NovelToon NovelToon
Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Jaka Umbara; Sang Pendekar Angin

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Petualangan / Fantasi Timur
Popularitas:260.8k
Nilai: 4
Nama Author: miirathurmudzi123

Ia lahir tanpa ayah dan ibu, bahkan kakeknya sendiri tidak mengakui keberadaannya. meskipun begitu ia tetap berusaha hidup dan terus berjuang bersama orang-orang yang selalu mendukungnya.

Ia memulai perjalanan-perjalanan yang panjang dan amat jauh.

"Kakek, aku akan menjadi pendekar hebat yang bisa kau banggakan!"

Apa yang telah menunggunya di setiap perjalanan yang dilaluinya?

Kawan? Lawan? Saudara? Keluarga? Atau kekuatan yang luar biasa?

Bagaimana akhir dari perjalanannya?

Akankah ia menemukan apa yang ia inginkan?

Ikuti kisah perjalanannya di setiap episodenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miirathurmudzi123, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertolongan yang datang

“Lebih baik kau serahkan buah itu pada kami, lalu segeralah enyah dari sini.”

Tiba-tiba tangan seorang anak lain meraih wadah buah yang dipegang oleh Jaka. Keduanya saling tarik menarik wadah buah.

“Tidak! Ini milikku! Kalian tidak bisa merebutnya begitu saja,” sergah Jaka. Tangannya mendekap wadah buah yang dipegangnya dengan erat. Ia mencoba mempertahankan buah-buahan dalam wadah yang sudah susah payah dikumpulkannya.

Tak bisa merebut, anak itu lantas mendorong Jaka beserta wadah buah di tangan Jaka. Jaka terjatuh, sementara buah-buahan dalam wadah yang dipegangnya berserakan dimana-mana. Ia berusaha sekuat tenaga memungut beberapa buah-buahan didekatnya dengan payah. Buah-buahan yang terlempar jauh luput darinya. Buah-buah itu diinjak-injak oleh anak-anak yang mengelilinginya dengan sengaja. Mereka menginjak-injak buah tersebut dengan tertawa terbahak-bahak sambil merendahkan Jaka.

“Inilah yang mestinya pantas kau dapatkan.” ucap anak yang lain menjejalkan buah yang hancur terinjak ke mulut Jaka. Jaka berusaha dengan sekuat tenaga menolak perbuatan yang mereka lakukan terhadapnya. Mulutnya ia tutup rapat sebagai perlawanan atas sikap intimidasme terhadapnya.

Hampir sebagian besar buah yang Jaka kumpulkan sudah hancur terinjak-injak. Hati Jaka yang biasanya begitu tabah tiba-tiba bergejolak. Ia bangkit mencoba melawan. Seluruh badannya gemetaran, kepalan tangannya begitu kuat, seakan ia ingin mengeluarkan seluruh beban yang sudah lama disimpannya.

Seketika hembusan angin begitu kencang, berkumpul menjadi satu titik pusaran yang berpusat di sekeliling Jaka. Sekumpulan anak-anak yang melihatnya menjadi ciut dibuatnya. Jaka menguatkan kakinya melangkah perlahan. Pandangannya begitu tajam dan menusuk. Hawa kemarahan seolah tergambar jelas di udara. Sekumpulan anak-anak itu saling memandang merasakan keganjilan.

“Hei, hei.. a, apakah kalian melihatnya juga,” ujar anak yang mendorong jatuh Jaka. Ia mengambil ancang-ancang langkah seribu sebelum akhirnya berlari meninggalkan teman-temannya sambil berteriak-teriak, “Tolong! Ada iblis, tolong!” Teman-temannya pun lari pontang panting mengikuti langkahnya.

Suasana kembali seperti semula, namun tidak dengan suasana hati Jaka. Setelah hal yang baru saja dialaminya, bagaimana mungkin suasana hatinya tidak berubah sedikit pun.

Jaka memandangi seluruh buah-buahan yang hancur terinjak-injak. Perasaannya begitu kalut, pilu, sedih dan bercampur aduk. Ia tertunduk berlutut di tanah, meratapi suratan takdir atas dirinya. Air matanya jatuh perlahan bersamaan dengan turunnya hujan, seakan langit ikut meratapi kesedihannya. Jaka tak segera bangkit. Ia membiarkan hujan membasahi sekujur tubuhnya, membiarkannya menutupi setiap tetes air matanya yang mengalir.

“Ibu.. Aku sudah tak kuat. Aku ingin bertemu dengan Ibu..” ucapnya menangis tertunduk.

Diantara derasnya hujan yang mengguyur tubuhnya Jaka berteriak kencang menatap langit. “Sang Hyang Widhi! Kenapa, kenapa kau tidak ambil saja hidupku!? Kenapa!? Kenapa kau memberikan kehidupan yang berat seperti ini?” Ucapannya tertahan. Sejenak ia kembali menundukkan wajahnya. Kemudian menengadahkan wajahnya lagi dan berkata dengan suara lantang, "Kalau kau tak ingin aku hidup, ambil saja nyawaku! Jika aku harus menderita seperti ini, lebih baik aku mati saja!"

Langkah seseorang mendekati Jaka yang tengah meratapi kesedihannya. Langkah itu sudah berada di hadapannya kini. "Anak muda, tak baik bagi seseorang mengutuk dirinya sendiri!"

Jaka menengadahkan pandangannya memandang seseorang yang berdiri dihadapannya. Siapa kiranya yang tengah berbicara padanya? Apa yang membuatnya berkata demikian? Dan untuk apa ia membicarakan tentang itu?

Jaka menyapu guyuran air hujan yang mengalir di wajahnya. Kini ia tahu siapa sosok orang yang berdiri di hadapannya itu. Jaka memandang lekat wajahnya. Ternyata sosok itu adalah seorang kakek tua yang pernah singgah di gubuknya waktu itu.

1
Aufaaaaa
thor,,yg benar bae,,yg masuk akal dikit napa,, mereka kan msh bocil,jd sesuaikan dgn umurlah,, koq kayak cerita bf seehh
Night Watcher
mcnya dibuat kyk idiot banget
spooky836
membosankan sampah
Siti rochmah Iyon
mana lanjutan jangan setengah" aku penasara sm jaka umbara n dewi maya sari
Iskandar Zulkarnain Zulkarnain
alur terlalu ribet...bingung mengikuti cerita.
Daryus Effendi
bosan bertele tele
Wahyu Indra
kurang niat untuk ngelanjutin ceritanya
Putra_Andalas
lama matinya klo ditusukkan ke Perut...beda cerita klo tusukan ke Ulu Hati atau Jantung..😂
Habsah Hermawan
Luar biasa
Putra_Andalas
udah separuh dibaca..gk ada Greget & serunya...STOP BACA dah..!!!
Putra_Andalas
mkin ksini bknnya mkin seru nih alur ceritanya...malah mkin receh gk jelas...😬
Putra_Andalas
gk jelas nih cerita...😵
Putra_Andalas
tiba² punya nama..itu yg kasih nama Bapaknya apa Author nya...?? 😁
nana 2024
banyak iklan ganggu aja sialanlu
Asri Parinding
mana ep. selanjutnya
Rusliadi Rusli
😥😥😥😥
Rusliadi Rusli
👍👍
Rusliadi Rusli
jangan terlalu di pikirkan jaka..guru akan baik"aja
Rusliadi Rusli
waduh
Rusliadi Rusli
sabar jaka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!