NovelToon NovelToon
Kamu Milikku

Kamu Milikku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest / Nikahkontrak / Romansa-Percintaan bebas
Popularitas:158.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: EnderGamer 1256

Reva, datang ke Taiwan dengan niat bersungguh-sungguh untuk kuliah dan lulus dengan nilai terbaik.

Steven, pemilik apartemen yang ditinggali Reva dan tinggal di gedung sebelah. Menganggap Reva anak bawang tapi juga mengagumi kecantikan Reva yang mirip dengan Tia, penyanyi sekaligus istri bossnya.
Sosok yang menjadi standarnya saat mencari pendamping hidup.

Sandy, yang dianggap sebagai Om oleh Reva, selalu memberinya dukungan dan pertolongan dalam beradaptasi dengan lingkungan baru.

Kisah cinta Sandy membuat Reva terpaksa membantunya dan membuatnya terjebak dalam kerumitan hubungan diantara mereka bertiga.

Hubungan Mereka bertiga, pacar Sandy dan pengagum Steven.

Siapa yang akan dipilih Reva?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EnderGamer 1256, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengintip

Musik berdentam kuat.

Suasana remang-remang.

Lama-lama Reva tidak tahan juga.

Dia keluar.

Duduk di pojokan tangga.

Tersembunyi.

Ternyata banyak pasangan-pasangan yang menyembunyikan diri di sini.

Ini private party.

Orang saling mengenal di sini.

Reva menarik dirinya makin ke pojok.

Berusaha menyembunyikan dirinya.

Dia malu kalau ketahuan sendirian di pojokan. Seakan sedang mengamati sekitarnya.

Tapi...

Rupanya tempat yang dia pilih adalah tempat untuk berkencan diam-diam.

Suara kecupan, desahan, lenguhan mengusik telinganya.

Reva membuka ponselnya.

Mengalihkan pikirannya.

Tadi siang sudah ada beberapa nilai yang dikirimkan.

Dia kembali menatap daftar nilai-nilai nya.

Dengan telapak tangan, Reva sedikit menutup ponselnya agar tidak bercahaya.

"Hhmm...

ehmmpphh..

hhhh...

ah.. Cin.."

Reva semakin menunduk.

Berkonsentrasi pada daftarnya.

"Cin..

Cindy..ahh..."

Cindy ?

Reva mengangkat muka.

"Ahh..Cin..

hhh..."

"sst..!!"

"Terusin Cindy..

Hh..."

Reva menjulurkan kepalanya sedikit.

Dia melihat rok mini hitam ketat berjongkok.

Rambut sepunggung berwarna kemerahan.

Reva memundurkan kepalanya.

Ingin mengetahui siapa pasangannya.

Dia tidak bisa melihat wajahnya.

Tapi melihat celana panjang kulit ketat bersandar di dinding dengan posisi kaki terbuka.

Reva penasaran.

Tapi tidak bisa melihat siapa laki-laki itu.

Cindy ?

Om Sandy ?!

Benak Reva berputar.

Tapi tadi dia memang tidak melihat Sandy.

Mungkin...

Mungkinkah mereka langsung ke sini ?

Tapi..hmm..

Om Sandy ngikutin mode juga ya..

Pake celana kulit ketat.

Matching sama pacarnya.

Reva tidak berani bergerak.

Dia malu bila ketahuan mendengar kencan diam-diam mereka.

Jadi Reva memutuskan tetap diam.

Dia mematikan ponselnya.

"Cindy..

kamu benar-benar luar biasa!"

"Sst..berisik !!

Nanti ketauan orang!" cekikik Cindy.

Reva mengerutkan kening.

Suara Om Sandy berubah ya?

Reva tetap diam.

Beberapa saat kemudian kedua orang itu keluar dari balik bayang-bayang.

Reva mengintip.

Rambut sepunggung, kemerahan.

Memang Cindy, pacar om Sandy.

Reva menjulurkan kepalanya.

Hanya melihat bagian belakang si laki-laki.

Kemeja kulit hitam ketat sama dengan celananya.

Reva tetap ditempatnya.

Dia masih ingin memeriksa daftar nilainya.

Reva kembali menyalakan ponselnya.

Pesan masuk.

Va dimana ? Jim

Bentar aku kesana Jim balas Reva.

Reva lalu bangkit.

Sambil tetap mengamati ponselnya dia berjalan.

Satu nilainya tidak sesuai dengan yang di harapkan.

Keningnya berkerut.

Ini bakal jadi masalah..Kecuali dia menghubungi dosen bersangkutan.

Bertanya tentang nilainya.

