NovelToon NovelToon
CROSSLINE

CROSSLINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Sci-Fi / Iblis
Popularitas:358
Nilai: 5
Nama Author: Niskala Cakrabuana

Dunia tidak pernah benar-benar dikuasai manusia. Jauh sebelum manusia mengenal sihir, teknologi, atau kekuatan supernatural, dunia telah dihuni oleh Primordial, entitas purba yang merupakan manifestasi dari kekuatan alam dan dunia itu sendiri. Manusia pernah berperang melawan mereka. Untuk bertahan hidup, manusia menciptakan berbagai cara untuk melawan. Sebagian terlahir dengan kekuatan. Sebagian mempelajari sihir. Sebagian mengembangkan alkimia dan teknologi. Dan sebagian lainnya memilih jalan yang seharusnya tidak pernah ditempuh. Dari sejarah panjang itu, lahirlah delapan kekuatan besar: Esper. Magic. Alchemy. Science. Artificial Esper. Mutant. Mafia. Primordial. Mereka tidak saling percaya. Mereka tidak saling menyukai. Dan beberapa bahkan saling membenci. Namun ketika ancaman Primordial kembali meningkat, para Alchemist memaksa berbagai pihak untuk membentuk sebuah gencatan senjata bernama Peace Faction. Lima orang kemudian dipertemukan. Dafa, Artificial Esper dengan kemampuan Nullification yang tidak dapat dipahami. Alicia, Pure Esper tingkat Infinity yang kekuatannya berasal dari rasi bintang. Sirhan, Magician pengguna Dark Magic yang bahkan ditakuti oleh kaumnya sendiri. Raga, Mutant tingkat Rare dengan tubuh yang mampu berevolusi hingga menjadi sekeras berlian. Dan Nerissa, seorang Alchemist yang menjadi penghubung di antara mereka. Mereka seharusnya bekerja sama. Masalahnya, tidak ada seorang pun yang benar-benar datang untuk berdamai. Ada yang ingin membuktikan bahwa kaumnya adalah yang paling unggul. Ada yang ingin membalas dendam. Ada yang menyembunyikan tujuan sebenarnya. Dan ada manusia yang sejak awal memanfaatkan kekacauan ini untuk sesuatu yang jauh lebih besar. Karena perang melawan Primordial mungkin bukan satu-satunya perang yang sedang berlangsung. Di CROSSLINE, musuh tidak selalu berada di seberang garis. Kadang, mereka berdiri tepat di sampingmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala Cakrabuana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

REVIVAL

Malam telah turun di Magic Village.

Sebagian besar rumah sudah mulai mematikan lampunya. Jalanan desa yang sejak sore ramai kini hampir kosong, hanya diterangi beberapa lentera yang tergantung di depan bangunan.

Di dalam sebuah ruangan kecil, Sirhan masih terjaga.

Sebuah meja kayu di hadapannya dipenuhi buku, lembaran catatan, serta beberapa potongan kertas yang berisi simbol-simbol Magic. Dark Rune yang ditemukannya beberapa waktu lalu berada di tengah meja.

Cahayanya masih menyala samar.

Sirhan duduk di depannya dengan sebuah buku terbuka. Ia sudah berhari-hari mempelajari rune tersebut.

Awalnya ia hanya menemukan bahwa rune itu memiliki pola Aether yang berbeda dari Magic biasa. Alirannya stabil, tetapi mampu meningkatkan jumlah Aether yang dapat digunakan ketika seseorang melakukan Magic.

Namun semakin jauh ia meneliti, semakin banyak hal yang ditemukan.

Sirhan membalik beberapa halaman. “Bukan sekadar penguat…”

Ia mengambil catatannya sendiri dan membandingkan beberapa simbol yang terdapat pada rune dengan tulisan dalam buku.

Ada pola yang sama.

Sirhan kembali membuka halaman lain. “Kalau ini benar…”

Ia berhenti.

Matanya tertuju pada sebuah istilah yang tertulis di bagian bawah halaman.

Revival Magic.

Sirhan membacanya sekali lagi. “Revival…”

Tangannya perlahan menyentuh halaman tersebut.

Sihir kebangkitan.

Selama bertahun-tahun, Sirhan hanya mengetahui keberadaan sihir tersebut dari cerita yang dianggap mustahil. Tidak ada bukti bahwa seseorang benar-benar dapat mengembalikan manusia yang telah meninggal.

Namun catatan di hadapannya berbeda.

Buku itu tidak membahasnya sebagai legenda.

Di dalamnya terdapat teori, struktur Magic, serta tahapan penggunaan yang cukup rinci.

Sirhan segera mengambil lembar kosong. Ia mulai menyalin beberapa bagian penting.

Menurut catatan tersebut, Revival Magic tidak bekerja dengan mengembalikan tubuh yang telah mati begitu saja. Sihir tersebut membutuhkan tiga komponen utama.

