Lima juta tahun yang lalu, Shen Xuan adalah Leluhur Agung yang berdiri di puncak dunia kultivasi.
Demi menembus alam tertinggi yang bahkan para dewa tidak mampu mencapainya, ia menutup diri dalam kultivasi tanpa akhir dan menghilang dari sejarah.
Seiring berjalannya waktu, namanya berubah menjadi legenda, lalu mitos, hingga akhirnya terlupakan oleh dunia.
Namun ketika Shen Xuantian berhasil mencapai tingkat kekuatan yang melampaui langit dan bumi, ia mendapati dirinya kembali ke masa muda. Dunia yang ia kenal telah berubah.
Kekaisaran telah runtuh, para dewa telah mati, dan keluarga Shen yang dulu berjaya kini hanya menjadi keluarga kecil yang dipandang rendah oleh semua orang.
Saat ancaman datang dari Sekte-sekte kuat, keluarga bangsawan, hingga ras kuno yang bangkit kembali, Shen Xuan memutuskan untuk berjalan sekali lagi di jalan kultivasi.
Dengan pengalaman lima juta tahun, teknik yang telah hilang dari zaman purba, mampukah Shen Xuan membangkitkan Keluarga Shen?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingatan Semu Kehidupan Sebelumnya
Saat ini sudah sangat larut malam.
Angin malam yang dingin bertiup dari arah hutan di sekeliling kediaman keluarga Shen.
Shen Tian yang sedang duduk bersila di samping empat murid Sekte Puncak Giok Langit, dia merasakan tanda-tanda keempatnya akan sadar dari pingsan.
Sudah lebih dari setengah hari mereka pingsan, dan memang ini sudah waktunya mereka sadar.
Hanya dalam satu tarikan napas, setelahnya Shen Tian melihat keempat orang itu perlahan membuka mata di waktu hampir bersamaan.
Begitu mata mereka terbuka secara sempurna, mereka tampak seperti orang bingung begitu melihat sekeliling.
Namun seiring berjalannya waktu, mereka akhirnya sadar jika ada orang lain tepat di sebelah mereka.
"Apa Tuan Muda yang telah menyelamatkan kami? Dan kalau boleh tau, saat ini kami ada dimana?" tanya salah satu pria yang tampak lebih dewasa dari tiga orang lainnya.
"Em, memang aku yang telah menyelamatkan kalian," jawab Shen Tian.
"Sekarang kalian ada di kediaman keluarga Shen di Kota Qinghe, dan sebaiknya kalian segera memperkenalkan diri!" ucap Shen Tian tegas.
"Ah, maafkan kami yang sampai lupa memperkenalkan diri!..."
"Dari mereka semua, aku Lin Tianyu adalah yang tertua."
"Tuan Muda, aku Gu Sufeng, adik seperguruan Kakak Tianyu."
"Mu Qingxue," ucap singkat wanita yang auranya sedingin es.
"Tuan Muda bisa memanggilku Su Ruoyan," ucap hangat wanita satunya.
Shen Tian menganggukkan kepala, "kalian bisa memanggilku Shen Tian, tanpa embel-embel tuan muda," ucapnya tenang.
Sampai di sini Shen Tian bisa merasakan jika mereka berempat adalah orang baik, sama sekali tidak menyimpan kekuatan jahat.
"Ternyata kalian sudah sadar," ucap Shen Long yang datang dari arah luar, disusul Shen Yang dan Shen Ling yang mengekor tepat di belakang ayah mereka.
"Paman, mereka bukan orang jahat," ucap Shen Tian tampak polos saat mengucapkan semua itu, membuat bibir Shen Long berkedut beberapa kali karena kepolosan Leluhur keluarganya.
Sementara itu empat orang yang tau ucapan Shen Tian berkaitan dengan mereka, keempatnya hanya bisa tersenyum canggung, tapi di satu sisi mereka lega karena tidak terlihat buruk di mata sang penyelamat.
"Jangan dimasukkan ke hati ucapan keponakanku yang terlalu polos ini," ucap Shen Long cepat, tapi cepat juga dia melihat lawan bicaranya menggelengkan kepala.
Mereka tidak mempermasalahkan ucapan Shen Tian yang dipenuhi ketulusan.
**
**
Waktu berlalu dalam sekejap mata.
Setelah malam tadi saling mengenal satu sama lain. Pagi ini, Lin Tianyu dan Gu Sufeng, mereka terlihat mulai akrab dengan Shen Yang.
Di sisi lain, dua murid wanita Sekte Puncak Giok Langit, mereka lebih dulu akrab dengan Shen Ling dan Shen Jun.
Saat ini sudah waktunya sarapan bersama.
Sebelumnya Mu Qingxue dan Su Ruoyan telah membantu Ning Fei masak.
Tetapi karena hanya tinggal menunggu makanan selesai dimasak, Ning Fei menyuruh keduanya berkumpul dengan yang lain.
Setelah menata makanan di meja makan yang memang diletakkan di bagian belakang halaman yang menjadi tempat tinggal keluarganya, Ning Fei memanggil semua orang untuk segera sarapan.
