"Sungguh ketulusan Cinta Allah kepada hamba-Nya tidak akan bisa dibandingkan dengan tulusnya cinta manusia kepada manusia. Namun, dengan menyebut nama Allah aku Raihan Raam Jaya begitu tulus ingin mencintaimu dengan sepenuh hatiku dan berniat mengkhitbahmu sekarang juga Hasna."
"Aku minta tolong buk Par untuk memberitahumu agar kamu bisa menikahi ku segera. Tapi nyatanya kamu lah yang duluan menyampaikannya. Awalnya aku bahagia saat mendengar ucapan mu.. tapi sekarang aku tak tahu Rai.. apa aku harus menerima lamaran mu atau tidak?"~ (Hasna)
Raihan dan Hasna sama-sama mengalami masa lalu yang menyakitkan, Allah seolah ingin menyatukan mereka melalui musibah yang menimpa mereka yaitu tenggelam di danau kembar.
Butir butir cinta air mata Hasna, akankah Muhasabah Cinta Hasna membawa ia berumah tangga dengan Raihan kelak? Yuk ikuti kisah nya..! Dan mohon dukungannya ya sobat...🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadih Hazar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MCH 16
"Dulu aku belum sempat menunaikan hajatku padamu dan sekarang aku akan..."
Roby mulai melepaskan pakaiannya, ia mulai mendekati Hasna yang masih tertidur pulas.
Namun saat ia sudah berada di dekat Hasna dan ingin melepaskan pakaian Hasna, tiba-tiba sebuah kilatan cahaya masuk dari arah jendela kamar tersebut, petir keras pun menyambar seolah membuat dentuman keras di atas atap rumah.
Dan seketika membuat Hasna terbangun.
"Astaghfirullah, aku dimana?" Ucap Hasna yang kaget melihat dirinya terbangun di sebuah kamar yang tak ia kenali.
"Kau udah sadar sayang... Pas sekali mari kita nikmati bersama.." Ucap Roby mendekatkan wajahnya pada wajah Hasna.
Hasna dapat melihat Tatapan Roby seperti singa yang kelaparan.
"Mas Roby, kau mau apa? Aaww." Hasna mendorong Roby namun dorongannya tak berarti apa-apa, ia malah merasa kesakitan dari kakinya yang terluka karena gerakan refleksnya.
"Tenang sayang... Sebentar lagi kau akan jadi milikku selamanya.. bukankah kau mau menikah dengan Raihan karena tubuhmu sudah ia sentuh, dan sekarang aku juga mau..."
Ucap Roby yang hendak membuka jilbab Hasna.
"Jangan kurang ajar Mas..."
"Ssssst" Roby menutup mulut Hasna dengan telunjuknya namun Hasna dengan cepat menyingkirkan jari Roby dari mulutnya.
"Siapa yang kurang ajar... kau ini milikku, hanya jadi milikku... dan aku yang duluan mengenalmu, bukan dia..." Roby mencengkeram dua pipi Hasna dengan satu tangannya.
"Aku nggak mau.. lebih baik aku mati daripada aku kembali padamu..
"Hahahaha, dan aku tak akan membiarkan kamu mati.. Karena aku bisa gila jika kau nggak ada.."
"Ya Rabb... bantu aku lepas dari mas Roby, hiks hiks hiks.." Rintih Hasna.
"Tolong...tolong..." Hasna berteriak minta tolong. Jilbabnya sudah berhasil ditarik Roby.
"Sssssst jangan teriak sayang..." Roby kembali ingin menarik paksa pakaian Hasna.
"Tolong aku.... Mas kau jangan gila..." Hasna mengelak dari Roby, ia turun dari tempat tidur dan berusaha menyeret kakinya yang sakit dibawa jalan menuju pintu. Ia menggoyang-goyangkan handel pintu tapi pintu itu terkunci.
"Hahaha, jika kau bisa.. ambil kunci ini dari ku.." Ujar Roby licik, ia memasukkan kunci itu ke dalam saku celananya.
Dan Hasna tak mungkin merebut kunci itu.
"Hasna menggedor-gedor pintu itu berharap ada yang mendengar dan membantunya lepas dari Roby.
"Sayang... percuma.. karena diluar itu hujan deras.. tak akan ada yang mendengar mu..."
Roby berjalan mendekati Hasna.
"Mas jangan mendekat... tolong jangan sentuh aku...hiks hiks hiks"
Namun ucapan Roby tak dihiraukan Hasna, Roby malah menggendong tubuh Hasna lalu membawanya kembali ke atas tempat tidur.
"Mas... baik.. aku mau kembali jadi istrimu... tapi tolong jangan kau sentuh aku sekarang... biarkan aku halal dulu kau sentuh, hiks hiks hiks." Ucap Hasna dengan terpaksa. Ia pun menangis terisak-isak. Ia meraih jilbabnya yang udah dilepas Roby yang tergeletak di atas tempat tidur lalu memakainya asal. Ia berpikir lebih baik menerima ajakan Roby kembali padanya daripada mahkotanya direnggut paksa oleh Roby.
"Benarkah...?" Ucap Roby seakan tak percaya mendengar ucapan Hasna.
Hasna hanya mengangguk lemah.
