NovelToon NovelToon
MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

MONSTER HUNTER-13 DEMON KIDS

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Sci-Fi / Dunia Lain / Fantasi Urban-Ultra-capable / system / Light Novel / Tamat
Popularitas:715.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Lelevil Lelesan

Tiba-tiba saja, muncul portal di seluruh dunia. Orang-orang yang masuk ke dalamnya harus menjalani sebuah sistem level agar bisa kembali ke kehidupan nyata dengan hadiah membebaskan orang terkasih yang terkena hypersleep.

Dalam fenomena unik itu, para manusia dewasa tertidur, dan hanya para remaja di bawah umur 19 tahun yang tetap hidup untuk berjuang demi menjadi pemenang.

Musuh yang dihadapi bukan militer pemerintah atau para penjahat, melainkan para monster dari berbagai dongeng di seluruh dunia.

Dari ribuan anak yang mengikuti pertandingan hidup mati, tersisa 13 anak dari berbagai ras yang dituntut untuk memenangkan pertarungan sampai ke level terakhir—10.

Meski populasi manusia terancam, tapi reward tiap level yang dimenangkan membuat para peserta merasakan sebuah harapan.

Ketiga belas anak bergabung dan memiliki misi khusus untuk mencari tahu siapa dalang dari kekacauan yang membuat nyawa seolah sebuah permainan.

***
Rasa baru dari sebuah cerita fantasi. Terus dukung ya💋 #PemburuDuniaFantasi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lelevil Lelesan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MERMAN*

Saat semua orang bernapas lega, tiba-tiba ....

"Iieekkk!" rintih para duyung itu yang berenang dengan cipratan air besar sampai mengenai tubuh dan wajah para remaja itu.

Salah satu duyung mendekat seperti minta tolong. Jubaedah yang memegang botol itu melihat duyung tersebut merangkak di atas pasir mendekatinya terlihat kesakitan.

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran. Terjemahan.

"Berjanjilah kau tak melakukan hal licik seperti kawanmu!" perintah Gibson yang langsung berdiri memunggungi Jubaedah dan menunjuk ikan duyung itu tajam.

Ikan itu mengangguk dan memegang kaki Gibson kuat terlihat seperti tercekik. Gibson meminta satu buah kapsul kuning itu dan Jubaedah memberikannya meski terlihat ragu.

Gibson memasukkannya ke dalam mulut duyung itu dan manusia ikan itu dengan segera mengunyahnya.

Gibson dengan sigap menarik tubuh ikan itu ke daratan dan membuat duyung itu kembali memberontak. Jubaedah serta anak lainnya bingung dan memilih menghindar.

"Hah, hah! Aku dan Timo mendapatkan misi untuk membawa seekor duyung ke titik sinar hijau itu. Bantu kami," pinta Gibson dengan napas terengah karena duyung itu terus melakukan perlawanan.

Rex dengan cepat memegangi ekor ikan duyung itu dan membatu Gibson membawa ke sinar hijau. Jubaedah dan Ryan menunggu di bawah menemani Timo yang mulai membaik.

"Hai. Are you oke?" tanya Jubaedah tersenyum manis dan Timo mengangguk meski ia masih duduk di tepian kolam terlihat shock.

Mata tiga remaja itu menyipit saat Gibson dan Rex sudah tiba di atas, tapi tak menemukan portal apapun. Timo diam sejenak. Ia lalu berdiri dan menyusul ke atas. Jubaedah dan Ryan mengikuti di belakang karena penasaran.

Timo menatap duyung itu seksama terlihat iba karena ikan itu seperti bersedih. Timo berjongkok dan memegang tangan ikan itu dengan wajah sendu.

"Maaf, jika kami bersikap kasar padamu," ucapnya lirih.

Seketika, SRINGG!!

"Wow!" pekik Ryan terkejut saat sebuah portal muncul berwarna kehijauan di dekat Timo.

Jubaedah dan Rex saling melirik. Gibson dengan sigap menarik duyung itu ke dalam portal. Rex memilih menghindar termasuk Jubaedah dan Ryan karena mereka masih tak tahu teknis dari sistem permainan ini.

Namun, "Kenapa? Kenapa tidak bisa?" pekik Gibson kesal setelah melewati portal, tapi tak terjadi apapun.

Rex dan timnya menggeleng. Timo diam sejenak lalu berdiri. Ia mendatangi Gibson di sisi lain portal dan memegang tangan mermaid itu lembut.

"Sepertinya ... misi ini untukku, Gibson. Boleh aku mencobanya?" tanya Timo pelan.

Kening Gibson berkerut. Ia meletakkan duyung itu di tanah. Timo mencoba mengangkat puteri ikan yang tak lagi memberontak itu. Ikan itu merangkul pundak Timo erat dan remaja itu tersenyum.

"Aku ingin pulang. Bantu aku ya," ucapnya menatap wajah cantik puteri duyung itu dan manusia ikan itu mengangguk.

