NovelToon NovelToon
MILYUNER DAN IBU PENGGANTI

MILYUNER DAN IBU PENGGANTI

Status: tamat
Genre:CEO / Ibu Pengganti / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:300.4k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Rindu menerima tawaran Azahra bos di kantornya untuk menjadi surrogate mother. Walaupun pamannya melarangnya, Rindu tetap nekad menjadi surrogate mother. Karena ia ingin menebus sertifikat rumah pamannya yang digadaikan ke bank.
Namun rencana tidak seindah yang dibayangkan. Ketika Rindu sedang hamil empat bulan, Azahra meninggal dunia karena penyakit jantung. Sedangkan suami Azahra yang bernama Nizam sulit untuk dihubungi.
Bagaimanakah dengan nasib Rindu dan bayi di dalam kandungannya?
Follow ig Deche @deche62
Fb Deche

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Nazriel

Setelah selesai mandi, Nazriel bergabung dengan keluarganya di ruang makan. Ia duduk di sebelah Rindu. Ibu Neri dan Pak Haidar sudah selesai makan. Mereka sedang makan buah-buahan. Sedangkan Rindu belum selesai makan.

“Maaf, ya. Kemarin aku tidak datang ke pernikahan kamu sama abang. Karena aku sedang ada seminar di Australia,” kata Nazriel sambil mengambil lauk-pauk yang berada di atas meja.

“Iya. Tidak apa-apa,” jawab Rindu.

Nazriel melihat perut Rindu yang mulai membuncit.

“Keponakanku sudah berapa bulan?” tanya Nazriel.

“Sudah lima bulan,” jawab Rindu.

“Berarti melahirkannya empat bulan lagi,” kata Nazriel.

“Iya,” jawab Rindu.

Ibu Neri dan Pak Haidar memperhatikan Nazriel yang mengajak Rindu terus menerus.

“Sudah jangan diajak bicara Rindu terus! Biarkan Rindu makan dulu,” kata Ibu Neri.

“Namanya juga baru kenalan, Mah. Tak kenal maka tak sayang,” jawab Nazriel.

Akhirnya Nazriel menghentikan pembicaraannya. Ia pun mulai makan. Tak lama kemudian Rindu sudah selesai makan.

“Loh, kenapa berhenti?” tanya Nazriel.

“Sudah kenyang,” jawab Rindu.

“Ayo makan lagi. Ini makanannya masih banyak,” kata Nazriel sambil menunjuk makanan di meja makan.

“Nggak ah, mau makan buah-buahan saja,” jawab Rindu. Rindu mengambil buah jeruk lalu memakannya.

Setelah selesai makan Rindu kembali ke kamarnya. Ia berbaring di kamarnya. Ia memandangi sekeliling kamarnya.

Sampai kapan aku di sini? tanya Rindu di dalam hati.

Tiba-tiba Rindu teringat kepada pamannya. Ia belum mengabari kalau ia sudah berada di Bandung. Rindu mengambil ponselnya. Ia menelepon pamannya.

“Assalamualaikum,” ucap Pak Adjat.

“Waalaikumsalam,” jawa Rindu.

“Bagaimana dengan keadaanmu?” tanya Pak Adjat.

“Alhamdullilah baik,” jawab Rindu.

“Paman, Rindu mau memberitahu kalau sekarang Rindu sudah berada di Bandung,” kata Rindu.

“Alhamdullilah, syukurlah kalau kamu sudah di Bandung,” ucap Pak Adjat.

“Sewaktu Pak Haidar mau berangkat ke Singapura, Pak Haidar menelepon paman. Ia bilang ia dan istrinya akan menjemputmu ke Singapura,” kata Pak Adjat.

“Oh ya, Paman. Tolong bilang ke Haikal, kalau ia ada waktu suruh mampir ke rumah Pak Haidar. Rindu punya sedikit oleh-oleh untuk Paman, bibi dan adik-adik,” kata Rindu.

“Kenapa kamu repot-repot membelikan oleh-oleh untuk semua orang di rumah? Lebih baik kamu simpan saja uangmu,” kata Pak Adjat.

“Tidak apa-apa, Paman. Kebetulan waktu itu Rindu baru pulang dari dokter, Rindu mampir ke Arab Street. Di sana banyak toko oleh-oleh, jadi sekalin Rindu beli oleh-oleh,” ujar Rindu.

Tiba-tiba terdengar suara kasak kusuk di belakang Pak Adjat. Sepertinya adik-adiknya sedang mendengarkan pembicaraannya dengan Pak Adjat.

“Ayah, Teh Rindu bawa oleh-oleh?” Terdengar suara Nisa di telepon.

“Iya,” jawab Pak Adjat.

“Asyiiiiiikkkk Teh Rindu bawa oleh-oleh.” Terdengar suara teriakan Nisa.

“Ayah, pinjam teleponnya. Mira mau bicara sama Teh Rindu,” kata Mira.

“Hallo, Teh. Bener Teteh bawa oleh-oleh?” tanya Mira.

“Iya. Semua orang kebagian, tapi tidak banyak,” jawab Rindu.

“Alhamdullilah. Hatur nuhun, Teh,” ucap Mira.

“Sami-sami, Mir,” jawab  Rindu.

“Nih, Yah.” Terdengar suara Mira mengembalikan telepon ayahnya.

“Kamu, orang tua lagi nelepon malah direbut teleponnya. Lagipula bukannya ditanya bagaimana kabar Teteh. Malah nanya oleh-oleh.” Terdengar suara Pak Adjat yang menegur Mira.

“Lupa, Yah.” Terdengar jawaban Mira.

“Ibu mau bicara sama Rindu.” Terdengar suaraI Ibu Emin.

