IG : nanayu_95
Syarat msuk Grup "Tuliskan satu nama pemeran Antagonis novel Author"
Zola Arkana seorang gadis desa yang cantik dan tangguh dengan masa lalu kelam. Harus kehilangan orang yang dicintai.
Karena sebuah alasan dia menikah dengan Seorang pria dingin, arogan dan kaya bernama Reymond Arya Winjaya.
"Aku hanya menganggapnya boneka! " Rey
"Tak peduli siapa dirimu, hanya cintaku yang akan jadi penerang hatimu" Zola
Mampukah Cinta mengambil alih kehidupan mereka. Atau justru menghancurkan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nanayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Senyuman Licik
Di ruang kerja Rey, datang Hans sambil membawa map berisi pengajuan magang untuk dicek oleh atasannya tersebut.
"Maaf pak, ini baru data sementara anak magang yang akan bekerja disini selama dua bulan, aku sudah menyuruh mereka membawa berkas lengkapnya nanti" kata Hans sembari meletakkan map itu diatas meja.
"Biarkan saja disitu, nanti akan ku cek. Oh ya berapa orang yang diterima magang? " tanya Rey melihat asistennya itu.
"Hanya dua orang pak. Dan itu sudah saya seleksi. Serta sesuai dengan kriteria yang Anda sebutkan" jawab Hans santai
"Hanya dua? Sepertinya syaratku memang sulit bagi mereka. Ya sudah, jam berapa aku menemui mereka? " tanya Rey
"Setengah jam lagi pak, saya akan membawa mereka kemari" ucap Hans tanpa melepas perhatiannya menjawab pertanyaan Rey
"Baiklah,, Tugas kemarin yang kuberikan padamu apa sudah kau lakukan? " tanya Rey memberi perhatian penuh pada setiap kata itu.
"Sudah pak, tapi saya sedikit kesulitan melakukannya karena tugas saya yang sulit meninggalkan kantor. Maaf sebelumnya" ucap Hans menundukkan kepalanya.
"Aku mengerti, kau itu juga manusia biasa Hans bukan dewa. Aku akan membebaskan tugasmu dikantor untuk sementara waktu. Sebagai gantinya aku akan meminta salah seorang anak magang itu mengerjakan tugasmu disini" ujar Rey dengan sangat santai
"A-apa Anda yakin? Mereka belum paham tantang pekerjaan ini, bagaimana kalau dia membuat kesalahan? " ucap Hans dengan sedikit khawatir di wajahnya
"Tidak pa pa, tugasmu jauh lebih penting dari apapun, dan ya.. aku sendiri yang akan mengajarinya" jawab Rey sambil menyeruput kopi nya.
"Baik Pak, saya akan memanggil mereka kemari" ujar Hans sambil berjalan keluar dari ruangan itu.
Tumben sekali Bosnya itu mengajari orang lain. Padahal dia belum melihat anak anak magang itu. Hans turun kebawah menggunakan lift sambil terus heran dengan sikap bosnya.
Di Loby, Zola yang baru datang segera berjalan menuju Bebi yang duduk di sofa. Sebelum sampai sana disepanjang jalan menuju lobi, Zola mendengar suara berdecak kagum dengan kedatangannya di kantor itu.
"Wah siapa itu"
"Dia cantik sekali iya kan"
"Apa orang baru, aku belum pernah melihatnya disini"
"Wow cantik dan sexy sekali dia"
"Dia pasti seorang wanita penggoda"
Suara meraka membuat risih pendengarannya. Lalu segera mempercepat jalan untuk segera bertemu Bebi.
"Hey Bebi, apa aku membuatmu menunggu?" tanya Zola yang segera duduk disamping Bebi.
Melihat Zola yang memakai baju yang sudah dipilihnya kemarin, sontak Bebi membulatkan matanya dan tersenyum sumringah.
"Zola, kau sangat cantik dan terlihat sexy, Uuhh memang pilihanku sangat bagus"ucap Bebi kagum dengan karyanya.
"Bagus kepalamu itu, ini sangat sesak, dan aku benar benar risih. Semua orang melihatku dengan tatapan aneh mereka. Ingin sekali aku merobek baju ini" kesal Zola pada sahabatnya itu
"Haha... jangan hiraukan mereka. Kau cocok sekali dengan baju itu. Perfect" seru Bebi sambil melingkarkan jari telunjuk dan ibu jari seraya menutup sebelah matanya.
"Jika aku kena masalah, kau akan terima akibatnya. Ingat itu! " ancam Zola penuh nada kesal
"Oke oke, aku siap menerimanya" ucap Bebi sambil tersenyum.
"Nona Bebi dan Nona Zola? " tanya seseorang yang sedang berjalan menghampiri mereka
"Iya, ada apa pak? " tanya Bebi pada pria itu yang tak lain adalah Hans.
"Syukur kalian datang tepat waktu, Atasanku sudah menunggu kalian, ayo cepatlah" seru Hans berjalan menjauh dari Mereka. Zola dan Bebi langsung mengikuti Hans dari belakang.
