NovelToon NovelToon
Bukan Cinta Terlarang

Bukan Cinta Terlarang

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintamanis / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:438.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aura Dwi

Kakak angkat ini bertemu setelah 10 tahun berpisah dengan adik angkatnya, bagaimana jadinya setelah pertemuan mereka tumbuh benih - benih cinta.
Lama kelamaan mereka menjalin hubungan backstreet sebagai kekasih bukan hubungan sebagai saudara tanpa diketahui oleh siapapun.

"Ini tidak benar Fer, apa yang kita lakukan salah...dan tidak seharusnya kita melakukan hal sejauh ini...."ucap Alya Putri Pratiwi dengan isak tangis dalam pelukan sang kekasih.

"Ststst....Cinta tidak pernah salah....dan apa yang kita lakukan atas dasar cinta tanpa adanya paksaan....i love you..." hibur Ferdi sang adik sekaligus kekasih Alya.

Hingga hubungan mereka terbongkar oleh orang tuanya. Bagaimana kisah cinta mereka? apakah mereka harus berpisah atau cinta mereka semakin kuat tak terpisahkan?

Ayo baca terus agar tidak penasaran dengan kelanjutan hubungan mereka.

Ini karya pertamaku semoga dapat menghibur para pembaca dan dukung terus dengan like dan votenya ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aura Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bangunin

Semburat sinar menembus masuk sedikit ke celah gorden di sebuah kamar , sehingga menimbulkan cahaya terang diruangan itu.

Membuat seorang gadis yang masih terbungkus dalam selimut berwarna pink itu menggeliatkan tubuhnya hingga dia mengerjapkan matanya hingga membuka matanya lebar dan bangun dari tidur nyenyaknya.

Ya gadis itu adalah Alya yang sudah terbiasa bangun pagi untuk melaksanakan tugasnya sebagai umat manusia, setelahnya dia akan tidur lagi. Itulah kebiasaannya jika dia masih tinggal dengan ayahnya di London. Tapi tidak untuk sekarang, dia harus jadi anak yang rajin yang bangun pagi agar tidak menimbulkan pikiran buruk dimata keluarga barunya.

" Ah segarnya…." membuka mata dan menggeliatkan badannya sambil merentangkan tangannya lalu beranjak duduk

" Ternyata tidur gue lelap banget… sehingga gue bisa bangun dengan badan yang lebih segar..." ujarnya menghembuskan nafas lega sambil merentangkan dan memutar badannya kesamping bergantian untuk meregangkan ototnya.

Disibaknya selimut yang masih membungkus kakinya, langsung beranjak berdiri dan berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Setelah setengah jam dia membersihkan diri di kamar mandi, dia keluar kamar mandi hanya dengan sehelai handuk yang dia lilitkan ditubuhnya yang hanya menutupi dada sampai paha atasnya. Lalu menggantinya dengan dress bercorak bunga dengan panjang hanya sampai diatas lututnya lalu sedikit berdandan agar terlihat segar dengan rambut yang dikuncir satu.

Setelah melakukan rutinitas paginya dia beranjak menuju dapur untuk membantu bik Sumi, asisten rumah tangga di rumah itu menyiapkan sarapan untuk majikannya.

Begitu sampai di pintu dapur Alya terkejut ternyata disana sudah ada 2 orang paruh baya yaitu bik Sumi dan mama Sandra yang sudah memakai celemek apron bersiap membuat sarapan.

" Selamat pagi mah…." sapa Alya dengan tersenyum melihat mamanya.

" Pagi sayang...kok kamu sudah bangun..." menghampiri putrinya lalu mengecup dahinya lalu merangkul Alya

" Selamat pagi juga bik Sumi…" sapanya juga pada asisten rumah tangga yang setia dirumah dengan memeluk pinggang mamanya dari samping.

" Pagi juga non….." balas bik Sumi tersenyum.

