NovelToon NovelToon
SEBENARNYA...

SEBENARNYA...

Status: tamat
Genre:Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:12.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: hijaudaun_birulangit

(Sudah tersedia versi cetak)


Perjuangan Andreas mendapat maaf dan cinta dari wanita yang telah ia nodai.

Andreas yang Tuan Muda dan terbiasa hidup mewah dengan segala fasilitas terbaik, sampai merelakan semua itu hanya demi mengejar Marisa, yang sayangnya begitu benci padanya sejak kehormatannya direnggut Andreas secara paksa.

Marisa yang hamil, terpaksa mengubur semua impian dan cita-citanya, bahkan harus rela dibenci Ibu kandungnya sendiri karena menjadi penyebab kematian Ayahnya.

Apakah menurut kalian orang yang jahat akan selamanya menjadi jahat?

Bisakah Marisa memaafkan Andreas yang telah meluluh lantahkan hidupnya?

Konflik yang menguras emosi serta air mata bisa kalian baca di sini.


Halo... Ini novel pertama saya di Noveltoon, ayo ikut larut dalam perjalan cinta Andreas dan Marisa.

Semoga menghibur ❤

-🍀-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hijaudaun_birulangit, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HARGA

Jam sudah menunjukan pukul delapan pagi ketika Marisa terbangun, dengan lemah ia menyandarkan diri pada kepala ranjang. Di lihatnya dirinya, masih memakai kemeja putih yang sama seperi yang semalam ia pakai.

Tiba-tiba Marisa tersadar jika semalam ia tidak pulang, ia teringat akan keluarganya yang pasti akan cemas karena ia tidak memberi kabar apa pun.

Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan mencari tas nya, ruangan itu redup karena lampu di matikan. Marisa membuka selimut yang menutupinya, kemudian dengan setengah memaksakan diri, ia bangkit untuk membuka gordeng di ruangan itu.

Ia tidak tahu kalau sebenarnya gordeng besar itu bisa terbuka secara otomatis jika ia memencet tombol remort yang berada di atas nakas samping ranjang. Dengan susah payah akhirnya Marisa berhasil membukanya, sinar matahari yang hangat menerpa tubuhnya. Ia menempelkan kepalanya di kaca jendela, jika dalam keadaan normal tentu Marisa menyukai ruangan itu.

Dari tempatnya berdiri, ia bisa melihat langit biru yang begitu luas dan di bawahnya Marisa bisa melihat keramaian kota dengan lalu lalang kendaraan dan gedung-gedung pencakar langitnya.

"Uugh..." Marisa merintih.

Seluruh tubuhnya terasa sakit terutama bagian intimnya, perlahan-lahan ia berjalan dan kembali duduk di pinggir ranjang. Di lihatnya di atas nakas terdapat dua lembar kertas, Marisa mengambilnya. Sebuah kertas memo berisi lima digit angka 23005 dan selembar cek dengan nominal 20 miliar, tangan Marisa gemetar memegang nya.

"20 miliar....??" Ia tak percaya.

Ia dan keluarganya begitu kesulitan mencari uang, bahkan kadang-kadang harus makan seadanya untuk bisa membayar semua cicilan hutang, dan kini di tangannya ada selembar cek 20 miliar. Hati Marisa kian merana.

"Apa dia menghargai aku 20 miliar...?" tanyanya pada diri sendri, ia tersenyum pahit.

Dengab perlahan ia berjalan menuju pintu, di pencetnya tombol-tombol pada alat yang terlentak di samping pintu sesuai dengan angka yang tertulis di kertas memo tersebut, kemudian di raihnya handel pintu, "Ceklek" pintu itu terbuka dengan mudah.

"Selamat pagi Nona...!" Seorang Pelayan wanita berkulit gelap dengan kisaran usia 45tahunan menyapanya.

Marisa masih terdiam di depan pintu, melihat wanita itu yang tengah sibuk membersihkan meja. Ia masih tampak begitu linglung.

Melihat Marisa yang masih tak beranjak dari tempatnya, wanita itu menghentikan kesibukannya.

