NovelToon NovelToon
Psycho Man

Psycho Man

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: TK

• Buku ini memiliki 5 cerita ber-sekuel, kalian bisa membacanya dari awal agar lebih mengerti •

• Psycho Man
• My Girl
• Destiny Of Love
• Her Secret
• Possessive Brother

Dulu Eros pergi tanpa alasan dan meninggalkan luka padanya. Kini saat Adara sudah melupakan pria itu dan sebentar lagi akan menikah, Eros malah kembali dan memintanya untuk bersama. Luka dan kesakitan membuat Adara menolaknya, tapi pria itu malah berbuat hal gila yang membuat Adara semakin terluka.

Bagi yang suka cerita berkonflik berat genre hurt mari mampir, di sini hatimu akan di bolak-balik oleh kisah percintaan mereka. Selamat membaca, di tunggu juga dukungan dari kalian semua❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TK, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lima Belas

Vote sebelum membaca 😘

.

.

"Hai."

Melody langsung mengatupkan mulutnya karena malah menyapa kedua orang itu, Ia meringis kecil merasa terlihat bodoh.

"Em maaf sepertinya saya-"

"Kemarilah sayang."

Seketika Adara langsung menatap Eros, apa tadi Ia tak salah dengar?

Lalu jantungnya seperti tertusuk benda tajam saat wanita berambut sebahu itu mendekat dan beralih berdiri disamping Eros. Kini Adara bisa melihat jelas wajah wanita itu, lalu tatapannya jatuh pada genggaman tangan mereka.

"Dia Melody, kekasihku."

Adara hanya menatap Eros dengan pandangan terluka tanpa membuka suara.

"Sebelum kadatanganmu, aku dan Melody sudah menjadi sepasang kekasih, dan-" Eros rasanya tak sanggup untuk melanjutkan ucapannya, tenggorokannya seperti tercekik. "Dan kami akan melakukan pertunangan satu bulan lagi."

Setetes air mata jatuh dipipi Adara, Ia menggeleng tak percaya mendengar itu. Bibirnya sampai bergetar menahan isakan dan dada yang sesak.

"Apa?"

"Hanya Melody wanita yang aku cintai, tidak ada yang lain, termasuk kau."

Tapi Eros langsung mengernyit saat melihat Adara malah tertawa kecil.

"Kau pasti bohong." Kekeh Adara mencoba percaya kalau pria itu hanyalah bohong, walau tak bisa dipungkiri kalau hatinya merasa takut.

"Aku tidak berbohong." Eros beralih menatap Melody. "Sayang apa kau bawa undangan pertunangan kita?"

Melody yang dari tadi terdiam karena tidak tahu harus bagaimana langsung tersadar, wanita itu mengangguk kecil lalu membawa undangan ditasnya. "Ini aku bawa satu, sebenarnya aku akan memberikannya pada Leta." Leta adalah sahabatnya.

"Tidak apa-apa, bukankah masih banyak kartu undangannya?"

"Em i-iya."

Eros menyerahkan undangan berwarna perpaduan hitam dengan emas itu pada Adara. "Hanya orang-orang terdekat saja yang diundang, dan seharusnya kau bersyukur karena aku mengundangmu."

Walau berat hati tapi Adara tetap menerima undangan itu, menatap tak percaya nama kekasihnya dan wanita lain tercantum di sana. Astaga, hatinya sakit sekali. Tanpa bisa ditahan wanita itu terisak dan memutuskan untuk pergi dari sana.

Tidak pernah Adara sepatah hati ini, ternyata ini lebih menyakitkan dari apapun. Dulu Adara selalu membayangkan suatu hari nanti Ia akan menikah dengan Eros, tapi ternyata semua itu tidak akan pernah terwujud. Itu semua hanyalah mimpi karena kekasihnya yang paling Ia cintai akan bertunangan dengan wanita lain.

Adara merosot terduduk saat lift itu tertutup, untung saja Ia sendiri di sini. Wanita itu menumpukan kepalanya diatas kakinya yang ditekuk, menangis terisak dengan keras. Mencoba melampiaskan bagaimana perasaannya saat ini.

