NovelToon NovelToon
Suamiku Majikan Ku

Suamiku Majikan Ku

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lady B

Rangga melemparkan bantal keatas lantai dan menyuruh Naya untuk tidur disana. Ia tak ingin satu ranjang bersama Naya.

Dengan pasrah Naya mengikuti keinginannya tanpa perlawanan sedikitpun. Ia tak mengira jika laki-laki itu akan memperlakukannya sampai seperti ini hanya karena ia adalah anak dari kedua orangtuanya yang tadinya menjadi pembantu dirumah ini.

Naya menatapnya nanar dan berjongkok lalu duduk diatas lantai. Hatinya terasa sakit dan perih, "Demi Allah aku juga tak sudi satu ranjang denganmu!" bisiknya dengan tangis tertahan.

Bagaimana kelanjutannya?

Cerita ini mengandung konten dewasa hanya untuk usia 21+.

Penasaran dengan jalan ceritanya? Baca selengkapnya.

COVER BY PEXELS

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lady B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama Naya

"Ini akan jauh lebih baik," tukas Rendra kepada Abdullah.

Abdullah paham dan mengamini. Sudah lama ia menginginkan cucunya tetap tinggal bersamanya.

Ilham bangkit menghampiri Naya dan Sulaiman. Ia membelai punggung putranya lembut dan mencium kepalanya. Naya dapat dengan jelas mencium aroma parfum nya. Naya merasa risih. Mereka nampak seperti keluar kecil di mata Rangga. Ia pun tak terima dan segera mendekati mereka "Kamu mau jalan-jalan sama, Om?" tanyanya sembari mengelus kepala Sulaiman. Sulaiman menggeleng. Ia tahu Sulaiman pasti tak mau dan ia tak bisa memaksanya. "Kita ke taman saja," pintanya kepada Naya.

Naya mengangguk dan mengikutinya. Ilham merasa jika Rangga mencoba menjauhkan nya dari Naya.

Naya dan Rangga duduk di kursi taman saling berhadapan. Naya terlihat begitu sangat menyayangi Sulaiman. Ia mendekap Sulaiman dan terus mengusap wajahnya. Terbersit di benaknya ingin memiliki seorang bayi bersama Naya.

"Aku boleh panggil mama nggak?" tanya Sulaiman cemberut.

Naya sedikit terkejut lalu tersenyum, "Boleh. Sulaiman boleh panggil mama atau bunda."

"Mama!" panggil Sulaiman tersenyum.

Allahu akbar Allahu akbar!!

"Eh tuh, azan udah kedengaran! Sholat yuk!" aja Naya sumringah.

"Untuk apa?" tanya Sulaiman polos.

"Kita muslim jadi kewajiban kita adalah sholat nyembah Allah yang sudah menciptakan kita!" jelas Sabila singkat.

"Tapi papa nggak pernah sholat juga."

Naya mengusap kepalanya, "Itu urusan papa. Kalo Sulaiman ingin doanya selalu dikabulkan dan disayangi sama Allah Sulaiman harus mulai untuk sholat hari ini."

Sulaiman mengangguk, "Sholat di kamar aku atau di mushola?"

Naya terkejut, "Jadi di sini ada mushola?"

"Kok Mama nggak tau? Biasanya bik Pah sholat di sana sendirian," mata Sulaiman membulat kian membuatnya bertambah tampan.

"Kalau begitu kita sholat di sana aja. Mas, aku sholat dulu. Aku tinggal sebentar."

Rangga hanya menatapnya. Naya dan Sulaiman bergandengan tangan menuju mushola yang berada di pojok taman depan rumah.

"Aku sholat dulu, Papa!" teriak Sulaiman saat melintasi ruang tamu.

Seluruh keluarganya terpaku. Ini sangat asing bagi mereka yang tak pernah sekalipun melaksanakan ibadah sholat.

Naya mengambil air wudlu dan diikuti oleh Sulaiman. Usai itu Naya memintanya untuk mengikuti gerakannya. Bik Pah yang baru selesai salam seakan tak percaya melihatnya.

