NovelToon NovelToon
PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

PERNIKAHAN YANG TAK DIINGINKAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:451.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Aff18

Kisah cinta seorang wanita yang berlumuran dosa yang dipertemukan dengan lelaki sholeh

Thara dijodohkan dengan Ayaz lantaran tidak tahan dengan sikap anaknya yang liar dan diluar kendali. Surya yang merupakan ayah dari Thara memilih Ayaz, yang merupakan murid teladannya dulu. Dia yakin bersama Ayaz, Thara akan berubah menjadi wanita baik-baik. Mengingat reputasi Ayaz yang gemilang dan juga ke shalehannya.



Namun keluarga Ayaz tidak setuju anaknya dinikahkan dengan wanita liar seperti Thara. Ibunya takut hal itu akan membuat malu nama baik keluarga. Namun karena Surya banyak berjasa pada Ayaz. Membuat pria itu mau tidak mau menyetujui perjodohan itu.


Lalu bagaimana rumah tangga mereka, mengingat sifat mereka yang sangat jauh bertentangan.


Apakah Ayaz mampu mendidik istrinya? membuat Thara jatuh cinta atau malah menyerah karena tidak tahan dengan wanita itu.


"Tidak ada yang menginginkan pernikahan ini! untuk apa ditanggapi dengan serius. Urus, urusanmu sendiri. Jangan ikut campur dengan urusanku!!"



"Memang kita tidak menginginkan pernikahan ini, tapi ketahuilah bahwa segala sesuatu yang terjadi atas kehendak ALLAH. Kau adalah amanah dari ayahmu untukku, Thara. Dan tanggung jawabku begitu besar terhadapmu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aff18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15

"RATNI!!"

Alamak, matilah aku! Mama Gina keliatannya marah besar. BI Ratni langsung menghampiri dengan tergopoh-gopoh.

"Iya Nya?"

"Kamu ini ngantuk atau apa? kenapa nasi goreng rasanya kayak begini?!"

Bi Ratni melirikku. Aku sendiri bingung gimana jelasinnya. Mana mungkin aku tega biarin dia kena getah akibat perbuatanku. Sebab itulah lebih baik aku mengakuinya.

"Bukan bi Ratni yang masak, Ma. Tapi Thara."

Mendengar ucapanku, membuat Mama Gina tiba-tiba beralih menatapku.

"Oh, pantes! kalo nggak bisa masak, nggak usah sok, sok an mau masak. Kamu mau buat Mama cepet mati karena masakkan kamu?!"

"Tap-tapi Ayaz keliatannya baik-baik aja kok. Dia nggak protes sedikitpun. Emang salahnya dimana?"

"Nih! kamu cobain sendiri masakan kamu yang menjijikan ini."

Aku menatap piring yang disodorkan Mama Gina padaku. Lalu tanpa ragu mencicipinya.

Baru saja beberapa butir nasi masuk kedalam mulutku. Aku langsung membelalak kaget. Dan secara spontan menutup mulutku agar nasi itu nggak keluar lagi.

Astaga, ini rasanya kok aneh gini sih?

Asin, enek dan...

Aku melirik kearah Ayaz. Tapi kok dia keliatannya baik-baik aja?

"Gimana rasanya?"

"Maafin Thara Ma... "

Mama Gina mendengus. "Mulai sekarang jangan pernah lagi nyentuh apapun dirumah ini. Tidak dengan dapur atau yang lainnya. Ngurus diri sendiri aja nggak becus, boro-boro mau ngurusin orang banyak!" tukas Mama Gina yang membuat perasaanku kembali hancur.

"Tapi kalo Thara nggak boleh megang pekerjaan dirumah? gimana Thara bisa menjadi istri yang baik? Thara juga pengen sedikit berguna buat suami dan Mama," lirihku yang menahan air mata agar tak jatuh membasahi pipi.

"Sampai kapanpun kamu nggak akan pernah bisa jadi istri yang baik. Apalagi menantu yang baik! kamu cuma sampah gak berguna."

"Astagfirullah... cukup Ma. Nggak baik ribut didepan makanan. Nanti berkahnya hilang." suara Ayaz yang lembut membuatku semakin merasa bersalah. Bahkan dia masih saja membelaku. Harusnya dia juga marah karena masakanku yang begitu buruk.

"Belain aja terus istri kamu yang gak berguna itu!"

"Assalamu'alaikum."

Aku mengangkat wajahku saat menyadari kedatangan orang lain. Dan itu adalah Fatma. Seperti biasa penampilanya begitu anggun dengan hijabnya yang panjang. Ditambah senyum manis yang selalu dia tebarkan. Aku melihat Mama Gina berbinar melihatnya. Pandangan yang gak pernah sekalipun dia tujukan untukku.

Aku tersenyum miris. Lalu tangan Ayaz tiba-tiba menggenggam tanganku dari bawah meja. Hingga tidak ada satupun dari mereka yang melihatnya. Ayaz mengangguk lembut sembari tersenyum tipis kearahku.

