Adeeva harus rela menikah dengan pria yang bernama Arion demi membantu perusahaan ayahnya yang sedang di ambang kehancuran.
namun di balik itu Adeeva bisa bernafas lega karena biaa keluar dari tempat yang di bakalan rumah namun menurutnya adalah neraka.
akankah Adeeva biaa mendapatkan kebahgiaannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
016
Typo masih berkeliaran di setiap sudut cerita. Mohon di maklum.
____________
Adeeva segera di larikan ke rumah sakit. Semua staf yang Melihat Jonathan langsung membungkuk.
Mereka kenal siapa Jonathan dan mereka tak ingin mencari masalah dengan tangan kanan Mahendra Corp.
"Panggil dokter sekarang" seru Jonathan. Tidak ada nada panik di suaranya, berbeda denga Tika yang sangat khawatir dengan Kondisi Adeeva.
Demian segera datang menghampiri ruangan yang di tempati oleh Adeeva, tanpa persetujuan terlebih dahulu Demian langsung memeriksa kondisi Adeeva.
"Benturan di kepalanya cukup keras, dan saya harus memeriksa nona Lebih lanjut"
"Lakukanlah" seru Jonathan.
Demian mengangguk mengiyakan. Tangan Demian mengisyaratkan pada perawat yang membantunya untuk mengecek kembali tanda Vital Adeeva.
"Tolong jaga Nona Adeeva, saya akan pergi sebentar" seru Jonathan pada Tika. Tika hanya mengangguk tidak bisa berkata sedikitpun.
Jonathan kembali ke kantor, karena mendapatkan beberapa panggilan dari Arion. Setelah sampai Jonathan langsung pergi menuju ruangan Arion.
"Dari mana saja kau" seru Arion
"Maaf tuan, ada satu hal yang harus saya urus terlebih dahulu katena ini menyangkut Nona muda" seru Jonathan menjelaskan.
Arion menatap Jonathan penuh selidik.
"Ada apa dengan Adeeva"
"Maaf tuan, nona Adeeva mendapatkan kekerasan di Toko bunga miliknya oleh Nona Amel dan Nyonya Mia" jelas Jonathan.
Dan seketika wajah Arion mulai mengeras. Menatap Jonathan tajam.
"Bukanya aku menyuruhmu untuk mengawasi Adeeva" bentak Arion.
Jonathan hanya bisa diam, ini dalah kesalahanku karena membiarkan Adeeva jauh dari pengawaaannya.
Arion segera bangkit dari duduknya dan berjalan meninggalkan ruangan di ikuti oleh Jonathan. Aura menakutkan jelas menguatkan dari tubuhnya bahkan tidaka ada orang yang berani menyapanya ketika Arion keluar dari perusahaan.
Arion masuk ke dalam mobil dan menatap Jonathan yang masih berdiri di luar. "Aku ingin kau lakukan sesuatu kepada dua wanita ****** yang sudah melukai Adeeva " seru Arion dingin.
"Akan saya lakukan" Jonathan membungkuk sekilas.
Arion segera pergi meninggalkan Jonathan menuju tempat Adeeva di rawat. Raut khawatir dan marah tercetak jelas di wajahnya. Bagaimapun Adeeva adalah istrinya.
Di lain tempat Jonathan sedang menerima panggilan dari seseorang yang di suruhnya.
"Aku mendapatkan Informasinya, bagus segera kirim padaku" seru Jonathan dan langsung mematikan ponsel miliknya.
Tangannya segera membuka pesan tentang informasi yang di mintanya. Sudut bibirnya mulai tersenyum miring dan itu sungguh menakutkan.
Jonathan segera mengendarai mobilnya menuju tempat dua wanuta yang harua di bereakan kali ini.
Mia dan Amel sudah sampai di rumah, mereka segera masuk ke kamar.
"Bagaimana ini, aku tidak ingin kehilangan pekerjaanku lagi Mom" seru Amel pada Mia.
"Tenanglah, aku tidak akan membiarkannya, lagi pula kita msih punya Ayahmu yang bisa memohon pada ank keaayangannya bukan" seru Mia mencoba menenangkan putri Sulungnya.
"Aku tidak ingin kehilangan pekerjaan ku yang satu ini, bahkan aku harus melayani Merek layaknya ****** agak aku bisa mendapatkan kontak dengan mereka aku sudah menjatuhkan hrga diriku pada mereka Mom" Amel merasa frustasi saat ini.
*Flashback on.
Ketika Adeeva mendapat pukulan dari Amel yang membuat dahi Adeeva memar. Jonathan langsung menerima perintah dari Arion untuk memberi pelajaran pada Amel.
Jonathan hanya menyuruh salah satu perusahaan kosmetik yang bekerja sama dengan Amel membatalkan kontrak mereka.
Setelah pembatalan kontrak selesai amel segera mendapatkan cibiran dari beberapa rekan kerjanya.
Dan kejadian itu membuat Amel marah dan Frustasi karena setiap kali Amel ikut pemotretan akan ada cemoohan dari beberapa staf yang terlibat dalam pemotretan tersebut.
Flashback off*.
Mia memeluk Amel, membelai kepalanya lembut. "Tenang sayang, aku tidak akan membiarkan itu terjadi aku akan memastikannya untukmu " seru Mia.
Amel hanya mengangguk di pelukan sang Ibu, tanpa mereka sadari hal buruk ankan datang pada mereka seiring jarak yang mulai di tempuh olah Jonathan menuju rumah Mereka.
P.s
Hai jangan lupa Like Vote sama Comment ya, see u