NovelToon NovelToon
PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

PEREMPUAN PEREMPUAN MILIK CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / CEO
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: EmeLBy

Angkasa adalah CEO sukses yang sudah beristri. Rumah tangganya terlihat sempurna di mata semua orang.
‎
‎Tapi di balik kesempurnaannya, ia harus berjuang setiap hari.
‎
‎Dikelilingi oleh perempuan-perempuan yang menyayanginya dengan caranya masing-masing.
‎
‎Ada yang menyayanginya seperti seorang ibu, ada yang mencintainya dengan gairah, ada yang memujanya dengan ketulusan, dan ada yang menantangnya dengan kebencian yang berubah menjadi cinta.
‎
‎Godaan datang tanpa diduga. Di kantor, di rumah, bahkan di saat ia paling lengah.
‎
‎Mampukah Angkasa menjaga rumah tangganya tetap utuh?
‎Mampukah ia menghalau setiap godaan dan tetap menjadi suami yang setia?
‎Dan mampukah ia bersabar menunggu... sampai akhirnya ia dipanggil dengan sebutan "AYAH"?
‎
‎Karena menjadi CEO itu mudah.
‎Menjadi suami yang setia dan ayah yang dirindukan? Itu pertaruhan sesungguhnya.
‎
‎Siimak kisah lengkapnya, hanya di Noveltoon.
‎
‎

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EmeLBy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15 : HUKUMAN DIAM

Kantor Pusat Surabaya. Pukul 08.00 WIB.

Sejak kejadian kucing di teras jam 11 malam itu, Bintang berubah.

Bukan jadi pemarah. Bukan jadi tukang ngomel. Justru sebaliknya. Bintang menjadi sangat diam. Sangat profesional. Sangat dingin.

Jika biasanya Bintang adalah tutor yang sabar mengajari Mentari cara membuat laporan, cara membalas email klien, cara mengarsip MoU, kini semua itu hilang.

"Bu Bintang, maaf... untuk laporan harian kemarin formatnya seperti apa ya?" tanya Mentari pelan di pantry, mencoba mencairkan suasana.Bintang yang sedang mengambil kopi hanya melirik sekilas.

"Tanya Bu Lilis. Saya sudah tidak pegang anak magang," jawabnya dingin lalu pergi. Tidak ada lagi "sini saya ajarin" seperti dulu.

Mentari berdiri kaku.

Didiemin.

Di kantor yang ramai itu, ia merasa seperti tidak terlihat. Tidak ada lagi yang membimbingnya melakukan pekerjaan dengan benar. Teman-teman kantor lain juga mulai menjaga jarak karena sudah dengar gosip "Mentari ngejogrok di teras rumah Dirut jam 11 malam". Semua orang tahu siapa ratu di kantor ini.

Di sisi lain, yang paling tersiksa adalah Angkasa. Pagi ini tidak ada sarapan bareng. Bintang masak hanya untuk satu porsi. Nasi goreng telor ceplok untuk dirinya sendiri. Ia makan di meja makan sambil scroll foto progres kayu dari Devan di WA.

Angkasa yang turun dari kamar hanya bisa melihat punggung Bintang. Ia membuka tudung saji, kosong.

"Tang, kamu gak masak buat aku?" tanya Angkasa pelan.

Bintang tidak menoleh.

"Di kulkas ada roti. Bisa bikin sendiri kan? Kan Pak Dirut bisa semua, jadi Bos, jadi ayah anak orang juga."Pedas gila. Menusuk.

Siang, tidak ada makan siang bareng. Bintang makan di ruangannya dengan Bu Lilis sambil membahas desain kitchen set sage green. Angkasa makan sendirian di ruang Dirut setelah minta bantuan OB carikan di luar untuknya.

Malam, juga tidak ada makan malam. Bintang makan di kamar sambil video call dengan Devan membahas ukuran kayu. Angkasa makan di sofa.

Huh.

Bohong saja janji Angkasa waktu itu: "Tang, kita usaha lagi ya buat kamu cepat hamil." Janji manis setelah kejadian Bumi. Tapi bagaimana mau usaha lagi kalau untuk menyentuh tangan istrinya saja Angkasa tidak berani? Jangankan menyentuh, untuk duduk di sebelahnya saja Bintang langsung menjauh, Angkasa bagai benda mati yang wajib dihindari sekarang.

Angkasa belum dapat cara jitu untuk melunakkan hati Bintang.

