lain, Al pun meninggalkan separuh hatinya bersama Jia.

“Gue, pamit pulang ya. Assalamu’alaikum,” ucap suara Al yang lembut.

“Wa’alaikumsalam,” jawab Jia mengangguk.

Al terasa sangat berat untuk melangkah, namun ia harus memaksanya untuk terus berjalan. Meskipun ia tak mempunyai arah lagi untuk mencurahkan masalahnya. Selama ini, orang yang selalu membuat dirinya tenang sudah tak bisa di dekatnya lagi. Dengan terpakasa, Al harus menelan sendiri masalah ini.

Dengan kepergian Al, hati Jia terasa sangat perih. Ia terus memandang Al pergi sampai punggungnya tak terlihat lagi oleh matanya. Satu tetes air ma pun mulai jatuh dari kedua matanya. Ia segera menghapusnya dan bergegas kembali bekerja.

Disela-sela waktu bekerja, Jia terus melamun memikirkan masalah yang hendak terjadi padanya. Ia tak percaya akan menjadi seperti ini.

“Apa yang harus aku lakukan?” Jia terus melamun sampai tidak memperhatikan tanganya yang sedang mengambil air panas.

Saat airnya akan tumpah, ada tangan yang mematikan keran airnya dan membuat Jia terkejut.

“kamu gak apa-apa?” tanya Surya khawatir.

“Sa ... saya, saya gak apa-apa kok Pak,” jawab Jia terbata-bata.

“Syukurlah, hampir saja airnya tumpah.”

“I ... Iya pak, makasih banyak.” Sahut Jia, wajahnya pun memucat.

“Kamu benar, gak apa-apa?” tanya Surya memastikan.

“Hmm, iya. Saya cuma sedikit cape.”

“Klau begitu, kamu pulang aja!”

“Enggak Pak, saya masih kuat kok.”

“Tapi wajah kamu pucat Ji. Ya udah, bair saya antar aja ya!? Takutnya nanti ada apa-apa di jalan.”

Jia pun mengiyakan ajakan Surya karena kepalanya tiba-tiba terasa sangat pusing. Jia mengambil tasnya dan langsung memasuki mobil Surya.

Sepanjang jalan, Jia memejamkan matanya berusaha untuk tertidur. Saat di pertengahan jalan, terdengar suara petir menggelegar. Tak lama, langit menurunkan air yang sangat lebat, Surya pun menembus hujan malam itu.

Sesampainya di rumah Jia, Surya membangunkan Jia dengan hati-hati. Ia pun sempat memandangnya dengan penuh kasih sayang.

“Jia, kita udah di depan rumah,” Surya menepuk pundak Jia. Jia pun terkejut dan langsung terbangun.

“Oh, udah sampai ya?” tanya Jia sembari menggosok-gosokan matanya.

“Iya, tapi, diluar hujan deras.”

Jia pun mengodok tasnya mencari payung di dalamnya, “Yah, saya lupa bawa payungg,” ucap Jia.

“Di mobil saya juga gak ada payung,” sambung Al.

Mereka pun terdiam memikirkan cara untuk menembus hujan itu. Dan tiba-tiba, Surya membuka jasnya dan hendak keluar mobil.

“Kamu mau ngapain Mas?” tanya Jia bingung.

“Kita lari aja ya!”

“Tapi ..." belum sempat Jia menyelesaikan perkataannya. Surya sudah membuka pintu lalu keluar dengan menggunakan jasnya sebagai pengganti payung yang langsung membuka pintu Jia dan mengajaknya keluar.

“Ayok!” ajak Surya sembari menyodorkan jasnya kearah Jia. Jia pun bergegas keluar mobil dan mendekati Surya. Surya melindungi kepala Jia dengan jasnya, mereka pun berlari menuju rumah Jia.

Setelah sampai, Jia langsung mengetuk pintu rumahnya. Lalu di dapati ibunya yang membuka pintu.

“Ya ampun, kamu hujan-hujannan kak? Ayok masuk!” ajak bu Tiara, Jia pun mengajak Surya untuk ikut masuk lalu duduk di ruang tamu.

“Aduh, kenapa kalian hujan-hujannan, emangnya gak bawa payung?” sambung bu Tiara.

“Aku lupa bawa payung bu."

“Ya sudah, ini diminum dulu teh hangatnya,” bu Tiara membawakan 2 gelas teh hangat.

“Terimakasih Bu,” jawab Surya.

“Oh iya Bu, kenalin ini Mas Surya. Pemilik kafe tempat aku bekerja.”

“Oh jadi kamu bosnya Jia? terimakasih ya Pak sudah memberikan anak saya pekerjaan dan mengatarkannya pulang.”

“Iya Tante, sama-sama. Panggil saya Surya aja Tante,” jawab Surya dengan senyumannya yang tulus.

“Baik, nak Surya,” sahut bu Tiara membalas senyuman Surya.

“Aku pamit ke belakang bentar ya,” Jia beranjak dari duduknya.

“Sekalian ambil handuk ya Kak buat nak Surya,” ucap Bu Tiara. Jia pun meninggalkan ibunya dan Surya di ruang tamu.

Keduanya saling menanyakan kabar, dan Bu Tiara menanyakan hal-hal yang sewajarnya tentang kehidupan Surya. Saat sedang asik mengobrol, tiba-tiba terdengar suara batuk dari arah kamar.

“Maaf ya nak, Tante tinggal ke kamar dulu."

“Iya Tante, gak apa-apa.”

Bu Tiara pun beranjak pergi ke kamarnya. Tak lama kemudian, Jia datang membawakan handuk dan sudah mengganti pakaiannya.

“Ini Mas handuk keringnya. lho, Ibu kemana Mas?”

“Barusan Tante pergi ke kamarnya,” sahut Surya sembari mengeringkan pakaiannya.

Setelah pakaianya sedikit mengering, Surya menanyakan hal yang membuatnya penasaran.

“Oh ya Ji, Ayah kamu kemana?”

“Ada Mas di kamar, dia lagi sakit,” jawab Jia menunduk.

“Saya, boleh ketemu sama Ayah kamu?”

Jia hanya mengangguk lalu mengajak Surya masuk ke kamar Ayahnya, Surya pun mengikuti langkah Jia. di kamar, Ayahnya sedang berbaring sendirian dan Bu Tiara sedang berada di dapur.

“Ayah, ada yang mau ketemu sama Ayah,” Jia mendekati sang Ayah.

“Assalamu’alaikum Om,” ucap Surya sembari mencium tangan Pak Yanto.

“Saya Surya, Om. Temannya Jia,” sambung Surya.

“Ini pemilik kafe tempat Jia bekerja Yah,” ucap Jia.

“Oh terimakasih ya sudah memberikan anak saya pekerjaan."

“Iya Om sama-sama.”

1
Aixaming
Aku gak pernah menyangka kalau membaca cerita bisa membuatku merasa sebahagia ini.
Ayu Geamul: terimakasih ya sudah membaca ceritaku🙌🏻
total 1 replies
Dianapunky
Cocok di hati nih.
Ayu Geamul: terimakasih kak 🥰 jangan lupa mampir lagi untuk baca bab selanjutnya 🤗☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!