"Lama-lama Sulaiman akan mengikuti semua kelakuan Naya jika kak Ilham membiarkan Sulaiman terus dekat dengan wanita itu!" sungut Rina mempengaruhi pikiran Ilham.

Ilham sedikit terpengaruh. Ia menimang apa yang ada dalam pikirannya.

"Allah pasti kabulin doa ku kan, Ma?" tanya Sulaiman usai berdoa.

Naya tersenyum dan mengangguk.

Usai melaksanakan sholat mereka kembali kedalam rumah. Sulaiman merasa senang dan terlihat seolah sudah baikan. Ia sangat ceria dan menghampiri Abdullah menceritakan apa yang ia lakukan barusan, "Aku minta sama Allah supaya Kakek, Nenek, dan Papa semakin sukses dan sayang sama aku!"

"Benarkah?" tanya Abdullah senang. Sekalipun ia selama ini tak pernah menunaikan sholat tetapi ia tahu itu merupakan suatu kebaikan. Ia sangat menyayangi Sulaiman karena merupakan cucu pertama dan satu satunya di keluarga ini sekalipun dahulu ia tak merestui hubungan kedua orangtuanya karena Sulaiman hadir di saat Ilham dan Sarah belum menikah. Ia menganggap jika Sarah adalah pengaruh buruk bagi Ilham terlebih wanita itu adalah anak dari rival bisnisnya yang kini sudah tiada karena mengalami kecelakaan pesawat 2 tahun yang lalu.

"Ma!" teriak Sulaiman berlari mencegat Naya saat Naya menjauh ingin segera menemui Rangga di taman belakang.

Seisi rumah terkejut. Para pelayan pun terheran.

"Mama?" sergah Rosi sumringah. "Sejak kapan?" geleng nya.

Naya merasa tak enak tetapi sudah terlanjur. Ilham tersenyum tipis.

"Ma, Aku mau es krim! Buatkan!" rengek nya.

"Anak Mama masih demam," ujarnya menyentuh wajah Sulaiman, "Mama akan buatkan kalo nanti Sulaiman sudah sembuh."

Sulaiman cemberut. Ia merajuk dan menangis keras. Naya lantas menggendong nya keluar rumah untuk menenangkan nya.

Melihat Naya yang begitu telaten Ilham semakin menyukainya.

Berjam-jam Naya mencoba menenangkan Sulaiman hingga ia tertidur di dalam kamarnya. Tanpa sepengetahuan Naya Ilham sudah berdiri di belakangnya dan menghirup aroma rambutnya yang begitu wangi. Naya pun berbalik dan hampir terjatuh karena terkejut. Ilham menariknya kedalam pelukan nya dan kini sudah tak ada sekat antara keduanya.

Naya melotot dengan nafas yang terasa sesak. Ilham memperhatikan mata dan bibirnya yang sungguh indah dan menggoda.

"Kak, lepaskan aku," bisiknya.

Ilham tersenyum, "Maaf," bisiknya. Perlahan ia melepaskan pelukan nya. Naya mendesah lega dan berlalu.

Jantung Naya berdebar kencang. Ia berusaha menguasai dirinya sebelum masuk kedalam kamarnya.

"Ya Allah!" bisiknya sembari menutup pintu memegangi dadanya.

21.00 wita:

"Sudah larut, aku harus pulang."

Max dan Faisal terkejut.

"Hei, Bro! Baru jam 9! Nanti dulu lah! Kopi mu saja belum habis!" sergah Faisal menarik lengannya.

Rangga menyeka tangan Faisal pelan, "Istri ku menunggu di rumah. Lain waktu kita lanjutkan."

Sontak Faisal dan Max tertawa. Mereka berpikir jika Rangga sudah kebelet ingin cepat-cepat menyentuh istrinya.

"Sudah kena setrum kamu ini ya?!" seru Faisal tergelak.

