NovelToon NovelToon
The Nick'S Life

The Nick'S Life

Status: tamat
Genre:Cinta Murni / Tamat
Popularitas:635.7k
Nilai: 5
Nama Author: D'Adrianz

Nick, usia 24 tahun. Memiliki wajah tampan, otak encer dan karir cemerlang. Namun semua itu tak membuat hidupnya bahagia. Hidupnya mulai terasa indah ketika bertemu dengan seorang gadis bernama Azizah.

Bersama Azizah dia merasakan artinya cinta. Namun sayang, orang tua Azizah tak merestui hubungan mereka. Demi bisa bersama, keduanya nekad melakukan hal terlarang yang berbuah petaka.

Nick dan Azizah berpisah dengan cara tak terduga. Kecelakaan tragis yang menimpa dirinya juga Azizah telah mengubah hidup pria itu seratus delapan puluh derajat.

Mampukah Nick menata hidupnya kembali? Apakah dia akan bersatu kembali dengan Azizah atau menemukan tambatan hati yang baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon D'Adrianz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekasih Gelap

“Denis...”

Semua yang duduk bersama Denis langsung mengarahkan pandangannya pada sosok yang memanggil nama sahabatnya itu. Terlihat seorang wanita berusia menjelang 40 tahun mengenakan dress mini press body dengan rambut berwarna merah kecoklatan berdiri di dekat tempat mereka. Denis sendiri cukup terkejut melihat wanita tersebut.

“Tante Alfi..”

“Sssttt.. siapa bro?” tanya Arnav penasaran.

“Guys.. kenalin ini tante Alfi, salah satu klien gue.”

Wanita yang bernama Alfi tersebut mendekat ke arah teman-teman Denis kemudian menyalami semua yang ada di sana satu per satu. Dia harus membungkukkan tubuhnya sedikit karena posisi yang lain tengah duduk. Arnav meneguk ludahnya kasar melihat belahan pepaya montong Alfi yang menyembul dari balik dressnya yang memiliki belahan dada rendah.

“Surprise loh ketemu kamu di sini.”

“Iya tan,” Denis terlihat tidak nyaman dengan kehadiran Alfi. Nick yang tahu kalau Alfi adalah salah satu tante yang memelihara Denis hanya diam saja memperhatikan wanita tersebut.

“Den.. ikut tante ke mobil. Ada oleh-oleh dari Yogya. Tadi pagi tante baru pulang dan kebetulan belum diturunkan dari mobil.”

Denis sedikit ragu, namun melihat Alfi yang begitu memaksa, mau tak mau pria itu beranjak dari duduknya kemudian mengikuti wanita itu keluar dari tempat makan. Sedang yang lain melanjutkan perbincangan tanpa merasa curiga dengan kepergian dua orang tersebut.

Denis terus mengikuti Alfi yang berjalan di depannya. Mereka sampai di depan Kijang Innova keluaran terbaru berwarna silver. Kendaraan Alfi terparkir cukup jauh dari tempat makan tadi dan berada di lokasi yang cukup sepi. Alfi memberi kode pada supirnya untuk pergi. Kemudian wanita itu masuk ke dalam mobil. Dia menarik tangan Denis untuk ikut masuk ke dalam.

Baru saja Denis duduk, Alfi langsung menyerangnya. Wanita itu menyambar bibir Denis dan me**matnya penuh gairah. Denis berusaha melepaskan diri, namun Alfi tak membiarkanya. Dia terus saja me**mat dan memagut bibir pria itu hingga akhirnya Denis mengikuti permainannya. Setelah beberapa saat, ciuman mereka berakhir.

“Tante kangen sama kamu, Den,” Alfi menyandarkan kepalanya di dada Denis.

“Maaf tan, aku banyak kerjaan akhir-akhir ini.”

“Kamu di Bandung sampai kapan?”

“Besok juga pulang tan.”

“Kamu lagi ada kerjaan ngga sekarang?”

