NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti

Pengantin Pengganti

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Pengantin Pengganti Konglomerat / Tamat
Popularitas:326.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rhiy Navya

Sekuel Dinikahi Konglomerat Sejagat!
Biar terasa greget baca dulu novel tersebut, baru maraton ke sini.

Devin terpaksa menikahi anak dari asisten pribadi orangtuanya, karena calon istrinya kabur di hari pernikahannya.

Perintah dari Argan selaku orangtua, tidak dapat dia tolak. Terpaksa menerima pengantin pengganti, meski dia tidak mempunyai perasaan apapun.

Akankah Devin bisa membangun cinta, bersama Tasya yang super cuek? Atau justru Tasya yang sulit membangun cinta, pada Devin yang dingin nan arogan?

Simak kisahnya hanya di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rhiy Navya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baju Terbalik

Tasya tertidur sambil mangap, usai mengisi perut dengan kenyang. Devin ingin mengambil ponsel Tasya dengan perlahan.

"Aduh!" Devin mengeluh.

Tangan Tasya menampar pipi Devin, dia sedang tidak sadar karena nyenyak tidur. Devin masih berusaha, untuk mengambil benda pipih itu.

"Dimasukin nyamuk baru tahu rasa." Devin melihat mulut Tasya, yang terbuka dengan lebar.

Devin berusaha hati-hati, akhirnya ponsel berhasil dia dapatkan. Devin berusaha membuka layar kunci, yang diberi sandi. Namun nihil hasilnya, ponsel itu tidak bisa digunakan.

'Dasar bocah kecut, sungguh merepotkan.' Batin Devin.

Tubuh Tasya menggeliat, membuat Devin segera melempar ponsel di atas kasur. Dia takut Tasya terbangun dari tidurnya.

Keesokan harinya, Tasya berganti baju sekolah dengan terburu-buru. Dia takut dipergoki oleh si Devin.

"Tasya pulang dari sekolah, ikut meeting di perusahaan Rentala Grup." Ujar Devin.

"Aku baru saja sembuh dari sakit. Masak tuan tega, membuat aku kecapekan." Jawab Tasya.

"Bahkan semalam kamu tidur nyenyak. Aku yang menyelesaikan tugasmu, yang berantakan." Gerutu Devin.

"Belajarlah untuk ikhlas dalam mengerjakan sesuatu." Jawab Tasya, sambil menginjitkan kakinya. Tidak lupa menebar senyuman manis.

'Cih apaan senyum seperti itu. Pasti hatinya sedang senang, karena berhasil menindas seorang Devin.' Batinnya.

Devin melihat baju Tasya yang terbalik, dia menjadi tidak tahan untuk tertawa sendiri. Tasya tidak menyadari hal itu, dia malah asyik mengemil coklat.

"Ngapain tertawa sendiri?" Tanya Tasya.

"Sebaiknya pagi-pagi jangan makan coklat." Jawab Devin.

"Dasi milikku belum ketemu lagi." Tasya mengulang untuk mencarinya.

"Haduh, sepertinya aku tidak mau meminjamkan dasi untukmu. Apalagi kamu sudah mengabadikan momen langka." Jawab Devin, dengan tersenyum samar.

'Aku pikir menikahi mu adalah beban berat, yang harus aku pikul. Ternyata menikahi mu adalah takdir terindah.' Batin Devin.

Devin bergidik ngeri, dia tidak terasa dengan ucapannya sendiri. Dia segera menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Devin mondar-mandir, menjadi bingung dengan dirinya sendiri. Meski Tasya suka membuat kesal, tapi baru pertama kali Devin bisa tertawa di depan perempuan.

"Tuan Devin, kamu tampan sekali pagi ini. Tolong pinjamkan dasi iya." Rayu Tasya.

"Bodoh amat, aku tidak akan meminjamkan." Jawab Devin.

"Please deh, nanti aku hapus rekamannya." Ucap Tasya.

"Orang kaya tapi mengemis meminjam dasi." Ledek Devin.

"Sama suami sendiri juga." Ucap Tasya dengan santainya.