Mungkin... mudah-mudahan sebuah kesalahan.

Brukk.

Kepalanya menabrak dada bidang.

"Aduh..

Maaf.." Reva meninta maaf lalu hendak terus berjalan.

Pergelangan tangannya ditarik.

Reva reflek memukul tangan yang menariknya.

"Aduh Va..!" suara Steven.

Reva mendongak.

"Steven !!

Ngapain disini ?" tukasnya.

"Lho, emang gak boleh ?" balas Steven.

Reva menatap Steven.

Lalu memalingkan wajahnya dan berjalan masuk ke pub.

Dia sudah ditunggu Jim.

Kausnya ditarik.

Reva terhenti.

Lalu berbalik dengan marah.

"Apa sih ?

Aku udah ditunggu !!"

"Sama siapa ?"

"Bukan urusan kamu !!"

Reva kembali berbalik.

Pinggang Reva ditarik.

Badannya di Pepet ke dinding.

Tangan Steven memagari tubuhnya.

Reva terkesiap.

Dia mendongak menatap Steven yang menunduk menatapnya.

"Kamu ini kenapa ?" tanya Steven pelan di atas bibir Reva.

Reva melengos.

"Gak kenapa-napa.

Apaan sih ?

Aku ditungguin orang !" ketus Reva.

"Siapa?"

"Kamu pingin tau aja urusan orang !" ketus Reva.

Dia mendorong tangan Steven.

Steven makin mengukuhkan tangannya.

"Steven !!" jerit Reva.

drrt..drrrt..

ponsel Reva bergetar.

Reva mengusap ponselnya.

"Va ? kamu dimana?" tanya Jim.

Reva melirik Steven.

"Aku ditahan temen kamu !

Nih bicara sendiri !"

Reva dengan cemberut menyodorkan ponselnya pada Steven.

Steven menatap Reva sambil menerima ponsel lalu mendekatkan pada telinganya.

"Siapa ini ?" tanya Jim.

"Oh..kamu Jim." jawab Steven.

"Steven ?!

Ngapain kamu nahan Reva ?

Aku bentar lagi mau nyanyi sama dia !" kata Jim tak sabar.

"Ya udah aku antar dia." jawab Steven memutus hubungan.

Dia menyerahkan ponsel pada Reva.

"Ayo." katanya menarik tangan Reva.

Reva menarik balik tangannya.

"Ayo !!" desak Steven.

"Aku bisa sendiri kok." ketus Reva.

Steven mengamati Reva.

Lalu bibirnya tersenyum.

Anak kecil ini masih marah rupanya.

"Ya udah...

Gih sana." katanya tersenyum kecil.

Reva mendelik lalu berjalan meninggalkan Steven dengan menghentak-hentak.

Steven menatapnya dari belakang sambil tersenyum lebar.

Lalu mengikuti dari jauh.

Di dalam dia bertemu teman-teman nya.

Mereka mengelilingi meja bulat sambil minum-minum.

"Steve !

Lagi seneng ya ?

Dari tadi senyum-senyum terus." kata Roger.

Josh mengamati Steven.

Tapi dia diam saja.

Beberapa saat kemudian di panggung muncul Jim.

Reva menyusul di belakangnya dan duduk dibangku. Tangannya memegang stik.

Steven memutar tubuhnya menghadap panggung.

Bibirnya tersenyum lebar.

Matanya menatap Reva.

Di panggung, Jim mengenalkan Reva.

Lalu memulai aksi mereka.

Lagu baru Jim punya beat cepat.

Diiring dengan kecepatan tabuhan Reva,

Penonton ikut menghentak-hentakkan diri mereka.

Reva sudah biasa tampil saat SMA bersama bandnya.

Jadi tampil di pub bersama Jim dan teman-temannya tidak membuatnya gugup.

Dia memberikan beberapa kali atraksi dengan stik.

Penonton bersorak dan bertepuk tangan.

Jim menyanyikan dua lagu.

Saat selesai, dia menggandeng Reva, membawanya ke depan dan mereka membungkuk bersama.

"Reva...!!" serunya merentangkan tangannya ke arah Reva.

Penonton kembali bertepuk tangan.

Puas dengan penampilan Mereka.

Musik kembali diambil alih DJ.

Steven memutar badannya, kembali menghadap meja.

Meraih botol bir dan meneguknya.

Reva berjalan menuju meja tempat pasangan Michael dan teman-temannya berkumpul.

Mereka bertepuk tangan saat di sampai di meja.

Reva tersenyum malu.

Tia menyodorkan botol minuman isotonik padanya.

"Va, nih..haus kan ?"

Reva mengangguk.