"Ya Rabb.. kenapa aku diuji seperti ini...? hiks hiks hiks." Ucapnya dalam hati lirih sambil terus menangis.
"Kalau gitu kita akan terbang ke Jakarta hari ini dan kita akan menikah esoknya."
Hasna tak menjawab Roby, ia hanya menunduk sambil terus sesenggukan.
Roby begitu senang, ia memakai kembali pakaiannya. Ia tampak tergesa-gesa keluar dari kamar itu, tak berapa lama ia kembali lagi dengan kotak P3K ditangannya yang diambilnya dari dalam mobil yang disewanya. Kemudian ia memegang kaki Hasna.
"Kamu mau ngapain Mas? Aku bilang jangan sentuh aku.."
"Biarkan aku mengobati lukamu, tenanglah.. aku tak akan macam-macam lagi."
Hasna akhirnya pasrah atas apa yang dilakukan Roby. Roby melepas kaus kaki Hasna. Ia mulai membersihkan luka itu. Roby tampak begitu telaten. Cita-citanya dulu ingin menjadi dokter. Ia dulunya sempat kuliah setahun namun karena Papanya yang tiba-tiba jatuh sakit memaksa ia pindah jurusan agar kelak menggantikan ia memimpin perusahaan. Akhirnya ia mengambil kuliah Manajemen sekampus dengan Raihan dan Hery walau dalam keadaan terpaksa.
***
Hari pun terus berganti. Waktu terus mengalir bagaikan aliran sungai yang bermuara ke tengah lautan. Waktu tak pernah surut, merangkai alur kehidupan dan semuanya seolah larut di dalamnya.
Bagaimanapun keadaan yang kita alami, sedih, bahagia, sakit, sehat, susah, senang. Waktu tak akan pernah menunggu. Dan ia akan terus berjalan.
Raihan terbangun dari Komanya setelah tiga minggu tak sadarkan diri setelah kecelakaan itu. Bu Lena bahagia saat mengetahui putranya itu sudah sadar. Ia dengan cepat menemui putranya itu setelah mendapatkan info dari Suster yang merawat Raihan. Bu Lena diantar sopir pribadinya menuju rumah sakit yang ada di Kota Besar Jakarta itu. Ia masuk Rumah sakit dengan kursi roda yang didorong oleh seorang Suster yang khusus merawatnya, karena Kaki Bu Lena mengalami kelumpuhan setelah kecelakaan itu.
Dan Raihan memang sengaja di pindahkan dari Rumah Sakit Padang ke Rumah Sakit Besar yang ada di Jakarta degan tujuan agar Bu Lena bisa dengan mudah memantau perkembangan kesehatan putranya itu, sekaligus ia sendiri yang juga butuh pengobatan dan perawatan karena luka yang ia alami.
Sedangkan keadaan Hery sudah membaik, ia dirawat dan dijaga oleh Omnya dan istrinya selama di rumah sakit yang sama dengan Raihan. Om Hery dan istrinya itu terpaksa ikut dibawa Bu Lena ke kota Jakarta. Karena Bu Lena membutuhkan mereka untuk membantunya. Dan Om Hery lah yang menggantikan memimpin perusahaan bersama orang kepercayaan Pak Raam untuk sementara waktu sampai Raihan pulih.
Omnya Hery yang dulunya juga tamatan kuliah Manajemen dengan predikat lulus terbaik di Universitas Indonesia di Kota Jakarta sehingga ia tak mengalami kesulitan dalam mengelola perusahaan Papanya Raihan itu. Ia sangat bersyukur karena takdir membawanya kembali ke Perusahaan itu, walau hanya memimpin untuk sementara waktu namun ia sangat bersyukur karena bertani di Kampung istrinya cukup berat baginya yang terbiasa bekerja kantoran.
Dulunya Omnya Hery yang bernama Radit itu memang pernah bekerja di perusahaan Pak Raam namun karena menikah, ia resign dan pindah ke kampung istrinya di Alahan Panjang itu.
Di ruang rawat Bu Lena sudah berada di depan putranya itu, dimana Raihan telah dipindahkan dari ruang ICU karena menurut keterangan Dokter saat ia siuman, kondisi Raihan sudah membaik.
"Alhamdulillah kamu akhirnya bangun juga nak.. Mama takut sekali, takut kehilanganmu juga..." Ucap Lena haru.
"Hasna gimana Ma..?" Raihan langsung menanyakan Hasna pada Mamanya.
"Ya sayang... Hasna baik-baik saja. Kamu sembuh dulu.. biar bisa segera ketemu Hasna.." Ucap Bu Lena terpaksa berbohong, karena sampai sekarang Bu Lena tidak tahu keberadaan Hasna.
Raihan tersenyum mengedipkan matanya tanda setuju.
"Papa mana Ma?"
Bu Lena tak lagi bisa menjawab. Air matanya sudah jatuh ke pipinya mengalir begitu saja.
"Ma... Papa mana..?"
Bu Lena malah menangis terisak-isak sambil menunduk.
"Raihan..." Ucap Seorang wanita dengan tampilan elegan ketika masuk kedalam ruang rawat itu.
TBC...
semudah itu ya klo orang jht dpt alamat orang lain....hawdeeh thor
tenang aja,ado cowok kota yang lagi jalan ke alahan panjang, dia kayaknya jodoh kamu deh
🤭