Bagaimanapun juga hari ini Shen Long, Shen Yang dan Shen Ling akan ikut Shen Tian pergi berburu, jadi sarapan pagi ini sangat penting untuk mengisi tenaga mereka.
Baru juga empat orang baru tiba di sisi belakang halaman tempat tinggal keluarga Shen Long, mereka dibuat ternganga lebar oleh apa yang terlihat.
"I-itu, apa itu menara kultivasi?" tanya Lin Tianyu dengan suara terbata-bata.
"Oh, itu menara kultivasi keluarga Shen yang baru kemarin selesai dibangun," jawab Shen Tian dengan entengnya.
Di Sekte Puncak Giok Langit memang terdapat bangunan kultivasi.
Meski namanya sama-sama menara kultivasi, tapi apa yang ada di Sekte mereka berempat tempat itu hanya berupa bangunan tiga lantai, tapi itu sudah membuat banyak Sekte lain merasa iri, sebab tidak semua Sekte memiliki menara kultivasi-nya sendiri, meski itu adalah Sekte Besar.
"B-bukan tiga a-atau e-empat lantai, tapi itu ada.... S-sembilan lantai." Gu Sufeng terkejut dengan apa yang dilihatnya sampai kesulitan bicara.
"Hanya sembilan. Nanti akan ada menara kultivasi seratus lantai," ucap Shen Tian, sama sekali tidak melihat keterkejutan di wajah tiga murid Sekte Puncak Giok Langit.
Hanya tiga orang yang benar-benar tampak terkejut, sedangkan satu orang lainnya tetap dengan ekspresi datarnya.
"Shen Tian, entah kenapa aku merasa tidak asing dengan wajahmu!" ucap Mu Qingxue melenceng dari obrolan yang sedang membahas tentang menara kultivasi.
"Begitu juga denganku. Wajah Nona Mu mengingatkanku tentang seseorang yang pernah hadir di masa lalu," jawab Shen Tian.
Seketika obrolan itu menarik perhatian Shen Long dan keluarganya.
Untuk tiga orang lainnya, mereka masih terlalu fokus pada keberadaan menara kultivasi milik keluarga Shen.
Suasana tiba-tiba menjadi hening, dan keheningan itu berlangsung hingga selesainya sarapan di pagi hari ini.
**
**
Selesai sarapan, Mu Qingxue memutuskan ikut Shen Tian dan yang lainnya pergi berburu.
Hanya dia yang ikut pergi.
Ketiga temannya, mereka lebih tertarik ikut dengan Ning Fei dan Shen Jun memasuki lantai satu menara kultivasi.
"Apa Kakak Mu benar-benar merasa wajah Kakak Tian tidak asing?" tanya Shen Ling.
Mu Qingxue perlahan menganggukkan kepala, "aku merasa mengenalnya tapi bukan di kehidupan ini."
"Bukan di kehidupan ini? Apa jangan-jangan itu di kehidupan sebelumnya?" ujar Shen Ling.
"Ya, mungkin seperti itu, tapi semua masih terlihat samar, belum terlihat begitu jelas, seolah ada kabut tebal yang menyelimuti ingatanku," ungkap Mu Qingxue.
Jika berbicara dengan orang lain, mungkin tidak akan ada yang mempercayai ucapan Mu Qingxue.
Tetapi karena dia berbicara dengan Shen Ling, ucapan Mu Qingxue terasa masuk akal, sebab gadis kecil itupun memiliki ingatan yang samar tentang kehidupan sebelumnya.
Awalnya ingatan itu sangat buram, tapi sejak pertemuan pertamanya dengan Shen Tian, dia merasa ingatan itu menjadi jauh lebih jelas dari sebelumnya.
"Jujur, aku sebenarnya juga merasa tidak asing dengan wajah Adik Ling," ucap Mu Qingxue tiba-tiba.
"Sebenarnya aku juga merasakan hal serupa, dan itu juga yang membuatku merasa cepat akrab dengan Kakak Mu," balas Shen Ling, tidak mencoba menutupi apa yang dirasakannya.
"Mungkinkah kita sebenarnya memiliki sebuah ikatan, dan ikatan itu terjalin di kehidupan sebelumnya?" ujar Mu Qingxue yang saat ini tidak sedingin saat dia bersama dengan ketiga temannya.
"Emm..." Shen Ling menganggukkan kepalanya.
Saat mereka ingin melanjutkan obrolan, tiba-tiba Shen Tian yang ada di depan mengangkat tangan, menghentikan kelompok kecil yang hanya terdiri dari lima orang.
"Ada lima Binatang Iblis Tingkat Tiga tidak jauh dari sini. Selain mereka, ada juga dua Binatang Iblis Tingkat Empat yang berjarak sepuluh Li di depan kita," ucap Shen Tian, sangat akurat dalam mendeteksi jumlah, kekuatan, serta lokasi keberadaan Binatang Iblis.
Dikarenakan dia ingin melatih anggota kelompoknya termasuk Mu Qingxue. Shen Tian memilih mengajak mereka pergi ke lokasi Binatang Iblis yang lebih lemah.
Sumpah karya barumu bikin aku excited banget👍😍🤭🤭🤭🤭
lanjut tar di kasih kopi