Timo melangkah terlihat kesulitan karena tubuh ikan itu lebih besar darinya. Empat remaja itu melihat dengan seksama ke lingkaran portal saat Timo masuk ke dalamnya.

Seketika, "Wow!" pekik Gibson terkejut saat tiba-tiba saja, Timo memiliki ekor seperti duyung, tapi dalam wujud laki-laki. Kedua tangannya memiliki selaput dan sirip. Rambutnya menjadi panjang dan berkilau.

Jubaedah sampai terbengong karena Timo jadi terlihat sangat tampan dan macho. Rex memutar bola matanya terlihat malas. Pemuda Asia itu lalu mengusap wajah Jubedah dengan tangan kanannya. Gadis manis itu terkejut.

"Heh. Ilermu hampir menetes," sindirnya dengan wajah datar, tapi Jubaedah malah tersipu malu menutup wajahnya yang merah dengan kedua tangan.

Duyung wanita itu tersenyum melihat Timo seperti terkejut akan wujud barunya. Perlahan portal itu menghilang. Gibson panik dan terlihat kesal karena ia tak mendapatkan hadiah apapun dengan menendangi pasir.

"Kau kini bisa berbicara dengan bahasa kami. Siapa namamu?" tanya duyung itu yang duduk di atas tanah melihat Timo masih terheran-heran dengan wujud barunya.

"Aku ... bisa bahasa ikan? Begitu?" tanya Timo bingung dan duyung itu mengangguk. "Wow! Aku ... aku Timo. Kau siapa?" jawab Timo seraya mendekat ke arah duyung cantik itu di mana mereka kini duduk berdua saling berpandangan.

"Elena. Timo kau ... spesial. Kau bisa berenang di dalam air asin dan tawar serta bernapas di dalamnya. Hanya saja, kau membutuhkan air jika ingin merubah wujudmu menjadi seperti ini. Kau cukup mengeringkan ekormu dan kau akan kembali menjadi manusia," ucap mermaid itu lembut dan Timo mengangguk.

Timo yang duduk di atas pasir, segera mengusap kakinya yang berubah menjadi ekor ikan dengan menghilangkan air yang menempel di sisiknya yang terlihat berkilauan.

Perlahan kulit manusianya terlihat. Jubaedah dan lainnya kagum. Gadis manis itu membantu mengeringkan menggunakan sweater-nya. Ia melepasnya dan menghanduki kaki Timo. Seketika, kedua kaki Timo kembali.

Namun, duyung itu terlihat sedih. Kawan-kawannya tewas karena racun dari Rainbow Gas warna kuning. Rex tertunduk merasa bersalah.

"Jika kalian tak menyerang kami, hal buruk ini tak perlu terjadi," tegas Gibson menatap duyung itu tajam.

Puteri duyung itu memalingkan wajah seperti enggan berbicara dengannya. Timo terkejut saat duyung itu meneteskan air mata.

"Hei. Jangan bersedih. Aku ... atas nama kawan-kawanku, meminta maaf. Sungguh, aku juga tak ingin hal ini terjadi. Namun, kami juga tak tahu kenapa bisa terdampar sampai di tempat ini," ucap Timo memegang tangan duyung itu dan menatapnya lekat.

"Kami sengaja melakukannya. Semua ini ... sudah dalam perjanjian. Ini konsekuensi dari kami para penghuni Planet Mitologi untuk memastikan jika kalian layak tinggal di sini bersama kami nantinya."

"What?" tanya Timo berkerut kening, tapi membuat mermaid itu seperti terkejut karena keceplosan.

"Jadi ... bisa kau tolong aku? Aku tak bisa bertahan lebih lama lagi di daratan. Aku harus kembali ke air," pintanya memelas.

Timo mengangguk. Tiba-tiba saja, Timo merasa kekuatannya berlipat. Ia mampu menggendong duyung tersebut.

Pemuda itu menggeletakkan duyung cantik itu di pinggir kolam tergenang air. Duyung cantik itu terlihat begitu senang karena tubuhnya kembali basah.

"Kau tadi bicara apa?" tanya Timo mengulang.

Namun seketika, duyung itu berpaling dan kembali masuk ke air lalu menghilang. Timo menoleh dan menatap kawan-kawannya seksama.

"Kalian dengar yang dia katakan?" tanya Timo dengan mata melebar.

"Hem. Kami dengar. Kalian bilang 'Blup, bup, blub blub blup. Plup plup, pup pup'. Hem, kurang lebih begitu," jawab Jubaedah menirukan dengan bibir monyongnya yang membuatnya terlihat semakin imut.

"Ha?" Timo berkerut kening terlihat bingung.

"Kau sepertinya ... bisa bahasa ikan. Selamat. Jadi ... bisa kau terjemahkan kepada kami, obrolan panjangmu dengan mermaid tadi?" tanya Rex menatap Timo seksama yang terlihat bingung dengan dirinya sendiri.