Jiwa yang hendak dipanggil kembali.

Aether dalam jumlah yang sangat besar.

Dan sebuah wadah hidup yang mampu menerima jiwa tersebut.

Sirhan berhenti menulis. “Wadah…”

Ia kembali membaca bagian tersebut. Tubuh manusia yang masih hidup.

Bukan mayat.

Bukan tubuh buatan.

Tubuh tersebut harus memiliki kehidupan dan sistem Aether yang masih aktif agar dapat menjadi tempat bagi jiwa yang dipanggil kembali.

Sirhan menyandarkan tubuhnya pada kursi. “Jadi ini harganya.”

Ia terdiam cukup lama.

Selama ini ia membayangkan bahwa jika menemukan cara untuk membangkitkan keluarganya, masalahnya hanya terletak pada seberapa kuat Magic yang harus digunakan.

Ternyata bukan itu.

Sihir tersebut membutuhkan seseorang yang masih hidup.

Sirhan kembali membaca catatan tersebut dari awal. Ada satu bagian lain yang membuatnya semakin serius.

Wadah tidak dapat dipersiapkan sembarangan. Jika tubuh tidak mampu menahan proses pemindahan jiwa, ritual akan gagal.

Sirhan mengambil buku lain dari tumpukan di sampingnya.

Ia membuka beberapa halaman dan menemukan catatan tentang kompatibilitas tubuh. “Berarti semakin kuat tubuhnya, semakin besar kemungkinan berhasil.”

Ia mencatatnya.

Kemudian ia berhenti lagi.

Pikirannya kembali kepada keluarganya.

Ayahnya.

Ibunya.

Adiknya.

Sudah sepuluh tahun sejak ia kehilangan mereka.

Selama ini Sirhan terus membawa rasa bersalah karena tidak mampu menyelamatkan mereka ketika tragedi itu terjadi.

Ia mengepalkan tangannya. “Kalau ini satu-satunya cara…”

Sirhan tidak melanjutkan kalimatnya. Ia menatap Dark Rune di atas meja. Cahaya rune tersebut berdenyut perlahan. “Kenapa seperti ini?”

[Author Note : Rune adalah batu misterius yang terbentuk secara alami dan memiliki konsentrasi Aether yang sangat tinggi di dalamnya. Rune bukan sekadar batu biasa, melainkan salah satu bentuk material alami yang memiliki hubungan erat dengan keberadaan Aether di dunia CROSSLINE.

Tidak ada jawaban.]

Sirhan menutup matanya sebentar. Ia tahu apa yang harus dilakukan jika ingin melanjutkan ritual tersebut.

Mencari wadah.

Namun mencari manusia hidup untuk dijadikan wadah bukan perkara sederhana.

Terlebih lagi, Sirhan tidak ingin mengambil seseorang yang tidak memiliki kesalahan apa pun.

Ia membuka mata. “Kalau aku memilih seseorang yang tidak bersalah…”

Sirhan terdiam.

Ia membayangkan seseorang yang hanya menjalani kehidupannya, kemudian kehilangan hidupnya hanya karena dirinya ingin mendapatkan kembali keluarganya.

Ia menggeleng. “Tidak.”

Sirhan berdiri dari kursinya.

Ia berjalan menuju rak buku dan mengambil satu catatan lama yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikannya.

Buku tersebut berisi beberapa informasi mengenai kehidupan manusia di luar Wizard Village, termasuk catatan tentang berbagai jenis kriminalitas.

Sirhan membukanya.

Jika ia memang harus menggunakan manusia sebagai wadah, ia ingin memilih seseorang yang telah melakukan kejahatan berat.

Seseorang yang memang membahayakan orang lain.

Setidaknya, dengan cara itu ia tidak perlu membunuh seseorang yang tidak bersalah.

Sirhan tahu keputusan itu tetap salah. Tetapi untuk dirinya, perbedaan tersebut cukup untuk membuatnya sanggup melangkah.

Ia kembali ke meja dan mulai menuliskan beberapa hal yang harus dipersiapkan.

Revival Magic.

Wadah hidup.

Aether dalam jumlah besar.

Kecocokan tubuh.

Sirhan memperhatikan catatan tersebut. “Kalau aku ingin melakukannya…” Ia menutup buku. “…aku harus keluar dari desa.”

Keesokan paginya, Sirhan mulai menyiapkan barang-barangnya.

Beberapa buku ia masukkan ke dalam tas, begitu pula catatan penelitian dan Dark Rune yang selama ini dipelajarinya.

Saat ia keluar dari rumah, seorang Wizard yang kebetulan melewati jalan melihatnya membawa tas. “Kamu mau pergi?”

Sirhan berhenti. “Iya.”

“Ke mana?”