"Eros hiks!"

***

"Maaf, aku gak tahu kalau kalian sedang-"

"Tidak apa, sudah jangan dibahas lagi."

Eros memilih duduk di kursi kerjanya, memijat keningnya yang berdenyut pusing. Nafasnya terasa berat seiring dengan tenggorokannya yang masih tercekat.

Astaga, apa sekarang Ia dan Adara benar-benar sudah berpisah?

Sekarang Eros tidak akan pernah bisa lagi bersama menghabiskan waktu dengan wanita itu. Pelukan, perhatian dan wajah manis itu pasti akan Ia rindukan. Hatinya seolah tak sanggup dan tak akan pernah bisa menerima kenyataan itu.

Jahatkah Ia tadi? Tentu saja.

Wanita itu pasti sangat tersakiti dengan perkataannya, apalagi saat Ia bilang tak mencintai Adara. Bodoh sekali, padahal dihatinya hanya wanita itu yang Ia cintai. Entah apa yang harus Eros lakukan, sekarang Ia malah bingung dengan skenario yang Ia buat sendiri.

"Kau tampak sangat frustasi, apa Adara sangat berarti bagimu?"

Eros membuka matanya perlahan, menatap Melody yang berdiri didepan mejanya.

"Tidak."

Melody tersenyum miris, bohong sekali. Eros sekarang terlihat seperti Eros beberapa hari lalu yang Ia temui di apartemen, patah hati, putus asa dan frustasi.

"Mungkin kedatanganku ini malah menghancurkan hubunganmu dengan Adara. Aku salah karena malah kembali saat waktu yang tidak tepat, bukan, bukan waktu tidak tepat, tapi waktu yang salah."

Melody mengatur nafasnya yang sesak, menahan air mata yang ingin keluar.

"Aku tahu kau sangat mencintainya dan pasti sangat berat untuk kehilangannya. Kau memang bisa berbohong, tapi tidak dengan hatimu Eros. Dan pertunangan ini sebaiknya kita batalkan saja, kedepannya juga pasti tidak akan berjalan dengan baik."

Brak!

Gebrakan keras dimeja itu membuat Melody tersentak kaget, Ia menatap tak percaya Eros. Wajah pria itu kini terlihat sangat dingin, dengan mata yang menatapnya tajam.

"Bisakah kau tidak berpikir yang aneh-aneh?! Sekarang aku sedang pusing dan kau yang melantur malah membuat aku hampir gila!"

Eros langsung tersadar dengan apa yang Ia lakukan, pria itu mengumpat dalam hati karena sampai mengumpat. Sebenarnya sekarang Eros hanya ingin sendiri dan butuh ketenangan, jika keadaanya seperti ini Ia selalu tak ingin diganggu karena akan membuatnya semakin pusing.

Segera pria itu berjalan mendekat pada Melody dan memeluk wanita itu, walau Melody sempat menolak tapi Eros akhirnya bisa memeluk wanita itu. Saat sudah ada dalam pelukannya, wanita itu langsung terisak.

Baru kali ini Eros membentaknya, walau tidak sampai menyakitinya tapi Melody pasti ketakutan. Eros mengusap punggung Melody yang bergetar, sambil terus mengucapkan maaf.

"Maaf aku tadi terbawa emosi, aku hanya sedang pusing. Sungguh aku tidak bermaksud membentakmu, maaf hm?"

Melody mengangguk lalu melepas pelukan mereka. "Aku juga minta maaf, aku mengaku salah."

"Hm ya sudah sekarang aku anterin kamu pulang ya?"

"Iya."

Eros keluar dari sana sambil menggenggam tangan kanan Melody, keduanya menjadi pusat perhatian semua karyawan. Tentu saja karena bukankah atasan mereka ini kekasih Adara yang berstatus sekertarisnya sendiri? Tapi sekarang malah bermesraan dengan wanita lain.

"Ada apa dengan kalian?"

Beberapa karyawan langsung tersentak mendengar suara berat itu, mereka membuka jalan sambil menunduk melihat atasan mereka.

"Ada apa ini? Kenapa banyak sekali yang menunggu didepan lift?!"