“Ada tan. Aku lagi ada proyek film layar lebar. Mungkin dua minggu lagi udah mulai syuting.”

“Hmm.. kita jadi jarang ketemu. Padahal si papi lagi dinas keluar negeri. Tadinya tante mau ajak kamu liburan ke vila,” Alfi memainkan jarinya di dada Denis, membentuk gambar abstrak.

“Nanti deh, aku lihat jadwalku dulu.”

“Bener ya?” tanya Alfi dengan wajah berbinar.

Denis menganggukkan kepalanya. Alfi bersorak gembira. Dia langsung naik ke pangkuan Denis, kekasih berondongnya yang telah menjalin hubungan selama dua tahun. Alfi merupakan salah satu tambang emas Denis. Dari wanita itu, Denis mendapatkan koneksi hingga bisa mendapatkan posisi sebagai Director of Photografi di salah satu film layar lebar yang booming tahun lalu.

Alfi sendiri adalah istri seorang pengusaha furniture. Dia hanya punya satu anak perempuan berumur 13 tahun. Suaminya sering bepergian ke luar kota bahkan luar negeri mengurusi bisnisnya. Hal tersebut yang membuatnya kesepian dan akhirnya melampiaskan hasratnya yang tak tersalurkan pada Denis. Pria muda yang baru saja berusia 24 tahun. Selain tampan, Denis juga dapat memuaskan hasratnya di ranjang.

“Main sebentar yuk Den,” bisik Alfi manja di telinga Denis.

Demi pundi-pundi uang yang akan membuat rekeningnya bertambah gemuk, Denis mengabulkan permintaan wanita itu. Dia segera menyambar bibir tebal Alfi, kemudian me**matnya dengan ganas. Tangannya meremat bulatan kenyal yang ukurannya cukup besar, membuat sang empu men**sah keenakan.

Alfi mengangkat tubuhnya sedikit ketika Denis membuka celananya. Keduanya bersiap mengarungi surga dunia di tengah kesempitan waktu dan tempat. Tubuh polos Alfi terus bergerak di atas pangkuan Denis. Pria itu juga ikut bergerak agar aktivitas panas mereka cepat selesai.

Tak lama terdengar jeritan Alfi ketika sampai di puncaknya. Dia segera turun dari pangkuan Denis kemudian mengu**m junior pria muda itu. Denis meracau merasakan ku**man Alfi yang memang begitu memanjakan juniornya. Tak lama cairan hangat miliknya keluar di dalam mulut Alfi.

“Makasih sayang.”

Alfi me**mat sebentar bibir Denis usai percintaan singkat mereka. Setelah itu Denis turun dari mobil kemudian kembali ke tempat di mana teman-temannya menunggu sambil membawa dua buah paper bag di tangannya. Sebelum naik ke atas, dia terlebih dulu membelokkan diri ke toilet untuk membersihkan area intimnya sebentar.

Saat Denis kembali menemui teman-temannya, mereka telah memulai acara makannya. Tanpa banyak bicara, pria itu langsung bergabung dan melahap makanannya. Perutnya yang sudah lapar sedari tadi bertambah lapar sehabis melakukan aktivitas yang menguras tenaga.

“Lama amat lo ambil oleh-oleh doang,” tegur Abe.

“Parkirnya lumayan jauh. Sekalian ngobrolin bisnis dulu, sayang kalau ada cuan di depan mata dilewatin.”

“Gue kira lo lagi en*-*na dulu sama tuh tante,” celetuk Arnav asal.

Uhuk.. uhuk..

Meta juga Iza terbatuk mendengar ucapan Arnav. Dengan kesal Nick mengeplak kepala sahabatnya itu yang tak bisa menyaring ucapannya. Arnav hanya melemparkan cengiran kuda begitu menyadari kesalahannya.