“Belum tahu.”

Wizard itu memperhatikannya sebentar. “Berapa lama?”

Sirhan menatap jalan di depannya. “Tidak tahu.”

Ia kemudian melanjutkan langkah.

Sebelum meninggalkan desa, Sirhan berhenti sejenak dan melihat kembali rumah-rumah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya.

Ia tahu apa yang sedang dicarinya.

Bukan sekadar sihir.

Bukan sekadar kekuatan.

Ia ingin melihat keluarganya kembali.

Namun untuk mendapatkannya, ia harus mengambil sesuatu dari orang lain.

Sirhan menarik napas panjang. “Aku hanya akan mencari seseorang yang pantas.”

Ia terdiam.

Bahkan setelah mengucapkannya, Sirhan sendiri tahu kalimat itu tidak akan membuat tindakannya menjadi benar.

Namun ia tetap berjalan. Untuk pertama kalinya sejak menemukan Dark Rune, Sirhan meninggalkan Magic Village dengan tujuan yang benar-benar berbeda.

Ia akan mencari Revival Magic yang selama ini diyakininya mustahil.

Dan untuk menggunakannya, ia membutuhkan sebuah wadah.

Perjalanan Sirhan telah membawanya cukup jauh dari Magic Village.

Jalan yang ia lewati semakin sepi. Bangunan-bangunan mulai jarang terlihat, berganti dengan wilayah terbuka yang menjadi batas antara beberapa wilayah manusia.

Sirhan terus berjalan sambil sesekali memeriksa catatan yang dibawanya. Ia masih memikirkan penelitian tentang Revival Magic yang baru ditemukannya.

Namun langkahnya terhenti ketika melihat seseorang di kejauhan.

Seorang perempuan sedang berjalan menyusuri wilayah tersebut.

Sirhan memperhatikannya. Ada sesuatu yang aneh pada tubuh perempuan itu.

Beberapa bagian tubuhnya terlihat dilapisi logam. Bahkan dari jarak tersebut, bentuk tubuhnya sudah terlihat berbeda dari manusia biasa.

Sirhan menyipitkan mata. “Makhluk apa itu…?”

Perempuan tersebut tiba-tiba berhenti. Kepalanya berbalik ke arah Sirhan.

Sirhan langsung menyadari bahwa dirinya telah terdeteksi.

Perempuan itu bergerak maju.

Sirhan mundur satu langkah. Tangannya terangkat dan sebuah Magic Circle muncul di telapak tangannya.

Ia tidak tahu apa yang sedang dihadapinya.

Namun melihat tubuh perempuan tersebut, Sirhan tahu bahwa ia tidak boleh lengah.

Perempuan itu semakin dekat.

Sirhan bersiap menggunakan Magic.

Namun sebelum keduanya sempat menyerang, sebuah tangan besar tiba-tiba menahan perempuan tersebut.

“Cukup.”

Sirhan menatap sosok yang baru muncul. Seorang pria berdiri di antara mereka. Tubuhnya juga terlihat seperti terbuat dari logam.

Ia kemudian menatap Sirhan. “Untuk apa seorang Wizard berada di wilayah perbatasan?”

Sirhan tidak menjawab. Tangannya masih mengeluarkan cahaya dari Magic Circle.

Ia tahu situasinya. Satu kata yang salah bisa membuat keadaan menjadi lebih buruk.

Pria itu melangkah mendekat.

Sirhan tetap diam. Ia kemudian menurunkan tangannya perlahan. “Aku hanya berburu. Pasokan makanan di desa kami sudah hampir habis.”

Sirhan melirik ke belakang. “Sepertinya aku pergi terlalu jauh.”

Pria itu tidak langsung menjawab. Ia memperhatikan Sirhan beberapa saat, seolah mencoba memastikan ucapannya.

Kemudian pria tersebut hendak mendekat.

Sebuah suara terdengar di kepalanya.

“Noah, kembalilah bersama Destroyer. Kita akan melanjutkan percobaan yang kedua.”

Pria itu berhenti. Ia menoleh ke arah sosok yang berdiri beberapa meter di belakangnya.

Destroyer.

Sebuah Android berdiri diam tanpa mengatakan apa pun.

Pria bernama Noah kembali memandang Sirhan.

Tidak ada kata lain.

Ia kemudian berbalik dan berjalan meninggalkan tempat tersebut bersama Destroyer.

Sirhan hanya berdiri di tempatnya. Ia memperhatikan keduanya sampai menghilang dari pandangannya.

Magic Circle di tangannya perlahan menghilang.

Sirhan menarik napas. “Manusia macam apa mereka…?”

Ia kemudian kembali melanjutkan perjalanan.

Namun kali ini, langkahnya jauh lebih hati-hati.

1
Niskala Cakrabuana
Gasssd
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!