" Pagi pagi sudah cantik non..." puji bik Sumi melihat Alya yang sudah terlihat cantik.

" Terima kasih bik..." jawab Alya dengan senyum yang semakin tambah cantik.

" Mau masak apa mah, untuk sarapan pagi ini…?" tanya Alya berjalan berdua menuju kitchen bar besar yang berbentuk seperti huruf U itu.

" Ini mama mau membuat sarapan kesukaan 2 pria kesayangan mama yang ada di rumah ini.." jawab Sandra dengan tersenyum Alya hanya mengangguk mengerti.

" Alya bantu ya ma…?" tawar alya mencoba membantu karna memang tadi dia berencana membantu untuk membuat sarapan.

" Kamu pasti masih capek sayang...! kamu istirahat saja di kamar, nanti kalo sudah waktunya sarapan biar dipanggil sama bik Sumi..." melarang Alya membantunya.

" Alya sudah gak capek lagi kok mah...sudah segar... !! nih iya kan hehehe" tertawa lirih dengan senyum cerahnya.

Sandra melihatnya hanya menggelengkan kepalanya dan ikut tersenyum.

" Sini bik biar aku yang bantuin mama masak.." Alya meminta pisau yang dibawa sama bik Sumi.

"Tapi non….." belum selesai bik sumi berucap sudah dipotong sama Sandra.

" Sudah bik gak pa pa....bik Sumi lanjutkan saja pekerjaan lainnya, biar Alya yang bantu masak.." perintah Sandra kepada asisten rumah tangganya itu.

" Baik nyonya, kalo begitu saya kebelakang dulu mau mencuci baju..." pamit bik Sumi lalu berjalan menuju tempat mencuci baju.

Alya dan Sandra mengangguk bersamaan.

" Ternyata mama masih sama seperti dulu ya masih suka memasak sendiri untuk papa dan Ferdi..." memuji Sandra sambil memotong wortel.

" Iya sayang….sebagai seorang istri dan ibu, sudah seharusnya kita bisa memasak agar bisa memasak untuk keluarga kita sendiri..." jawab Sandra dan Alya hanya mengangguk mengerti.

" Dengan memasak kita bisa menunjukkan rasa sayang kita kepada keluarga, agar mereka juga bisa lebih menyayangi kita sebagai istri dan ibu..." Sandra panjang lebar menasehati putrinya.

" Makanya kamu juga harus pintar memasak, agar kelak suami kamu semakin sayang dan semakin cinta sama kamu..." berkata dengan tersenyum melihat putrinya.

" Iya mah, makanya aku ingin belajar supaya pintar memasak seperti mama..." ujar Alya dengan antusias.

" Hehehe... dulu mama juga gak bisa memasak kok sayang...., mama belajar memasak setelah mama menikah dengan papamu..." kekeh Sandra

" Pertama kali mama belajar memasak sambil lihat you tube, tapi rasanya ancur banget, pokonya gak enak sama sekali... " ujar Sandra

" Tapi papamu masih saja mau memakan masakan yang gak enak...katanya enak begitu mama coba mama langsung mual...hahaha..." lanjutnya dengan tertawa mengingat saat dirinya belajar memasak untuk pertama kalinya.

" Tapi sekarang mama sudah jago masak... masakan mama selalu the best..." puji Alya.

" Kami bisa aja sayang....hehehe...." terkekeh mendengar pujian Alya.

Mereka memasak dengan diselingi obrolan bahkan pandaan. Tidak lama masakan sudah matang semua dan Alya menatanya di meja makan.

" Sayang tolong kamu bangunin Ferdi ya…" suruh Sandra.

"Kalo gak dibangunin, sampek siang dia gak bakal bangun…" memberitahu Alya dan membelai pipinya.

" Karna dia itu tidurnya kayak kebo, susah banget bangunnya hehehe..." kekeh Sandra beranjak pergi.

" Tapi mah…." belum selasai membantah sudah dipotong sama Sandra.

