NovelToon NovelToon
°

°

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Patahhati / Balas Dendam / Poligami
Popularitas:139.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ollane

Adli Aplosso suami dari Almara memutuskan menikah lagi karena nyaris lima tahun pernikahan mereka tidak dikaruniakan anak.

Saat frustrasi tidak disentuh lebih dari tiga bulan oleh suaminya sendiri yang sibuk dengan istri keduanya Alma tidak sengaja memiliki hubungan skandal dengan sepupu suaminya.

Sean Aplosso, yang selalu menganggap dirinya sebagai pemerkosa karena sudah menodai Alma.

Seharusnya itu menjadi hal yang buruk. Saat Sean menawarkan penjara, hukum, polisi dan jaksa kepada Alma, agar Sean dipenjara, Alma menolak karena berpikir ini bukan salah Sean, tapi kesalahan di kedua pihak jadi saya tidak perlu menjebloskan diri sendiri ke penjara. Alma tidak mau berurusan dengan hukum apalagi suaminya. Toh tak ada bayi yang akan dikandung karena dia mandul.

Tapi saat terbukti sebagai perempuan sempurna yang tidak mandul, Alma ternyata hamil. Dan Sean memaksa untuk bertanggungjawab untuk menikahi Alma, suami dari Alma dan Ayah dari bayi itu. Meskipun Sean akan menjadi Ayah dan Suami dari penjara.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ollane, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16: Alma Tidak Butuh Tanggung Jawab Aldo

“Aldo?” Alma berubah tidak tega saat melihat Aldo

menangis. Rintihan tangis lelaki itu meledak, Aldo sangat merasa bersalah. Alma menoleh ke sekitar, takut tangis Aldo akan disadari oleh Bi Uyun dan beberapa satpam. Tapi anehnya, Bi Uyun dan dua satpam yang bernama Pak Asep dan Pak

Hasan datang tergopoh dalam keadaan khawatir.

Mereka bukannya menyeret Aldo pergi karena sesuai yang Adli katakan yang namanya Aldo jika didapati di rumah

mereka harus diusir! Malah ketiganya seperti mengkhawatirkan Aldo, seakan yang didapati menangis adalah majikan mereka sendrii.

“Tuan Aldo, Anda kenapa?” Bi Uyun duduk bersimpuh di depan dua tungkai kaki Aldo, dengan keibuan perempuan paruh baya itu menyentuh lutut Aldo yang gemetar.

Aldo menggelengkan kepala, “t-tidak, Bi. Kalian kumohon menjauh, jangan dekati saya.” Bi Uyun dan kedua satpam saling pandang, masih terlihat seperti mencemaskan Aldo dan enggan pergi.

“Kumohon kalian pergi. Pergi dari rumah ini, tugas kalian yang kuamanahkan untuk mengawasi Alma dari dekat, sekarang selesai. Berkemaslah dan pergi, kembalilah ke rumah utama dan

bekerjalah seperti biasanya. Uang tambahan nanti kukirim ke rekening kalian masing-masing.” Akhirnya mereka bertiga mengalah. Ketiganya pergi dan benar-benar berkemas, menyaksikan ketiganya keluar rumah begitu saja Alma membeku. Apalagi yang Aldo katakan barusan sudah menjelaskan segalanya, ternyata sejak awal Alma mengirim Bi Uyun, Pak Asep dan Pak Hasan untuk mengawasi Alma dari dekat di rumah ini. Agar Aldo bisa memata-matainya dan mengetahui semua gerak-gerik Alma tanpa harus melihatnya secara langsung.

Entah harus kecewa atau bagaimana, Alma menatap Aldo yang masih menangis. “10 tahun kamu mengawasiku melalui mereka?” Dulu Bi Uyun bekerja di rumah Alma sebagai pembantu. Setelah menikah Alma membawanya ikut serta ke rumah suaminya karena Alma pikir, Bi Uyun ‘lah yang paling bisa mengurusnya. Ternyata, Bi Uyun adalah mata-mata yang dikirim Aldo untuk mengawasinya. Sedangkan Pak Asep dan Pak Hasan, bekerja sebagai satpam setelah Alma menikah dengan Adli. Sebelumnya, Pak Asep pernah menjadi satpam di kampus Alma yang belum akan pulang bekerja jika Alma masih

ada di kampus, bahkan sampai tengah malam. Dan Pak Hasan adalah tukang ojek langganan Alma, karena lelaki paruh baya itu seringkali nongkrong di pangkolan dekat kampus. Setiap Alma lewat selalu saja menawarkan tumpangan, yang kadang

digratiskan oleh Pak Hasan. Jika dari kampus Alma pulang kemalaman, di pangkolan secara ‘kebetulan’ Pak Hasan masih ada di sana, berlagak menunggu penumpang, padahal sudah tugasnya dari Aldo agar Alma bisa diantar ke rumah dengan selamat.