Dan itu cukup menguatkanku.

"Wa'alaikumsalam. Kamu kemana aja Fatma? kok malem gini baru dateng, Mama jadi kangen."

"Fatma banyak kerjaan mendadak Ma. Baru aja selesai dan Fatma sempetin kesini. Ini Fatma bawain bistik malbi kesukaan Mas Ayaz."

Apa? bistik? jadi Ayaz suka bistik. Jujur, kedatangan Fatma malah semakin membuat perasaanku semakin terpuruk. Aku cemburu bukan hanya pada Ayaz, tapi juga perhatian Mama yang gak pernah sekalipun berucap lembut padaku. Dan Ayaz... biarpun dia nggak begitu peduli sama kehadiran Fatma, tapi tetap aja aku khawatir dia akan berpaling karena Fatma jauh lebih baik dari pada aku.

"Wah... pasti enak nih! Ayaz, mending kamu makan yang ini. Dari pada nasi goreng amburadul gitu!"

"Telat Ma. Nasinya keburu abis." Ayaz menunjukkan piringnya yang udah kosong tanpa sebutir nasi pun.

Aku sendiri kaget. Gimana bisa dia ngabisin nasi goreng yang rasanya aneh gitu.

Ya Allah...

Apa aku lagi nyiksa suamiku sendiri saat ini?

"Ayaz kekamar dulu. Masih banyak kerjaan yang harus diselesaiin."

Setelah kepergian Ayaz. Aku sendiri bingung mau ngapain.

"Puas kamu?! Ayaz terpaksa makan nasi buatan kamu karena dia udah kelaperan. Kalo sampe terjadi sesuatu sama anak saya, awas aja! Ayo Fatma, kita makan diruang keluarga aja. Mama nggak selera makan kalo ada nih perempuan."

Aku terhenyak. Hanya menunduk pasrah sembari tetap berusaha menguatkan hatiku sendiri. Sial! air mataku lagi-lagi lolos. Kenapa aku jadi selemah ini?

Apa karena aku sadar akan kekuranganku? atau ucapan Mama yang begitu pedas sampai hatiku nggak sanggup untuk menahannya? Ya Tuhan... kenapa sulit sekali untuk menjadi baik.

****

Aku terduduk lemas dibalkon kamarku. Bukan menikmati hembusan angin malam, ataupun indahnya bulan. Aku hanya ingin sendiri menenangkan hati dan pikiranku. Mengingat semua kejadian yang cukup menggoncang imanku hari ini. Kenapa rasanya sulit sekali untuk sabar? apa karna minimnya imanku?

Aku menyadari seseorang duduk disebelahku. Tapi aku terlalu malas untuk menoleh kearahnya. Meski aku tahu itu adalah Ayaz.

"Ini... " Aku melirik kearah piring yang berisi sebuah makanan. Itu nasi goreng? tapi penampilannya jauh lebih baik.

"Thara nggak laper."

"Cobalah, ini enak. Saya udah capek bikinnya buat kamu, masa iya kamu nggak mau cobain sedikit aja. Padahal tadi saya udah cobain nasi goreng buatan kamu. Sekarang giliran kamu cobain nasi goreng buatanku."

Aku menghela nafasku. Ayaz bener, apa salahnya cobain juga masakkan dia. Ayaz memberikanku satu suapan yang lansung kusambut meski sedikit ragu.

Saat nasi itu masuk kedalam mulutku. Aku tertegun. Rasanya sangat jauh berbeda dari buatanku. Ayaz bahkan jauh lebih handal dari pada aku dalam urusan dapur.

"Gimana?"

"Ini lebih dari kata enak."

"Ya jelaslah, saya buatnya spesial. Khusus untuk istriku." Aku tersenyum tipis. Mataku berkaca dan Ayaz segera menyadari itu.

"Sstt... kamu kok nangis lagi sih?! kenapa Thara yang cerewet jadi cengeng gini." Aku segera mengusapnya.

"Maaf... Thara cuma terharu. Makasih udah menghargai masakan Thara meskipun rasanya nggak enak." Aku tertawa hambar.

"Seharusnya saya yang berterimakasih. Karena kamu sudah mau berusaha menjadi istri yang baik buat saya. Terimakasih untuk itu."

Aku tersenyum tipis. "Boleh Thara tanya sesuatu?"

"Tanya apa?"

"Fatma itu baik. Cantik, dan juga sholehah. Dia pinter dalam hal apapun. Dia lulusan terbaik sama kayak kamu. Apa nggak ada sedikitpun perasaan kamu buat dia?"

"Kenapa nanyain orang lain sih? kalau rumah tangga kita jangan pernah libatin orang lain."

Aku mengangkat bahuku. Aku juga nggak tau kenapa tiba-tiba pertanyaan seperti itu meluncur gitu aja.

Jelas hal ini terjadi karena Fatma sering masuk kedalam rumah bukan seperti orang asing. Dia bahkan disambut dengan senang oleh Mama Gina. Beda sama aku yang bahkan gak diinginkan sedikitpun sama mertua sendiri.

