NovelToon NovelToon
Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Menjadi Petani Sukses ( Sistem Bertani )

Status: tamat
Genre:Hiburan / Balas dendam. / Tak berguna / Fantasi Urban-Mendadak kaya / Fantasi Urban-Mengubah takdir / Sistem / Tamat
Popularitas:920k
Nilai: 4.8
Nama Author: tompealla kriweall

Jamal, pemuda desa yang tidak diperbolehkan ibunya untuk pergi bekerja ke kota. Mengikuti jejak teman-temannya yang lain.

Alasan ibunya sangat klise. Dia tidak mau jauh-jauh dengan anaknya itu. Padahal Jamal juga tidak bisa melakukan apa-apa di desanya. Karena sedari kecil, Jamal memang anak yang bodoh.

Tapi karena suatu kejadian, Jamal mendapatkan sistem bertani secara tidak sengaja.

Mampukah Jamal yang bodoh mengikuti aturan sistem bertani yang dia miliki?

Atau, dia akan menjadi pongah? hanya karena merasa lebih hebat dari temannya yang lain.

Yuk ikuti perjalanan Jamal. Pemuda desa yang ditolak para gadis-gadis, karena hanya berkubang dalam lumpur sawah saja.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cara Bertanam Dengan Sistem

Jamal dan Ami nya, memutuskan untuk tidak memikirkan hal lain, yang membuat masalah mereka menjadi semakin rumit.

Kang Kasan, meskipun Umi sudah mengatakan jika tidak ingin bersuami lagi, masih sering datang dan bertanya tentang kesediaan umi. Untuk menerimanya sebagai seorang suami.

Sedangkan Hendra, sudah bersiap-siap untuk kembali bekerja ke kota. Dia tidak mau terus-menerus dalam lingkaran permasalahan yang dibuat oleh Lina.

Dan Jamal, juga mengabaikan Lina. Dia tidak mau asal menerima gadis itu. Meskipun sudah diberikan penjelasan tentang kesalahpahaman mereka. Tapi Jamal mengikuti nasehat dari Ami nya. Yang memintanya untuk tetap fokus pada pekerjaannya di sawah terlebih dahulu.

"Tidak perlu memikirkan gadis manapun Jamal. Jika Kamu sudah berhasil dan sukses, Kamu bisa mendapatkan gadis manapun yang Kamu sukai. Dan jika Lina memang jodohmu di kemudian hari, dia pasti akan menjadi istrimu juga."

Begitulah pesan dan nasehat yang diberikan oleh Umi pada Jamal. Yang tentunya dibenarkan oleh Jamal sendiri.

Dia tidak mau konsentrasinya terpecah, hanya karena memikirkan percintaan semata.

Dia bertekad untuk bisa mendapatkan keberhasilan, sehingga tidak akan ada lagi yang merendahkan dirinya. Meskipun dia hanya bekerja di sawah saja.

"Aku pasti bisa Ami. Aku akan buktikan, jika Aku bisa dan pantas untuk dipertimbangkan. Bukan disepelekan."

Itulah tekad yang diambil oleh Jamal, sehingga dia tidak lagi menghiraukan Lina ataupun gadis-gadis yang lain. Yang kadang kala lewat di depan rumahnya.

*****

Hari ini adalah hari ke lima, di mana penyemaian benih padi yang kemarin dia buat harus dipindahkan. Karena saat ini, prosesnya sudah harus di taman.

Tanah di lahan sawah sudah diolah sedemikian rupa agar bisa di tanami bibit padi tersebut.

Jamal dan Ami nya, berencana untuk pergi bersama-sama ke sawah. Untuk menanam padi mereka.

"Kita gak perlu tenaga lain untuk membantu proses taman Mal?" tanya Umi, pada saat Jamal melarangnya untuk meminta bantuan orang-orang. Supaya ikut bekerja di sawahnya.

"Gak usah Ami. Jika perlu, Ami di rumah saja. Itu buah jeruk juga sudah mulai ada yang masak. Jadi lebih baik Ami memanen buah jeruk saja di rumah. Bagaimana?"

"Kamu bagaimana?" tanya Umi ragu.

Karena biasanya, di masa suaminya masih hidup, harus ada pekerja setidaknya lima orang. Yang bisa membantunya menanam padi-padi di sawahnya. Itupun dikerjakan hingga sore hari.