“Katakan padaku Alma siapa pelakunya? Kumohon katakan padaku.” Aldo menangkup kedua pipi Alma, meremasnya.

Pandangan lelaki itu sendu dan ketakutan. Berharap Alma menjawabnya dan Aldo bisa menuntut balas.

Alma diam. Hal lain masih mengendalikan pikirannya. Ternyata meskipun jauh, Aldo selama ini dekat. Alma pikir selama 10 tahun Aldo benar-benar pergi dan tidak perduli. Ternyata, setiap gerak-gerik Alma selalu Aldo awasi.

Aldo berusaha membuyarkan lamunan Alma. Aldo sudah berhenti meratap, sekalipun air matanya terus mengalir. Kini dia

dipenuhi dendam, ingin menghajar pelaku tersebut. Siapa yang berani menodai Alma-nya? Aldo saja tidak bisa … wajah Aldo berubah suram. Tangkupan kedua tangannya di pipi Alma sedikit terlepas.

“Itu tidak penting … lagi pula itu sepenuhnya bukan pemerkosaan, aku juga bersalah, mendatangi lelaki mabuk dalam keadaan dipengaruhi oleh obat, jadi itu bukan sepenuhnya salah lelaki itu … ini juga salahku—” Tenggorokan Alma tercekat. Rasanya berat saat mengakui ini juga kesalahannya.

Alma kaget saat Aldo menyentuh perutnya, tangan Aldo mengusap di sana. “Bagaimana kalau kamu hamil—”

“Aku mandul,” Alma langsung memotong.

Aldo masih mengusap perutnya, Alma berubah tidak nyaman. “Kamu tidak mungkin mandul, Alma … kamu perempuan

sehat ….” Alma terhenyak saat Aldo menyingkap baju yang menutupi perutnya. Kepala lelaki itu menelusup dan mencium perut Alma. Alma mendorong kepala Aldo menjauh. Apa-apaan lelaki itu? Alma dibuatnya kaget setengah mati. “Apapun yang terjadi padamu, aku akan bertanggung jawab, Alma. Aku janji aku yang akan bertanggung jawab,” tangan Aldo menangkup tangan Alma erat. Lelaki itu tersenyum getir, berusaha meyakinkan Alma. “Jika kamu ternyata hamil—”

“Sudah kubilang aku mandul.” Alma memotong.

Aldo tetap melanjutkan kalimatnya, “jika kamu ternyata hamil, aku yang akan bertanggung jawab. Adli tidak mungkin akan menerima bayi itu. Apalagi kamu tidak harus mencari bajingan

itu untuk bertanggung jawab, biar aku yang bertanggung jawab.”

“Tak usah mengkhayal jauh, Aldo. Aku mandul.” Alma mengulangi kalimatnya, menatap Aldo tajam. “Kalimatmu itu seperti mengejekku.”

“Kamu tahu apa perasaanku saat kamu meninggalkanku sendirian di tepi jalan?” Pertanyaan Alma menohok Aldo. “Aku

tidak punya pilihan, dan akhirnya masuk sembarangan ke rumah orang, meminjam kolam berenangnya sebentar. Agar aku tidak usah menggoda siapapun karena pengaruh obat itu. Tapi sialnya aku, pemilik rumah itu memergoki. Dia juga setengah mabuk. Awalnya dia berniat menolong dan ke selanjutnya terjadi.” Menjelaskannya bibir Alma mengerut. Tubuhnya bergetar hebat. Dia hanya ingin menggunakan kalimatnya agar Aldo sadar, yang Alma butuh bukan pertanggung jawabannya tapi bagaimana menghilangkan perasaan bersalah ini! Dan rasa jijik Alma kepada dirinya sendiri. “Kamu tahu bagaimana perasaanku saat berada di sebuah bathub? Dinodai di sana, tapi tubuhku bukannya memberontak malah menerimanya dengan baik?” Alma mengguncang tubuh Aldo, “kamu tahu bagaimana

perasaanku, Aldo!?”

