S1~ BAB 1- BAB 66
.
Karena sebuah perjodohan menyatukan dua manusia yang tidak saling kenal, sang wanita yang cantik dan ceria harus di pasangkan dengan pria tampan namun sangat dingin dan cuek dan juga seorang dokter sekaligus direktur rumah sakit milik keluarganya.
Dengan merahasiakan pernikahan mereka apakah semuanya akan baik-baik saja?
🥕🥕🥕
S2 ~ BAB 67 - BAB 117
.
Mencintai pria dengan perbedaan kasta yang tinggi membuat Thea harus memendamnya dan tak boleh membiarkan perasaannya menghancurkannya tetapi pria tersebut terus terbayang di benaknya, bagaimanakah perasaan mereka berdua apakah saling mencintai atau tidak.
Yukkk kepoinnnn ceritanya!!
🥕🥕🥕
Follow Instagram @lala_syalala13
Follow TikTok @Lala_Syalalaa13
Follow Facebook @Lala Syalala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lala_syalala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PR S1 BAB 15_Marah
Raka lun masuk ke dalam dan menemui beberapa rekan bisnisnya maklum lah namanya juga acara untuk pengusaha jadi kebanyakan juga pengusaha.
Setelah di rasa tamu sudah hadir semuanya awak media pun meliput suasana di dalam ballroom yang sangat megah itu, saat Vania baru saja masuk dia tak sengaja melihat Raka dengan sang mama yaitu papa Wildan, entah kapan papa Wildan datang karena Vania memang tak di sana terus dia bergantian oleh Aldo sehingga tak tau kapan papanya datang.
Sedangkan rasa tadi setelah masuk ke ballroom dan berbincang-bincang dengan rekan bisnisnya ia melihat papa mertuanya sudah berada di dalam dengan mama bertanya juga sedang berbincang dengan papa Bagas dan juga mama Aida.
Raka lun mendekat ke arah mereka berempat dan di ikuti oleh Rizky pastinya.
"Pa, ma." sapa Raka.
"Raka, bagaimana kabar kamu?" tanya papa Wildan.
"Sehat kok pa, papa sama papa gimana?" tanya Raka balik.
"Sehat juga kok, oh ya tadi papa lihat Vania di sini ya?" tanya papa Wildan.
"Iya, pa. Dia jadi wartawan di sini," jawab Raka.
"Dasar emang ya, padahal suaminya datang sebagai tamu tapi tuh anak malah datang sebagai wartawan," ucap mama Devi.
Mereka pun berbincang-bincang dengan seru hingga tak menyadari Vania yang sesekali melirik ke arah mereka merasa dia terkacangkan.
Hingga acara selesai pun Raka sama sekali tak berusaha untuk mendekati Vania padahal Vania ingin sekali Raka mendekatinya dan mengajaknya berbicara dan juga menjelaskan tentang dirinya dari Nadia tadi sungguh sekarang ini hati Vania sangat panas terbakar cemburu.
"Van elo mau kemana?" tanya Aldo karena setelah membereskan kameranya Vania langsung pergi begitu saja.
"Pulang!" pekiknya dari jauh.
"Yah gw dong yang bawa nih kamera," keluh Aldo namun tetap membawa kamera tersebut.
Vania keluar dari ruang acara dan berdiri di lift menunggu lift terbuka hingga lift terbuka dan menampakkan seseorang yang Vania akan hindari mulai sekarang ini.
"Gak masuk?!" ucap Raka hang berada di sana saat melihat pintu lift akan tertutup lagi.
Rizky yang mengerti pun langsung keluar dari lift tersebut dan mempersilakan Vania untuk masuk ke dalam, dengan berat hati dia pun masuk dan memberi jarak cukup jauh dengan Raka.
Raka lun menekan lantai 30 dimana dia harus naik lagi karena ruangan ballroom tersebut ada di lantai 15, Vania berfikir mungkin saja Raka ada acara sehingga Vania tak curiga.
Sampai di lantai tersebut Raka langsung menggenggam tangan Vania dan masuk ke dalam salah satu kamar sweet room di sana.
"Raka, lepas!" pekik Vania mencoba memberontak namun langsung Raka gendong seperti karung beras saja istrinya itu.
Hingga masuk ke dalam kamar tersebut, Raka menurunkan Vania dengan pelan agar tidak menyakitinya.
Vania berusaha untuk pergi dari sana namun langsung Raka tahan dan dia pun menempelkan kepalanya dengan kepala sang istri, dengan nafas tersengal dia berusaha untuk menenangkan sang istri.
Vania juga mulai tenang karena dia merasa gugup dengan perbuatan sang suami, hingga dia merasakan bibir seksi sang suami yang di impi impikan oleh semua orang sudah mendarat mulus di bibirnya membuat Vania membelalakkan matanya namun dia langsung bisa mengimbangi sang suami.
Hingga sampai Vania tidak bisa bernafas karena ciuman panas mereka barunya Raka melepaskan pagutan mereka berdua.
"Masih marah?" tanya Raka yang memang tahu kalau sang istri sedang marah.
Vania tak menjawab membuat Raka tahu sang istri masih marah kepadanya, sekali lagi Raka mencium bibir tipis sang istri dan tangan kirinya dia jugakan untuk menahan pinggang sang istri sedangkan tangan kanannya sudah bergerak nakal di dada sang istri.
"Ahhh!" de*ah Vania saat merasakan tangan Raka sudah masuk ke dalam gaun nya dan mulai meraba area dadanya.
Raka terus melancarkan aksinya hingga suara bra yang di pakai oleh Vania pun terlepas karena ulah Raka.
Dengan Raka memperlakukan nya seperti itu membuatnya tidak bisa untuk berlama lamaan marah bukan apa lagi ini adalah pertama kalinya dia dan Raka menjadi intim seperti ini.
.
.
Bersambung..........