" Mama mau bangunin papa dulu ya sayang…." kata Sandra memotong bantahan Alya dan langsung pergi menuju ke kamarnya.

" Isshhh....kenapa harus gue yang disuruh bangunin cowok brengsek itu sihhh..." bersungut- sungut Alya malas banget.

Mau tidak mau Alya berjalan menaiki tangga dengan menghentak hentakkan kakinya.

' Sial...kenapa harus gue sih yang bangunin dia..! kenapa gak bik Sumi aja yang disuruh bangunin dia..!!' berjalan dengan komat kamit seperti membaca mantra dan menggertakkan giginya.

Sambil berjalan dengan malas menuju kamar Ferdi. Akhirnya Alya sampai juga didepan pintu kamar cowok brengsek itu, menatap nanar daun pintu tersebut.

tok... tok... tok... Alya mengetuk pintu tapi tetap saja tidak ada sahutan dari dalam. Alya mencoba mengetuk lagi sampai 3 kali tapi tetap saja tidak ada jawaban dari dalam. Lalu dia membuka pintu itu perlahan dan mengedarkan pandangannya sampai matanya menatap seseorang sedang tidur membelakanginya, Alya berjalan mendekat dan berdiri disebelah ranjang.

" Fer bangun..sudah siang nih.." panggil Alya lirih, yang dipanggilpun tidak bergeming sama sekali.

" Fer..!! banguunn..!!" teriak Alya kemudian tapi tetap tidak ada sahutan dari orang yang dipanggilnya.

Lalu Alya duduk dipinggir ranjang,

' Benar kata mama, dia tidurnya kayak kebo, susah banget dibangunin... gue udah teriak tetep aja gak denger...."gerutu Alya dalam hati.

" Fer... bangun... sudah siang..!" dengan suara sedikit keras sambil memegang dan menggoyang - goyangkan lengan Ferdi

" Hmmm..." terdengar gumaman dari mulut Ferdi masih dengan mata tertutup dan berbalik.

Tanpa diduga Ferdi menarik tangan Alya dan memeluknya erat.

" Aauuuww.....!!" pekik Alya

** Mohon dukungan vote dan like nya dong buat Alya dan Ferdi.

1
Atoen Bumz Bums
knapa aq gak nampak fotonya
Yuskar XI RPL A
buset dah 1 chapter isinya saling peluk pelukan, cuman ditinggal keluar negeri bukan meningggal asw
Suharti Ristie: ini juga komen pake urat
total 1 replies
Novie Louretta
mampir...awalnya karena tertarik dengan judulnya☺
imafe
tuh kan bener ,papa adi cmn ngeprank para readers biar pada dag dig dug😁
eh tunggu2 kok ada nama tiara yg sllu disebut oleh author🤔
imafe
jeng jeng jeng
imafe
mereka yg ngungkapin perasaannya aku yg senyum2 sendiri 🙊🙈
imafe
😭😭😭😭😭😭
imafe
dilraba dilmurat emang the best
bunda azgha
penasaran kenapa alya punya orang tua angkat.
💝💝Nana💝💝
meluncur tho
💝💝Nana💝💝
kok udah tamat aja Thor, ditunggu novel kelanjutannya ya Thor terus semangat
lindafuja
yah kok tamat thor
Riagibran
lanjut thor
💝💝Nana💝💝
akhirnya yang ditunggu-tunggu up juga
Yanuaries kaifer
semoga gak ada pelakor dan pebinor thor aku paling gak suka yang namanya pealor
lindafuja
sehat sll y thor semangat
Pertiwi Tiwi
Perry lm km bucin akut
Pertiwi Tiwi
biar klenger tu si Adi di tinggal istri sama anakya
Pertiwi Tiwi
wah jahat km papa adi
Pertiwi Tiwi
dosa org tua kalau sampe mereka di pisahkan.apalagi mereka sudah bobok bareng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!