Hanya cerita fiksi‼️
Seorang wanita solehah bertemu dengan pria arogan pemaksa?.
Pria dengan sejuta pesonanya tapi dibalik wajahnya yang tampan terdapat sifat pemaksa, posesif dan bahkan pemarah.
"you are mine"
Dan sialnya pria itu adalah putra tunggal dari keluarga billionaire yang perintahnya tidak bisa di bantah siapapun.
Semua kemauan pria itu harus terpenuhi!.
Happy reading:)
Guys kalau ada kata-kata yang salah atau kalimat apapun itu. Komen ya karena aku juga baru belajar hehe.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blursky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Paksaan Menikah
Dara dan Devan sedang berada di kursi taman sekolah,dengan lembaran kertas ditangannya.
"Jadi? kau sudah paham materinya?." Tanya Devan menatap Dara.
"Em sedikit." Jawab Dara.
"Bagaimana kau mau paham jika dari tadi melamun saja." Ucap Devan.
"Aku?."
"Ya. Kau sedang memikirkan Ellard? dia memang sangat keras sifatnya,jadi kau harus bersabar menghadapinya." Ucap Devan.
Dara mengangguk, "Eh,kau mengenal Ellard?." Tanya Dara terkejut.
"Siapa yang tidak mengenal putra tunggal Walton,dan aku pernah tidak sengaja bertemu dengannya saat pertemuan para kolega bisnis." Ucap Devan.
"Benarkah? kalian sudah berbisnis?."
"Ya. Lebih tepatnya terpaksa,kita adalah penerus
perusahaan orang tua. Jadi apa boleh buat?." Ucap Devan.
Dara tertawa pelan "Ternyata jadi anak orang kaya tidak mudah,kalian yang seharusnya bersenang-senang di masa muda malah terikat dengan banyak berkas." Ucap Dara.
Devan juga ikut tertawa melihat gadis didepannya itu tertawa, Dara yang melihat Devan tertawa seketika terdiam.
"Kau kenapa?." Tanya Devan saat melihat perubahan raut wajah Dara.
"Tidak,hanya baru pertama kali ini aku melihatmu tertawa.Agak aneh karena aku kira kau pria beku." Ucap Dara.
Devan menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil, "Aku juga manusia." Jawab Devan.
"Ya." Ucap Dara mengangguk dan tersenyum lalu kembali membaca kertas di tangannya.
"Sampai kapan kita menunggu Bu Lily?." Tanya Dara.
Devan menengok menatap Dara, "Tidak tau,guru lain bilang Bu Lily baru masuk ruang rapat." Jawab Devan.
Dara menengok ke arah ruang guru,sambil menautkan jari-jari tanganya dan mengerakkan kedua kakinya.
"Kau tidak nyaman ya bersamaku?." Tanya Devan.
Dara terkejut mendengarnya langsung menatap Devan, "Eh b-bukan begitu maksud ku. Hanya-."
"Tidak masalah aku hanya bercanda." Ucap Devan tertawa lalu mengusap kepala Dara.
Dara yang terkejut langsung memundurkan kepalanya, tiba-tiba seseorang memukul wajah Devan sampai membuat pria itu jatuh tersungkur di rumput.
"Kurang ajar!!. Aku bahkan tidak pernah menyentuhnya seenaknya!!. Dan kau! sialan!." Ucap Ellard marah. Pria itu menghampiri Devan,menarik kerah baju pria itu lalu memukulinya.
Bughh
Bughh
Devan yang tidak terima membalas pukulan itu,sampai membuat sudut bibir Ellard robek.
Bughh
Bughh
"Kau kekasihnya?!,kau suaminya?!. Kau tidak memiliki hak untuk mengatur Aldara,dia bukan siapa-siapa mu!." Ucap Devan mencengkram erat kerah baju Ellard.
Ellard yang mendengarnya langsung tersulut emosi,Ia membabi-buta Devan.
"ELLARD!!." Teriak Dara menarik lengan Ellard,tidak ada yang bisa ia lakukan selain itu, sekolah sudah sepi tidak ada yang bisa ia mintai tolong. Jika mereka tidak dihentikan maka akan ada yang mati di sini.
"PERGILAH!." Ucap Ellard keras sambil menghentakkan tanganya membuat Dara langsung terjatuh.
"Dara!,kau?!." Ucap Devan lalu memukul Ellard.