"Banget Tan.

Emang disini gak ada minuman yang biasa-biasa aja buat kita ya?"

Semua tertawa.

"Ada Va.

Tante udah minta disiapin buat kita.

Om Michael juga gak minum kok."

Reva menengok ke arah Michael.

Michael mengangguk.

"Om gak suka, Va."

Reva membuka tutup botolnya.

"Sandy juga jarang minum.

Kamu gak kuat ya Sayang ?" cetus Cindy.

Sambil minum, Reva menoleh pada Cindy.

Glek..

Glek..

Ahh..ya betul..

Yang tadi dia lihat memang Cindy.

Rok mini hitam ketat. Sepatu yang sama.

Glek..

Matanya berpindah pada Sandy lalu menatap ke bawah.

Sandy memakai celana jeans biru.

Glek..

Jeans biru..Bukan kulit hitam.

Jadi..

Brrr....

Minuman Reva tersembur keluar

Dia terbatuk-batuk hebat.

Uhuk..uhukkk...

"Ihh..."

Cindy mundur.

Reva menepuk-nepuk dadanya.

"Aduh Va... pelan-pelan minumnya." kata Tia sambil menepuk punggung Reva.

"Maaf..maaf..." terbata-bata Reva berkata.

Sandy menyodorkan tissue.

"Va.."

Reva yang mendengar suara Sandy lalu mengangkat wajahnya.

Menatap Sandy lama.

Lalu menatap Cindy yang juga sedang menatapnya.

Reva lalu menunduk.

Menerima tissue dari Sandy.

"Aku ke toilet dulu. " katanya.

Tanpa menunggu jawaban Reva berjalan cepat menuju toilet.

Pikirannya kacau.

Dia menabrak banyak orang.

Tia yang melihatnya segera menyusul.

1
Anonim
Lanjut Dong
minsy
kapan uppp
Nana_Ratna
ooohhh Author, knp ga pernah update lagi?. kangen ma Sandy n Reva
Nana_Ratna
kapan Up Thor? kangen Sandy neeh
Ridhan Insya
thor.....lama banget upnya....gue jg lg nunggu yg di asdos thor.....up dhonk thor.....please.....😍😍😍😍😍😍😍
Nayla Sasa
aku tim sandy aja dechhh
kerennnnn
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
cerita yg menarik dan luar biasa.. semangat buat othornya 🤗😇
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
Steven ini pantang menyerah bngt yaa, jelas² Reva sdh milik Sandy.. move on Steve, msh bnyk gadis yg lebih dari Reva di luaran sana jadi jadi pebinor dech aah😏
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aseeek mau di isiin nastar🤣🤣
Ris Andika Pujiono
steve2 gitu aja udah ke geeran. Berasa reva masih cinta? move on woyyy
Ris Andika Pujiono: wadu.. suruh sama Cindy aja klop
total 2 replies
Nana_Ratna
sok banyakin bikin salah Vs,biar makin byk hukumannya n level hukumannya makin meningkat🤣🤣
Nana_Ratna: kan itu tujuannya🤣🤣🤣
total 2 replies
Ridhan Insya
thor.....lama banget upnya ya......dah gak sabar gue nunggunya thor.....please....
EnderGamer1256 @endergamer1256: iya Kak.. diusahakan. Author nya terbagi waktunya dengan novel Selingkuhku Selingkuhmu ..😀
total 1 replies
Ris Andika Pujiono
kirain habis nikah tuh ceritanya sdh g bikin deg2an ternyata masih dilanjut
jangannbilang terjadi huru hara saat pesta lho kak author
Yusup Priyono
mesti sabar - sabar....
baca novel ini....... !@#$^&*%!!
ida siz
happy married y mas sandyreva.. bahagia selalu Buat klian ber 2..
Ris Andika Pujiono
honeymoonnya dikencengin. Kalian usah melwwati lika liku yg bikin jantung reader mo copot. Semoga langgeng ya
cheers 🥰🥰🥰
Bunga Terakhir 🌹
nikah udah .. tinggal punya baby .. yeyy
Nana_Ratna
ikut happy buat kalian b2. smoga kamu ga kegoda lg yaa Va. n jadi tegas ma mantan
Gedang Raja
Sandy di butakan akan cintanya pada Cindy
🍾⃝ͩʜᷞεͧrᷠaͣ☠ᵏᵋᶜᶟ✰͜͡w⃠
aduuh kenapa makin bnyk aja sich thor pengganggunya.. pertama Steven lalu Cindy dan bisa jadi kemungkinan maminya Sandy menjadi duri dlm rumah tangga anaknya sendiri..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!