🍂🍂🍂

Usai resepsi, kedua keluarga berkumpul bersama menikmati makan malam. Acara ini dimaksudkan pula untuk mengenalkan pasangan pengantin dengan keluarga kedua belah pihak. Maklum saja, pernikahan memang terkesan mendadak. Kurang dari tiga bulan, mereka sudah menggelar pesta pernikahan. Bahkan pasangan pengantin masih belum mengenal satu sama lain.

Fahrul terlihat tak terlalu antusias mengikuti jalannya makan malam. Terlebih ketika mendengar orang tuanya terus memuji wanita di sampingnya yang telah sah menjadi istrinya. fahrul melirik wanita yang telah berganti pakaian mengenakan gamis dan hijab yang terulur sampai ke dada.

“Rencana kamu setelah menikah apa, Mai? Apa kamu mau bekerja?” tanya ibu Fahrul.

“Aku mau kerja, ma. Itu juga kalau kang Fahrul mengijinkan.”

“Diijinkan ya Rul, kalau Mai mau kerja. Sebelum kalian punya anak, lebih baik Mai kerja dulu dari pada diam di rumah.”

“Aku terserah dia aja ma,” jawab Fahrul singkat.

Humaira atau yang biasa dipanggil Mai, menyunggingkan senyumannya. Dalam hatinya bersyukur mendapatkan mertua yang begitu baik dan perhatian padanya. Namun di saat yang bersamaan, dia juga merasakan sikap dingin suaminya.

Selesai makan malam, para orang tua meminta pasangan pengantin kembali ke kamar. Mai berjalan di belakang Fahrul, mengikuti pria itu menuju kamar pengantin mereka yang terletak di lantai 15. Jantungnya berdegup kencang ketika kakinya melangkah masuk ke dalam suite room.

Mata Mai memandang ke arah ranjang yang telah dihias sedemikian rupa. Lembaran kelopak mawar bertebaran di atas ranjang. Ditambah kelambu yang menghiasi sekeliling ranjang. Mai keluar dari ruang tidur, kemudian menghampiri Fahrul yang tengah duduk di sofa sambil menonton televisi. Dia duduk bersebelahan dengan Fahrul.

“Kang.. ada yang harus kita bicarakan.”

“Soal?”

“Hubungan kita.”

Fahrul menghentikan kegiatannya yang tengah mengganti-ganti chanel, mencari saluran yang pas untuk ditontonnya. Dia menoleh ke arah Mai yang belum membuka mulutnya lagi. diletakkan remote ke atas meja, lalu pria itu mulai serius menanggapi ucapan sang istri.

“Apa yang mau kamu bicarakan?”

“Aku tahu kalau kita menikah karena keputusan kedua orang tua kita. Tapi aku bersungguh-sungguh menjalani pernikahan ini. Aku berharap akang bisa menjadi imamku yang akan membimbingku meraih Jannah-Nya. Aku akan berusaha memahami akang, menerima semua kelebihan dan kekurangan akang. Dan yang terpenting, kita harus membangun kepercayaan. Kita bisa memulainya dengan saling jujur dengan diri kita. Akang bisa menanyakan apapun yang akang ingin tahu dariku. In Syaa Allah aku akan menjawabnya tanpa ada yang ditutupi.”

“Lelaki yang tadi datang ke pesta dan berbicara cukup lama denganmu, apa dia kekasihmu?”

“Kang Rizky maksudnya? Dia bukan kekasihku, tapi memang hubungan kita cukup dekat. Kami pernah berencana untuk menikah, tapi ternyata Allah tidak menjodohkan kami.”

“Apa kamu mencintainya?”

Mai menatap Fahrul cukup dalam. Dia cukup bingung kenapa hal pertama yang ditanyakan oleh Fahrul adalah Rizky. Tadinya dia berpikir Fahrul akan bertanya tentang kehidupannya, apa yang disukai dan tak disukainya.

“Iya.. tapi dulu sebelum aku memutuskan menerima pernikahan ini. Sekarang aku hanya mencintai suamiku.”

“Haaahhh.. mencintaiku? Kita bahkan baru hari ini bertemu. Bagaimana kamu bisa bilang kalau mencintaiku?”