"Anda mau mandi atau sarapan dulu?" tanyaanya ramah.

Di tuntunnya Marisa duduk di meja makan, di situ telah tersedia berbagai hidangan yang masih hangat.

"Jika Nona mau mandi dulu, akan segera saya siapkan air hangatnya." Pelayan wanita itu tampak mengambil sesuatu. "Saya juga sudah menyiapkan baju ganti untuk Nona."

Di tunjukkannya baju terusan semata kaki warna putih tanpa lengan dengan motif bunga matahari.

Marisa melihat baju tersebut sesaat kemudian melengos, itu bukan bajunya.

Pelayan Wanita itu tersenyum melihat Marisa yang masih tidak ada reaksi.

"Baiklah, saya akan menaruh baju di kamar dan menyiapkan air panas untuk anda mandi." Pelayan wanita itu berbalik pergi dengan membawa baju tadi.

Marisa masih diam tak memberi reaksi, Pelayan wanita itu berhenti berjalan dan berbalik menghadap ke arah Marisa duduk.

"Sebaiknya anda segera menyelesaikan sarapannya, ponsel anda dari tadi berdering." Pelayan wanita itu kembali tersenyum sebelum berbalik pergi.

Mata Marisa membelalak, "Di mana ponsel dan tasku?" tanyanya cepat.

Pelayan wanita itu menoleh ke arah Marisa, "Tuan Muda berpesan untuk menyerahkannya setelah anda selesai sarapan dan membersihkan diri."

Kening Marisa berkerut mendengarnya. "Di mana dia?"

"Tuan Muda sudah berangkat pagi-pagi sekali sebelum anda bangun." Pelayan wanita itu menjawab ramah sebelum kembali berjalan pergi untuk menyiapkan keperluan mandi Marisa.

Kini tinggal Marisa yang berada di ruangan itu, di pandanginya makanan yang tersaji di atas meja makan. Perutnya berbunyi, ia menelan air liurnya. Meski enggan akhirnya Marisa kalah dengan keadaan. Perlahan-lahan ia mulai mau memakannya.

Selesai makan Marisa segera mandi dengan cepat, kemudian berpakaian. Ia ingin segera mendapatkan tas nya kembali dan segera pulang.

"Silahkan tas dan baju anda." Pelayan wanita itu menyerahkan tas dan sebuah papperbag yang berisi baju lama Marisa.

Marisa segera mengambilnya, di buka tasnya dan di lihatnya barang-barang di dalamnya sambil melirik ke arah si Pelayan yang masih bediri di depannya sambil tersenyum ramah.

"Aah..." Wajah Marisa terlihat kecewa saat melihat ponsel nya mati kehabisan batrai.

"Di lobby sudah ada Sopir yang menunggu untuk mengantar anda pulang." Pelayan wanita itu kembali bicara.

Tapi Marisa tak mengubrisnya, dimasukannya kembali barang-barangnya ke dalam tas, kemudian di cangklongkan pada bahunya. Sambil menenteng papperbag, ia berjalan menuju pintu. Di pencetnya beberapa tombol yang sudah ia hapal. Begitu pintu terbuka, ia segera melangkah pergi tanpa mempedulikan si Pelayan.

Marisa berharap selamanya tidak akan kembali lagi ke tempat itu.

Di gedung pencakar langit Marthadinata Corp, di lantai 10 tampak beberpa orang berjas keluar dari ruangan. Di anatra mereka tampak Andreas dan Rendy.

"Memang jika sebuah perusahaan di pimpin oleh anak muda pasti muncul ide-ide brilian." puji seorang laki-laki beusia kisaran 70tahun.

Ia menjabat tangan Andreas yang tersenyum mendengar pujiannya, kemudian pergi di ikuti dua asistennya di belakang.

"Saya optimis perusahaan kita akan lebih berkembang di tangan anda." seorang laki-laki berusia 45 tahun dengan di dampingi seketarisnya menyalami Andreas sebelum ia pun pergi.

