Gimana jadinya kalau harus menikah dengan seseorang yang bahkan tidak dikenal sama sekali?
Inilah yang terjadi kepada Alvaro dan Kiara, Pernikahan yang sudah diatur membuat mereka tidak bisa untuk menolaknya.
Disatu sisi Ara sangat mencintai kekasihnya dan tidak rela bila harus kehilangannya, dan satu sisi lagi, Ara tidak bisa menolak keinginan Sang Papa.
Dan dengan terpaksa Ara memutuskan untuk menikah akan tetapi dirinya tetap berhubungan dengan pacarnya dibelakang Alvaro.
Suatu ketika Al mengetahui kenyataan yang sangat pahit bahwa Sang Istri berselingkuh!
Bagaimanakah nasib pernikahan mereka? Akankah Al menceraikan Ara? Bagaimanakah takdir mempermainkan mereka berdua? Akankah mereka mampu untuk menghadapinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Apriana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SL 16
"Kamu pasti sengaja kan teriak begitu?" tanya rey dengan emosi.
"maaf rey, aku tidak tau kalo kamu lagi menerima telepon dari dia. beneran deh." kata vio dengan tatapan rasa bersalah.
"awas aja kalo kamu seperti itu lagi! aku gak akan mau nemui kamu lagi." ancam rey dengan tegas.
"iya maafin aku ya sayang. aku kirain kamu ntah lagi apa gitu disana sendirian, makanya aku panggil kamu. aku gak tau kalo kamu lagi menerima panggilan dari seseorang." kata vio dengan tetap berbohong kepada rey.
"aarrggh...!!" kata rey dengan sangat emosi.
'semoga saja ara tidak curiga sama sekali karena adanya suara wanita tadi. kalo sampai ara marah dan tau aku gak akan pernah bisa maafin kamu, vio!' umpat rey dalam hati.
lalu rey berjalan keluar untuk menghirup udara segar. pikirannya saat ini benar benar sedang kacau karena vio. rey ingin sekali bertemu dengan ara, tapi hari ini dia benar benar pergi karena kesibukan yang cukup padat. yang membuat rey semakin emosi itu karena dia perginya harus bersama dengan vio. apalagi dari pihak rey dengan pihak vio sudah terikat kontrak yang tidak bisa dengan mudah dibatalkan. ya mau tidak mau rey hanya pasrah dengan keadaannya saat ini.
kalo aja rey bisa jujur ke ara dia akan lebih memilih jujur lalu ara akan marah sebentar kepadanya lalu mereka bisa berbaikan lagi. tapi rey tidak ingin menambah beban pikiran ara yang sudah sangat dipusingkan dengan ikatan pernikahannya.
vio hanya tersenyum melihat rey yang tidak bisa menolak dirinya. "rey rey! kamu sekarang sudah berada didalam genggamanku. kamu kira kamu bisa pergi begitu saja? itu tidak akan pernah terjadi. aku tidak akan pernah membiarkan kamu untuk pergi." kata vio kemudian tersenyum sangat mengerihkan.
kemudian vio mengingat kembali kejadian tadi malam yang membuat dirinya berhasil besar dengan rencananya.
malam sebelumnya...
vio sedang duduk sambil memainkan ponselnya, saat ini vio sedang menunggu sosok seorang pria yang sangat ingin segera dimilikinya. siapa lagi kalo bukan rey.
vio sudah menunggu rey sekitar setengah jam, tapi belum ada tanda tanda kehadiran rey. bahkan sangkin lamanya vio menunggu dia sudah menghabiskan minuman sebanyak 2 gelas. kali ini vio akan memesan minuman yang ketiga. ketika minuman itu datang vio langsung meneguknya.
kemudian samar samar vio melihat dari kejauhan seperti rey sedang berjalan kearahnya. 'akhirnya kamu datang juga rey.' batin vio kesenangan.
rey dengan muka ketatnya langsung duduk didepan vio. "ada apa vi? kenapa kamu suruh aku datang kesini." tanya rey dengan to the point.
"buru buru amat sih rey. kamu minum dulu. baru juga kamu sampai." kata vio berusaha untuk setenang mungkin.
"aku gak mau buang buang waktu. langsung aja bilang ada apa kamu suruh aku datang kesini?" rey mengulangi kata katanya lagi.