“Aku mencintaimu karena Allah. Karena akang adalah orang yang diberikan Allah kepadaku. Lalu bagaimana dengan akang? Apa akang masih mencintai mantan kekasih akang?”

“Iya.”

Jawaban singkat Fahrul cukup mengejutkan Mai. Bohong jika dia tak merasa sakit hati. Sejatinya bukan hanya Fahrul yang terpaksa menerima pernikahan ini, dirinya pun terpaksa menerima pernikahan yang telah direncanakan oleh orang tuanya. Namun dia berusaha menerima semuanya dengan ikhlas dan berusaha menjalani pernikahan ini sebaik mungkin. Tapi begitu mudahnya Fahrul mengatakan kalau masih mencintai mantannya tanpa mempertimbangkan perasaannya.

“Karena sudah terlanjur, kita jalani saja pernikahan ini. Sebagai suami aku akan bertanggung jawab atas kehidupanmu. Kamu boleh bekerja atau melakukan apapun yang kamu suka, aku tidak peduli. Tapi jangan paksa aku untuk memberimu nafkah batin. Selama kamu masih memendam perasaan pada lelaki masa lalumu, maka selama itu pula aku tidak akan menyentuhmu. Karena aku tidak mau menyentuh wanita yang memikirkan pria lain.”

Fahrul beranjak dari duduknya lalu berjalan memasuki ruang tidur. Tak lama dia keluar setelah membalut tubuhnya dengan jaket. Mai berdiri melihat sang suami seperti sedang bersiap untuk pergi.

“Akang mau kemana?”

“Aku mau menyusul teman-temanku. Sekarang mereka sedang berkumpul. Tidak usah menungguku, tidur saja kalau sudah mengantuk.”

Fahrul membuka pintu kemudian melangkah keluar tanpa mempedulikan tatapan nanar sang istri. Mai mendudukkan kembali dirinya di sofa. Berulang kali dia mengucap istighfar. Hatinya terus berdoa memohon kekuatan untuk menjalani pernikahan yang sepertinya penuh liku dan terjal.

🍂🍂🍂

Di tengah cahaya keremangan, dua orang insan yang tengah terbakar hasrat masih asik bergelung di atas ranjang berukuran king size. Deru nafas dan ******* saling bersahutan memenuhi seisi ruangan. tanpa mempedulikan keringat yang mulai membasahi tubuh, keduanya terus bergerak, berusaha saling memuaskan satu sama lain.

“Oohh.. sayang,” racau sang pria.

Fahrul memacu tubuhnya di atas Reisa. Keduanya melampiaskan hasrat terlarangnya di sebuah kamar hotel yang letaknya tak jauh dari hotel tempat Fahrul menggelar pesta resepsi. Ucapan Fahrul pada Mai yang mengatakan akan berkumpul dengan teman-temannya, nyatanya bohong belaka. Lelaki ini justru menemui kekasih gelapnya. Malam pertama yang seharusnya dihabiskan bersama istri sahnya, Fahrul malah memilih bersama Reisa.

“Aaahhh.. sayang.”

Kembali terdengar racauan Fahrul saat miliknya merasakan kenikmatan bertubi dari tubuh di bawahnya. Walau usia Reisa masih terbilang muda, belum genap 18 tahun. Namun kemampuannya di atas ranjang sudah seperti pemain profesional saja. Itulah yang membuat Fahrul tak pernah bosan menyentuhnya. Reisa selalu dapat memuaskannya.

Fahrul terus menggerakkan pinggulnya maju mundur. Reisa memeluk erat leher kekasihnya itu, sebentar lagi dirinya akan meledak. Lenguhan panjangnya terdengar saat mencapai pelepasan. Tak lama Fahrul menyusul, cairan hangatnya memenuhi sarung pengaman yang selalu digunakannya saat bercinta dengan Reisa.

