NovelToon NovelToon
CEO Belok Vs Colonel Cantik

CEO Belok Vs Colonel Cantik

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Contest / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Kang anna

Candra adalah seorang CEO yang memiliki orientasi penyimpanan seksual, Candra di jodohkan oleh kedua orang tuanya dengan seorang colonel cantik.

Mereka selalu terlibat perselisihan satu sama lain, mereka selalu bertengkar dan tak cocok dalam berbagai hal.

Namun suatu keadaan membuat keduanya sadar tak mampu berjauhan satu sama lain, dan saling membutuhkan.

Akan kah mereka saling mencintai pada akhirnya? Biarlah takdir menyatukan keduanya di akhir.

*Bebas promosi novel lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kang anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Riky

Saat mereka masuk mereka terkejut dengan posisi kedua manusia yang kerap di gelari kucing dan tikus tersebut.

"Kalian ngapain?"

"Tidur ma," Chandra semakin menarik Aliya ke dalam pelukannya.

Bahkan saat ini Aliya tampak sudah kembali terlelap kembali, dengan mulut sedikit terbuka. Chandra mengeratkan pelukannya tampa sengaja menarik tengkuk Rayana, hingga bibir mereka menempel satu sama lain.

"Aish," nyonya Mona menutup matanya melihat kemesraan di pagi hari, dari pasangan kucing dan tikus tersebut.

"Ayo mah kita keluar," tuan Omer segera mengajak nyonya Mona keluar.

"Ya sudah istirahat yang banyak ya," nyonya Mona tersenyum senyum segera keluar dari kamar Chandra.

Tampaknya pertengkaran mereka tadi malam benar benar membuat mereka kelelahan, bahkan hingga matahari telah tinggi saja kedua insan yang tengah terlelap tersebut tak kunjung bangun.

Bagaimana tidak mereka melakukan pertengkaran panjang, non stop hingga jam dinding Chandra menunjukkan jam dua dini hari.

......................

Jam menunjukkan jam 12 siang Chandra mulai membuka matanya dengan perlahan, Chandra terkejut bukan main, ternyata bibir mereka saling menempel.

Chandra terkejut ketika melihat Aliya dengan mata tertutup tengah tertidur pulas, sementara ternyata bibir mereka menempel. Chandra sedikit menjauhkan wajahnya dari Aliya. Tampaknya Aliya benar benar terlelap, Chandra segera menggeser pelan lengannya yang menjadi bantalan, kemudian mengganti tubuhnya dengan bantal guling, yang tadi malam ia jadikan sebagai penghalang. Tiba tiba ia teringat kembali perkataan Juwita tentang metode penyembuhannya.

"Jika seorang pasien memiliki pasangan, sebaiknya ia coba rangsangan saat bangun tidur, apakah bisa merangsang dirinya atau belum, tatap wajah pasangan mu dan rasakan kehadirannya. Jangan terlalu di paksakan coba saja perlahan, misalnya kecup puncak kepalanya, hidungnya, pipinya kalau bisa coba kecup bibirnya," ah kata kata Juwita benar benar terngiang di kepalanya.

Chandra sedikit mencondongkan wajahnya, Chandra mencoba mengecup puncak kepala Aliya, kemudian hidung Aliya, pipi Alya, dan berakhir di bibir Aliya. Awalnya Chandra sedikit ragu, namun Chandra tetap mencobanya.

Cup.

Bibir Chandra mendarat dengan lembut di atas bibir Aliya, Chandra mendiaminya sejenak, kemudian kembali duduk. Chandra memegangi jantungnya yang berdegup kencang.

Chandra merasa mungkin ini seperti akibat dari rasa pertama kalinya mencium bibir seorang wanita, sama seperti dulu saat pertama kali ber*ciu*man, namun dengan sesama jenis.

Tetapi anehnya ini berdetak lebih kencang, dan rasanya lebih dari yang ia pikirkan, rasanya luar biasa, rasanya menuntut dan menagih, untuk menginginkannya lagi.