Ia sudah coba cara 1: Membelikan bunga. Bintang bilang, "Taruh di meja resepsionis aja, biar kantor wangi."

Cara 2: Meminta maaf lewat WA panjang. Bintang hanya read, centang dua biru.

Cara 3: Menyuruh Bu Ratna menelepon. Bintang jawab, "Iya Bu, Bintang baik-baik saja. Bintang lagi fokus kerjaan Sidoarjo. Nanti kalau sudah berhasil MoU 350jt nya jadi 40 set, Bintang main ke rumah Ibu."

Kerja selalu kerja.

Selalu MoU.

Selalu Devan.

Esoknya Pukul 21.00 WIB. Bintang masih di meja kerja kamarnya. Lampu belajar menyala. Ipad menyala dengan foto-foto kayu jati.

Angkasa masuk membawa dua gelas susu hangat. Satu untuknya, satu untuk Bintang. Ini ritual mereka dulu saat program hamil.

"Tang, susu jahe. Biar anget," kata Angkasa meletakkan gelas di meja Bintang.

Bintang menatap gelas itu.

Lalu menatap Angkasa.

"Sa, kamu ingat gak? Dulu waktu kamu terpuruk, siapa yang bikinin kamu susu jahe tiap malam? Aku. Waktu kamu dibilang anak pungut sama Bu Ratna, siapa yang belain kamu? Waktu hasil tes kesuburan kita dinyatakan subur, siapa yang bilang 'kita usaha lagi ya'?" kata Bintang pelan.

Air matanya tidak jatuh, tapi suaranya bergetar.

Angkasa terdiam.

"Usaha yang bagaimana kalau suami mengendap-endap pergi tanpa pamit demi apapun di luar sana. Bilang sama aku, aku salah apa, Sa?" Akhirnya bisul itu Bintang pecahkan sendiri.

Sesak sekali dada Bintang bilang begitu, tapi sampai kapan ia memendam dan terus diam. Unek-unek itu harus ia keluarkan.

"Terus, urusan Bumi belum selesai. Kenapa Mentari bisa ada di teras rumah saat aku tinggal? Atau jangan-jangan malam sebelumnya, dia tidak hanya ada di teras. Tapi di ruang tamu ini, atau ruang makan? Oh, atau malah di kamar kita?" tuduh Bintang absurd.

"Tang... pikiranmu kejauhan," bantah Angkasa.

"Selalu... emang aku terus kok yang kejauhan. Emang kamu yang selalu bener." Bintang tidak menggubris susu jahe yang sudah Angkasa buat untuknya.

Bintang siap akan meninggalkan bisul yang berhasil ia pecahkan, tetapi terlalu perih baginya untuk mengobatinya.

Angkasa cepat menarik tangan Bintang. Dia tidak mau Bintang meninggalkan luka bisul pecah itu hanya menganga. Perih.

Bintang sudah duduk di atas pangkuannya. Lebih tepatnya tubuh Bintang dikunci Angkasa, agar tidak bisa lari lagi.

"Tang, kita kenal gak baru kemarin. Terlalu receh memungut Mentari saat kamu tidak ada di sisi ku. Kamu orang satu-satunya yang paling ngerti aku. Jatuhnya aku dulu kamu yang paling tau. Bangkitnya aku juga kamu yang usung. Masa, setelah semua kita raih, aku harus buang kamu?" ungkapnya serius.

"Aku gak sekacang itu, Tang." Bintang diam, mencerna semua kalimat yang Angkasa ucapkan padanya.

Bintang sebenarnya percaya, ia hanya waspada.

"Tang... maaf. Aku bodoh. Aku ke Sidoarjo karena aku cemburu. Aku takut kamu ketemu yang lebih baik dari aku. Tukang kayu itu... tangannya kapalan, dia pekerja keras... aku takut kamu bandingin aku sama dia," akunya jujur, untuk pertama kalinya.

"Dan Mentari... aku sumpah aku gak pernah manggil dia ke rumah. Dia datang sendiri. Aku sudah tegasin ke dia." Bintang menatap Angkasa lekat.

"Sa, aku gak butuh kamu cemburu. Aku butuh kamu percaya. Aku kerja sama dengan Devan itu untuk perusahaan kita. Bukan untuk cari pengganti kamu. Kalau kamu mau aku cepat hamil, bukan dengan janji usaha lagi di atas ranjang. Tapi usahain dulu hati aku biar hamil lagi rasa amannya sama kamu," kata Bintang.

Kata-kata itu... lebih menyakitkan daripada dimarahi.