Bughh
Bughh
Ellard yang melihat gadisnya terjatuh langsung memberi bogeman untuk Devan lalu berjalan kearah gadisnya.
Ellard menyuruh Dara berdiri lalu menarik tangan gadis itu kasar menuju rooftoop sekolah.
Devan ingin mengejarnya tapi ia tidak mampu untuk berdiri, Ellard benar-benar seperti gorila mengamuk.
*****
Ellard menyeret Dara naik tangga kearah rooftop Dara tidak bisa melepasnya kerena cekalan tangan Ellard benar-benar kuat sampai menimbulkan rasa sakit di tangannya.
Saat sampai di rooftop Ellard langsung melepaskan tangan Dara,lalu mengacak rambutnya frustasi.
"Kau milikku Al!!. " Ucap Ellard menunjuk kearah Dara.
"Kau milikku dan akan selalu menjadi milikku!!,tidak ada seorang pun yang bisa mengambilmu dariku." Ucap Ellard.
Dara hanya diam menunduk sambil menangis,ia takut sangat takut melihat Ellard,saat pria itu marah.
"Kau harus menikah denganku." Ucap Ellard tegas.
Dara langsung mendongakkan kepalanya melihat kearah Ellard yang juga sedang menatapnya.
"Kita menikah secepatnya." Ucap Ellard penuh tekanan di depan wajah Dara.
Dara yang mendengar ucapan Ellard langsung menggelengkan kepalanya cepat. Ellard yang mendapat penolakkan lagi dari gadisnya tidak bisa menahan emosinya. Apalagi saat kata-kata Devan terngiang di telinganya.
Ellard menghancurkan semua barang-barang yang berada di rooftop.
"Kenapa?!." Teriak Ellard.
"Apa karena kau menyukai pria itu!!." Ucap Ellard keras.
Dara menggelengkan kepalanya sambil menangis.
"Kenapa!!. Aku hanya mengharapkan cinta apa sesulit itu?!!." Ucap Ellard keras.
"Apa aku tidak pantas di cintai?." Ucap Ellard memelankan suaranya.
"Kenapa aku tidak bisa merasakan cinta dan kasih sayang?."
"Lalu apa gunanya aku didunia ini jika tidak ada yang menyayangiku tulus?." Ucapnya lirih lalu Ellard tersenyum miring.
Dara yang mendengarnya ingin melangkah mendekati Ellard. Tapi langkahnya terhenti saat melihat pria itu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya.
"E-ellad?!." Ucap Dara gemetar melihat benda tajam di tangan pria itu.
Ellard mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya lalu membuka pisaunya. Mengarahkan pisau itu kearah pergelangan tangannya.
"Apa yang akan kau lakukan?!." Ucap Dara takut sambil melangkah mendekat kearah Ellard.
"Diam di sana dan lihatlah Dara." Ucap Ellard lalu menggoreskan ujung pisau itu pada kulitnya.
"ELLARD!!." Teriak Dara berlari mendekat kearah Ellard.
"Semakin kau mendekat semakin pisau ini menggores dalam. Atau kau menginginkan itu? baiklah." Ucap Ellard memasukkan ujung runcing pisau itu di tanganya.
"Tidak!!. Aku berhenti dan hentikan perbuatan mu." Ucap Dara sambil menghapus air matanya.
Bukan pergelangan tangan Ellard yang di gores pria itu,tapi punggung tangannya diukir nama 'Al and Ell" disana. Darah mulai menetes membasahi lantai rooftop itu.
"Lihatlah Dara! kau ingin aku menambahkan kata apa?." Tanya Ellard.
Dara langsung menggelengkan kepalanya cepat, "Ku mohon Ell,hentikan perbuatan mu." Ucap Dara pelan.
Ellard mencabut pisau itu yang ia goreskan di tanganya,
lalu mengarahkannya di pergelangan tangannya.
"ELLARD!!." Teriak Dara.
"Menikah dengan ku Dara." Ucap Ellard sedikit saja tangan pria itu turun maka pisau akan langsung mengenai nadi Ellard.
Dara bingung dia takut jika Ellard benar-benar menghabisi nyawanya hanya karena dirinya. Tapi ia tidak pantas untuk pria itu banyak yang berbeda diantara mereka.
