NovelToon NovelToon
Bunda Merry Hanya Milik Kami

Bunda Merry Hanya Milik Kami

Status: tamat
Genre:Patahhati / Duda / Tamat
Popularitas:529.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ely LM

BUKAN CERITA DENGAN KONFLIK BERAT!!!!

-----------------------------------------------------------

Merry Batari adalah seorang wanita cuek, tegas, dan dingin. Di saat temannya banyak yang menikah atau bahkan masih hura-hura. Dia lebih memilih merintis karir dan menjadi seorang bodyguard desainer ternama. Mengabdikan diri, menjaga sepenuh hati, dan memastikan desainer tersebut aman adalah tugas terbesarnya. Menikah tentu belum menjadi tujuannya.

Namun, cerita kehidupannya berubah 180 derajat sejak pertemuan pertamanya dengan pria kecil yang bernama Emir. Takdir seolah membawanya dalam permainan hidup yang tak pernah ia inginkan dan bayangkan sebelumnya. Takdir yang membuatnya terjerat pada kehidupan empat pria posesif yang mengklaim dirinya adalah milik mereka. Tiga pria kecil memanggilnya bunda dan seorang pria dewasa yang memanggilnya istri.

Takdir membawanya tidak hanya untuk berbicara soal cinta. Namun, juga menuntutnya untuk belajar bagaimana menjadi ibu yang baik bagi ketiga pria kecil posesifnya.

Lalu, bagaimana Merry Batari menjalani kehidupannya itu?

Mari, kita ikuti alur kehidupan bodyguard cantik Merry Batari!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ely LM, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menikahlah dengan Kak Merry

Di kediaman Daris.

"Lama banget sih Kak Daris, pasti seneng banget bisa lama-lama sama Kak Merry!" gerutu Raya mondar-mandir dari dalam ke luar.

"Pokoknya aku harus usaha biar mereka jadi suami istri!" lanjut Raya dengan semangat empat lima.

Tak lama kemudian, munculah mobil Daris yang membuat Raya sangat bahagia untuk menjalankan aksinya setelah ini. Raya yang posisi berdiri di dekat pintu buru-buru masuk dan duduk di ruang tamu.

"Ayo semangat Raya!" seru Raya menyemangati dirinya sendiri.

"Hai Kak!" sapa Raya sok ramah saat melihat Daris masuk ke rumah. Daris mengerutkan dahinya bingung, tumben tuh anak kaya gitu. Daris hanya menjawab dengan mengangkat kedua alisnya sambil tetap berjalan menuju kamarnya.

"Eh Kak Kak, duduk dulu sini, Raya mau ngomong!" Raya segera berlari ke arah kakaknya dan menariknya untuk duduk di sofa.

"Apa sih, mau mandi Kakak!" protes Daris.

"Udah mau adzan Maghrib nih!" lanjut Daris sambil melihat jam tangannya.

"Bentar doang ih!" Raya merengut kesal. "Ntar aja lah, habis mandi! Nggak akan sebentar kamu mah! Pasti lama!" ujar Daris yang hafal bagaimana kebiasaan adiknya.

"Bentar doang Kakak, udah diam ya dengerin Raya mau ngomong!" Raya kekeuh tidak mau dibantah, pokoknya mah hari ini harus ngomong sama Kakaknya.

"Iya udah, buruan!" Akhirnya Daris pun mengalah. Raya langsung tersenyum lebar.

Yook, cemungut buat jadi mak comblang Raya, batin Raya.

"Kak, aku tuh suka kasihan lihat Luham, Liam, sama Emir nggak ada yang ngurusin!" ucap Raya dengan sendu. Di luar apa yang akan ia katakan sudah disetting. Tapi, semua omongannya itu memang fakta yang selama ini ia lihat dan rasakan.

"Kata siapa, ada aku, kamu, sama Bibi kan yang ngurusin!" sahut Daris tidak terima.

"Udah lah, mau mandi Kakak!" Daris beranjak dari duduknya, tidak ingin berlama-lama membahas ini, dia tau pasti ujung-ujungnya Raya ngomong apa.

"Ih bentar dong! Dengerin Raya! Raya itu udah engap, udah capek buat mendem semua ini! Kasihan anak-anak Kak!" Raya mencekal tangan Daris lalu menyeretnya duduk kembali.

Raya tetap memegang tangan Daris sembari memijitnya. Daris melirik tangannya yang dipijit, lalu terbitlah senyum miring di bibirnya.

Mayan lah, badan pegel-pegel ada yang mijitin. Tinggal nebalin telinga aja, yang penting mah dipijit! batin Daris licik.

