NovelToon NovelToon
Eternal Promise

Eternal Promise

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:422.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: MuhaNnas IQbal

Asmira Lestari menjalani kehidupan baru dengan dikaruniai seorang putra. Marcell Darwin Antonio sang suami telah mencoba menjadi suami yang setia untuk anak dan istri dengan berbagai usaha. Sehingga cobaan pun datang ketika dendam masa lalu terbalaskan.

Novel ini merupakan kelanjutan cerita dari novel PERJANJIAN, ikuti setiap episodenya. Dan jadilah saksi kehidupan bahtera rumah tangga Asmira yang penuh lika-liku.

Thank you ....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MuhaNnas IQbal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 14

Setelah mandi dan berpakaian rapi Darwin segera meluncur ke rumah Jessica, ia tak sabar ingin bertemu dengan Evano dan istrinya.

Darwin mengetuk pintu serta memberi salam, terdengar suara langkah kaki dari dalam kemudian pintu terbuka.

“Win, ayo masuk?” ajak Valen ketika mengetahui siap yang datang.

Tanpa menjawab, Darwin hanya menurut saja. Begitu mengetahui siapa yang datang wajah Evano langsung tersenyum semringah.

Jessica melirik Darwin tak suka dengan ujung matanya, ia sedang menyiapkan makan malam. “Aku berharap kamu enggak datang sekarang,” ujarnya dingin.

“Kenapa?” tanya Darwin setengah berbisik agar Evano dan Elia tak mendengar.

“Kamu bisa buat mood kami memburuk,” sahut Jessica. Maksudnya adalah mood ia dan Asmira.

“Stttt!” Valen meletakkan jari telunjuk di bibirnya.

“Jangan macam-macam di depan anak-anak.” Valen menatap Jessica dan membulatkan matanya.

Jessica dan Darwin sama-sama terdiam. Setelah semuanya selesai, Jessica menyuruh Evano memanggil maminya di kamar.

Langkah Asmira terhenti ketika melihat kehadiran Darwin di meja makan. Namun Evano tidak mau melepaskan tangan Asmira, ia memaksanya untuk ikut makan bersama.

“Sayang, mau aku ambilkan apa?” tanya Darwin.

“Aku bisa sendiri,” lirih Asmira.

Darwin terdiam, ia tidak mungkin memaksakan kehendaknya terlebih di depan anak-anak. Suasana sangat canggung, Valen beberapa kali mencoba mencairkan suasana. Namun tetap saja ia tak bisa memecahkan keheningan saat makan malam itu berlangsung.

Selesai makan, Valen mengajak anak-anak naik ke lantai dua, ia biarkan mereka menyelesaikan masalahnya di lantai bawah.

Suasana semakin hening, Darwin menggenggam tangan Asmira. Asmira berusaha menarik tangannya dari genggaman Darwin, tapi tidak bisa ia tidak sekuat itu.

“Maafkan aku.” Hanya itu yang keluar dari mulut Darwin.

Asmira terpaku, ia ingin meluapkan semua emosi yang bergejolak di hatinya. Ia tidak puas hanya mendapatkan permintaan maaf saja. Ia ingin mengetahui kesibukan apa yang suaminya lakukan dua Minggu belakangan sehingga tak ada sedikit waktu pun untuk dirinya dan Evano.

Tapi Asmira tetaplah Asmira yang dulu, ia memilih bungkam seribu bahasa dari pada marah-marah dan teriak-teriak dengan segala kekesalan yang ia pendam.

“Sudahlah, Mas.”

Darwin menatap Asmira dalam, ia tidak tahu apa maksud istrinya itu. Kata 'Sudah' yang Asmira ucapkan terlalu banyak makna jika ia jabarkan.

“Aku enggak akan mencari-cari alasan untuk membenarkan diri. Aku mengaku salah, maafkan aku. Terlepas dari semua yang aku lakukan yang sudah membuatmu sakit, aku mohon maafkan aku.”

“Kamu pikir semudah itu, Mas.” Asmira menatap manik mata coklat suaminya. Setetes demi tetes air mata membanjiri pelupuk mata Asmira.

