NovelToon NovelToon
To Arkana Ivander

To Arkana Ivander

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:296.5k
Nilai: 5
Nama Author: queenbee

sosoknya begitu nyata... Dia nyata tepat berada didepan mataku saat ini, menatapku dengan tatapan tajamnya seketika membuatku terlena. Aku menangis ketakutan, takut! saat aku membuka mata sosok itu akan menghilang. jika ini mimpi aku tidak akan bangun, ini mimpi yang begitu indah dan tak akan kubiarkan menjadi ilusi tapi sesuatu seakan menamparku bahwa itu hanyalah delusiku_Caroline grace.



Cintai aku dengan semua kemampuanmu maka aku akan mencintaimu lebih dari aku mencintai diriku sendiri. jangan pergi! karena aku tidak akan membiarkanmu beranjak walau hanya selangkah_Arkana ivander

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon queenbee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19 (caroline)

caroline masuk kedalam rumahnya dengan wajah datarnya. pukul 9 malam dan dia baru pulang, berbicara dengan davina dia lupa waktu.

"Mereka sangat bahagia tanpa aku." dengan lirikan matanya dia bisa melihat kakaknya dan orangtuanya sedang tertawa bersama.

jemika yang mendengar suara kaki dan hentakan high heels membuatnya menoleh kebelakang.

"caro.." panggil jemika lantas semua orang menoleh pada gadis yang baru menapaki anak tangga ke 2.

caroline yang mendengar itu berhenti tanpa melihatnya. dia tahu suara itu.

"kamu sudah datang nak? mami akan menyiapkan makan malam untukmu" jemika berjalan mendekat "karena kami makan duluan tadi." caroline berbalik.

ingin sekali tertawa melihat ibunya sekarang "Drama apa ini mami? apa aku terlihat seorang anak yang sangat menyedihkan!" gumamnya dalam hati.

"Tidak perlu. terimakasih atas perhatiaanya tapi saya sudah makan diluar." caroline tersenyum sekilas dan kembali melanjutkan langkahnya dengan setengah berlari menaikki tangga.

jemika menatap punggung yang sudah perlahan menjauh. ingin sekali dia mengejar caroline hanya saja kakinya terasa kaku ia gerakkan. Ingin sekali dirinya memeluk putrinya dan membuat caroline nyaman berada didekatnya.

"Tidak perlu. terimakasih atas perhatiaanya tapi saya sudah makan diluar." perkataan caroline terngiang dikepalanya.

aku ibumu nak sudah seharusnya aku melakukan itu. caro mami ingin membayar waktu yang sudah mami buang untukmu, mami ingin kau melihatku sebagai seorang ibu.

mark mendekat dimana maminya berdiri, mengusap bahunya menenangkan.

"Dia lelah mii... jadi seperti itu." bukan lelah dia sudah seperti itu.

"aku akan bicara padanya." jemika menatap putranya.

"iya aku akan bicara pada caro." mark tersenyum untuk membuat wanita yang berada dirangkulannya sedikit rileks.

"caro membenci mami mark." mendengar itu alexander merasa bersalah dan menajamkan kembali telinganya mendengar keluhan istrinya.

"umur 5bulan harusnya mami yang merawat dia mark. caroline tidak merasakan kasih sayang seorang ibu seperti yang kau dapatkan dan camora. umur 4tahun dia sekecil ini mark" jemika memperlihatkan dengan tangannya dan tersenyum.

"mengantar anak kesekolah adalah tugas penting seorang ibu, saat caro baru masuk TK dia akan mengenal lingkungannya sebagai anak kecil dan mami saat itu tidak ada untuknya mark." mark mengangguk dan membawa ibunya untuk duduk kembali. jemika menangis dipelukan mark

"seharusnya mami yang mengantar dihari pertama dia SD mark, mengambil raport dan menghadiri rapat... dan it-itu berlanjut harusnya mami menyiapkan bekal saat dia duduk di SMP sama seperti kalian tapi mami juga tidak melakukannya."