Akhirnya Daris menyandarkan punggungnya mengambil posisi terwenak. Sedangkan Raya terus saja memijit tangan kakaknya.

"Raya tahu kalau mereka emang ada yang ngurusin, tapi nggak ekstra Kak! Nggak kaya kalau mereka punya ibu! Coba aja Kakak inget, Kakak suka sibuk di kantor kadang malah ke luar kota, terus Raya kadang suka nggak pulang karena ada kegiatan sekolah apalagi nanti Raya kuliah harus kos nggak tinggal di rumah lagi! Satu-satunya harapan hanya Bibi Sami kan? Tapi Bibi Sami itu asisten rumah tangga, kerjaannya udah banyak banget, nggak bisa ekstra njaganya, kasihan juga! Mana Kakak juga pelit nggak mau bayar baby sitter!" ucap Raya secara terus menerus tanpa henti.

"Enak aja Kakak pelit nggak mau bayar baby sitter! Kakak cuma nggak percaya sama baby sitter!" Daris memprotes karena tidak mau dibilang pelit sama adiknya.

"Fakta Kak, itu fakta kalau Kakak pelit! Buktinya aja nggak mau bayar baby sitter! Makanya kalau nggak percaya sama gituan ya nikah Kak, jadi yang ngurusin mereka itu ibunya, ingat Kak ibuu!! Kakak masih nggak percaya juga sama ibunya?" lanjut Raya terus-terusan menasehati Kakaknya.

"Lagian mantan istri Kakak udah bisa tuh nikah lagi! Kenapa Kakak nggak bisa?" lanjut Raya dengan kesal.

Daris mengehela nafasnya dalam, nggak semudah itu dia menikah. Daris hanya takut kalau istrinya nanti nggak tulus sayang dengan anak-anaknya. Daris sadar betul perceraiannya dengan mantan istrinya dulu telah memberi luka yang dalam bagi anak-anak. Jadi, ia tidak mau kalau seumpama nantinya menikah dengan perempuan yang tidak sayang pada anak-anaknya, akan menambah luka bagi mereka.

"Itu sulit buat Kakak! Kakak hanya takut kalau Kakak menikahi wanita yang tidak tepat!" jawab Daris pelan.

"Raya paham dengan kegelisahan Kakak, tapi bukannya kalau kita bisa detail dalam melihat kasih sayang wanita itu pada anak-anak, yang namanya ibu sambung jahat atau hanya sayang pada bapaknya itu tidak akan terjadi?" ujar Raya pelan-pelan. Daris sejenak melirik Raya.

"Raya tahu siapa orang itu Kak!" ucap Raya yang membuat Daris full melihat Raya seraya mengerutkan dahi. Raya pun langsung tersenyum.

"Kak Merry!"lanjut Raya seraya tetap tersenyum. Deris terkesiap mendengar ucapan adiknya.

"Maksud kamu?" tanya Daris yang tiba-tiba merasa otaknya berhenti bekerja.

"Menikahlah dengan Kak Merry Kak! Raya memang baru beberapa jam bersama dengan Kak Merry. Tapi, Raya merasa kalau Kak Merry itu orang yang tepat untuk Kakak! Raya bisa melihat kalau perhatian yang diberikan Kak Merry pada anak-anak itu perhatikan asli, murni gitu, nggak dibuat-buat!! Bukan perhatian kaya perhatiannya para penjilat yang cuma baik dan sayang karena ada Kakak! Raya bisa lihat kasih sayangnya itu, ya udah emang gitu cara Kak Merry sayang! Asli murni deh pokoknya!" tutur Raya sembari mengingat hasil pengamatannya tadi, saat melihat cara bersikap Merry pada anak-anak.

"Pandangan hidup Kak Merry juga bagus, orangnya sederhana juga, apa adanya lah! Kakak inget juga kan pas membahas tentang pendidikan tadi, bagus responnya! Nah, hal itu juga menunjukkan kalau pandangan hidup Kak Merry bagus! Orangnya berpendidikan!" lanjut Raya.

"Raya juga udah tahu Kak Merry dari Raya SMP! Raya juga selalu mengamati Kak Merry! Orangnya itu tahu bagaimana cara beretika yang baik, orangnya elegan nggak alay! Oh ya, Kak Merry tuh orangnya dulu coll dan cuek loh, tapi ke anak-anak perhatian dan hangat kan? Itu keren sih menurut aku!" Raya terus berbicara kepada Daris.

Sedangkan Daris juga mendengar ucapan Raya dengan serius, sembari membayangkan wajah dan sikap-sikap Merry yang sejauh ini ia ketahui.