"pasti kamu marah sama aku kan rey? aku minta maaf ya? aku tidak bermaksud diam saja pada saat konferensi pers itu. cuma aku bingung jelasinnya gimana. kita jelasin benar juga mereka tidak akan percaya. posisi kamu memang sedekat itu ke aku. pasti mereka pintar sekali mengambil gambar kita rey, sehingga tampak nyata seperti beneran kamu cium aku." kata vio berusaha untuk memberikan penjelasan.
"aku tau ini semua cuma alasan dan akal akalan kamu aja kan, vi. terserah deh! aku bodo amat sama semua gosip murahan itu. aku mau kerjasama kita dibatalin. maaf vi aku udah gak bisa lanjutin kerjasama bareng kamu." kata rey lalu berdiri. tapi vio menahan tangan rey.
"oke oke! kalo itu mau kamu. tapi malam ini temenin aku minum dulu ya. aku gak mau minum sendirian begini. please, rey! aku janji besok aku langsung menghubungi pihak agensi ku untuk tidak melanjutkan kerjasma kita. ya?" kata vio sambil memohon kepada rey.
"kamu bisa janji vi? oke aku akan disini sebentar untuk menemani kamu minum." kata rey dengan ketus lalu kembali duduk lagi.
"nah gitu dong. iya aku janji. kamu harus percaya kata kataku ya rey. minum dulu gih. aku tadi udah pesanin kamu minuman." kata vio sambil memberikan minuman yang sudah dimasukkan obat perangsang untuk rey.
"boleh juga. kebetulan aku sedang haus banget." kata rey lalu meneguk sampai benar benar habis minuman yang ada digenggaman ini.
vio yang mengamati rey dalam dalam. 'iya rey minum terus sampai habis dan aku pastikan kamu tidak akan menyesal. kamu sudah masuk didalam jebakkan ku rey! sekarang kamu akan segera menjadi milikku selamanya.' batin vio.
benar saja setelah beberapa saat obatnya mulai bereaksi. rey merasa sangat kepanasan, gelisah dan mulai merasa tidak tahan ingin segera melakukan hubungan intim kepada vio. vio yang sudah mengetahui hal itu dengan sangat jelas segera membantu rey untuk berjalan menuju ke apartemen vio. keadaan rey semakin lama semakin tidak terkendali. begitu pintu apartemen vio tertutup, rey langsung menyerang vio habis habisan. vio hanya menikmatinya dengan senang hati. daya tahan rey sangat luar biasa. ditambah lagi dengan obat perangsang. membuat rey semakin menguasai diri vio. vio yang merasa sangat kesakitan, karena ini adalah pengalaman pertamanya. dia rela memberikan dirinya secara utuh kepada rey. entah apa yang ada didalam benak vio. dia sangat tergila gila dengan rey.
sehingga berubah menjadi wanita yang begitu bodoh. vio yang merasa sangat kewalahan menghadapi rey. ingin segera menghentikan rey karena sudah tidak tahan menahan sakitnya. tapi rey tidak membiarkan vio untuk pergi. dia terus melakukannya berulang ulang kali.
sampai benar benar puas dan pengaruh obat perangsang itu menghilang. lalu rey tertidur dengan lelapnya.
"aakh...! akhirnya aku bisa memiliki kamu rey!" kata vio yang sedang kesakitan.
vio ingin segera menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. tapi dirinya sudah tidak kuat lagi untuk melangkah. rasa sakit didaerah vitalnya sangat terasa. akhirnya vio memutuskan untuk tidak jadi ke kamar mandi.
dia hanya berusaha untuk membuat dirinya senyaman mungkin. karena masih merasakan sakit yang luar biasa.
vio tidur sambil memeluk rey. "aku tidak akan pernah ngelepas kamu rey." kata vio sambil tersenyum lalu memejamkan matanya.
Flashback off
"rey rey!" kamu begitu naif dengan mudahnya kamu masuk kedalam genggamanku. kalo dia hanya bisa menjadi penghambat jalannya kita berdua, aku tidak akan segan segan menghancurkan wanita yang sangat kamu cintai itu. aku tidak bodoh rey, aku tau kamu terpaksa menerima aku, karena aku sudah berhasil mengancam kamu. tapi cepat atau lambat kamu akan segera mencintai aku." kata vio dengan penuh keyakinan.