"Em pak sebenarnya kami juga bingung, soalnya lift ini tidak terbuka terus. Saat sudah lantai bawah, malah kembali ke atas dan begitu terus tanpa terbuka dari dalam."

"Apa sudah dicek oleh bagian cctv?"

"Salah satu dari kami sudah melaporkannya pak, tapi dia belum kembali."

Eros menghembuskan nafasnya berat, ada-ada saja. "Ya sudah, kaliankan bisa pakai lift yang satunya lagi."

"Iya pak."

Lalu ke lima karyawan itu masuk ke lift yang ada di sebelahnya, untung saja ada dua lift. Eros membuka handphonenya, tapi saat akan menelphone Adara, pria itu langsung tersadar. Bukannya mereka sedang ada masalah?

Eros hanya repleks saja karena tadinya akan mengabari sekertarisnya itu, tapi langsung teringat dengan kejadian tadi. Biasanya segala apapun Eros pasti akan mengabari pada Adara, selain menjadi sekertarisnya, Erospun memang sangat bergantung pada wanita itu.

"Maaf pak."

"Ada apa?" Tanya Eros saat melihat salah satu karyawan mendekat.

"Lift ini tidak rusak pak, tapi didalam ada salah satu karyawan."

"Saya tidak mengerti."

"Maksud saya karyawan wanita itu dilihat dari cctv seperti sedang menangis, dia terus menaik-turunkan lift tanpa boleh ada yang masuk. Itu sudah berlangsung sekitar lima menitan, dan apabila terlalu lama malah takut akan terjadi sesuatu dengan wanita itu karena didalam tidak ada udara."

Eros merasa takut sendiri, apa mungkin wanita itu..

"Dia sekertaris bapak, mbak Adara."

1
Rifana Sitorus
Luar biasa
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
akhirnya happy ending 😍
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
bodoh aja Adara kalau masih mau balikan sama Eros
🇮🇩A Firdaus🇰🇷
baru mampir mudah2an suka sama ceritanya 💪 ya Thor
Wiyanti SE
suka ceritanya 👍
Hanneke Kuhu
menarik semua nya 👌 tetap semangat dan semangat terus untuk berkreasi 🙏
mey
JD cewek kok bodoh ya,,cwok kyk GT UD tinggal dan lupa kn ngpn d tangis i
Shusy Datunsolang
cerita yang bagus banget🥰
Inisial L
emang paling bener alvaro sama aku aja thor, udah bisa di pastikan akan sengsara eh salah bahagia😁
wllyanti14: silahkan mampir dikaryaku "my Protective Wall" (jirose)🙏😊
total 1 replies
Inisial L
balik kanan aja adara, mantanmu setia menampungmu wkwkwk
Inisial L
duuuh ganteng bgt pacar akoh, baek" ya klean berdua. jangan berantem cuma gara" acu ya😁
Inisial L
eros ini kadang" gantengnya ga manusiawi ya
Inisial L
alvaro kamu sama aku aja yaa, biarkan adara bahagia sama eros. kamu cukup bahagiain aku aja🤣
Inisial L
sebenernya pengen nimpuk eros, tapi setelah liat fotonya malah jadi meleleh hati adek bang🤣
Inisial L
kog aku nangis ya😢maaaaakk boleh ga sih nampol otak eros sekali ajaaaa
Inisial L
eroooos anj.. tapi kog makin lama makin tampan juga kau, tapi jahad bgt kau eros😬pengen ku tampol habis itu ku cium
Inisial L
adara plis sama alvaro aja, gausah sama si bajingook itu udah kasar selingkuh pulak,tapi kalo dilihat lihat dari judulnya aku ragu double A bisa bersatu🤔
Saenab
kenapa tdk telpon Alvaro hanya dia yg bisa menolongmu
sabila 78
mending kita hajar rame2 biar tau rasa..
enak aja ama perempuan..sini lawan emak2 jaman now pasti babak bunyak lo eros 😬😬😡😠
Saenab
lebih baik Andara SM Alvaro sudah ganteng baik LG Andara lupakan SJ Eros dia org kasar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!