"Thara cuma penasaran. Pasti banyak cowok yang mengidamkan wanita sholehah seperti Fatma. Kenapa kamu enggak?"

Ayaz masih diam. Apa pertanyaan aku menyinggungnya?

"Kalo kamu nggak mau jawab juga nggak papa kok! Thara bisa ngerti."

"Saya hanya bingung gimana cara jelasinnya. Apa kamu mau denger sebuah cerita?"

***

TBC

JIKA SUKA SILAHKAN KASIH LIKE DAN VOTE SEIKHLASNYA.

1
Surati
bagus👍
Sulati Cus
bagus
falea sezi
bodoh cerai aja ngapain mau di madu duda banyak jangan bodoh
Shifa Burhan
viky menang banyak dalam novel ini bisa merasakan tubuh pemeran utama wanita, bebas sex dengan wanita lain, bebas berbuat bejat, memperkosa, kasar, KDRT, tapi dia tidak dapat karma apapun, bahkan semua kesalahan tidak terlalu dipermasalahkan

thara menag banyak juga, masah bersenang2, sex bebas, hura2, poyah2, dan akhiratnya dapat lelaki yang mencintanya, dan menerima dia apa adanya, bahkan berjuang untuknua

atas lelaki sejati,

fatma miris, berjuang mendapatkan hati lelaki pujaanya tapi miris pujaannya malah nikah dengan wanita lain, dan dia dihujat karena mencinta suami orang, dan miris sekali hidupnya author hukum dia dengan diperkosa dan diperlakukan sangat hina dan kasar
satu kesalahan besar fatma bukan mencintai suami orang tapi fatma mencinta suami pemeran utama wanita karena dasarnya author dan readernya wanita jadi mereka ngehalu diposisi pemeran utama wanita jadi pelakor mereka laknat habis tapi pebinor mereka jaga
Shifa Burhan
lucu dan miria lihat koment reader wanita
*saat fatma melakukan kesalahan mereka beramai menhujat, melaknat dan memaki fatma
tapi
*saat viky melakukan kesalahan meraka diam, tidak mempermasalahkan itu

inilah sikap egois wanita yang dibawa reader dalam berkomentar
*mereka akan melaknat wanita yang menyukai suami alias pelakor
*tapi memaklumi dan terkesan baper dengan lelaki lain yang menyukai mereka, jadi semua kelakuan lelaki itu mereka maklumi bahkan mbenarkan
Shifa Burhan
klo aku sih, bukan masalah pada keperawanan tapi sikap thara, sama seperti wanita butuh pengakuan lewat ucapan, aku rasa juga dengan lelaki

aku tunggu ucapan thara "maafkan karena tidak sempurna dan Terima kasih suamiku karena ikhlas menerima aku apa adanya" ucapan ini simple tapi sangat banyak maknanya
*membuat suami merasa dihargai dan dianggap
*membuat thara merasa bersukur dan berterima kasih
*membuat thara naik derajatnya karena peka terhadap perasaan suami
*membuat thara naik derajat karena sadar akan kesalahannya

tapi sayang sekali thara tidak pernah mengucapkan kalimat itu
Irma sariany
g seru,, masak pemeran utama nya g perawan lgi,, ya walaupun liar, setidak nya g gitu x
Pipit
hahaha.... ngakak aku bacanya thoorr
Pipit
Alhamdulillah....aku seneng banget thoor... author emang the best...bisa ngaduk aduk emosi ku... semangat thooo...lope lope sekebon cabe 😘😘
Pipit
subhanallah...Alloh selalu punya cara untuk menyadarkan hamba-nya yang tersesat....bagus sekali thoor...aku suka 😍😍😍😍
Surati
😭😭😭😭 sabar Thara
Surati
duh ternyata Fatma si ulat bulu
Surati
Thara perlu diruqiah nih🤭🤭 kok gk sadar2 sih
Surati
Thara ingat pesan ayahmu jgn sampe terjerumus lagi
Surati
semoga thara cpt sadarnya
Surati
awal cerita yg bagus.
Siti Zuriah
smoga aja fatma bener" ingin merubah sifat nya dr cemburu k ikhlas, mengikhlaskn ayaz dr hati nya dan menerima thara adalah istri nya ayaz dan jg smoga kelahiran thara selamat sehat dan bahagia dengan kelahiran anak nya
Siti Zuriah
emang nya lo itu siapa fatma lo itu cuma benalu pelakor dan ular jg drmh itu bwt apa minta pembelaan percuma ilmu tinggi skolah sampe jauh" tp prilaku ga beradab layak nya seorang pecundang
Siti Zuriah
baru tau fatma klo lo itu pengemis cinta yg memohon untuk mengambil cinta suami org kmrn otak nya healing kmana aja fatma baru nyadar 😂😂
Siti Zuriah
baru skrg mama gina baik k thara karna thara udh hamil dasar mertua plin plan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!