Ellard yang melihat gadisnya terdiam langsung mengerti jawabnya,ia tanpa pikir panjang langsung menggores pisau itu di pergelangan tangannya.
"Ellard!!." Teriak Dara berlari kearah Ellard dan merebut pisau itu.
"Aku akan menikah denganmu! tolong jangan melakukan hal bodoh seperti ini lagi." Ucap Dara menangis lalu membuang pisau itu kesembarang arah.
Ia melihat Ellard yang tersenyum kepadanya,pergelangan tangan pria itu mengeluarkan darah. Dara dengan cepat mengambil sapu tanganya lalu melilitkannya di pergelangan tangan Ellard dengan tangan gemetar.
"Terimakasih. Aku berharap kau memegang janjimu." Ucap Ellard pelan.
Dara melihat wajah pria itu,wajah Ellard semakin lama semakin pucat membuatnya khawatir.
"Ell kita harus obati lukamu." Ucap Dara panik.
Ellard menikmati tingkah Dara yang sangat mencemaskan dirinya,sungguh ini pertama kali untuknya merasa sangat di cemaskan. Ternyata senangnya melebihi apapun yang ia miliki sekarang.
"Ell kau bisa berjalan?." Tanya Dara cemas,tidka mungkin ia memapah tubuh besar Ellard dan itu sama saja dosa pikirnya.
Ellard yang paham maksud Dara,tidak bisa bersentuhan dengan pria yang bukan suaminya menganggukkan kepalanya. Suami? ah memikirkannya membuat Ellard senang bukan main tinggal menunggu sebentar lagi maka ia akan memiliki gadisnya seutuhnya.
Ellard melangkah pelan di ikuti Dara di sampingnya berjaga-jaga jika pria itu pingsan karena kehabisan darah mengingat luka ditangan Ellard mengeluarkan banyak darah.
Ellard bukan merasakan sakit di tanganya tapi tiba-tiba ada yang aneh dengan dada kirinya saat mengingat perkataan Devan dan perilakunya pada gadisnya itu.
"Ell kau kenapa?." Tanya Dara panik saat melihat Ellard memegang dada kirinya dan keringat membasahi pelipisnya.
"Al-." Belum sempat menyelesaikan ucapannya Ellard langsung jatuh pingsan.
"ELLARD!!." Teriak Dara panik. Dara langsung terduduk lemas dan mengangkat kepala Ellard kepangkuannya.
Dara panik ia harus apa? tiba-tiba saja otaknya benar-benar tidak bisa diajak berpikir. Wajah Ellard terlihat pucat,sangat berbeda dengan wajah yang selalu menganggu dirinya.
Dara menangis sambil mencari ponsel di saku celana pria itu. Ia harus menghubungi seseorang,tidak mungkin ia berlari kebawah itu akan memakan waktu lama.
Maaf ya Allah. Ucap Dara saat meraba saku celana Ellard. Dara menemukan benda pipih di saku celana kiri Ellard,ia mengambilnya dengan hati-hati lalu menghidupkan ponselnya.
Dara mencari nomor kontak yang ia kenal, Frank dan Lay mungkin.
*******
"Dimana Ellard membawa Dara?!." Ucap Frank kesal.
"Bos Ell tidak akan membunuh Bu bos kan,Frank?." Tanya Lay.
"Bodoh sekali kau itu!! tidak mungkin Ellard menyakiti hal yang bisa membuat dia gila." Jawab Frank kesal.
"Aku kan hanya bertanya." Ucap Lay.
Saat akan melangkah pergi ponsel Frank berbunyi, Frank melihat nama yang tertera di layar ponselnya.'Ellard'',
"Siapa?." Tanya Lay lalu melirik ponsel Frank,seketika matanya membola saat melihat nama Ellard.
"Angkat bodoh!! kenapa diam saja!." Ucap Lay membuat Frank terkejut lalu mengeser layarnya keatas.
"Halo?-."
Terdengar suara isak tangis di sana ,membuat Frank dan Lay panik.
"Dara ini kau?! ada apa?!." Ucap Frank panik.
"Benar bukan bos Ell melukai Bu bos." Ucap Lay berbisik di telinga Frank.
"Diamlah!!."Ucap Frank kesal.
"Dara?!."
"Frank,hiks Ellard d-di pingsan." Ucap Dara sesenggukan.
