Keserakahan Para pendekar semakin menjadi jadi, Rakyat biasa menjadi korban keserakahan para pendekar yang menginginkan menjadi yang tertinggi di dunia persilatan, Tangisan para rakyat terdengar di mana mana, bau anyir darah seolah menjadi wangi yg biasa tercium di berbagai tempat.
Seorang anak muda yg lahir di antara keluarga kecil, dan lahir dengan bakat yg luar biasa menjadi yatim piatu karena kedua orangnya mati karena pembantaian, sedangkan dirinya yang selamat dari insiden tersebut lari tunggang langgang dengan luka di sekujur tubuh, lalu jatuh di jurang tanpa dasar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rzii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan II
Setelah sampai di air terjun tempat Ranu dan Kuntala bersemedi, Orang orang yang datang itu di buat terkejut dengan aura yang di keluarkan oleh Ranu dan Kuntala, mereka benar-benar merasa takjub di buatnya
" Hahaha ... Benar yang katakan Seto, mereka sudah menguasai sepenuhnya Ilmu naga suragawi, saatnya aku membangun kan mereka " kata Ki Ageng Pasopati merasa senang
" Bangunlah murid Murid ku, sudah saatnya kalian bangun, hari ini akan menjadi sejarah murid pendekar kembar akan bangkit dan kembali akan menggoncang dunia persilatan, mulai hari ini kalian akan terkenal dengan sebutan PENDEKAR NAGA SURGAWI " kata Ki Ageng Pasopati
Ranu dan Kuntala yang mendengar perkataan Ki Ageng Pasopati segera membuka kedua mata mereka lalu menarik aura yang mereka keluarkan saat itu.
" Bagus murid ku, kalian sudah bisa menguasai pedang naga suragawi dengan sempurna, dengan itu kalian tenaga dalam kalian akan meningkat secara drastis karena tenaga dalam kalian akan bersatu dengan kekuatan pedang naga suragawi, kalian juga akan bisa dengan mudah mengontrol tenaga dalam kalian sehingga tidak akan merasa cepat lelah dalam pertarungan " Kata Ki Ageng Pasopati
" Terima kasih atas bimbingan yang guru berikan, lalu apa yang harus kami lakukan sekarang guru " Tanya Kuntala setelah mendengar perkataan gurunya
" Saat ini beristirahat lah sebentar lalu aku akan menguji kekuatan kalian setelah itu " Jawab Ki Ageng Pasopati
" Baik guru " Kata Ranu dan Kuntala bersamaan
Mereka lalu melangkah menuju pohon yang di jadikan tempat istirahat oleh Seto, di sana juga terlihat beberapa orang yang tidak mereka kenal karena baru pertama kali mereka bertatap muka
" Maaf ketua, Apakah mereka berdua yang bernama Ranu dan Kuntala " Tanya tetua Dirgantara
" Benar mereka adalah Murid Lakang Sutajaya dan Kakang Surasena, sekarang mereka adalah murid ku " Jawab Ki Ageng Pasopati
" Sangat menakjubkan kekuatan mereka ketua, dengan usia yang masih muda, kekuatan mereka sudah mencapai level pendekar Petapa, sedikit lagi akan menjadi pendekar Tingkat Dewa " Kata Tetua Dirgantara merasa kagum dengan kekuatan yang di miliki oleh Ranu dan Kuntala
" Kau benar tetua dirgantara, Aku akan berusaha menjadi jembatan bagi mereka untuk menjadi lebih kuat, dan sesegera mungkin akan menggegerkan dunia persilatan terutama bagi golongan hitam " Kata Ki Ageng Pasopati
" Dengan restu guru kami akan berusaha menjadi penghancur bagi golongan hitam " Jawab Kuntala dengan percaya diri
Mendengar Ucapan Muridnya ini, Ki Ageng Pasopati hanya tersenyum dan mengangguk kepala seolah telah memberikan restu bagi mereka
Setelah merasa cukup beristirahat, Ki Ageng Pasopati meminta Ranu dan Kuntala untuk mencoba kekuatan mereka dan ingin mencoba jurus baru yang selama ini di pikirkan
" Ranu, Kuntala... Guru Yakin kalian sudah menguasai Jurus Amarah Naga Surgawi dengan sempurna, Kekuatan yang di keluarkan oleh jurus memang sangat besar, bahkan bisa menghacurkan satu perguruan silat hanya dengan satu kali serang, akan tetapi selama kalian bersemedi di sini, guru berpikir untuk menyatukan jurus Amarah naga Pasha dan Amarah naga Bayangan menjadi satu Sehingga kekuatan yang di keluarkan akan jauh lebih besar " Kata Ki Ageng Pasopati