Chandra kembali mencoba mendekat, namun pergerakan dari Aliya membuatnya segera bangkit.

"Ehem," Chandra sedikit berdehem dan mengusap tengkuknya, mengusir rasa gugup yang melandanya.

"Curut udah bangun? Jam berapa sekarang?" Aliya tampak tersenyum.

Aliya segera bangun dengan mata yang enggan terbuka, rambutnya sedikit acak dengan wajah bantal. Chandra memandang Aliya dengan pandangan sulit di artikan, Aliya bahkan terlihat sedikit cantik ketika bangun tidur.

"Curut sableng jam berapa sekarang?" Aliya kembali mengulang pertanyaannya ketika melihat Chandra tak menanggapinya.

"Ah, jam dua belas siang," Chandra sedikit tergugu ketika mengatakan hal tersebut.

Aliya membulatkan matanya, terkejut. Rasanya ia baru saja terlelap, kenapa kini sudah siang? Ah Aliya harus segera bergegas.

"Eh cil lo mau ke mana?" Chandra segera bertanya ketika melihat Aliya bergegas.

"Lo ga mau kerja?" Aliya menghentikan langkahnya.

"Ga ah udah siang juga," ucap Chandra membuat Aliya bernafas lega segera duduk di samping Chandra.

Aliya kembali bangkit menuju tempat tidur dan mencari ponselnya. Setelah menemukannya Aliya segera beranjak keluar.

"Eh, lo mau ke mana cil?" Chandra tampak terkejut melihat Aliya keluar dari kamar.

"Mau balik mandi terus cabut latihan, udah lama gue ga latihan," Aliya segera berjalan meninggalkannya Chandra.

"Gue kirain lo udah ga latihan lagi," kata Chandra memancing Aliya.

"Hari ini gue harus, mau nenangin kandang buaya gue dulu," kata Aliya dengan mengedipkan matanya ke arah Chandra.

Sejenak Chandra berfikir maksud dari Aliya, kemudian matanya membulat dan memandang pintu, di mana Aliya telah menghilang di balik pintu.

......................

Aliya telah sampai di rumahnya, terlihat kakek Rio tengah duduk di teras sembari membaca koran. Kakek Rio tampak tersenyum sembari memandang cucunya.

"Tidur di mana semalam," kakek Rio tampaknya mencoba memancing cucunya.

"Di rumah curut belok sableng," Aliya tampak santai mengatakannya.

"Udah ya kek, Liya mau mandi dulu, nanti Liya mau latihan."

Kakek Rio hanya memandang Aliya dari belakang, hingga bayangannya menghilang di balik pintu, sebelum akhirnya kembali membaca koran paginya yang tak sempat ia baca.

Tak berselang lama Aliya turun dengan pakaian lengkap, Aliya segera menyalami tangan kakek Rio, kemudian segera berangkat kembali dengan motornya.

Hanya butuh lima puluh menit Aliya telah sampai di di tempat latihan, Aliya kemudian masuk namun segera di tegur oleh Riky.

"Al tumben?" Riky tampak nya mencari cara untuk memulai pembicaraan mereka, tentang topik semalam.

"Ah kak Ky, kebetulan Al udah ga ada kerjaan," Aliya tampak tersenyum.

"Kamu semalam ngapain sama sepupu kamu?" Riky menatap Aliya dengan tatapan menyelidik.

"Bukan di rumah sepupu, tapi ponsel Liya tertinggal di rumah dia," jelas Aliya.

"Eh gara gara ga pernah akur, dianya malah masang photo dia biar Al ga punya pacar," Aliya tampak serius ketika mengatakan hal itu.

Riky sedikit bernafas lega, kemudian mengusap lembut kepala Aliya.

"Ada ada aja kalian."