"hari kelulusannya di SMA sebagai orang tua itu adalah hari sangat penting melihat anaknya sudah tumbuh dewasa, kamu camora yang sakit hari itu dan harus dirawat kan?" camora ingat "mami juga tidak hadir untuknya. mami tidak mendapat kesempatan menjadi seorang ibu untuk caroline." jemika menatap suaminya yang terdiam dia sama merasa bersalahnya dengan jemika.

"sebagai seorang ibu, mami gagal. gagal merawat anaknya. kesempatan itu mami berikan ke rossaline." jemika sudah tidak tahan. selama ini ia memendam semuanya.

"ssssh mami tenang dulu, mark tau caro sangat menyayangi mami. dia hanya butuh waktu mi." mark mengeratkan pelukannya.

camora yang melihat jemika menangis, membuatnya kesal pada caroline.

awas saja kau caro. harusnya kau menerima tawaran mami bukan menyakiti perasaannya.

Alexander beranjak dan masuk kedalam ruang kerjanya, merenung. hidup keluarganya tidak berjalan harmonis, ketika mereka bahagia pasti akan ada yang terluka.

Aku sebagai seorang ayah tidak seharusnya membuat anakku terluka, menyesal pun tidak akan mengembalikan semuanya. caroline hanya tau bahwa kami keluarganya tapi tidak merasakan kasih sayang kami.

caroline mendengar semuanya.

"seharusnya aku memanggil ross mami bukan dia seingatku cuman rossaline yang selalu ada untukku."

rossaline kepala pelayan yang jemika angkat menjadi asisten dirumahnya saat tak sengaja melihat ross di restauran dan dipecat., menjadi slah satu pelayan ross diberikan kepercayaan untuk merawat anak tuannya karena mereka harus keluar negeri karena urusan, nyonya besar dirumah ini harus ikut membawa anaknya lalu mengurus mark, camora dan suaminya, meninggalkan caroline. ross sudah merawat caroline saat ia masih berumur 5bulan, ia bisa berbagi kasih sayang antara caroline dan risa anaknya.

caroline masuk kedalam kamarnya berpikir, kenapa mami tidak mencoba untuk dekat dengannya? camora juga kan alasannya? yayaya berikan medali pada camora yang sudah memenangkan banyak hal.

sementara itu Mark beranjak "aku akan menemui caro! raa temani mami." camora mengangguk.

didepan pintu. Mark mendengus kemudian mengetuknya, mendengar sahutan dari dalam ia memutar kenop pintu membukanya lalu menutupnya kembali.

"kenapa ri...sa?" caroline mendengus kasar melihat mark.

apa lagi? menyalahkanku karena membuat mami menangis? lakukan kak aku sudah kebal.

caroline beranjak dari kasurnya lalu berjalan menuju balkon. mark mengikut di belakangnya.

"Malam yang indah bukan?" mark membuka suaranya setelah lama terdiam.

"sangat indah kak. tapi keindahannya akan lenyap kala hujan datang." caroline menengadah keatas.

"aku tau orang tua kita salah. tapi membuka sedikit ruang untuknya apa kau tidak bisa?" mark menatap adiknya yang tersenyum.

"setelah apa yang terjadi? jika itu kakak apa kak mark bisa?" mark terdiam.

jika itu aku? aku juga pasti butuh waktu lama untuk menerima semuanya.

"sudahlah kak. kalian juga bahagia tanpa aku kenapa harus membuang waktu?" caroline merasa benar dengan ucapannya dengan apa yang ia lihat selama ini.

