Bentley Reagan Carter masih betah menjomblo di usianya yang hampir kepala empat karena gadis yang selalu posesif padanya.
Elna Alexandra Graham, seorang gadis yang mencintai adik dari sang ayah, dan tenyata cinta itu juga berlabuh di hati pria matang itu...
tapi Elna tidak tau ada rahasia apa di balik pria itu, apa mereka bisa bahagia? atau malah cinta mereka terhalang restu keluarga?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gadis masa lalu...
"aku setuju, dan aku akan meminta om Ben mengajak dua asisten tampannya, kalian setuju," jawab Elna senang.
"ya itu benar, ah om Mike yang begitu manis," kata Nana mendapatkan toyoran dari Elna.
Lola dan Fafa tertawa, akhirnya kelas pun masuk, Lila duduk dengan Fafa, dan pria yang duduk bersama Fafa pun di usir oleh gadis itu.
bahkan semua orang terpana melihat Lila yang begitu cantik sekarang, terlebih gadis itu bergaul dengan para gadis populer.
belum lagi barang branded yang di bawa juga tak kalah oleh Elna, terlebih gadis itu berubah mendadak.
Elna dan Lila seakan bersaing dalam pelajaran matematika dan juga fisika, bahkan semua kelas di buat pusing oleh dia gadis itu.
kelas pun berakhir, dan Keduanya tertawa, sedang Fafa dan Nana tak ada pelajaran yang masuk ke kepala mereka.
"ayo ke kantin, aku rasanya ingin makan siomay pak pul nih, cepetan," kata Elna menyeret Nana.
"ya!!! jangan menarik ku, kau bisa membuatku muntah," kata Nana protes.
sesampainya di kantin benar saja Elna sudah memesan siomay dan juga rujak buah kesukaannya, dan tak lupa memesankan untuk teman-temannya juga.
Lila dan Fafa baru sampai, dan terkejut saat mencicipi es jeruk nipis yang cukup enak pesanan Elna.
"biar sadar kalian semua, cepat makan sekarang," kata Elna.
mereka pun makan dengan santai, tapi tak butuh waktu lama hingga rombongan geng Mak lampir datang.
Elna pun tak perduli akan hal itu, Friska pun datang bersama gengnya.
"jika kalian ingin terusir silahkan ganggu kami, tapi jika tak ingin ada masalah lebih baik pergi sekarang," kata Lila.
"hei gadis miskin diam, kau mendadak kaya karena di ksihani teman-teman bulsyit mu ini bukan," kata Friska.
"hei mulutmu minta di cabein lagi, atau mau aku bakar tu muka, cih ganggu orang makan saja," kesal Elna.
"kenapa memang siapa dirimu berani mengusir kami," marah salah seorang putri DPR di sana.
Lila bersiul, lima orang siswa berdiri dan langsung menyeret keempat gadis itu.
ternyata mereka adalah pengawal pribadi Lila yang baru di masukkan oleh suaminya.
dan selama ini Lila tak ingin merepotkan suaminya, tapi sekarang dia sadar jika dia harus memanfaatkan suaminya yang begitu menyayangi dirinya.
"selesai bukan," kata Lila tersenyum.
"anjir, apa itu tadi, aku mimpi geng lampir pergi di seret adik kelas," kata Nana tak percaya.
Lila pun memberikan isyarat untuk menutup mulut sambil tersenyum, sedang Elna tertawa pasalnya di tau benar siapa Lila sebenarnya.
"oh ya, tapi nanti malam aku tak bisa mentraktir ya, habis uang jajan ku di potong lagi," kata Fafa sedih.
elna pun mengirimkan uang sepuluh juta untuk temannya itu, dan Fafa terkejut melihat transferan ke tabungannya dari nomor rekening Elna.
Fafa pun begitu berterima kasih, terlebih Elna tau kondisinya setelah Adnan mengatakan dan menyelidiki gadis itu seutuhnya atas permintaan dari Ben.
itulah kenapa Adnan juga kadang diam-diam membantu Fafa lewat Elna, seperti hari ini sebenarnya itu adalah uang yang di kasih Adnan untuk Fafa.
tapi semua di lakukan dengan rahasia karena ini Adalah niatan baik dari Adnan untuk gadis itu.
mereka kembali ke dalam kelas lagi untuk mengikuti pelajaran selanjutnya.
sedang di perusahaan, saat ini Ben sedang di lobi karena akan keluar dan menunggu mobil di siapkan.