Frank dan Lay saling menatap lalu kembali menatap layar ponselnya.
"Dimana!!?." Ucap Frank cemas.
"rooftop." Jawab Dara.
Frank mematikan sambungan teleponnya lalu berlari cerat kearah rooftop diikuti Lay di belakangnya.
*****
"Ellard." Ucap Dara saat melihat wajah pria itu sangat pucat.
"Ellard!!." Teriak Frank berlari kearah mereka.
"Dara." Ucap Frank meminta Dara menyingkir agar ia bisa membawa tubuh Ellard.
"Bos!!. Bagaimana ini Frank?!." Ucap Lay cemas.
"Kita bawa ke rumah sakit,cepat bantu aku angkat bodoh!!." Bentak Frank.
Lay mengangguk lalu mengalungkan salah satu tangan Ellard di lehernya begitu juga Frank.
Mereka mulai mengangkat Ellard hati-hati lalu berjalan turun kearah tangga dengan Dara dibelakangnya.
*******
Mereka sampai di depan mobil Ellard,Lay membuka pintunya ternyata tidak di kunci oleh sang pemilik.
"Dara kau masuk dulu." Ucap Frank.
Dara mengangguk lalu masuk dan duduk di kursi belakang, perlahan mereka memasukkan Ellard dengan posisi kepala berada di pangkuan Dara.
Frank dan Lay masuk kedalam lalu melajukan mobilnya cepat menuju rumah sakit.
*****
Mobil mereka sampai di halaman rumah sakit,Lay langsung keluar dan berlari kedalam meminta dokter segera menangani Ellard.
Frank dan beberapa perawat pria memindah Ellard keatas brankar lalu mendorongnya masuk kedalam IGD.
"Tenanglah Dara, Ellard pria kuat." Ucap Frank saat melihat Dara meremas kedua tangannya wajah gadis itu pucat,dan tubuhnya gemetar.
...........
"Tuan anda tidak boleh masuk sembarangan keruangan itu." Ucap perawat saat melihat Lay berlari ke arah ruang pimpinan rumah sakit.
"Berisik sekali kau!!! kau tidak tau siapa yang sedang terbaring di IGD?! jika kau tau kau akan menyesal telah menahan ku." Ucap Lay mendorong perawat wanita itu lalu berlari masuk kedalam.
Brankk
"Paman Nike!!." Teriak Lay menendang pintu ruangan.
"Hei bocah!! kau-."
"Bos Ellard berada di IGD." Potong Lay cepat.
"Apa?!!." Teriak Nike langsung berlari keluar,sapaan para perawat tidak dihiraukannya.
Lay berjalan keluar, saat melihat perawat yang tadi menahannya ia berhenti di depannya.
"Putra pemilik rumah sakit ini yang terbaring di IGD, dan kau membuatnya lama menunggu." Ucap Lay lalu berjalan pergi meninggalkan perawat yang sedang berdiri tegang.
******
"Paman Nike." Ucap Frank berdiri dari duduknya,begitu juga Dara.
Astaga!. Batin Nike terkejut saat melihat Dara.
"Hey paman masuklah Ell didalam." Ucap Frank sedikit keras menyadarkan lamunan Nike.
"H-ha iya baiklah." Ucapnya lalu membuka pintu ruang IGD.
Dokter yang sedang menanganinya langsung menundukkan kepalanya saat melihat kepala rumah sakit masuk. Nike berjalan mendekat sambil menganggukkan kepala menyuruhnya melanjutkan penanganannya.
******
Mansion Walton
"Apa maksudmu!!." Ucap Ken keras,dia sedang diluar ruang kerja Darren untuk menerima telepon.
"T-tuan muda dibawa kerumah sakit,tuan." Ucap pria di sebrang sana dengan nada ketakutan.
"Apa saja tugas kalian hah!! akan ku beri kalian pelajaran nanti!!." Ucap Ken lalu mematikan sambungan teleponnya.
Ia termenung sebentar lalu melangkah masuk kedalam,
Ceklek
"Tuan." Panggil Ken membuat Darren berhenti menandatangani berkas.
"Tuan muda sedang berada di rumah sakit,tuan." Ucap Ken sambil menunduk.
Brak
"Apa!!." Ucap Darren keras ia langsung berjalan cepat keluar jantungnya benar-benar berdebar mengingat ini pernah terjadi sebelumnya.