"aku sudah memberi ruang! ruang untuk menyiksaku bukan? dengan merempas semua impianku. aku juga dengan hati yang terbuka menerima semua keinginan papi. jadi apa lagi kak?" sorot mata terluka caroline menatap mark.

mark kehabisan kata. semua perkataan caroline mematahkan perkataannya. dia sudah tidak mengerti dengan keadaan seperti ini. mark ada ditengah-tengah antara orangtua dan adiknya, memilih pun ia tidak bisa. ia hanya bisa memohon pada tuhan untuk mendamaikan segalanya, memberikan kehidupan yang sebenarnya untuk keluarganya. hanya itu yang ia harapakan.

mark membalikkan tubuh caroline menghadapnya "kau sudah bekerja keras hari ini." lalu memeluk caroline.

caroline hanya butuh pelukan dan menyingkirkan mark dia tidak bisa karena mark tahu segalanya.

"aku menghubungi Lio kemarin." mark melepas pelukannya dan memegang kedua bahu caroline "laki-laki itu sangat sibuk. dia bahkan lebih sibuk daripada seorang direktur, sepertiku." mark tertawa, mengalihkan pembicaraan.

"aku tidak ingin membahas Lio, aku marah padanya." Caroline membuang mukanya.

"kenapa marah?" saat seperti ini mark menyukai keadaan saat menjadi kakak untuk caroline. kedekatannya sangat ia jaga.

"Lio belum menghubungi ku." kesalnya

"jangan bahas Lio. aku rindu kak mark." caroline memeluk mark.

yaah aku rindu kak. jadi kakak jangan membuangku. aku pasti akan sakit!

mark tertawa pelan dan mengeratkan pelukannya.

"aku juga rindu sama adik gembul kesayangannya kakak." caroline menepuk belakang mark.

"caro sudah kurus, salahkan ross yang suka memberi makan padaku."

"ross tidak salah, kau hanya memakannya lahap."

"kakak.. diam deh." caro pura-pura kesal dan meronta untuk dilepaskan tapi kekuatan mark lebih besar.

"iyaiya kakak minta maaf. caro tidak gembul hanya berisi." canda mark.

"kakaaaaaak!!!!!"

"iyaaa sayang."

masih dengan berpelukan mereka tertawa bersama, sejenak melupakan kegundahan mereka.

1
Ita Mei Lestari
lio &melody mungkin😜
G.I
Saya cuma bilang...n sedikit masukan pada author,awal kalimat baru itu huruf besar dan nama orang juga huruf besar...anda nggak konsisten kadang huruf besar kadang huruf besar kadang huruf kecil
Muhammad Arifin
kenapa ceritanya berasa lompat2...
Iraisa Raisa
cara penulisanya enak di baca,, ok nexs
HAFIZH .3127
f
🇪🇭🇲🇨n⭕⭕v!🇪🇭🇲🇨
Aku Standby selalu 💕😍🤭
🇪🇭🇲🇨n⭕⭕v!🇪🇭🇲🇨
Semangat Kak 💪💪💪
Jangan lupa jaga kesehatan ya Kak🤗
Semangat Kak 💪💪💪💕💕💕
Girl
aq tunggu
Girl
nunggu lamaaaaa sekaliii
🇪🇭🇲🇨n⭕⭕v!🇪🇭🇲🇨
yeah Up😍👍💟
V'marbe
ahh akirnya up kak
udah lama nungu. novel favorit apalagi visualnya my love sehun. making nyaman bacanya
🇪🇭🇲🇨n⭕⭕v!🇪🇭🇲🇨
Alhamdulillah....
Terimakasih Kak Queenbe dah Update cerita nya
Dyah Agustin
sekian lama akhirnya up jga🙂
Kania Shuwail
lanjut thor
Natasya ibrani
Lanjut author... Jgn lupa mampir di karyaku juga "Warna cinta natasya".. trim's🙏
Selvy Triyana Sari
bingung ya..
Yfm
kok nggk ada kelanjutan nya lagi ya
marya
up tor
Kirana Mella
kapan up lagi thor
Amalia Porwanty
enak jadi carro dia bisa bermanja sama kakaknya sedangkan q berjauhan sama kakak karna dari kecil kita d besarkan dengan orang yang berbeda dan ,,,,,,,,baper
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!