Angkasa mengangguk lalu memeluk Bintang.

"Maaf," ucapnya lirih. Melerai pelukan posesifnya pada Bintang lalu mengambil gelas susu jahe dan memberikan pada Bintang.

"Kamu tau, aku tersiksa kamu diemin. Hukuman tidak mendengar suaramu seharian, tidak ada makan bersama kamu 3x dalam sehari itu, sungguh berat bagiku. Mending kamu tampar atau cakar aku saja, kalau kamu marah sama aku, Tang," kata Angkasa.

Bintang tidak menjawab iya atau tidak. Ia hanya mengembalikan gelas susu jahe miliknya yang sudah tandas. Walau sudah tidak hangat lagi. Sudah dingin. Sama seperti hatinya yang masih butuh waktu untuk dihangatkan lagi.

Di tempat lain.

HP Mentari bergetar. Chat dari Bu Lilis HRD: Mentari, mulai besok kamu dipindah ke divisi. Tidak lagi di bagian Sekretariat. Tapi di bidang logistik. Pengecekan barang. Terima kasih.

Mentari membeku. Itu artinya ia tidak leluasa lagi melihat Angkasa dengan jarak dekat dan harapan menjadi Sekretaris pengganti Bintang itu lenyap sudah.

Bersambung...

1
bunda n3
ga sekalian aja itu 50 panggilan tak terjawab🤣
🌼EmeLBy🌼: tunggu gebrakan Angkasa selanjutnya yaaa🤣🤣🤣
total 1 replies
🌼EmeLBy🌼
Tanda apa yaaaa🤭😄😄
@alfaton🤴
semoga angkasa ga bisa menemukan bintang......dan tresno iku jalaran saka kulino.......waktu yang singkat di Sidoarjo membawa nuansa indah bintang dan Devan.....Biru pun sudah akrab dengan Bintang......sama seperti damar sama ayah sangit...
@alfaton🤴
Bintang jadi bersinar nih lihat Devan cekatan......mungkinkah bintang jatuh ke Devan..... kalau lihat bintang jatuh pertanda apa ya thor😂😂😂😂
Eka Burjo
si Angkasa pasti blingsatan kek cacing kepanasan 😂🤭
@alfaton🤴
jangan ketemuan dulu Bintang sama angkasa Thor.....atau kirimin tuh biru ke angkasa......emang cuman angkasa doang yang bisa sama anak kecil.....bintang juga bisa kok.....nih sama biru......atau mungkin bintang berjodoh dengan Devan ya🤔🤔🤔😅😅😅😅 angkasa sama bumi🏃🏃🏃
🌼EmeLBy🌼: siaaap readers fanatik ku😍
total 1 replies
bunda n3
semoga aja video call, langsung lihat bintang ngurus bayi orang😄
bunda n3
anaknya dirawat bintang aja devan
bunda n3
mungkinkah devan ditekan sama seseorang?
Retno Anggiri Milagros Excellent
Lanjut 🙏😍
Retno Anggiri Milagros Excellent
Biar gNtian Angkasa kepi...😂
Retno Anggiri Milagros Excellent
MasyaAllah lapangan pekerjaan jadi ART 🤭❤️😂
Retno Anggiri Milagros Excellent
Mungkin Devan masih sedih ya? atau istrinya datang ? 🤭
@alfaton🤴
mungkinkah bintang berjodoh dengan Devan??????.......ayo tang bantu Devan biar kelar pekerjaan nya.....
@alfaton🤴
n'toon ku cuman muncul 👍 doang thor
🌼EmeLBy🌼
OTW
Aryati Ningsih
coba dibikin gantian Bintamg yg momong Biru ..kira kira Angkasa cemburu apa gak ya🤭
@alfaton🤴: kayaknya ga cuman cemburu tapi ngamuk😂😂😂😂😂
total 1 replies
@alfaton🤴
mungkin Devan masih berkabung mau beresin rumtangnya dulu .....semoga saja Devan orangnya amanah dalam kerja sama
bagus Tang......biarkan angkasa merasakan kesendiriaannya tanpa bintang......masihkah Bintang diperlukan atau semakin bebas dengan para wanitanya......
Eka Burjo
lanjut
@alfaton🤴
ada apa dengan Devan nih Thor......ga kabur kan Devan.....belum selesai pekerjaan nya ......sekalian pergi jauh tang buat nenangin hati dan otak.....
siapa tahu.....mah kamu awal kehamilan.....bulan depan ga datang tuh tamu bulanan mu......
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!