tak sengaja dia melihat berita tentang pemakaman dari pria yang mengaku raja dunia dan berani ingin merebut Elna.
sekarang pria itu pun sudah mati dan tak akan ada yang berani mengincar keponakan tercintanya itu.
asisten Mike pun menjemput Ben dan memutuskan untuk berangkat sekarang.
mereka pun akan pergi ke sebuah gereja, itu adalah gereja yang berada di tempat yang cukup terpelosok.
tapi Ben mengetahui bahwa Gereja itu begitu asri dan lagi di sana ada panti asuhan yang khusus untuk merawat anak-anak dengan berkebutuhan khusus.
jadi Ben akan menjadi penyumbang di panti asuhan itu, terlebih dia memiliki rezeki yang berlimpah jadi tak salah untuk berbagi pada yang membutuhkan.
sesampainya di sana, Ben pun meminta asisten Mike mengeluarkan semua yang mereka bawa.
Ben menuju ke kantor kepala panti untuk memberikan sumbangan, dan mobil yang membawa sembako juga datang.
Ben sedang berjalan-jalan bersama kepala panti, dan wanita itu menunjukkan kondisi panti pada Ben.
Ben pun merasa iba pasalnya bangunan itu cukup tua dan banyak yang harus di perbarui.
tak sengaja saat melewati kamar bayi, Ben mendengar suara tangisan dari dalam sana.
Ben pun masuk dan melihat ada seorang gadis cantik sedang mengendong bayi yang menangis itu.
gadis itu terlihat telaten, bahkan gadis cantik itu terlihat begitu cantik dengan rambut panjang.
"apa dia juga pengurus di sini?" tanya Ben.
"iya tuan, dua sering bantu-bantu di sini, dia itu tunarungu dan juga tunawicara," jawab ibu pimpinan itu.
"baiklah, jangan menganggunya, kita ke depan untuk bertemu anak-anak, dan seandainya aku mengajak keponakanku pasti dia senang melihat anak-anak," jawab Ben.
"kalau begitu anda bisa datang lagi dengan keponakan anda kemari," kata wanita sepuh itu.
gadis itu meneteskan air mata saat Ben pergi, apa Ben benar-benar tak mengenali dirinya.
mungkin dia salah dulu, tapi bagaimana pria itu bisa melupakan semua yang indah di antara mereka.
dia tau keputusannya dulu meninggalkan Ben adalah salah, tapi itu bukan keinginannya, tapi ada seseorang yang meminta dan menekannya agar pergi meninggalkan Ben.
terlebih setelah dia pergi, dia juga mengalami kecelakaan hingga merenggut pendengarannya bahkan pita suaranya juga rusak parah.
dan lagi dia bangun dengan wajah yang sudah di rubah, entah siapa yang tega melakukan ini padanya.
setelah puas berkeliling dan bermain, Ben pun berpamitan ingin pulang, tapi gadis tadi yang di ruang bayi berlari dan memberikan bungkusan kue pada Ben.
Ben pun menerimanya sambil mengucapkan terimakasih dalam ucapan bahasa isyarat.
dia pun begitu senang, dan tak menyangka jika pria yang begitu dia cintai kini muncul di depannya.
dia pun senang dan semoga Ben mengenali kue buatannya seperti dulu.
Ben pun memberikan kue itu pada asisten Mike, "kenapa tuan, bukankah ini kue kesukaan anda?" tanya asisten Mike.
"tidak, aku benci kue itu, terlebih kue itu menginggatkan aku pada wanita busuk itu," kesal Ben menutup matanya.
asisten Mike tak mengira jika Ben begitu terluka dengan perlakuan buruk dari wanita yang tega meninggalkan dia saat di altar pernikahan.
beruntung dalam kesembuhan dari kekecewaannya itu, ada Elna yang mampu menarik pria itu dari keterpurukannya.
terlebih gadis itu memang kesayangan Ben, di tambah saat ini menjadi hidup Ben.
mungkin pria itu memilih melajang karena cinta dan kasih sayangnya pada Elna yang terlalu besar.
sekarang Elna sudah menuju ke rumah dari Fafa, ya gadis itu pagi ini tak membawa mobil.
Evan dan Saga anteng duduk di belakang, sesampainya di rumah mewah itu, Elna ikut turun agar Fafa tak di marahi oleh orang tuanya.
dan ternyata ada keluarga besarnya, dan Fafa pun begitu senang karena bisa melihat sang kakek.
Elna pun pamit pulang setelah memastikan sahabatnya itu aman dan tak akan terluka di rumah itu.