Fahrul mengangkat tubuhnya kemudian membuang sarung pengaman ke dalam tempat sampah. Dipungutinya pakaian yang berserakan di lantai lalu memakainya dengan tergesa. Waktu telah menunjukkan pukul satu pagi. Artinya sudah lebih dari tiga jam dia menghabiskan waktu bersama Reisa.

“Kakak mau kembali ke hotel?”

“Hmm.. keluargaku masih berada di sana. Aku ngga mau mereka curiga kalau aku ngga ikut sarapan bersama.”

“Berapa lama kakak di Bandung.”

“Rencananya aku akan tinggal di rumah orang tua Mai selama seminggu baru pulang ke Jakarta. Kamu sabar ya sayang. Nanti kita ketemu kalau aku sudah kembali. Aku akan kirimkan uang jajanmu besok pagi.”

Fahrul selesai berpakaian. Dihampirinya Reisa yang masih berbaring di kasur tanpa terbalut benang sehelai pun. Dia mengecup kening dan me**mat sebentar bibir kekasihnya itu, kemudian bergegas keluar dari kamar.

Fahrul memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Jarak yang tidak terlalu jauh, ditambah lalu lintas yang sepi membuat dirinya tiba lebih cepat. Pria itu memencet angka 15 pada tombol di lift. Tak lama kotak persegi itu bergerak naik.

Fahrul membuka pelan pintu kamar kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang tidur. Keadaan ruangan sudah temaram. Nampak Mai sudah tidur dengan pulasnya. Fahrul masuk ke kamar mandi untuk berganti pakaian. Tak lama dia keluar kemudian merangkak naik ke atas kasur. Direbahkan tubuhnya di samping Mai dengan posisi saling membelakangi. Karena lelah, Fahrul dengan cepat tertidur.

🍂🍂🍂

Fahrul minta disunat lagi kayanya nih😤

1
Kas Mi
d rendang thor😄🤣🤭
Kas Mi
apalagi aku thor g mungkin..nope bu diah aj aku g punya😄🤣
Kas Mi
/Good//Good//Good/
Kas Mi
kan g d ksih sodium nick mnis.y🤣😄
Kas Mi
aku baru engeh klw bca kisah bpk.y zayn..thor aku lp klw arnav bpk.y siapa?
Kas Mi
buseet dah jadwal mma.y kya dokter praktek aj thor🤣😄
sri murlini
kpn bikin karya lg tor
🅵🆉🆁 αժɾíαղ: Cek akun Ichageul. aku banyak bikin karya di akun itu
total 1 replies
🌸ReeN🌸
bener2 bagus bgt ceritanya, sahabat sejati yg bener2 setia apapun yg terjadi, recomended bgt
🌸ReeN🌸
aku kira namanya jarvis, bukan anak pertama meta sama ridho namanya jarvis ya
Oky Uchy
aku baru baca novel ini krna penasaran dg kisah cinta org tuanya attar,zayn dan kawan2 ternyata seru ya kak....
Intan Pakpahan
The Ramadhan😁
Intan Pakpahan
ohhh disini awal ktmu keluarga Ramadhan yach...
Intan Pakpahan
mampir sini abis dr Azzam, lannjjottt Nick😁
Euis Sri
ada,.jadi kangen ama Rizal Poppy Sarah Regan
Nabila hasir
akhirnya arnav souldout juga.
Nabila hasir
author sedihnya itu nick ma iza kenapa nyesek banget.
padahal nabila cuman baca.padahal cuman crita.
sampek anakku nanya di sampingku.
emak nangisi apa.nangis kenapa??
ini baca crita online.
heheheheh
Nabila hasir
di antara sahabat nick.hanya arnav yg gak sejodoh ma pasangannya.arnav ma meta berpisah
Nabila hasir
kok sedih ma arnav
Nabila hasir
ternyata meta ma ridho.
arnav kasik jodoh pasangan juga donk .
Nabila hasir
author piye iki.
nbila nangis trus bacanya ini.
😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!