Ditempat Rey, tangannya mulai membuka map yang berisi data anak magang. Dilihatnya foto Bebi yang dirasa tidak asing dengan wajahnya.
"Aku seperti pernah melihatnya, tapi dimana" guman Rey. Karna tidak ingat sesuatu, lalu membuka data lainnya.
Sontak matanya membulat melihat foto data didepannya. Dengan segera menarik kertas itu dan mengamati foto wanita yang benar benar membuatnya emosi beberapa hari ini. Seketika pikiran jeleknya mengira kalau wanita itu benar benar menginginkan uangnya dan haus akan kekuasaan.
"Beraninya dia mendaftar magang disini, aku akan membuatnya malu dan tentu saja menghancurkan hidupnya" Ucap Rey dengan senyuman liciknya.
"Setelah mendekati adikku sekarang dia mendekatiku, ohh tenang saja, aku akan membuatnya menyadari kesalahannya karena menolakku kemarin. Aku bukan laki laki yang bisa dibodohi, akan kubuat hidupnya menderita untuk melayani keluarga Winjaya. Setelah dia hancur, aku akan membuangnya" ujar Rey penuh dengan rencana jahatnya.
Tok tok tok
Ketukan pintu membuyarkan lamunan Rey, dia tahu siapa yang datang. Dengan santai dia memutar kursinya menghadap ke belakang sambil menyilangkan kaki dan tangan mendekap dadanya yang kekar itu.
"Masuk" ucap Rey memberi instruksi
Hans, Zola dan Bebi masuk ke ruangan itu dan melihat seseorang duduk dibalik kursi hitam yang menutupi sebagian tubuhnya. Tapi masih memperlihatkan sedikit postur tubuh laki laki itu.
"Pak saya membawa anak magang itu, saya mohon diri" ucap Hans sambil memberi hormat dan pergi meninggalkan mereka bertiga.
Setelah lama hening, Zola memberanikan diri bersuara.
"Perkenalkan kami dari mahasiswa universitas Hope Golden, saya Zola Arkana dan ini teman saya Bebi Sabitaz"ucap Zola dengan tenang.
Laki laki itu tak menyaut kata kata Zola, justru malah beranjak berdiri dan berjalan menghampiri mereka.
Zola yang awalnya menunduk merasa ada kaki berdiri tepat didepannya. Seketika mengangkat wajahnya dan terbelalak melihat laki laki yang berdiri didepan nya.
Wajah tampan, hidung mancung berambut hitam cool, dengan kumis tipis diatas bibir sexy nya dan tubuh kekar yang dibalut jas mewah sedang memandang Zola dengan tatapan liciknya.
"T-tuan Rey..... " ucap Zola masih terkejut dengan orang yang sekarang sudah berdiri sangat dekat dengannya. Sejenak mereka saling berpandang hingga suara Bebi membuyarkan tatapan mereka.
"Zola, dia kan laki laki di rumahmu waktu itu. Iya kan? " tanya Bebi sambil menggoyangkan lengan Zola.
"Wah.... jadi kau mendaftar jadi anak magang disini. Cukup berani juga dirimu" ucap Rey tersenyum sinis.
"Saya akan mengundurkan diri, maaf atas kesalahan saya Tuan. Kami permisi" ucap Zola masih dengan ketenangannya dan menarik Bebi untuk keluar dari ruangan itu.
"Hans!! " teriak Rey membuat Zola berpaling dan melihat kearah Rey.
Hans masuk dan mendekati Rey.
"Ada apa Pak? " tanya Hans
"Bawa Nona berambut pirang ini menuju ruang Strategi Penjualan, dia akan langsung bekerja disini! " seru Rey dengan nada tegasnya. Membuat Bebi tersenyum sumringah karena dirinya langsung diterima dengan baik oleh Rey.
"Baik Pak," tanpa aba aba Hans segera membawa Bebi keluar ruangan itu meninggalkan Zola dan Rey. Sekarang hanya mereka berdua diruangan itu.
Setelah melihat sahabatnya itu pergi dengan senang, Zola langsung berjalan keluar dari ruangan tersebut. Tetapi dengan cepat tangannya dicekal oleh Rey dengan kuat.
"Mau kemana " ucap Rey yang semakin mencengkram tangan Zola.
"Tuan tolong lepaskan tangan saya, auhh sakitt" dengus Zola sambil berusaha melepas tangannya dari cengkraman Rey.
"Kau tidak akan pergi kemana mana, sebelum aku mengizinkanmu" ujar Rey dengan tatapan tegasnya.
Zola yang tau apa yang akan terjadi hanya bisa pasrah. Dia benar benar lelah dan tak mau melarikan diri lagi. Mungkin hari ini dia benar benar akan mati.
BSB...........
Thor mah emang hebat deh... jadi ikutan aku seperti didalam cerita 😁😁😁😁