" Sekarang kalian keluarkan jurus Amarah naga Pasha dan Amarah Naga Bayangan secara bersamaan lalu satukan lah, jangan di tolak ketika ada kekuatan salah satu dari kalian mengalir ke dalam tubuh, tapi terima lah dengan halus lalu satukanlah dengan kekuatan kalian berdua " Lanjut Ki Ageng Pasopati memberikan perintah kepada kedua murid barunya
Lalu Ranu dan Kuntala hanya mengangguk lalu melangkah bersamaan dan mengambil kuda kuda untuk mengeluarkan jurus mereka
" Jurus Naga Surgawi : Amarah naga Pasha"
" Jurus Naga Surgawi : Amarah Nagan Bayangan
Kata Ranu dan Kuntala bersamaan setelah melakukan kuda kuda dan melafalkan jurus mereka, Lagit yang cerah tiba tiba mendung dengan cepat di ikuti dengan angin kencang yang menerpa dengan dahsyat, tanah mulai bergetar seolah terusik dengan kekuatan yang mereka keluarkan
Dari atas Langit muncullah seekor naga cahaya dan dan naga Bayangan yang mulai mengaum menebar ancaman satu dengan yang lainnya, sementara itu Ranu dan Kuntala masih berusaha menyatukan kekuatan mereka , udara di sekitar mereka mulai menipis karena tekanan aura yang di keluarkan, hingga pada suatu titik mereka dapat menyatukan kedua kekuatan mereka dua naga yang sedang berada di angkasa itu terbang bersama masuk kembali ke awan lalu kembali keluar dengan bentuk berbeda, ya .. saat itu muncul seekor naga emas berukuran lebih besar dari sebelumnya dan langsung berputar putar di atas kepala Ranu dan Kuntala
" Bagus Ranu, Kuntala... Kalian berhasil, Ku beri nama jurus baru kalian ini dengan nama Jurus murka naga suragawi, Haha " Kata Ki Ageng Pasopati kepada kedua muridnya
" Sekarang cobalah kalian uji jurus murka naga suragawi dengan menghancurkan air terjun itu " Lanjut Ki Ageng Pasopati sambil menunjuk air terjun tempat Ranu dan Kuntala bersemedi
" Baik Guru "
" Jurus Naga Surgawi : Murka Naga Surgawi " Kata Ranu dan Kuntala bersamaan
Setelahnya naga suragawi mengaum dan mengeluarkan semburan aura yang sangat hebat menuju air terjun tempat Ranu dan Kuntala bersemedi, Auman itu bukan hanya menghancurkan air terjun tersebut tapi juga mengeringkan air terjun sehingga kering tanpa air sedikit pun
Ki Ageng Pasopati dan orang orang yang melihat kejadian itu gemetar sambil menelan air liur mereka karena tenggorokan terasa sangat kering, jurus yang sangat dahsyat dan mengerikan, Bahkan kedua guru mereka pun tak dapat mengeluarkan jurus yang sangat mengerikan itu
" Sudah Cukup Ranu, Kuntala... Tarik naga suragawi lagi " Kata Ki Ageng Pasopati setelah memenangkan dirinya dari perasaan takutnya
" Baik Guru " Kata Ranu dan Kuntala bersamaan lalu menarik jurus mereka
" Luar biasa kakang " Kata seorang Dewi Anjani yang sudah ada di dekat mereka setelah Ranu dan Kuntala menarik jurus mereka
" Kakang ? Semenjak kapan kau memanggil kami kakang " ? Tanya Ranu heran
" Dulu kau meragukan kami, dan menuduh kami dari golongan hitam " Lanjutnya
Mendengar celetukan Ranu semua yang ada di sana langsung tertawa, sedangkan Dewi Anjani hanya bisa menunduk karena malu
" Sudah Sudah, Maafkan putriku Ranu " Kata Ki Ageng Pasopati
" Tak apa Romo, mereka memang sombong karena merasa sangat hebat " kata Dewi Anjani lalu melesat pergi
" Dewi....." Panggil Ki Ageng Pasopati
" Ranu, Kuntala ... Tolong maafkan kelakuan putriku " Kata Ki Ageng Pasopati
" Jangan begitu guru, kami sebenarnya sudah memaafkan Dewi, Ranu hanya bercanda tadi " Kata Kuntala sambil tersenyum lalu menyikut Ranu karena melihat Ranu hanya melongo mendengar perkataan Kuntala
" Eh iya guru,aku hanya bercanda " Kata Ranu cengengesan
" Baik lah, kalau begitu aku akan pulang dulu ke perguruan, kalian istirahat lah dulu, aku sudah mendaftar kan kalian sebagai wakil dari perguruan Pedang Rajawali dalam sayembara yang akan kami laksanakan bersama Seto dan damar, kalian beristirahat lah dulu untuk memulihkan tenaga kalian lalu pulang lah ke perguruan" Kata Ki Ageng Pasopati lalu melangkah pergi
" Seto kau pulang bersama mereka " Lanjutnya
" Baik guru " Jawab Seto Kuntala dan Ranu bersamaan
****"******
Bantu Vote dong