"Jamal bisa Ami. Tenang saja ya!" ucap Jamal yakin. Dia tidak mau Ami nya capek, karena harus bekerja keras di sawah.

"Baiklah. Ami siapkan bekal dulu ya," ujar Umi, yang diangguki oleh Jamal.

Jamal pun menunggu Ami nya di belakang rumah. Dia duduk di depan gudang, tempat penyimpanannya. Dengan memandang pohon-pohon jeruk yang sudah berbuah semua.

'Apa bisa, kebun pekarangan rumah ini jadi kebun buah jeruk?' batin Jamal dalam hati.

Tanpa diketahui oleh Jamal, apa yang dia inginkan itu diproses dan dikirim oleh sistem ke planet XMoon, yang merupakan pusat sistem beroperasi.

Kemungkinan besar, keinginan Jamal itu akan diproses di pusat sistem planet XMoon. Dan bisa direalisasikan pada waktunya nanti.

[ Ding ]

[ Cek in harian Tuan ]

'Oh iya. Kenapa Aku selalu lupa? Terima kasih ya, selalu diingatkan.'

[ Ding ]

[ Hari ini penyemaian bibit padi sudah sempurna ]

[ Misi selanjutnya adalah menanam bibit tersebut di tanah sawah yang sudah diolah seminggu yang lalu ]

'Biasanya butuh tenaga lima orang untuk menyelesaikan proses tanam di sawahku itu. Apa Aku bisa melakukannya sendiri?'

[ Ding ]

[ Tentu saja bisa Tuan. Dan orang-orang tidak akan ada yang tahu, jika Tuan mengerjakannya sendiri ]

'Benarkah? Jadi Aku tidak perlu khawatir dengan keadaan sekitar sawah?'

[ Ding ]

[ Orang-orang sekitar melihat keadaan sama seperti biasanya ]

'Baiklah kalau begitu. Aku siap bekerja sendiri di sawah.'

[ Ding ]

[ Bersiaplah Tuan ]

Tak lama kemudian, Umi datang dari arah dapur, dengan membawa rantang makan untuk bekal Jamal.

"Ini untuk bekal makan siang. Dan ini ada kopi untuk minum. Ada air putih juga. Yang semangat ya kerjanya!"

Umi memberikan pesan dan nasehat pada anaknya. Yang selama ini selaku patuh kepadanya.

"Iya Ami. Jamal berangkat ke sawah dulu," pamit Jamal. Setelah menerima bekal dari Ami nya, kemudian menatanya di keranjang yang biasa dia bawa ke sawah.

Dia juga sudah menyiapkan peralatan bertani yang dia butuhkan. Untuk alat yang akan dia gunakan nanti.

*****

Setibanya di sawah, bibit padi yang dia sebar lima hari yang lalu, sudah siap untuk di taman. Terlihat sangat subur dan bagus, sesuai dengan ukuran bibit yang seharusnya di pindahkan ke area persawahan.

Jamal melakukan proses pencabutan pada bibit padi tersebut. Kemudian membaginya menjadi beberapa bagian, sama seperti biasanya.

Tapi sekarang ini, proses itu disesuaikan dengan arahan sistem. Yang tampak pada gambar yang ada di layar transparan, yang hanya bisa dia lihat sendiri.

Setelah selesai, dia pun mulai untuk menanam bibit-bibit pagi tersebut.

'Aku sudah siap untuk menaman semua bubut padi ini.'

[ Ding ]

[ Proses tanam di mulai ]

1%

2%

3%

5%

6%

7%

Dan seterusnya, hingga selesai menjadi 100%. Dengan waktu yang diperlukan untuk menaman semua bibit padi tersebut, selama 5 jam kemudian.

*****

Setelah lima jam kemudian.

'Huhfff... akhirnya selesai juga.'

[ Ding ]

[ Proses tanam selesai ]

[ Waktu yang dibutuhkan sampai panen adalah 30 hari ]

'Hah, cepat sekali?

[ Ding ]

[ Ini terkait dengan sistem Tuan ]

[ Waktu normal masa tanam ke masa panen biasanya 4 bulan lamanya. Tapi sekarang dengan sistem ini, Tuan hanya butuh 30 hari saja. Atau 1 bulan lamanya ]

'Jadi, selama empat bulan lamanya orang-orang baru panen satu kali. Aku bisa empat kali panen?'