Ada sekitar delapan orang yang keluar dari ruang rapat dan semuanya menyampaikan pujian dan menyalaminya. Andreas merasa bangga,.para pemegang saham itu mendukungnya secara penuh.

Rendy yang berdiri di belakang Andreas terlihat sangat puas, ia tersenyum paling lebar. Semalam ia tidak tidur hanya karena memikirkan rapat hari ini. Dan ternyata para orang tua yang terkenal kolot itu sangat mendukung Andreas.

"Selamat." seorang laki-laki yang rambutnya telah beruban seluruhnya menyalaminya.

"Terimakasih atas dukungannya Paman Hertoni." Andreas tersenyum.

Rendy mundur beberapa langkah kebelakang untuk memberi mereka ruang bicara.

"Makan malam lah di rumah kami." Laki-laki bernama Hertoni itu berkata. "Eva bilang, kau sangat suka masakan Padang, terutama rendang. Dia sampai ambil les memasak supaya bisa memasakan makanan kesukaanmu itu." wajahny yang di penuhi keriput tersenyum.

"Ah,iyaa Paman.Saat ini saya masih sibuk sekali, mungkin setelah Papa sembuh, saya akan ke rumah bersama dengan beliau untuk makan malam."

Mereka berdua berjalan beriringan, dengan Rendy di belakang dan dua Asisten Hertoni berjalan mengikuti di belakang.

"Usia Eva sudah 30 tahun dan kalian sudah bertunangan selama hampir 6tahun. Wanita berbeda dengan Pria, aku harap kau tahu maksudku.." kata Hertoni sambil menepuk pundak Andreas sebelum ia dan dua asistennya berbelok ke sebelah kanan.

Andreas masih diam di tempat sampai Hertoni dan dua asistennya memasuki lift, ia menghela nafas dengan gusar.

"Saya rasa itu sebuah ancaman." kata Rendy begitu sampai di ruang kerja mereka.

Andreas merebahkan diri ke kursi sambil melonggarkan dasinya.

"Beliau ingin anda segera menikahi anaknya." kata Rendy lagi sambil duduk di depan Andreas.

Jarak mereka hanya di pisah oleh sebuah meja kerja.

"Menurut saya, sebaiknya anda turuti saja. Itu akan semakin memperkuat posisi anda dan perusahaan." Rendy terlihat antusias.

Andreas masih diam tak menaggapi. Di mainkannya bolpoint di atas meja.

Alis Rendy terangakat. "Ada apa Tuan Muda..?" tanyanya. "Bukankah rapatnya tadi berjalan sukses."

"Tidak, aku hanya kurang tidur." jawab Andreas santai. "Ada jadwal apa lagi hari ini?" tanyanya sambil iseng membuka-buka pesan di ponsel nya yang sudah menumpuk.

Dengan segera Rendy membuka layar ponsel nya.

"Ada rapat dengan investor setelah makan siang,lalu ada...."

Sebelum Rendy menyelesaikan kalimatnya, dengan tiba-tiba Andreas telah bangkit berdiri.

"Aku harus pergi...!" Ia membuka jas dan dasinya,.menaruhnya begitu saja di meja kerjanya. kemudian segera membuka pintu dan menghilang dari pandangan.

Rendy yang masih tidak mengerti hanya bisa terbengong di tempatnya.

"lalu bagaiman dengan rapat investor...? tanda tangan berkas yang menumpuk?bertemu manager kantor cabang?" Rendy terduduk di kursi sambil menepuk keningnya.

Andreas berjalan dengan tergesa-gesa, wajahnya terlihat menahan marah. Ia mengepalkan tangannya kuat-kuat saat teringat pesan whatsapp dari Bryan yang tidak sengaja tadi ia baca.

