NovelToon NovelToon
Maysaroh

Maysaroh

Status: tamat
Genre:Patahhati / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:416.4k
Nilai: 2.2
Nama Author: Isna Imut

Hi ☺️

Novel lanjutan dari akun pertama "AKUN ANANTA"

Mengandung adegan 21+ harap bijak dalam membaca cerita ini🚫


Maysaroh diperkosa oleh Rio dan menghadapi tekanan perasaan akibat peristiwa hitam tersebut. Kesedihan Maysaroh bertambah saat dirinya hamil. Pattra tahu apa yang sudah terjadi kepada diri Maysaroh menaruh simpati padanya. Akhirnya Pattra menikahi Maysaroh.

Ikuti kisah lanjutannya akankah Pattra dan Maysaroh menjadi sepasang suami istri yang sangat bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isna Imut, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16

Di kediaman Wiguna

Pada saat jam istirahat siang Papa Wiguna pulang ke rumah.

Papa Wiguna duduk termenung di teras kamar dan Mama Una yang melihat Papa Wiguna termenung dia mencoba menghampirinya.

"Jauh termenung Mama lihat, Pa" Ucap Mama Una yang membuyarkan lamunan Papa Wiguna

"Eh... Ibu" Jawab Papa Wiguna

"Ada apa sih, Pa? Papa lagi mikir apa" Tanya Mama Una

"Papa lagi memikirkan anak kita, Ma" Jawab Papa Wiguna tersenyum

"Anak kita Pattra? Mama lihat baik-baik saja hubungan dengan Isna. Mama lihat juga udah ada perubahan sikap dengan Rio" Ucap Mama Una

"Perubahan apa Ma? Tanya Papa Wiguna

"Iya Papa lihat Rio udah berangkat ke Kantor pagi-pagi. Itu menandakan bahwa Rio anak yang rajin, Pa" Jawab Mama Una

"Kenyataanya dia gak sampai ke kantor begitu kan, Ma" Ucap Papa Wiguna

"Apa" Jawab Mama Una dengan terkejut

"Iya beneran" Ucap Papa Wiguna

"Kalau dia gak pergi ke kantor terus kemana perginya Rio, Pa? Tanya Mama Una balik

"Entahlah Ma. Papa juga tidak tahu" Jawab Papa Wiguna

"Apa dia dengan Lidia. Papa Udah telepon Lidia Pa? Tanya Mama Una

"Sudah. Lidia tidak bersama dengan Rio bahkan dia juga tidak tahu Rio berada di mana" Jawab Papa Wiguna

"Rio kamu di mana sih, Nak" Ucap Mama Una dengan lirih dan mulai menghawatirkan keadaan Rio

"Dia itu kebiasaan kalau aku nasehatin pasti dia marah dan ujung-ujungnya gini ni... pergi begitu saja tanpa memberitahu ke kita orang yang ada di rumah merepotkan saja" Ucap Papa Wiguna menjelaskannya

"Apa semalam dia pulang larut malam dan Papa memarahi dia? Tanya Mama Una

"Iya Ma..." Jawab Papa Wiguna

"Mama kan udah bilang Pa. Kalau berbicara dengan Rio itu harus dengan cara yang lembut" Ucap Mama Una

"Udahlah Ma. Jangan di belain terus. Intinya anak Mama itu gak bisa berubah" Jawab Papa Wiguna

"Sabar Pa" Ucap Mama Una mencoba menenangkan suaminya yang mulai emosi

"Mau sampai kapan Ma kita harus sabar. Terkadang Papa itu ingin rasanya menyuruh Rio untuk tinggal di desa dan tanpa memakai fasilitas yang mewah biyar dia merasakan hidup susah" Jawab Papa Wiguna

"Jangan Pa. Kasian Rio" Jawab Mama Una

"Tu kan Mama selalu begitu terus dengan Rio. Jangan di manjakan dia terus Ma... " Ucap Papa Wiguna pergi meninggalkan istrinya dan tidak ingin berdebat lagi

"Pa... Papa mau kemana? Tanya Mama Una

"Papa mau istirahat, Ma" Jawab Papa Wiguna

"Iya sudahlah Pa" Ucap Mama Una

Mama Una turun ke lantai bawah untuk mencari Isna. Iya aku harus pergi dengan Isna ke rumah Lidia sekarang juga. Aku punya ide yang sangat bagus.

"Isna... Is..." Teriak Mama Una memanggil nama Isna

"Iya Ma. Ada apa Mama teriak-teriak memanggil ku" Tanya Isna menghampiri Mama Una

"Kamu siap-siap sekarang juga antar Mama ke rumah orang tuanya Lidia" Perintah Mama Una

"Emangnya ada apa sih Ma? Tanya Isna

"Gak usah banyak nanya. Mama tunggu di luar 5 menit Isna" Jawab Mama Una

"Iya Mama" Jawab Isna

.

.

Di kediaman rumah keluarga Lidia

Assalamualaikum

"Tok... Tok... Tok..." Suara pintu di ketuk dari luar

"Waalaikumsalam" Jawab salah satu orang yang berada di dalam rumah tersebut

"Ckelek Krekkk" Suara pintu terbuka

"Mama" Ucap Lidia terkejut

"Kak Isna" Ucap Lidia tambah melonggo dibuat kedatangan mereka yang secara tiba-tiba tanpa memberikan kabar terlebih dahulu

"Mama... Ma... Masuk ma..." Ajak Lidia dengan terbata-bata

"Mana orang tua mu? Tanya Mama Una

"Ada Ma. Mereka ada di atas Lidia pangil dulu iya Ma" Jawab Lidia segera pergi naik ke lantai atas

"Iya baiklah" Jawab Mama Una

sesampainya Lidia di lantai atas memberitahukan kepada Orang tuanya kalau ada Mama Una di rumahnya