[ Ding ]

[ Benar Tuan ]

'Siapa yang akan beli padi milikku? Bukankah orang-orang melihatnya secara normal, sama dengan yang lainnya juga?'

[ Ding ]

[ Pembeli hasil panen padi Tuan ada khusus. Sama seperti panen yang kemarin juga ]

'Oh... jadi, pembeli itu juga terkait dengan sistem bertani ini?'

[ Ding ]

[ Benar Tuan ]

'Baiklah. Selama menunggu satu bulan lamanya, apakah Aku juga harus melakukan perawatan? Sama seperti biasanya juga?'

[ Ding ]

[ Semua proses sama seperti biasanya. Sistem hanya memberikan waktu yang singkat dan cara yang baik ]

Sekarang Jamal semakin tahu, bagaimana cara kerja sistem yang dia miliki.

Meskipun semuanya terkesan instan, tapi dia tetap harus mempelajari tentang tata cara yang seharusnya dikerjakan.

Sistem memberinya pembelajaran, dengan cara kerja bekerja di bidang pertanian yang dia tekuni. Jamal pun bersyukur, dengan adanya sistem yang dia miliki ini.

Sekarang, dia beristirahat di gubuk sawahnya. Menikmati makanan yang disediakan oleh Ami nya dari rumah. Dengan pemandangan hijau di sawahnya. Karena bibit padi yang tadi dia taman. Berangsur-angsur menjadi pohon padi, yang berkembang dengan baik dan subur.

1
Memyr 67
𝖻𝖺𝗋𝗎 𝖺𝗐𝖺𝗅 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈. 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗃𝖺𝗆𝖺𝗅 𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝗂𝖻𝗎𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗆𝗂, 𝗄𝗈𝗄 𝗆𝖺𝗅𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗎𝗆𝗂? 𝖪𝖤𝖯𝖱𝖨𝖡𝖤𝖭
Hidayat 92a
woy, udah g gadis kalee
Harman Loke
kuaaaaaaaaaaaaaaaaatkaaaaaaaannn teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss tekaaaaaaaaaaaaaaaaadmuuuuuuuuuu Jamal
Fano Jawakonora
dari awal bgs pada dekat"akhir cerita author bikin jengkel dasar kentut, nyesal sdh ikuti dari awal lain kli jgn lg bikin novel ya karwna jelek skl dn amburadul cerita mu
Fano Jawakonora
mls baca cerita jadi awal kmbali dasar author tdk profisional dlm membuat cerita author kentut bau
Fano Jawakonora
ujung lina pura" baik jg ank biar kawin sma jamal dasar murahan
Fano Jawakonora
ternyatanya koq jd jelek diahir ya
Fano Jawakonora
cerita kabualan masa sistim apaan sdh sukses tba"mulai ulg dari awal ceooooooo thor kentut bau, bgt juga dgn kina knp tdk mati sj orgjht bgt
Fano Jawakonora
knp lina tdk ikut meninggal juga
Fano Jawakonora
diundang je planey sistim hny ngeyel gk tau ngapain disitu
Fano Jawakonora
knp dibiarkan lina apem bau mencret dn hendra babi itu bebas, krn mereka jamal kehilangn sitim jamal juga kekewat baik smbagaikn sapi ditusuk hidung
Fano Jawakonora
si lina bau punya perbuatan itu, knp tdk ada yg bisa nebak sih
Fano Jawakonora
ohh hendra biadap, memang
Fano Jawakonora
si hendra juga goblok apa ya atau juga punya rencana hancurkn jamal
Fano Jawakonora
hufff goblok trllu berkebihan hny salamatan empat bulan hamil sj bikin sampai jatuh takabir pada hl dibaluk itu asa yg berencna lick dgn usulan acara tersebut yg tntunya silina bau apem busuk sebusuk"nya
Fano Jawakonora
percuma punya sistim tpi mendekteksi ada bhy datang utk jamal dn indah
Fano Jawakonora
gk kapok" si lina dasar apem bau kentut busuk
Fano Jawakonora
alaaah si lina kentut masih bereaksi
Fano Jawakonora
cerita hanya kawin dan dalam celana aja nih🤣
Fano Jawakonora
si jamal gara"minum susu campur madu kudapannya semakin kuat kaya rudal aja kekuatannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!