“Apa aku enggak berarti bagi kamu, Mas?” tanya Asmira dingin, ia membuang pandangannya ke samping.

“Enggak sayang, aku hanya terlalu sibuk.”

Keduanya kembali sama-sama terdiam. Asmira bangun dari duduknya, Darwin menarik tangan sang istri namun ditepis olehnya.

“Pulanglah, Mas. Aku ingin istirahat, tubuhku enggak fit, bahkan untuk menanyakan kondisiku saja Mas lupa, kan?”

“Ya Tuhan, maafkan aku sayang, bagaimana kondisimu sekarang, sebenarnya kamu sakit apa?” tanya Darwin. Bukan tidak perhatian, ia benar-benar lupa, tujuan utamanya hanya ingin membujuk Asmira dan mengajaknya kembali ke rumah.

Asmira tersenyum kecut. “Lupakanlah, Mas. Jika Mas sudah bosan, teruslah dengan sikap seperti ini, aku akan memilih jalanku sendiri.” Bagaikan tersayat pisau perihnya hati Asmira ketika kata-kata itu lolos begitu saja dari mulutnya, ia tak bisa lagi membendung tangisnya.

Dari Minggu pertama ia mengetahui kehamilannya ia ingin sekali berbagi kebahagiaan dengan suaminya, namun ia tidak mendapatkan kesempatan itu. Hari ke hari sikap Darwin semakin membuatnya merasa terabaikan.

“Sumpah demi apa pun sayang, aku sama sekali tidak bosan denganmu dan Evano. Aku hanya tidak sadar, aku terlalu terlena dengan proyek yang keuntungannya triliunan. Dari Minggu pertama aku bekerja sama dengan perusahaan K tersebut, aku ingin sesegera mungkin menyelesaikannya. Aku ingin kita berlibur di hari Anniversary kita setelah proyek itu selesai.”

Asmira menatap lekat wajah Darwin. Benarkah yang ia ucapkan kini? Tapi tidak ada kebohongan di matanya. Pikiran Asmira berkecamuk.

“Aku tidak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini, percayalah, semua ini untukmu dan Evano.” Darwin kembali melanjutkan kata-katanya.

Jessica dan Valen yang sedari tadi menguping pembicaraan mereka hanya terdiam mendengar pengakuan Darwin. Kemudian Jessica mendekati mereka berdua.

“Sudahlah Win, biarkan malam ini Asmira istirahat dulu, ia masih belum pulih kembali.” Jessica merangkul bahu adiknya itu.

“Istirahatlah, aku akan menjemputmu besok.” Darwin mengecup kening Asmira dan membelai lembut pipinya.

Jessica mengantar Asmira ke kamarnya sementara Darwin masih berada di sana bersama Valen. Ia menatap punggung istrinya dari belakang dengan tatapan sayu.

“Apa ini ada hubungannya dengan wanita yang di Cafe bersamamu?” tanya Valen memecahkan keheningan.

“Kamu melihatnya, Mas?” tanya balik Darwin. Valen mengangguk.

“Ya, Yunita namanya.”

“Sepertinya ada yang tidak beres, Win.”

Darwin menatap serius wajah Valen. “Maksud, Mas?”

“Setelah kamu pergi, aku melihatnya menghubungi seseorang dan ia marah-marah. Aku tidak tahu lebih tepatnya apa yang ia bicarakan,” ujar Valen.

Darwin terdiam, dari awal Pratiwi sudah memperingatkan bahwa ada maksud terselubung yang Yunita sembunyikan. Namun ia sama sekali tidak percaya, ia seperti disugesti oleh Yunita dengan masalah keuangan sehingga yang ia pikirkan hanya tentang uang saja. Tapi apa aku sebodoh itu? Darwin bertanya-tanya.

“Berhati-hatilah, Win.” Valen menepuk-nepuk bahu adiknya itu.

“Terima kasih, Mas. Aku pulang dulu.”

Valen mengangguk, ia mengantarkan Darwin sampai gerbang pintu rumahnya. Kemudian terdengar suara Jessica memanggilnya ia bergegas masuk ke dalam.

“Darwin sudah pergi, Mas?” tanya Jessica. Valen mengangguk.

“Apa Asmira sudah tidur?”