"Ma... Pa... Di bawah ada Mama Una" Ucap Lidia

"Apa? Ibu Una maksudmu? Tanya Mama Bunga tidak percaya dengan ucapan anaknya

"Iya Ma..." Jawab Lidia

"Ada apa iya, Ma. Koh mereka tiba-tiba datang dan tidak mengabari kita terlebih dahulu" Sambung Papa Samsul

"Lidia juga gak tau, Pa" Jawab Lidia

"Sudahlah kalian ini malah saling menebak saja. Ayo kita turun menemui mereka! Ajak Mama Bunga

"Iya. Ayo Pa" Ajak Lidia kepada Papanya

"Aduh... Aduh... Bu Una. Kenapa Ibu gak kabari kita dulu, biyar kita ada persiapan untuk menyambut kedatangan Bu Una" Jawab Bu Bunga dengan basa-basi

"Halah... Ibu ini kayak dengan siapa saja. Tadi itu saya dengan Isna pergi jalan-jalan donk. eh, gak tau kenapa koh saya ingin mampir ke sini" Ucap Bu Una dengan senyum

"Hehe iya Bu" Sambung Isna tersenyum

"Lidia kamu siapkan jamuan untuk Bu Una iya Nak" Perintah Mama Bunga

"Iya Ma" Jawab Lidia segera pergi ke dapur

"Aduh gak usah repot-repot Lid. Kita cuma mampir sebentar doank kok Bu" Sambung Bu Una

"Gimana Bu. Kabar Pak Wiguna? Tanya Pak Samsul

"Alhamdulillah sehat Pak" Jawab Mama Una

Hm...

"Sebenarnya saya datang ke sini juga ingin membicarakan soal hubungan Lidia dengan Rio anak saya" Ucap Bu Una

"Emangnya ada apa Bu dengan mereka. Aku lihat mereka baik-baik saja kan Pa" Sambung Bu Bunga

"Iya Bu" Sambung Pak Samsul

"Bukan itu maksudku. Tapi... Untuk membicarakan tanggal pernikahan Rio dengan Lidia" Jawab Bu Una

"Oh soal itu" Ucap Pak Samsul

"Hahaha" Suara tertawa Bu Bunga

"Ya ampun Bu aku sampai panik dengarnya. Kami pikir Ibu akan membatalkan pernikahan mereka" Jawab Bu Bunga

"Rasanya pertunangan mereka sudah lama, gak baikkan kalau mereka terus berduaan tanpa ada ikatan yang jelas. Apa kata orang-orang nanti" Ucap Bu Una

"Iya Bu benar. Pertunangan kalau cuma satu bulan atau dua bulan gak jadi masalah. Lha ini malah mau lebih dari satu tahunkan Bu" Jawab Bu Bunga

"Betul itu Bu. Makanya saya datang ke sini untuk membicarakan tanggal dan tempat pernikahan" Ucap Bu Una

"Iya-iya Bu. Kita sebagai orang tua ngikut saja apa kata mereka. Biyar mereka yang pilih tempatnya" Sambung Pak Samsul

"Oh. Soal itu semua saya sudah siapkan Pak. Tinggal anak-anak terima bersih dari WO yang saya pilih" Jawab Mama Una

"Gitu iya Bu" Ucap Bu Bunga dengan perlahan

Pembicaraan antara Mama Una dan orang tua Lidia pun cukup panjang. Namun tak terlihat Lidia keluar dari dapur.

"Ya ampun Lidia kamu di dapur itu bikin apa saja sih Nak, lama banget sih. Ayo letakkan di situ minumannya" Perintah Bu Bunga

"Maaf Ma" Jawab Lidia

"Sudahlah Bu" Sambung Bu Una

"Itu tadi kita sudah membicarakan pernikahanmu dengan Rio. Iya kan Bu? Kalau pernikahanmu dengan Rio akan dilaksanakan dua Minggu lagi" Ucap Mama Bunga menjelaskannya kepada Lidia

"Apa Ma? Yang benar saja Ma? Tanya Lidia

"Iya benar sayang" Sambung Bu Una

"Wah selamat iya Lid. Sebentar lagi kamu akan menjadi Nyonya Rio Wiguna" Sambung Isna

"Makasih Kak" Ucap Lidia dengan memeluk Isna

Bersambung... ✍️

1
ZahraMarzia
aku mampir ka ke sini dulu 🥰🥰🥰
Mr.Jasa🐺
Dasar tukang tipu
Nur Adam
lnjjt thoor
Mr Lie 🍇✰͜͡v​᭄
aq mampir ka
💜Nay🐊
sukses thor
💜Nay🐊
mampir...
🍒⃞⃟🦅 R⃟tunggadevi
jejak ..semangat ya
ᴍ֟፝ᴀʜ ᴇ •
mampir
🦋 165
next
TK
sukses
𝕾𝖆𝖒𝖟𝖆𝖍𝖎𝖗
Semangat
Mas Adam
semangat
LUNA HIATUS
mampir thor
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
srmangat🤗
🎧ᖇ𝚎𝙴ʰⁱᵃᵗᵘˢ♫︎
semangat
ㅤㅤ ㅤ𓂃𑁍ࠬ·ꗥₜₐₗₗᵧ·🫧 ||
next
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ ~Ꮢнιєz ~💘༄⃞⃟⚡
done
Azzahra Rara
bagus bnget critanyaa sy sukaaa
abjdefghij: hai kk mau promosi ada novel baru ku yang berjudul ISTRI TUAN ANAS.
total 1 replies
LalaLolita
Lydia nekat dan gila karena cinta? 🙄🙄
Azzahra Rara
critanya masih muanis muanis ini,,,lnjutin ya thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!