Sherly Lee adalah wanita cantik yang harus rela tinggal sendirian setelah kekasihnya meninggalkannya. Padahal selama ini ia hidup bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Didalam kegalauan dan kesedihannya, datanglah pria tampan yang tinggal di depan rumahnya.
Tora Sin pria tampan yang tinggal berseberangan dengan Sherly Lee. Tora Sin adalah seorang polisi yang ternyata menyukai Sherly Lee sudah lebih dari sepuluh tahun. Sejak mereka bertemu di sebuah kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tua Sherly Lee.
Tora Sin selalu berniat menjaga Sherly Lee, dan mendapati kenyataan bahwa Sherly Lee tinggal bersama kekasihnya selama tujuh tahun. Disaat Sherly Lee ditinggalkan kekasihnya. Disaat itu pula Tora Sin ingin masuk dalam kehidupan Sherly Lee.
Bagaimana kisah antara Sherly Lee dan Tora Sin. Ikuti ceritanya dalam novel "Diakah Jodohku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 💞💋😘M!$$ Y0U😘💋💞, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 16
Sherly tidak bisa tidur di ranjangnya, ia masih penasaran mengapa Tora sangat enggan memberitahu tentang pria itu. Apa pria itu sudah tiada? pikir Sherly.
Sedangkan Tora juga tak bisa tidur lagi. Ia masih memikirkan perkataan wanita itu. Jika hanya membalas budi maka harapannya sangat kecil untuk memilikinya. Ia tidak ingin memberitahunya sekarang, ia ingin Sherly benar benar tertarik padanya. Tapi wanita cantik itu tak mungkin mau dengannya.
Tora keluar dari kamarnya dan menuju dapur, ia kehausan. Saat berada disana ia terkejut setengah mati, wanita itu juga sedang di dapur.
"Ya Tuhan, kau belum tidur?" tanya Tora.
Sherly terkesiap dan menyemburkan minum dimulutnya dan terbatuk batuk. Tora segera mengelus punggung Sherly. "Maaf aku mengagetkanmu." ujar Tora.
"Tidak apa apa kak, aku hanya haus." jawab Sherly.
"Bawalah minum ke kamarmu agar tidak perlu turun naik tangga." kata Tora.
Sherly menggeleng. "Aku jarang sekali minum tengah malam, ini karena kebetulan aku tidak bisa tidur kak." jawabnya.
"Aku juga tidak bisa tidur, maukah kau menemaniku nonton film?" tanya Tora.
Sherly mengangguk. "Tentu saja." jawabnya lagi.
Tora membawa Sherly ke ruang tv, ia menyetel DVD film action. "Jika tidak suka kau cari DVD yang lain." ujar Tora.
"Aku suka film action juga kok, walau aku lebih sering menonton film romantis." jawab Sherly.
"Di laci juga ada film romantis." ujar Tora.
Sherly menggeleng. "Ini saja, sepertinya bagus."
Keduanya terlarut dalam film yang mereka tonton. Berkali kali Sherly tak sadar memeluk Tora karena ngeri pada adegannya. Jantung Tora terus berdetak dengan kerasnya.
Bagaimana wanita ini bisa melakukan itu tanpa menyadarinya. pikir Tora.
Ia sudah tak bisa menahannya lagi, ingin menarik dan menciumnya. Itulah keinginan Tora sekarang. Saat pikiran itu sedang berkecamuk, keduanya terkejut saat melihat adegan romantis di dalam film.
Sherly menelan ludahnya, ia baru sadar jika posisinya sangat dekat dengan Tora. Sherly menarik diri namun pinggangnya ditahan oleh Tora.
"Ini bukan sebuah kesalahan tapi aku menginginkanmu." bisik Tora lalu mendekatkan bibirnya pada Sherly.
Sherly membelalakkan matanya saat bibir Tora menyentuhnya. Mendapat respon positif, Tora mulai menciumnya dengan penuh hasrat. Sherly merintih saat Tora menggigit bibirnya, dan itu menjadi kesempatan buat Tora untuk bermain dengan mulut Sherly. Sherly menikmati setiap sentuhan Tora padanya. Tora semakin memperdalam ciumannya dengan menarik tengkuk leher belakang Sherly.
Sherly mulai kehabisan nafas, Tora tak mau melepaskannya. "Kau benar benar manis Sher." ujar Tora parau tanpa melepas ciumannya. Setelah beberapa menit, Tora menarik dirinya. "Itulah hukuman untuk wanita yang berkali kali memelukku." ujar Tora sambil mengelus wajah Sherly yang memerah. "Jangan berpikir ini sebuah kesalahan sayang, aku sudah lama menginginkanmu." sambung Tora.
Sherly bingung. "Apa maksud kakak?" tanyanya.