Alma menjauhkan diri, tangis wanita itu pecah. “Benar, perasaanku … menyesal, sedih dan jijik pada diri sendiri.” Melihat Alma menangis dan segila itu, Aldo semakin merasa bersalah. Aldo pikir dirinya tidak pantas untuk hidup.

“Pergilah, Aldo … kumohon. Kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku hamil atau tidak, sudah kubilang aku mandul. Tak ada

yang perlu bertanggung jawab, hanya saja bagaimana caranya menghilangkan perasaan bersalah ini. Dan bagaimana caranya agar aku tidak jijik pada diriku sendiri lagi. Dan kupastikan, kamu sendiri tidak tahu bagaimana caranya ‘kan? Jadi kehadiranmu itu tidak berguna, lebih baik kamu pergi dan tinggalkan aku di

rumah ini.”

Aldo bangkit atas permintaan Alma dia tidak punya hak untuk menetap atau menolak, punggungnya sudah gemetar karena

menahan tangis. “Aku pergi, Alma.” Aldo memaksakan senyum, “aku tidak akan datang lagi.”

Alma membiarkannya pergi.

Langkah Aldo sempoyongan. Di depan rumah sudah ada Bi Uyun, Pak Asep dan Pak Hasan. Mereka masuk ke dalam mobil

Aldo. Ketiganya adalah pelayan setia di rumah utama keluarga Aldo. Setelah tugasnya mengawasi Alma telah selesai, mereka kembali pada rutinitas yang sudah mereka tinggalkan semenjak 10 tahun yang lalu, yaitu kembali bekerja di rumah utama. Aldo nyaris jatuh karena bahkan dirinya sendiri sudah tidak memiliki tenaga dan stamina, Pak Asep menangkap tubuhnya. Aldo kembali menangis, Bi Uyun berusaha

menenangkannya dengan mengusap lembut punggungnya. Pak Hasan juga tidak segan menyisiri rambut-rambut halus Aldo. Untuk sekarang, mereka bertiga memang menyelamatkan

Aldo dari perasaan bersalah. Tapi tidak untuk ke selanjutnya.

1
katerina
lanjutkan karya bagus ini
Eka Pengestu
padahal bgus loh...knpa slalu buat cerita yg gantung gini sih thor kek di PHP in..😫
cinta pertama
ditunggu updatenya Thor
cinta pertama
yah... penasaran deh? lanjutkan Thor
cinta pertama
benar-benar menguras emosi dan bikin penasaran. semangat kak ollane... author favoritq
NandhiniAnak Babeh
author kemana ya.. sudah 2 bulan ga ada kabarnya lagi nih 🤔🤔🤔
Rika Jhon
ahaha sean bnr2 udh gila bkn stres lg..tpi aq suka n mendukung itu😀
Rika Jhon
ahaha sean stres🤣
Rika Jhon
ahaha ngakak bgt sm kelakuan ny sean
Rika Jhon
ahaha sean menghayal alma hamil dan dy akn memiliki anak dr alma
Rika Jhon
do'a mu aq dukung sean..dan akan di kabulkan olh otor ny😁
Rika Jhon
wuih sean udh mulai fall in love sm alma tpi dy tdk menyadarinya
NandhiniAnak Babeh
author where are you
NandhiniAnak Babeh
author Cepat bangun dan up lagi.. aku begitu setia dengan Karyamu sampai² slalu mengintip ke lapak mu di setiap waktu nya
NandhiniAnak Babeh
author dimanakah dirimu.. jangan bikin reader jadi tergantung seperti ini 😩😩😩😩😩
Vinna_hot mommy
wew....msh blom up jga c othor....
sampe lumutan akoh...
sampe2 ai selingkuh sama tetangga sebelah,eh ..pas ngintip ksni msh blom2 jga ..
ande
up up up up😊😊😊😊
Lenabid Daeng Lumang
udh gk up lg y Thor😁SDH terlalu lama diriku menunggu🤭
Lenabid Daeng Lumang
kadang geram jg sma si Alma,,kan jadi kasihan sma Sean

semangat y Sean aku ad d pihakmu kok💪😊
Indah Tuk Di Kenang
up dong thorrr...semangat💪🏻💪🏻💪🏻💪🏻ada aku yang menunggu😭😭walau berat😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!