.....
"Kenapa Ken?." Tanya Darren saat didalam mobil.
"Pengawal tidak tau pasti mereka bilang tuan muda keluar dari sekolah dalam keadaan tidak sadarkan diri,tuan." Jelas Ken.
Tiba-tiba Darren teringat ucapan putranya siang tadi.
"Kau tau aku Darren? aku akan mendapatkan apa yang ku inginkan. Dengan cara apapun itu walau cara gila sekalipun."
"Apa ini yang kau maksud cara gila?!." Ucap Daren pelan pada dirinya sendiri, sedangkan Ken hanya diam sambil menyetir sesekali melirik kearah kaca spion melihat Darren.
"Maafkan aku jika selama ini belum menjadi ayah yang baik untuk mu." Ucap Darren menatap kosong keluar jendela.
Mobil Darren melaju kencang membelah jalanan kota New York. Ken mengambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada bawahannya untuk mengontrol keadaan rumah sakit saat Darren datang.
Saat mobil sampai di halaman rumah sakit Darren. langsung turun tanpa menunggu Ken membukakan pintunya.
Ia langsung berjalan masuk dengan langkah cepat,raut wajah cemas terlihat jelas.
Orang-orang yang sedang berada di rumah sakit itu langsung terpekik histeris saat melihat sang miliader berada di satu tempat dengan mereka. Banyak yang mengambil fotonya bahkan ingin mendekat kearahnya. Tapi banyak pria berbaju hitam segera mencegah mereka.
"Tuan Darren!!."
"Dia disini? siapa yang sakit?."
"Ya tuhan dia tetap tampan seperti dulu."
"Sugar Daddy!!."
"Badannya kokoh sekali."
Teriakan orang-orang dirumah sakit tidak dipedulikannya ia hanya memikirkan keadaan putranya. Ken langsung berjalan cepat menyusul Darren setelah selesai mengurus para lebah. Ia menyusul Darren yang sedang berjalan kearah resepsionis.
"Tuan,tuan muda sudah dipindahkan keruang rawat." Ucap Ken membuat Darren bernafas lega.
"Aku akan menemui Nike."
"Dokter Nike berada di ruangannya." Jawab Ken.
Darren langsung berjalan menuju ruang pimpinan rumah sakit ini.
Ceklek
Ken membukakan pintu untuk Darren masuk,disana terlihat Nike sedang membaca sebuah kertas berstempel logo rumah sakit.
"Darren." Ucap Nike lalu berdiri.
"Bagaimana keadaan putraku?." Tanya Darren tanpa basa-basi.
"Duduklah." Ucap Nike lalu duduk di kursi setelah melihat Darren duduk.
"Kau masih ingat jika Ellard lahir prematur? dan dari kecil dia mempunyai kelainan jantung?." Tanya Nike.
Tangan Darren mengepal di bawah meja,ia menganggukkan kepalanya. Bagaimana bisa lupa jika putranya memiliki penyakit yang serius.
"Selama ini jantungnya masih baik-baik saja,tapi sekarang sepertinya dia tertekan?." Tanya Nike.
Darren mengembuskan napasnya, "Ya,sepertinya karena seorang gadis." Jawab Darren.
"Lalu kau akan membuatnya dekat dengan gadis itu?." Tanya Nike.
Darren mengangguk, "Apapun untuknya,dia bisa melakukan hal gila lain karena ini. Dia alasanku masih berada di dunia ini." Jawab Darren.
Nike menganggukkan kepalanya , lalu teringat sesuatu.
"Eh gadis yang-."
"Dia gadisnya Ellard." Jawab Darren mengerti arah pertanyaan Nike.
"Kenapa mirip?."
Darren menganggukkan kepalanya.
Bersambung......
Sabar
"Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."
(Surat Al-Baqarah Ayat 153).
~Sebaik-baiknya sabar kesabaran adalah saat engkau memilih diam,padahal emosimu sedang meronta ingin didengarkan.
Dan sebaik-baiknya kekuatan adalah ketika engkau memilih tersenyum. Padahal, ada air mata yang sejak tadi tak mau di bendung.~
Manager juga harusnya bisa kan tanya dan bicara baik2,Udah 2 tahun Dara kerja,gak pernah berbuat ulah kan?Tapi langsung dimaki2..Manager yg songong,mampos tuh loe..