Diandra Zivana Athalla seorang gadis yatim piatu yang mencari nafkah dengan berjualan di taman kota setiap malamnya.
Diandra memiliki seorang sahabat yang bernama Galen Baim Pratama Syahputra. Galen sering menemani Diandra berjualan.
Suatu malam, Galen ada acara sehingga tidak bisa menemani Diandra. Gadis itu pulang dengan sepedanya.
Di tengah perjalanan seorang pria menghentikan sepedanya. Diandra diberi obat bius hingga pingsan. Setelah itu Diandra diperkosa. Trauma karena perkosaan membuat Diandra menjadi bisu.
Merasa bersalah dan juga kasihan dengan nasib Diandra, Galen menikahi Diandra.
Saat ijab kabul berlangsung, Diandra mengetahui jika pria yang memperkosanya itu adalah kakak kandung Galen yang bernama Adyatma Mahavir Alister Bagaskara.
Bagaimana kisah selanjutnya? Siapkan tisu sebelum melanjutkan membaca novel ini.
follow ig mama : reni_nofita79
Untuk mengenal dan mengetahui novel mama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Enam Belas. CTK.
Hari ini Diandra telah diizinkan pulang. Galen telah mempersiapkan apartemen untuk mereka tinggal.
Besok kedua orang tuanya Galen juga akan kembali dari luar negeri. Galen sudah tidak sabar ingin mengatakan jika dia telah menikah.
Galen memeluk pinggang Diandra sambil berjalan menuju mobilnya yang di parkir.
"Kita langsung ke apartemen. Baju-baju kamu dan peralatan yang masih dibutuhkan telah dipindahkan ke apartemen."
"Kapan kamu pindahkan."
"Aku minta bantuan teman buat pindahkan kemarin."
Sepanjang perjalanan menuju apartemen tangan kanan Diandra selalu dalam genggaman tangan kiri Galen.
Sebelum ke apartemen, Galen mengajak Diandra mampir ke supermarket. Membeli bahan buat masak.
Setelah membeli bahan makanan buat stok di kulkas, Galen melajukan mobilnya menuju apartemen.
Saat di dalam lift, Galen memeluk Diandra dan berkata,"Aku tidak pernah mengira semuanya akan jadi kenyataan. Kamu akhirnya jadi milik aku seutuhnya. Aku tidak pernah jujur tentang perasaan aku, karena takut kamu tidak memiliki perasaan sama dan itu akan merusak persahabatan kita."
Sampai di dalam apartemen, Galen mengajak Diandra segera masuk ke kamar. Ketika pintu kamar dibuka, Diandra kaget melihat kamar yang didekorasi sangat romantis. Diandra tidak pernah menduga jika Galen bisa seromantis ini.
"Masuklah. Aku sengaja persiapkan semua ini untuk kamu. Wanita yang paling aku cinta. Wanita yang pertama dan akan jadi terakhir juga hadir di hati ini."
Diandra memekuk Galen dan mengecup pipi pria itu.
Bagaimana mungkin aku bisa mengatakan jika yang melecehkan aku abang kamu, Galen. Kamu begitu baiknya. Kenapa harus pria itu yang melecehkan aku? Kenapa dia melakukan itu padaku? Apa salahku dengan abang Adit? Aku sebelumnya tidak mengenalnya. Ada rahasia dan motif apa pria itu melecehkan aku? Ya Tuhan, terlalu banyak pertanyaan yang ada dalam pikiran ini.
"Kenapa menangis? Apa kamu masih mengingat semua yang dialami kemarin? Apa yang harus aku lakukan agar kamu bisa melupakan peristiwa buruk yang pernah kamu alami?"
"Kamu telah melakukan lebih dari yang aku pikirkan. Aku menangis bukan karena ingat kejadian itu. Tangisku ini, tangis bahagia karena aku begitu dicintai. Aku nggak tau, perbuatan baik apa yang pernah aku lakukan sehingga Tuhan memberikan aku orang sebaik kamu."
Galen membalas memeluk Diandra, dan menggendong tubuh wanita itu ala bridal style. Galen meletakkan tubuh Diandra pelan ke atas ranjang.
Tiba-tiba Galen melihat Diandra memegang perutnya dan meringis. Galen menjadi kuatir.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Galen dengan wajah cemas.
"Sakit Galen, perutku sakit banget," ucap Diandra.
"Kenapa? Aku tadi meletakkan tubuhmu perlahan."
"Sepertinya aku datang bulan," gumam Diandra pelan, namun suaranya masih dapat di dengar Galen.
"Datang bulan? Menstruasi?" tanya Galen pelan. Diandra menganggukkan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Galen.
Tiba-tiba Galen memeluk Diandra erat dan mengecup pipi Diandra secara bertubi-tubi.
"Syukurlah kalau kamu datang bulan," ucap Galen.
"Kenapa kamu begitu senangnya?" tanya Diandra dengan wajah heran.
"Itu artinya benih ba*ji*ngan itu tidak ada di rahim kamu. Itu artinya kamu bebas dari benihnya."
Diandra jadi terdiam. Tidak pernah Diandra berpikir sejauh itu. Galen benar, Diandra harus bersyukur karena benih dari pria yang melecehkan dirinya tidak hidup dan berkembang di rahimnya.
Seandainya benih itu tetap ada, Diandra tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Apakah dia sanggup menerima dan menghadapi semua itu? Ternyata Tuhan masih menyayangi dirinya dengan tidak membiarkan benih itu tumbuh.
...****************...
Bersambung
semua saling memaafkan dan tidak menaruh dendam lg..
walopun di cerita ini Adit belum dapat pasangan, setidaknya penyakitnya sudah sembuh dan berubah menjadi lebih baik perilakunya..
semoga Diandra jg bisa sembuh total walopun tanpa harus ke psikolog..
dengan didampingi suami dan anak tercinta serta dukungan seluruh keluarga besar Galen..
baru tau ternyata Adit juga jatuh cinta sama Diandra sayangnya gak terbalaskan..
setelah tau Galen jg jatuh cinta sama Diandra, penyakit hati Adit kambuh dan akhirnya Diandralah yg jadi pelampiasannya..
di sini bisa kita ambil pelajaran, jika ingin menikah harus benar2 siap mental terutama..
karena ini dibutuhkan dalam menghadapi masalah apapun nantinya yg pasti dihadapi dalam dunia pernikahan..
finansial, anak, konflik dg keluarga besar semua pasti pernah mengalaminya..
satu hal yg penting, jangan pernah membanding-bandingkan anak2 kita, karena setiap anak terlahir berbeda sekalipun dari ortu yg sama..
jadi treatment tiap anak pun jg berbeda satu sama lain..
keren banget mam ceritanya..
ini novel terakhir yg kubaca di kategori "cinta yg menyedihkan"..
cuss lanjut novel2 di kategori lainnya..
jangan bosen baca komenku ya mam..
semoga sehat terus..
tetap semangat berkarya dan semoga sukses selalu..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩💕💕💕