"Ha?" kejutnya lagi.

"Kayaknya dia jadi gak ngerti bahasa manusia deh, Rexy. Udah ah, Juby capek. Juby aus pengen minum, tapi minumnya gak ada! Huwaa ...," rengek gadis berambut ikal itu menjauh dari tepian dan kini duduk lemas di tanjakan.

Timo yang masih duduk di pinggir kolam terlihat kebingungan dengan yang dialaminya. Gibson mendatangi Jubaedah, Rex dan Ryan yang duduk berjejer terlihat lesu.

"Aku seperti pernah melihatmu. Namun ... di mana ya?" tanya Gibson menatap Jubaedah seksama.

"Kau anak Verda dan One 'kan?" sahut Rex dan praktis, mata Gibson melebar.

"Kau tahu nama orang tuaku?!" pekik Gibson lantang. Rex dan Jubaedah mengangguk malas.

Di Markas Oag.

"Hem. Simpan kartunya," perintah pemimpin hewan bertentakel itu.

Seketika, kartu duyung dengan jenis kelamin pria tampil dari salah satu anak pilihan yakni Timo.

***

ILUSTRASI

SOURCE : GOOGLE

Karena kemarin tante Ben kasih tips banyak anggap aja ini msh bonus😆

1
Ryu
masterpiece
Iamtvr
persis Eiji 😭
Kira★Hana
bukannya yang bener itu termasuk ya thor? kan kenta ikut naik..
Kira★Hana: oalahh gitu toh..
total 2 replies
Kira★Hana
alangkah baiknya kata praktis diganti dengan kata tanpa pikir panjang atau dihapus, tapi dengan kata ini juga bagus kok
👑Ajudan Tante Lele💣: tapi kl buat nulis di global, English gak bs. malah kudu sederhana bgt gak pakai kiasan. krn kiasan di Indonesia sama luar beda. gak bs diterapkan
total 3 replies
👑Metania👩‍💻🔫💣
Luar biasa
PHSNR👾
novel yang luar biasa 😍😍😘😘
PHSNR👾
astagaaa, baca tengah malam, lampu kamar dimatiin, liat gambarnya langsung merinding auto nengok ke belakang takut ada di belakang 😭😭
👑Ajudan Tante Lele💣: kwkwkw aku jadi penasaran pengen baca ulang eps ini🤣
total 1 replies
PHSNR👾
kenapa ya novel2 bagus yang ku baca yang menurut q luar biasa tapi yang like cuma sedikit, misalnya kayak novel ini, novel para penyintas, novel pemeran pembantu, semua novelnya bagus tapi peminatnya sedikit.. malah novel2 romance yg menurut q biasa aja banyak likenya 🤔🤔
👑Ajudan Tante Lele💣: kwkwkw itu namanya selera pembaca kak😆
makasih sudah mampir
lele padamu💋
total 1 replies
Iamtvr
sudah ngga bisa berkata-kata, novelnya Mba Lele selalu ngga mengecewakan
👑Ajudan Tante Lele💣: Alhamdulillah ❤️
total 1 replies
Phoenix
Mampir aku
👑Ajudan Tante Lele💣: tnx u🔥
total 1 replies
Pelangi
koq makan siang. aku ini baca ulang karna kangen, tp seingaku sebelumnya mereka habis makan malam g sih. embuhlah wes wkwkwk
Pelangi
kayaknya cari Hihi ini bang Gibson
Valeria
#kuizinkan kan?
Arta
harusnya ini "Kau bilang" kan Ju??
kan Oag yg blg minta Juby g berbelit
Lovy
klo kata Juby, om Oag 😂
skrg malah bang Oag. besok Hihi panggilnya kakek Oag aja ya, kan Hihi plg muda hahaaha
Tata
ini peribahasanya kebalik g sih thor? bukannya "buah jatuh tak jauh dari pohonnya" gitu? apa aku yg keliru ya hahahaha
Bubu
waaahhh aslinya penyayang om Oag ini ya,, baik bangeeett
👑Ajudan Tante Lele💣: kwkwkw om🤣
total 1 replies
Bakso
bajak laut kan maksudnya?
👑Ajudan Tante Lele💣: lah iya lautnya ketinggalan 😆
total 1 replies
Martini
terus setelah ini novel lanjutannya yg mana mbak biar nggak bingung???
👑Ajudan Tante Lele💣: kl abis monster hunter lanjut king D. lalu Tugas dari neraka
total 1 replies
Martini
mohon maaf mbak thor,,,tolong kasi tau doang rincian novel yg berkaitan ini biar Ndak bingung,,,udh lama nggak baca novel jadinya bingung,,,trakhir baca pas vesver mati itu... stelah vesver dan kanda trus klnjutannya yg mna??? 🙏🙏🙏
👑Ajudan Tante Lele💣: oia. aku gak kasih urutannya ya. habis ini baca king D. lalu baca tugas dari neraka
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!