"Vodka&perawan.the best 🐺🤤"

Bryant Alexander Danubrata

1
Retno Desy (Ning)
Rendi anak angkat..
Retno Desy (Ning)
suka main perempuan jg ternyata
Retno Desy (Ning)
Bryan temen menyesatkan..
dan itu pasti narkoba kan
Retno Desy (Ning)
makin terbayang² ya ris,pandangan pertama walau dlm keadaan TDK baik🤣
Retno Desy (Ning)
lah pak Kirman siapa disini sebenernya yg salah
Retno Desy (Ning)
waduh kecelakaan..dan ini pasti andre
Retno Desy (Ning)
baca yg ke3x nya🥰🥰
Mugi
aku baca lagi min 💪💪🤭
Ciprut
karya terbaik
Al Fatih
sangat menyentuh hati ya kisa Marisa ini,dia gadis yg sangat berjuang keras demi bisa berkuliah di universitas agar suatu saat dia lus bisa mengangkat perekonomian keluarga ,harus di hadapkn dengan segala macam cobaan hidup,dan Andreas lelaki tampan mapan arogan dan tak Ter sentuh bisa takluk dan tunduk kepada Marisa karna satu kesalahan,Hem pokonya sangat thebest deh karya Ator yg satu ini
Al Fatih
datang lagi tur sekian purnama ,masih GK bisa muf,on,sama babang Andreas,ini yg kesekian kali nya aku baca novel sebentar.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
justru aku tertarik baca novel ini karena judulnya , alasan kedua karena komenen pembaca nya yg ketiga karena memang bagus ceritanya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
mau ikutan jawab ya 😂🤣 walau giveaway nya lewat

semua bab berkesan, aku pilih yg bisa buat aku terharu ini bab yg judulnya KEINGINANMU TERKABUL bab penuh bawang , POV Rendi yg bikin terenyuh siapa aja yg baca dan kebesaran hatinya Andre menerima Dave secara hukum sebagai anaknya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
wahhhh banyak nya pulsa 300k di tahun 2020 banyak nihh
kak author mengalir deras ya rejekimu.
yang bilang novelmu membosankan, hempaskan... dia maunya sat set Marisa dan Andre ketemu, tragedi p3m3rk*saan , terus nikah paksa , bahagia selama² nya.
abaikan kak abaikan...buatlah novel sesuai maumu bukan mau pembaca. karena novel yg bagus gk akan ditinggalkan pembaca justru banyak pembaca baru yg langsung jatuh cinta sama karya mu... sama kayak aku baca di tahun 2025 langsung terlope lope sama novel ini
semangat🥰
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
aku gk mau baca POV Rendy
GK kuat😭😭😭😭😭tapi penasaran
galau
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
sesuai harapan mu kan evaaaa😭😭😭😭😭makanya kalau ngomong jangan sembrono
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
yaaa gk mungkin kan Dave umur 3 tahun donorin darah buat Rendi 🤧🤧🤧sangking putus asa nya Eva
poor Rendi semasa hidup hanya ingin sama terlihat sempurna seperti Andreas tapi selalu dihina Eva...
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
kisah nya Johan ini gk kalah seru nya tapi kekunci😭😭😭
untung disini Spil tipis²
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
tapi yg kamu ucapkan soal Marisa suka sama Andre emang bener lenna...
tentang kamu yg mendesak Marisa segera menikah dg Andreas karena kamu cemburu dg Erwin agar melupakan Marisa itu juga benar , kamu berusaha mempertahankan pernikahanmu ... tapi sekali kali teflon di rumah diberdayakan ... kalau Erwin sok sok ingat Marisa lagi geplak aja pake teflon
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
RECOMMENDED‼️
KENAPA KALIAN HARUS BACA NOVEL INI⁉️

1. Banyak novel dg genre yg sama , tentang p3m3rk*saan dan berakhir nikah dg pelaku. disini beda , banyak pertimbangan sampai akhirnya Marisa mau menikah dg Andreas... gak mudah gaeesss perjuangan Andreas untuk mendapatkan hati Marisa , menguras emosi pembaca.

2. jempol buat author nya , keren banget dia buat karakter tokoh . di novel ini dijelaskan sifat baik buruk nya setiap tokoh... jadi pembaca gk akan jomplang dukung satu tokoh aja.

3. ceritanya bikin nagih, sekali baca gk akan bosen . aku nyesel baru ketemu novel ini dan semoga semakin banyak yg baca meskipun novel ini udah lama tamat nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!