Mengkisahkan seorang wanita miskin yang sangat beruntung,di cintai oleh banyak orang - orang di sekeliling nya,meski pun semua tidak selalu berjalan dengan mulus.
Begitu banyak cobaan dari ketidak sukaan orang pada nya dan pada akhirnya membuat Hidup Kinanti tidak tenang,akan kah ada hari bahagia untuk diri nya?
Yuk di baca!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti san, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
16 - Beasiswa
setelah obrolan di meja makan selesai,Sham pun pamit pulang dan Kinanti yang mengantar Sham sampai kedepan rumah.
Di dapur.
"Bapak tuh kenapa sih galak - galak sama Sham,dia kan teman nya Kinanti anak kita."Ucap Bu Sri.
"Itu kan anak gadis kita,kalau bapak canda - candain,nanti dia gak takut sama bapak,jadi seenak nya sama kita."Ucap pak Tono.
"Iyo,tapi tak perlu berlebihan pak - pak,lagian Sham anak nya baik kok,bukti nya mau bantu Kinanti biar bisa kuliah di kampus nya."Ucap Bu Sri.
"Itu kan baru ngomong doang,belum tentu juga bisa masuk gratis di sono."Balas Pak Tono.
"ih bapak ini,susah sekali di bilangin,udah lah Ibu mau cuci piring dulu."Balas Bu Sri dan menyudahi obrolan dengan suami nya.
•••
Di luar.
"Sham,kamu beneran di kampus kamu lagi ada beasiswa gratis,aku baru dengar loh ada kampus yang bagi - bagi beasiswa gratis." tanya Kinanti.
"I - iya ada lah,kalau informasi dari Sham gak pernah lah ada yang keliru."Balas Sham.
"Makasih ya Sham,padahal kita baru kenal tapi kamu udah baik banget mau bantuin aku."Ucap Kinanti tersenyum pada Sham.
"Untuk calon pacar apa sih yang engak."Balas Sham dan Kinanti mengeleng - gelengkan kepala sembari tersenyum mendengar ucapan pria itu.
"Ya udah,aku pulang dulu ya Sayang."Ucap Sham.
"Kinanti." saut Kinanti.
"Iya - iya,Kinanti sayang."Balas Sham dan menyalakan motor nya dan pulang kembali ke rumah nya.
Kinanti melihat motor Sham Berlalu pergi,ia sungguh tak sabar untuk bisa mendapatkan beasiswa untuk kuliah di tempat yang di beritahu oleh Sham pada nya.
•••
Saat Sham sampai di rumah.
Sham masuk kerumah dan di sambut oleh pembantu nya yang sudah menjaga nya sedari kecil,Bi Ida yang sudah berusia 55 tahun bekerja sejak Sham masih dalam kandungan.
"Den Sham sudah pulang?,kok malam banget?."Sapa Bibi Ida.
"Iya Bi,ada tugas kampus." saut Sham sembari melihat sekeliling rumah yang tampak sepi.
" Mama,Papa mana Bi?." Tanya Sham.
"Keluar kota den,kata nya suruh bibi kasi tahu kalau den Sham sudah pulang."Balas Bi Ida.
"Oh,ya udah Bi."Balas Sham.
Sham lalu tersenyum lalu memeluk Wanita itu yang sudah ia anggap seperti ibu kedua nya itu.
"Bi bikinin nasi goreng dong."Ucap Sham sembari memeluk Bu Ida dari belakang.
"Den Sham sudah besar,tapi masih manja saja kayak den Sham kecil."Ucap Bi Ida.
"Iya dong,kalau gak manja,nanti gak di sayang lagi sama Bibi."Balas Sham.
"Ya udah,lepasin tangan nya,bibi buat kan nasi goreng nya,den Sham mandi sana,badan nya bau."Balas Udah menepuk tangan Sham.
"Siap Bos."Balas Sham dan berlalu pergi ke kamar.
Bi Ida tersenyum mengeleng - gelengkan kepala melihat anak majikan nya itu,yang tak pernah berubah,selalu bertingkah lucu pada siapa pun.
Sham saat di kamar,tidak langsung mandi,ia berbaring sejenak telentang di atas tempat tidur,menatap langit - langit kamar nya.
"Kinanti,selamat kau sudah memenangkan hati ku."Ucap Sham tersenyum berbicara sendiri,membayangkan wajah Kinanti.
"Saat kau kuliah nanti,kita akan lebih sering bertemu Kinanti ."Ucap Sham lagi.
kasihan Sham berharap SM Kinanti tp Kinanti nya sok cuek