"Tenang aja kak, sudah Al balas paling dia putus dengan pacarnya, nemenin Al yang jomblo," Aliya terkekeh membayangkan pertengkaran antara Chandra dan Brayen, Aliya sudah dapat memastikan mungkin saja Brayen saat ini meminta putus.

Riky ikut terkekeh melihat wajah bahagia Aliya, rasanya sangat menggemaskan. Mereka sama sama berjalan menuju ke dalam bangunan.

"Kak ayo ke bengkel," Aliya tiba tiba teringat mobil Riky, dan menghentikan langkahnya.

"Ah ga papa Al, udah aku bawa semalam ke bengkel," Riky tersenyum manis ke arah Aliya.

"Hm yaudah, kakak udah makan ga? Al lapar soalnya," Aliya terkekeh memandang Riky.

"Ya udah ayo pergi," Riky segera menggandeng tangan Aliya keluar, takut wanita yang ada di sampingnya ini kelaparan.

"Naik motor aja deh biar cepat, dari pada naik mobil lambat," Aliya meminta kepada Riky.

Riky tersenyum sembari mengusap lembut kepala Aliya. "Udah lapar banget ya?"

"Banget," Aliya tersenyum sembari memandang ke arah Riky.

"Tapi helm cuman satu kak," Aliya baru mengingat jumlah helm mereka.

"Kalau gitu gimana?" Riky juga baru menyadarinya.

"Pakai mobil aja deh, biar aman," Aliya akhirnya memberi keputusan.

"Iya kita naik mobil," beo Riky kemudian berjalan bersama menuju mobil Riky yang tampak sudah baik baik saja.

Sesampainya mereka di sebuah cafe, Aliya dan Riky segera memesan. Saat makanan yang mereka pesan telah datang, mereka segera makan dengan lahap sembari bercanda.

Tanpa mereka sadari sebuah mata mengawasi mereka dengan tajam, mata itu terus mengawasi gerak gerik mereka.

Siapakah yang mengawasi Aliya dan Riky? Lalu apa tujuannya mengawasi setiap gerak gerik Aliya dan Riky?

1
Betty Fatimah
apa habis ya.......
ig: kang_anna_story: hai jangan lupa mampir di cerita baru othor cantik ini, judulnya misteri rumah tua. Ceritanya misteri, horor dan komedi loh
total 1 replies
Rynza
💐💗
Maryana Fiqa
nangis darah tu si Brayen 🤣🤣🤣🤣🤣
Soraya
baru mampir thor lanjut
Maryana Fiqa
bikin ngakak gak bisa diam mulut mereka 😄😄😄
Maryana Fiqa
bikin ngakak gak bisa diam mulut mereka 😄😄😄
zea Aljazeera
syukaaaaaaa luaaarr biasaaaaaa
ig: kang_anna_story: terimakasih telah menjadi bagian dari othor dan bersedia membaca novel othor
total 1 replies
ayu nuraini maulina
kebalik keles nikah dulu baru kawin
ayu nuraini maulina
geleh da
ayu nuraini maulina
ko ak geleh y laki2 mgl syng k sesama lelaki
ayu nuraini maulina
nama Omer ingat kisah cinta elif
ayu nuraini maulina
🤣🤣🤣🤣
ayu nuraini maulina
whattt.....
Efrida
yg cwe tomboy, chandra melambai gk nih 😅😅😅
Oh Dewi
Mampir ah...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
Nenk NOER
Aku suka ceritanya..banyak yang lucunya.. sangat menghibur....Semangat berkarya Thor...💪💪😘
ig: kang_anna_story: hai jangan lupa mampir di karya novel baru othor ya
total 1 replies
Riska Fatihica
ceritanya menarik 👍 semangat terus ya Thor buat karyanya 🥰🥰🥰
zee
menyakini= menyalami
ig: kang_anna_story: mohon maaf typo terimakasih atas koreksinya
total 1 replies
Rabia(bia)
Luar biasa
Carlina Carlina
😅😅😅😅🤣🤣😘🤣🤣🤣🤣🤣😘😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!