"Aku menyukaimu Sher, aku ingin kau menjadi pacarku, tidak untuk umurku sekarang aku ingin kau menjadi pendamping hidupku." ujar Tora lagi.
Sherly terbelalak. "Lalu bagaimana wanita yang kau ceritakan itu kak?" tanya Sherly.
Tora terkekeh sambil merangkul pundak Sherly. "Maukah kau menjadi pacar dan pendamping hidupku?" tanya Tora.
Sherly terkejut. "Kakak mabuk ya?" tanya Sherly.
"Aku mabuk karenamu Sher." Tora menarik wajah Sherly dan menciumnya kembali. "Aku tanya padamu, seandainya kau bertemu pria yang kau cari, dan kau tahu pria itu masih lajang. Apa kau hanya akan membayar hutangmu saja. Apa kau tidak mau mempertimbangkan menjadi kekasihnya?" tanya Tora.
"Itu tidak mungkin kak, jika pria itu masih hidup umurnya sudah 33 tahun dan ia seorang polisi. Mana mungkin masih lajang." jawab Sherly.
"Aku hanya berandai andai dan kau lupa aku juga masih lajang." ujar Tora.
"Jika ia menginginkanku. Mungkin akan aku pertimbangkan." jawab Sherly lagi.
"Hanya untuk balas budi?" tanya Tora.
"Tentu saja tidak kak, perasaan itu tidak dijual untuk balas budi. Dan aku baru mempertimbangkannya." jawab Sherly.
"Jika kau sudah bersamaku, apa kau masih mau mempertimbangkannya?" tanya Tora penasaran.
Sherly terkekeh. "Memang siapa yang mau sama kakak." canda Sherly.
Tapi Tora menanggapinya dengan serius. Ia melepaskan rangkulannya. "Sepertinya aku terlalu percaya diri, maaf." ujarnya.
"Kak, aku hanya bercanda. Tentu saja aku akan memilih kakak." jawab Sherly.
"Jadi?" Tora menyipitkan matanya.
"Jadi?" tanya Sherly balik.
Tora akhirnya kesal. Ia berdiri "Sudah sangat larut, tidurlah." perintahnya sambil berjalan ke arah DVD untuk mematikannya.
"Apa kakak serius?" tanya Sherly.
Tora mengangguk tapi tak mau memandang Sherly, ia sangat malu jika sampai ditolak.
"Apa aku harus memberikan jawaban sekarang?" tanya Sherly lagi.
"Terserahlah." jawab Tora.
Sherly terkikik sampai Tora memperhatikannya. "Kau sedang meledekku?" tanya Tora.
"Kau sangat sensitif pak Inspektur, apa ini pertama kalinya kau menembak seorang wanita?" tanya Sherly.
"Aku sering menembak penjahat, tapi tidak dengan wanita." jawab Tora datar.
"Aku mau kak jadi pacarmu." bisik Sherly.
"Apa? Aku tak mendengarnya." ujar Tora.
"Aku tak mau mengulanginya." jawab Sherly sambil berlari ke arah tangga.
Tora mengejarnya. "Tunggu Sher, kau harus mengulanginya." Tora mengejar Sherly sampai ke kamarnya tanpa sadar.
"Mengapa kakak masuk kesini sih?" tanya Sherly.
Tora menelan ludahnya. "Katakan sekali lagi, nanti aku beritahu tentang pria itu." ujarnya.
Sherly berubah menjadi serius. "Kakak janji kan? Baiklah. Sherly mau jadi pacar kakak." teriaknya.
"Dasar gadis nakal." Tora menarik dan memeluknya. "Ya Tuhan, aku benar benar takut ditolak tadi." Tora menciumi wajah Sherly.
"Sudah waktunya tidur, besok aku akan menceritakannya." ujar Tora.
Sherly memberengut karena tak mendapat jawaban. Tora membodohinya sekarang.
"Jangan memasang wajah seperti itu gadis kecil. Aku sudah janji pasti akan aku tepati. Tapi sekarang sangat larut, kau harus beristirahat sayang." ujar Tora.
"Aku paling tidak suka dibuat penasaran kak. Aku benar benar ingin tahu siapa dan dimana pria itu." ujar Sherly.
"Satu rahasia aku buka untukmu malam ini." Tora mendekati telinga Sherly. "Aku mencintaimu selama 10 tahun lebih." bisiknya sambil mengecup kening Sherly. "Selamat malam sayang." Tora meninggalkan Sherly yang masih kebingungan sekarang.
*****
Happy Reading All...😘😘😘
iyah Thor berasal dari daerah Sumatera ya?
jadi bayangin Tora Sudiro thor🙄🙄🙄🙄aku ganti Ray aja deh biar bacanya GK kebayang sama Tora Sudiro 😂