****
rey yang galau tidak tau harus menjelaskan apa nanti ketika dia bertemu dengan ara. rey hanya ingin melanjutkan kebohongannya. hari ini rencananya ara dan rey akan bertemu, perasaan rey tidak senang dan semangat seperti biasanya. rey hanya bersikap aneh dan lebih banyak diam. tidak seantusias seperti biasanya.
"sayang kamu kenapa sih dari tadi diam aja?" tanya ara yang melihat sikap rey tidak sejail, semanis dan seceriah seperti sebelum sebelumnya.
"hmm... aku gapapa kok sayang. lagi kecapean aja nih." jawab rey dengan muka ditekuk dan penuh tekanan.
"duh kasiannya pacarku ini. tapi kamu harus tetap semangat ya sayang, aku yakin banget kamu akan sukses kedepannya setelah single kamu ini beredar dipasaran." kata ara sambil menyemangati rey.
"makasih ya sayang, makasih kamu selalu dukung aku dan percaya sama aku. aku aja yang gak yakin dengan ini semua. apa aku berhenti aja jadi penyanyi ya ra? akhir akhir ini aku sangat tertekan dari banyak pihak. aku rasa aku tidak akan dapat bertahan lama." kara rey sambil pikirannya menerawang dan mengingat kejadian kejadian sulit yang telah dialaminya.
"iya sama sama sayang. ih jangan dong! masak gitu aja kamu udah nyerah? itu semua cobaan sayang. kamu itu bisa aku yakin kok. optimis dan tetap semangat ya, aku akan menjadi fans kamu nomor satu yang akan selalu mendukung kamu! musik itu adalah hidup dan impian terbesar kamu rey. aku gak mau dengar ini lagi dari kamu ya?" kata ara dengan penuh penegasan.
"iya deh sayang. maafin aku ya ra kalo pernah ngecewain kamu. aku sayang banget sama kamu, apapun yang terjadi kamu harus percaya sama aku ya." kata rey lalu menarik ara yang sedang duduk disebelahnya.
"ih kamu kenapa jadi minta maaf begini sih sayang? kan yang ngecewain kamu itu aku, rey! bukan kamu. aku udah nikah dengan orang lain tapi masih tidak rela untuk kehilangan kamu. aku yang jahat tau rey." ucap ara sambil cemberut.
"enggak kok. aku gak pernah nyalahin kamu, karena aku tau kalo kamu ngelakuinnya hanya karena keadaan yang memaksa kamu. kamu jangan pernah menyalahkan diri kamu begitu ya sayang. kok cemberut gitu sih? senyum dong. sambil membentuk senyuman dengan menggunakan tangannya rey. akhirnya ara tersenyum menatap kekasihnya ini.
"oh iya rey, kamu kenapa berkata seperti itu sih tadi? kamu aneh banget deh hari ini." kata ara sambil memperhatikan sikap slaah tingkah rey.
"aku gapapa kok sayang. ih kamunya aja yang terlalu gak peka dengan apa yang pacar kamu ini inginkan." bisik rey nakal.
"ih apaan sih rey. geli tau." kata ara sambil memukul pelan lengan rey.
rey hanya tertawa lucu menatap ara yang sudah merona karena ucapannya barusan.
kegiatan mereka terhenti saat rey mendapatkan sebuah panggilan dari viona. 'ngapain sih nih cewek ngubungi aku mulu! ganggu aku sama ara aja.' batin rey dengan kesal lalu mematikan panggilannya.
tapi vio tidak menyerah! vio kembali menelepon rey kembali, kali ini ara yang melihat muka rey dengan kesal dengan teleponnya yang terus berdering. "siapa sih sayang?" tanya ara penasaran.
"bukan siapa siapa sayang. udah gak usah dipikirin ya." kata rey.
akhirnya panggilan itu berakhir. kemudian rey mendapatkan satu pesan singkat dari vio. rey dengan malas untuk membuka dan membaca pesan dari vio hanya membiarkan dan meletakkan hapenya begitu saja.
tapi bukan vio namanya kalo tidak mencoba terus menerus. hape rey kembali bergetar.
ddrrrt... ddrrttt...dddrrrrtttt....
"liat dulu gih hape kamu sayang. siapa tau penting." kata ara dengan cueknya karena tengah asik menonton film.
rey bangkit dengan berat hati lalu membuka hapenya. dengan males rey membuka pesan yang dikirmkan oleh viona.