Bener sih kata Raya, yang paling menonjol sih orangnya apa adanya, nggak ada yang dibuat-buat! Aku begini memang keadaanku begini, tidak ada pura-pura baik supaya terkesan baik di mata orang yang baru ia kenal! Intinya sih apa adanya emang anaknya, batin Daris.

"Oh ya, ada lagi Kak! Dilihat dari style penampilan Kak Merry yang selama ini aku lihat, dia tuh orangnya simple dan sederhana, nggak ribet! Make up juga tipis simple gitu! Orangnya emang kelihatannya nggak ribet!" lanjut Merry lagi. Dalam hatinya memang Merry itu keren menurutnya.

"Toh, Kakak bisa lihat sendiri juga Emir sayang sama Kak Merry! Manggilnya Mama gitu! Anak kecil biasanya ngerti mana yang baik dan buruk!" lanjut Merry.

Daris tidak menganggap remeh omongan adiknya. Lucu ya, adik yang dulu Daris gendong-gendong sekarang jadi perempuan yang udah bisa menasehati Kakaknya. Daris kembali mengingat tentang semua kepribadian Merry. Unik juga sih tuh anaknya, memang beda dari wanita lain.

"Ya udah, Kakak mau mandi dulu!" pamit Daris yang membuat Raya kesal.

"Kakaak, jawab dulu kalau Kakak mau nikah sama Kak Merry!" ujar Raya kesal.

"Raya juga butuh Kak Merry Kak, bukan cuma anak-anak dan Kakak yang butuh! Raya nyaman sama Kak Merry, Raya merasa punya ibu saat bersama Kak Merry! Raya pengen punya orang yang bisa mengerti Raya Kak, Raya juga pengen berbagi cerita dengan orang terdekat Raya! Raya pengeen!" ujar Raya dengan suara bergetar karena menangis.

"Raya suka iri lihat temen-temen punya Ibu, punya Kakak cewek, atau punya orang terdekat yang bisa mengerti mereka! Raya emang ikhlas dengan keadaan Raya yang seperti ini! Tapi, kalau memungkinkan buat Raya bisa punya salah satu dari mereka, Raya juga mau Kak! Raya mau Kak Merry hooowaaa!" Raya menangis seperti anak kecil yang meminta sesuatu, tidak peduli lagi meskipun dia sudah belia.

"Jangan nangis Raya!" Daris memeluk Raya karena Raya sudah lama tidak pernah menangis seperti itu. Raya itu anak yang kuat.

"Akan Kakak pikirkan semuanya!" ucap Daris yang membuat Raya reda dari tangisnya.

1
Merryatti
Luar biasa
Erlinda
kok cerita nya jadi begini bertele tele ga jelas sorry Thor aq stop sampai disini
Erlinda
jujur aq suka klo di novel ada anak kecil nya apalagi dgn bahasa cadel nya bikin terhibur dan ketawa sendiri. lucu .ayo Emir ngomong terus dong 😀😀😀😀
D3W
😍
Nanik Lestari
Tidak tegas banget jadi Pria, Hanya karena ketemu orang pake kerudung
Ita Xiaomi
Ngakak. Ada-ada aja si Mommy 🤣🤣🤣
Iin Karmini
merry dan emir
Ie Cakra
tinggalin aja suami gitumah biar tau rasa
Ie Cakra
kayanya kakaknya juga suka 🤔🤔🤔🤔
Lie Ching
bagus
Suga Wifey
Merry, Aku jadi fans garis keras kamu seperti tante Raya.. aku ngefans banget karakter Merry.
beybi T.Halim
sepertinya menarik
Mita Karolina
Ceritanya bagus,natural dan konfliknya umum kecuali ya masalah si teman cewek yg pakai hijab itu
Mita Karolina
Karo aq wae bang amar 🤣🤣
Mita Karolina
Itu pak duda cerai karena apa thor?kok hak wali anak di bapak?
Ryantie A
Sukses terus buat karya nya kk, maaf jika berkenan mampir yuks ke Novel aku. IDENTITAS RAHASIA.
terimakasih 🙏🏼 like buat kk juga.
Putri Atan
aku suka
Ely LM: Terima kasih Kak🤗
total 1 replies
Rika Kurniawati
👍👍👍👍thanks thor
Ely LM: Terima kasih kembali Kak🤗
total 1 replies
Nuri Nurianti Nurianti Nurianti
kok sudah tamat thorr...jngan lupa extra part nya dong di tunggu
Ely LM: Siap Kak, terima kasih🤗
total 1 replies
Tanti Sunarti
yaahhh eng🥺🥺,,
bkal kangen Emir 😭
Tanti Sunarti: semoga cepat gede Emir wkwkwk
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!