"Cepatlah kita keluar, segera pergi ke tujuan masing-masing. Aku hari ini ada tugas dari kampus, harus menemui rektor." Ucap Devin.

"Oh, tuan Devin pasti idola kampus." Jawab Tasya tepat sasaran.

"Aku tidak pernah memperdulikan para penggemarku itu. Aku hanya ditugaskan menjadi ketua BEM." Ucap Devin.

"Tuan Devin menjadi Badan Eksklusif Mahasiswa. Gawat bisa dihukum terus, kalau aku menjadi mahasiswi baru." Tasya kaget, sekaligus khawatir.

Tok! Tok!

Terdengar suara ketukan pintu.

"Kalian harus sarapan pagi, kenapa ribut sekali." Ucap Nadin.

"Ini Ma, aku sedang mencari dasi." Jawab Tasya.

"Cepat iya Sya, ada teman kamu yang nunggu di luar." Ujar Nadin.

"Siapa Ma?" Tanya Tasya.

"Ferdian yang menjemput kamu." Jawab Nadin.

Devin membuang wajah ke sembarang arah, raut wajahnya berubah menjadi tidak suka.

"Kamu tidak perlu berangkat bareng dia." Ucap Devin.

"Apaan sih tuan Devin." Jawab Tasya.

Tasya segera keluar dari kamar. Dia menuju ruang makan, lalu menyantap makanan.

"Eh Ferdian, sudah lama datang?" Tanya Tasya.

"Baru saja kok Sya. Ini ditawari makan dengan Tante Nadin dan Om Argan." Jawab Ferdian.

Tasya mengunyah makanan, sambil meneguk air putih di dalam gelas.

"Sya, baju kamu terbalik." Ferdian tertawa kecil.

Tasya melihat bajunya, dia segera menyudahi sarapan pagi. Waktu sudah menunjukkan pukul 07.05 menit. Tasya segera beranjak dari duduknya, berlari menuju kamar.

Bruk!

Tasya dan Devin bertabrakan, hingga kepala keduanya sama-sama terbentur.

"Sakit tahu tuan Devin, hati-hati dong." Ucap Tasya, sambil memijat dahinya.

"Kamu itu, berlari tidak menggunakan pikiran. Mata tidak dipasang, makanya tidak melihat orang lagi." Jawab Devin.

"Berlari menggunakan kaki, itu baru benar." Ucap Tasya membantah.

"Terserah." Jawab Devin singkat.

Tasya benar-benar bingung, dasi juga belum dipasang. Tasya segera membuka kancing bajunya.

"Eh, kamu mau ngapain?" Tanya Devin, sambil menutup matanya.

"Mau ganti baju, karena terbalik. tuan Devin tadi tertawa, pasti karena hal ini. Kenapa tidak memberi tahu." Pekik Tasya.

Dia melemparkan bantal guling, selimut, boneka, pada Devin. Pria itu terus menangkapnya, membuat waktu Tasya semakin terbuang.

Tasya melihat jam dinding, dia semakin mempercepat melepaskan bajunya. Tidak peduli ada Devin, segera membalik bentuk baju. Devin meletakkan barang yang dilempar Tasya, sampai menelan saliva berulang kali.

Devin benar-benar refleks, dia segera menghampiri Tasya. Devin memegang pinggangnya yang mulus, tanpa penutup kain tersebut.

"Tuan Devin, ini sudah siang." Ujar Tasya.

"Berhenti memanggil aku tuan Devin, tidak pantas panggilan istri untuk suami." Jawab Devin, yang tiba-tiba menuntut.

Devin segera mencium pipi kanan dan kiri Tasya. Kedua bola mata Tasya membulat, pipinya menjadi merah merona.

"Devin lepaskan aku." Tasya memberontak.

Devin tidak mau melepaskan Tasya, dia mencium pundak Tasya. Tangannya hendak menurunkan tali kecil berwarna ungu itu. Tapi, pintu tiba-tiba terbuka.

"Maaf, Mama tidak tahu." Ujar Nadin.

Dia sudah memanggil berulang kali, namun tidak ada sahutan. Tasya segera mendorong Devin, benar-benar malu dipergoki oleh mertuanya.