“Sudah, Mas. Apa semuanya baik-baik saja?”

“Hanya salah paham saja, aku rasa Darwin tidak berbohong sayang.”

“Harapanku juga begitu Mas.”

Sementara Darwin tidak langsung pulang, ia menghubungi Kelvin dan mengajaknya keluar bersama, ada hal yang perlu ia ceritakan pada sahabatnya itu.

Mereka berada di Cafe milik keluarga Darwin, Kelvin baru saja tiba. Melihat wajah Darwin yang tidak fresh ia segera mengetahui apa yang terjadi pada sahabatnya itu.

“Ada apa?” tanya Kelvin langsung ke arah pembicaraan.

“Kamu ingat Yunita anak pemilik yayasan sekolah SMA ku dulu?” tanya Darwin.

Kelvin memutar otaknya mencoba mengingat kejadian yang sudah cukup lama itu. Maklum usia mereka tidak muda lagi.

"Yunita jelek dan bertubuh besar itu yang sering mengejar-ngejar mu?" tanya Kelvin dengan nada sedikit terkejut setelah mengingatnya. Umur Darwin dan Kelvin terpaut dua tahun, mereka juga tidak sekolah di tempat yang sama, namun Darwin sering menceritakan tentang Yunita padanya.

Darwin mengangguk pelan. Kelvin menyipitkan matanya setelah mendapat jawaban dari Darwin.

“Apa hubungannya dengan wanita itu?” tanya Kelvin.

Jangan lupa like ya?

1
Siska_emon
yuhuyy
asrarul huda(أيديل مداسير)
makasih kak udah baca karya aku..🙏🙏 karena kakak udah dukung karya aku, sekarang aku baca juga karya kk
😍eRh😍
isssss dasar asmira abal2
trus emang knp kalau darwin dikasi obat perangsang, thor dari awal dia mau aja ngikutin kemauan si yunita. bayangin aja laki2 dan perempuan yg sdh punya pasangan masing2 pergi liburan bersama beberapa hari, dan vsbg istrinya dirmh tetap berpikir positif tdk terjd apa2 dgn mereka, hmmmm nonsen..
aku gak terima asmira balik suami yg pernah selingkuh apalg smp hamil pula selingkuhannya bisa dibenarkan segala keslhannya hanya krn obat perangsang. maaf ya thor aku berhenti disini nacanya🙏
natal Natal
Halah bulshit pil perangsang..wong disekolahan mereka ciuman kan🤬🤬cihh...walau tanpa obat perangsang tp klo sdh peluk cium nafsu tetap aja gk bisa dihindari..org Darwin sendiri koq yg mau berlibur ckckckxkck
natal Natal
Thor jgn buat Yun jelek ya biarkan dia sama asmira...pokoknya tdk ada kata maaf bagi pengkhianat
natal Natal
Thor q gk rela klo Darwin sama asmira baikan..cerai aja masak setelah asyik celup" SM cwek lain minta balikan sama istrinya? waras Darwin??🤬
natal Natal
percuma Darwin wong kamu sdh celup celup sama Yunita cih....
istriHanbinPacarKyungSoo
mending gak milih dua-duanya jdi single parents aje
Putri Wulan Tika Sitorus
mampossss lho jalanggggh pelakorrrr
Putri Wulan Tika Sitorus
bangsatttt kau Darwin...anjirrr
Friska
smgt thor lanjut lagi
Mila Ameliaa
lanjut dongg thor
Siti Aisyah
beri karma buat si darwin thor ma si lampir yunita .
Siti Aisyah
si darwin bodoh udah bener hidup damai sama keluarga eh malah pergi ngejemput petaka .
Suismiyatun Ismy
season 2 nya mana Thor lanjut dong. masak hapyynya cuman dikit.
Suismiyatun Ismy
ada sisi baiknya ya si Yunita tuh.
Suismiyatun Ismy
rasain Darwin.
Suismiyatun Ismy
bentar aja Thor sedih2 nya nyesek bacanya.
Suismiyatun Ismy
sampai nyesek bacanya Thor.
Suismiyatun Ismy
jangan ada pelakor dong Thor. tumpas aja Thor, aku tuk nek banget.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!