“Assalamalaikum, Rindu,” ucap Ibu Emin.

“Waalaikumsalam, Bi,” jawab Rindu.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya Ibu Emin.

“Alhamdullilah Rindu sehat, Bi,” jawab Rindu.

“Syukurlah kalau kamu sehat. Makan makanan yang bergizi, jangan lupa minum susu untuk Ibu hamil! Kurangi makan baso, lebih baik cari jajanan yang bergizi! Jangan terlalu cape harus cukup istirahat!” kata Ibu Emin.

“Iya, Bi,” jawab Rindu.

“Ya sudah, Bibi cuma mau bilang itu saja,” kata Ibu Emin.

“Sudah dulu, ya. Assalamualaikum.” Ibu Emin mengakhiri pembicaraan.

“Waalaikumsalam,” Rindu mematikan teleponnya.

***

Rindu sedang duduk di teras belakang rumah. Tiba-tiba Bi Imas menghampirinya.

“Non, di depan ada yang mencari Non Rindu,” kata Bi Imas.

“Siapa, Bi? Namanya Haikal bukan?” tanya Rindu.

“Betul, Non,” jawab Bi Imas.

“Suruh dia duduk dulu. Saya mau ke kamar sebentar,” kata Rindu.

“Baik, Non,” jawab Bi Imas.

Rindu pun beranjak menuju ke kamarmya. Tidak lama kemudian ia turun dari lantai atas sambil membawa gody bag ukuran besar. Rindu berjalan keluar rumah melalui garasi. Di depan rumah terlihat Haikal dan Nazriel sedang berbicara. Nazriel menggunakan jas putih persis seperti seorang dokter. Rindu menghampiri Haikal.

“Haikal,” panggil Rindu.

“Eh, Teh Rindu.” Haikal menyalami  Rindu.

“Ini adik kamu, Rin?” tanya Nazriel kepada Rindu.

“Iya, Pak,” jawab Rindu.

Rindu memberikan gody bag kepada Haikal.

“Ini oleh-olehnya. Titip ya, Kal,” kata Rindu.

“Iya, Teh. Hatur nuhun, Teh,” ucap Haikal.

“Haikal pamit, Teh. Assalamualaikum,” ucap Haikal.

“Waalaikumsalam,” jawab Rindu dan Nazriel.

Haikal naik ke atas motornya, lalu meninggalkan rumah Pak Haidar.

.

.

.

1
Aqella Lindi
tinggal kn aja laki2 seprti ini msh byk yg kaya dn gnteng mau sm rndu
Ririn Nursisminingsih
kok datar2 aja yas ndak ada romantis2 nya
Deche: memang sengaja karakter Nizam dibuat seperti itu.
total 1 replies
Sandisalbiah
akhirnya bahagia buat Rindu.. padahal dr bab awal sifat Nizam yg super menyebalkan, bahkan di setiap komenan aku yg ada bully an teri utk Nizam, sangking gedeg dan misinya aku dgn semua perlakuan Nizam ke Rindu.. tp akhirnya happy ending... makasih kk Deche...atas karyanya yg sangat menghibur 🙏
Sandisalbiah: sama-sama kk, semoga makin sukses utk karya² barunya.. semangat..
total 2 replies
Sandisalbiah
wow.. siapa Chintya ini kok bisa mengancam akan menghancurkan perusahaan Nizam...?
Sandisalbiah
bibit pelakor muncul nih...
Sandisalbiah
hadehh Zam... 🤦‍♀🤦‍♀
Sandisalbiah
sekarang sikap Nizam udah manusiawi... alias normalnya seorang suami...
Sandisalbiah
syukur deh kalau udah beneran nyadar pentingnya jaga perasaan istri, apa lagi yg sedang hamil...
Sandisalbiah
dr awal para beby ingin dekat dgn papa nya tp Nizam yg gak peka... malah julid terus..
Sandisalbiah
syukur deh Nizam udah gak galak...
Sandisalbiah
Rindu tipe org yg ngidamnyq parah...
Sandisalbiah
si suami ngajak gelud terus.. kebobolan lah..
Sandisalbiah
istri rasa pelacur ya Rin...! krn begitu cara suamimu memperlakukan kamu.. miris banget nasibmu.. serasa wanita panggilan...
Sandisalbiah
om Tuhan.. beneran pengen bunuh si Nizam.. sumpah... 😤😤
Sandisalbiah
baru tau perjuangan seorang ibu, bro..? kemarin kemana aja..? pulang cuma minta jatah layanan ranjang, dia istrimu bukan jalang yg siap pake... haissh.. dasar suami lucnut...
Sandisalbiah
hahh.. sumpah kalau ada manusia sejenis Nizam di depan mata langsung aku eksekusi dia.. bejek² tuh muka pake ulekan.. gak tau diri banget jd calon bapak... suami rasa dajal..
Sandisalbiah
ya Allah lindungilah suami Rindu.. lembutkanlah hatinya..jika gak bisa lembut getokan kepalanya ke trotoar biar sekalian amnesia dia..! 🤭
Sandisalbiah: gedeg kk lihatnya.. emosi tingkat dewa jadinya.. 😅😅
total 2 replies
Sandisalbiah
Allah... ini. manusia beneran titisan fir'aun ya.. boleh gak di di jual ginjalnya.. amit² banget si Nizam ini.. 🙄😏
Sandisalbiah
sabar Rindu.. sama suami harus nurut tp nanti kalau rasa sabar itu udah minggat langsung di gorok aja tuh lehernya Nilam pake celurit..
Sandisalbiah
hah.. amit dah kelakuan laki mu Rindu...! perlu di semprot pake pelembut kali ya..? 🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!