"Ini hanya salah paham Ma." Tutur Tasya, dia segera mengenakan baju dengan terburu-buru.

"Mama sudah memanggil kamu dari tadi, karena tidak ada jawaban Mama masuk. Ferdian mencari kamu, dia ingin cepat ke sekolah. Ini sudah siang, nanti terlambat katanya." Ucap Nadin.

"Ma, suruh dia pergi sendiri saja. Tasya akan pergi bersama ku." Jawab Devin.

Tasya segera berlari keluar, setelah bersalaman dengan Nadin. Dia memiliki ide untuk meminjam dasi pada Argan saja.

"Papa, aku pinjam dasi kantor Papa iya. Aku lupa meletakkan dasi ku di mana." Ucap Tasya.

"Oh iya boleh." Jawab Argan.

"Tasya, aku bawa dua di dalam tas. Kamu pinjam punya aku saja." Sahut Ferdian.

Tasya segera berpamitan, dia pergi bersama Ferdian dengan terburu-buru. Ferdian menghidupkan mesin motornya, lalu melaju dengan kekuatan sedang. Tasya menghapus peluh di dahinya, lalu memasang dasi yang diberikan Ferdian.

"Terimakasih iya, kamu sudah menyelamatkan aku dari hukuman." Ucap Tasya.

"Iya Tasya, aku akan melakukan apapun untukmu." Jawab Ferdian.

"Aku mau nyawamu." Ucap Tasya.

"Jangan Sya, ini hanya satu. Kalau aku mati, tidak ada lagi yang mencintai kamu." Jawab Ferdian dengan rayuan.

"Hahah lucu kamu." Tasya tertawa lepas.

"Teruslah tertawa, aku suka melihat si cuek bisa sebahagia ini." Jawab Ferdian.

1
De'Ran7
ngapain buat orang nangis..kek kurang kerjaan aja dah nih orang
De'Ran7
dih udah baik di gantiin..kalo gak yg malu banget kan situ ya.wkwk dikhianati udah gitu pengantinnya lari lagi sama sahabatnya
De'Ran7
hm..lucu sekali ya itu kata²(maaf)..pasti sakit banget dah tuh n malu jga sama orang yg undang
De'Ran7
ini mah udah keliatan kaleus kalo dia cewek gk bener..mudah dirayu
Amanah Amanah
lanjut ahh..
Amanah Amanah
Yana minta adiiik😄😄
Amanah Amanah
satu kawan satu musuh ya...
Amanah Amanah
singkat padat dn jesusu ya thooor
Amanah Amanah
ooooh ..gitu ya...Rumi bls dendam
Amanah Amanah
aneh ah ...Heru dn argan Kya g pernh menghdpi mslh yg lebih besar dri ini,jln pkirannya g mennjukn klo dia seorng yg konglomerat😏😏
Amanah Amanah
msa orng Kya g bisa menyelesaikan mslh Kya gini,g nyruh orng2 utk mnyeldikinya gitu
Amanah Amanah
kenapa sikap Heru sama argan jdi ksar si thooor secara dia itu kndlu asistennya argan,dan ada apa dg Rumi ya ...koq dia dendam SMA Tasya dn devan
Amanah Amanah
siapa ya...dalng di balik semua ini apa dia rumi atau Ferdian?
Amanah Amanah
iiiiih Smpe segitunya ya Ruby...itu kriminal,g mkir nnti dia mendekam di oenjara
Amanah Amanah
sabaaar hdpi ujian dg kepla dingin sya
Amanah Amanah
Tasya si nangis knpa thooor?
Amanah Amanah
kembali ke pelakor2 GJ
Amanah Amanah
ngebalas pesn dri kampus koq SMA mm nya yg nelpon g di bls ya...?
Amanah Amanah
begitulah klo g nrut swami,menyesl setelah kejdian yg menimpanya,semoga Tasya segera di temukn
Amanah Amanah
duuuuh tuh dokter lgi pdkt ya....SMA rubis,sayang jga si dr. tmpn,baik HTI hrus Deket dengn ult kket mcm rubis
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!