"hai sayang? aku tau kamu lagi asik dengan ara.
ingat loh kamu harus adil ya?
karena kan sekarang aku pacar kamu juga!
aku mau kamu datang ke apartemen aku sekarang!
kalo sampai kamu gak datang, kamu tau kan apa yang bakalan terjadi?
aku tunggu kamu ya sayang. love you.."
'gila nih cewek! maksa banget. tapi kalo aku gak datang, ntar dia nekat dan kasih tau semuanya ke ara. gak gak gak! itu gak boleh terjadi.' kemudian rey menggeleng gelengkan kepalanya.
"siapa sayang?" tanya ara dengan tidak menoleh sama sekali ke rey.
"dari agensi aku sayang. aku harus pergi sekarang deh. sorry banget ya sayang? mereka minta aku untuk segera datang." kata rey dengan muka sedih.
"ya udah deh sayang, kan besok besok kita masih bisa ketemu lagi. sibuknya pacarku ini." kata ara sambil cemberut.
"aku janji deh nanti bakalan ngeluangin waktu aku sebanyak banyaknya untuk kamu. hanya kamu." kata rey jail sambil memainkan tangannya untuk mengusap usap kepala ratu.
"iya sayang. tapi aku masih kangen kamu gimana dong." kata ara sambil melingkarkan tangannya dileher rey.
"aku juga sayang. tapi mau gimana lagi? sabar ya sayang." kata rey sambil mengecup kening ara.
"udah gitu aja?" kata ara dengan cemberut.
"jadi kamu mau aku gimana lagi sayang?" kata rey sambil menggoda ara.
ara hanya menunjuk nunjuk pipinya dengan jari telunjuknya. rey yang tersenyum dan sangat mengerti apa kemauan ara hanya terus menggoda ara.
"apaan sih sayang? aku gak ngerti." kata rey dengan muka jail.
"ya udah kalo gak ngerti!" kata ara dengan ketus.
" tuh kan langsung ngambekan sih kamu sayang. ntar cantiknya ilang loh!" kata rey kemudian langsung mencium pipi ara.
"kamu kalo manja begini aku semakin suka deh! tapi aku harus pergi sayang. ih menyebalkan." kata rey yang tidak rela untuk meninggalkan ara.
ara hanya tertawa menatap kekasihnya yang sangat lucu menurutnya in.
"ya udah kamu tinggal milih aja deh, milih aku atau pekerjaan kamu?" tanya ara dengan sengaja mengajukan pertanyaan yang membuat rey kesulitan seperti itu.
"ya jelas kamu lah sayang! tapi untuk sekarang aku milih pekerjaan. kegiatan kita selanjutnya kita tunda dulu ya?" kata rey dengan menggoda ara lalu tertawa lepas karena melihat wajah ara yang merona.
"ih apaan sih kamu, rey! godain aku mulu deh." kata ara sambil memukul mukul dada rey.
"aawww... ampun sayang. pasti kamu udah gak tahan kan? sabar ya sayang." kata rey jail sambil ketawa lepas.
"kamu....! kamu mendingan cepat pergi deh. sekarang!" kata ara dengan keras.
"tuh kan pasti takut kamunya khilaf kan sayang." kata rey sambil berlari keluar takut ara akan semakin murka melihat dirinya.
Bersambung........
*****
lebih setuju ara bersama dengan alvaro (suaminya) atau dengan rey (kekasihnya) ?
gimana ya reaksi al ketika mengetahui ara masih berhubungan dengan pacarnya dibelakang al?
apa yang akan terjadi? apakah al bisa memaafkan ara atau bahkan menceraikannya?!
dan bagaimana reaksi ara ketika mengetahui kebohongan rey yang telah berselingkuh dibelakangnya?
apakah ara akan memutuskan rey atau memaafkannya?!
ikuti terus kisah selanjutnya ya..!
>>** Don't Forget Like\, Comment\, Favorite And Rating! **<<
like
favorit👍❤
gw syuka sama alurnya,....tata bahasanya meski pjg,tpi runut annya bagus,...teratue...bahkan menurut gw "sempurna".......
capcus....lnjut.....💪💪thor🙏
kapan tpada tobatnya biar terbungkar