Rangga tahu pikiran kotor kedua sahabatnya. Ia hanya mencoba untuk bersikap dewasa dan bertanggungjawab dengan semua yang ia emban kini. Baginya masa lalai dan bersenang-senang nya sudah harus ia akhiri.

"Sudahlah, aku balik dulu."

Faisal dan Max tak mengira ia benar-benar pergi.

"Hati-hati, Bro!" teriak Max.

Rangga melambaikan tangannya dengan senyuman nakal keluar dari dalam cafe.

"Aku tahu dia bakal berubah setelah bekerja," gumam Max.

"Sebentar lagi dia pasti akan memiliki seorang bayi," timpal Faisal santai.

"Auh!!" teriak seseorang tak jauh dari parkir an.

Rangga segera mencari tahu dan ternyata Tias terjatuh karena tertabrak motor. Rangga burung-buru membopong tubuhnya.

"Terimakasih, Mas," ucap Tias pura-pura seolah tak tahu jika yang menolongnya adalah Rangga. Padahal ini semua adalah rencananya busuk nya bersama Rani. "Rangga!" sergahnya kaget tatkala menatap wajah Rangga.

"Berhati-hatilah," ucap Rangga dingin. "Apa ada yang terluka?" tanyanya menatap kaki indah Tias.

"Tak apa. Aku hanya terkejut."

Tetapi saat hendak berbalik, "Auhg!"

Rangga lantas memeluknya kembali, "Kelihatannya kaki mu terkilir. Apa kamu bawa mobil?" tanyanya khawatir.

Tias menggeleng, "Aku datang pakai taxi."

"Kita ke mobil ku saja."

Di dalam mobil Rangga mencoba mengurut pergelangan kaki Tias dengan sangat hati-hati. Tias berharap ia tergoda dengan kakinya mulus nya yang terbuka hingga atas paha. Rangga sedikit risih, " Sudah enakan?" tanyanya mendongak.

"Iya."

Rangga mendesah lega. Ia menatap jam di pergelangan tangannya yang sudah menunjukkan setengah sepuluh malam.

"Kamu bahagia dengan pernikahan mu?" tanya Tias tiba-tiba.

Rangga mengernyitkan alisnya, "Maksudmu?"

"Aku mencintaimu."

Rangga tak terkejut sedikitpun. Dimatanya kian hari wanita ini semakin agresif. Tias yang dahulu ia kenal kalem dan agak pemalu sudah menghilang.

Bersambung....

1
maya ayu
si ilham duda yaa?? kok sulaiman sama mamahnya?? mreka udh hidup sendiri2 gitu?
febby fadila
kamu bakalan menyesal rangga
febby fadila
buat naya kuat thor... kasihan
febby fadila
kuat naya sabar... dan pergilah yg jauh
febby fadila
😭😭😭😭😭😭
febby fadila
astga sakit banget siii.... apa yg kamu lakukan akan menjadi bumerang buatmu rangga
febby fadila
astoge si ilham kok cemburu siii... hade jangan sampai ilham jd pembinor
febby fadila
ya bgtlah klw kita yg miskin menikah dgn horang kaya
febby fadila
nggak sopan banget si rangga nggak ada etikax sèdikit
Iluhwid Ajha
aku ikut mewekkk😭😭
Afternoon Honey
rangga kamu bodoh 👎
maju ilham lindungi naya
Afternoon Honey
nyeselkan kamu rangga....
Afternoon Honey
Hmmmm berasa sinetron di TV ikan terbang 😅😅😅
Afternoon Honey
nah baru sadar kamu rangga, 😡
Afternoon Honey
duh kecewa nih jadinya saya 😣😣😣
Afternoon Honey
Tias si pelakor...
Afternoon Honey
hhhmmmm ada yg ngak kuat iman dan imim...
Afternoon Honey
naya kamu polos banget...
Afternoon Honey
wah dapat 🚗🚐🚘
Afternoon Honey
eh siapa nih sabila 🤔🤔🤔🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!