NovelToon NovelToon
Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Hari Aku Memilih Untuk Menghilang

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Clarissa19

lelah, satu kata yang mewakili keadaan yang Rania rasakan saat ini. sudah 3 tahun pernikahan nya dan kevin berjalan. namun tidak sehari pun Kevin menganggap Rania sebagai istrinya.
" kapan kamu berhenti berselingkuh? dan menganggap aku sebagai istri mu?" tanya Rania dengan suara pelan dan nada lelah.
" saat kau mati" jawab Kevin dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21_ harus berpisah

" mereka yang mulai duluan om" ujar Azka lirih dengan suara bergetar.

" iyaa, om percaya" ujar Alaska lalu melepaskan pelukannya dan menghapus jejak air mata di pipi Azka

Azka bangkit dari posisi jongkok nya lalu menatap wanita yang sedang menatap remeh dirinya.

" hukuman seperti apa yang anda inginkan? dan sebutkan nominalnya untuk harga tanggung jawab" ujar Alaska dingin menatap datar wanita itu.

" keluarkan dia dari sekolah ini, saya tidak Sudi anak saya satu sekolah dengan anak tidak tahu adab dan sopan santun" ujar wanita itu sinis " untuk ganti ruginya saya mau 10 juta"

Alaska terkekeh sinis, 10 juta? cuma luka sedikit tapi minta ganti rugi 10 juta? kenapa nggak sampai patah aja itu tangan.

" tuan dan nyonya tolong tenang dulu" ujar wakil kepala sekolah panik.

Alaska adalah investor terbesar, begitupun dengan wanita itu. Meskipun tidak sebesar Alaska, tapi tetap penting bagi sekolah mereka.

" saya sudah tenang sekali " balas Alaska lalu mengambil ponselnya dan menghubungi asistennya.

" hallo tuan Alaska "

" cari sekolah terbaik di kota ini, aku ingin mendaftarkan Putra ku di sana. dan satu lagi, batalkan kontrak dengan sekolah dirgantara dan cabut semua dananya " ujar Alaska tanpa ragu sedikitpun.

" tuan Alaska, saya mohon jangan batalkan kontrak nya. putra tuan tetap sekolah Disini, kami jamin putra anda tetap aman disini" mohon wakil kepala sekolah tersebut.

" baik tuan, akan saya urus sekarang"

panggilan terputus. Alaska menyimpan ponsel nya di dalam saku lalu mengambil dompet nya mengeluarkan cek dari sana. Dia mengambil pena yang ada di atas meja guru lalu menuliskan angka 10 juta di sana. setelah itu dia melempar cek tersebut ke muka wanita itu.

" itu ganti rugi nya" ujar Alaska datar lalu berjalan menghampiri Azka dan sengaja menabrak tubuh kecil anak wanita itu hingga bocah itu terjatuh dan menangis histeris karena tangan nya yang sakit tidak sengaja menahan berat badan nya saat terjatuh.

" ayo kita pergi boy" ajak Alaska menggenggam tangan Azka membawa nya pergi dari sana mengabaikan permohonan wakil kepala sekolah dan juga Omelan wanita tersebut.

Alaska membawa Azka ke mobil miliknya. Azka yang tidak pernah naik mobil mahal jelas merasa senang saat duduk di kursi samping kemudi. Mobilnya sangat nyaman untuk di tumpangi.

" om, kenapa om datang ke sekolah dan mengaku jadi ayah ku? apa om ini pacarnya ibu?" tanya Azka dengan polos.

Alaska yang sedang mengemudi terdiam mendengar pertanyaan Azka. Dia bingung harus menjawab apa. dia dan Luna jelas jelas tidak memiliki hubungan apapun selain sahabat. bahkan mereka sama sama tidak saling suka.

" tidak, ibu mu adalah teman nya om" jawab Alaska memilih jujur sebelum semuanya semakin rumit " tidak perlu membahas itu, sekarang kamu mau makan ice cream atau langsung pulang?" tanya Alaska sengaja mengalihkan topik.

" pulang saja, Azka tidak punya uang" ujar Azka.

Azka tentu bukan anak yang sangat miskin. Luna memiliki pekerjaan yang lumayan bagus. Bahkan Azka bisa bersekolah di sekolah yang cukup ternama itu. Tapi azka bukan tipe anak yang boros.

" om yang bayar, karna kamu sudah menjadi anak yang hebat dan pemberani dengan membela ibu mu " ujar Alaska " lain kali tetap seperti itu, jangan diam saja saat ada yang menghina dirimu dan juga ibu mu"

Yap! Alaska merasa tidak ada yang salah dengan tindakan azka. dia sangat mendukung nya. Masa di hina tetap diam? Itu namanya lemah.

" beneran om? Tapi ibu pasti marah" ujar Azka lesu mengingat setelah ini ibu nya pasti akan memarahi nya.

" di marahi itu hal biasanya, namanya juga pria" ujar Alaska " mending sekarang kita jajan ice cream"

bos, *tuan Kevin datang ke toko\_ marina*

*Apa yang dia lakukan? \_ gizel*

*Beliau mencari anda, saya mengatakan anda sedang berlibur di London \_ Marina*

*tidak papa, tolong jaga toko , untuk sekarang aku mengawasi dari sini \_ gizel*

*Tapi bos, hari kamis ini anda ada jadwal pertemuan dengan tuan Anton \_ Marina*

Ah ya! Kenapa gizel bisa lupa? Dia ada pertemuan penting dengan Anton. Ini pertemuan yang sangat penting, gizel tidak bisa melewatinya.

*Aku akan kembali hari rabu\_ gizel*

*Baik bos, kami menunggu disini \_ Marina*.

gizel menyimpan ponsel nya, lalu menatap alendra yang sedang tidur siang. Keadaan alendra sudah jauh lebih baik. Bahkan tadi mereka sempat berjalan jalan berdua.

Sekarang yang di pikiran oleh gizel adalah bagaimana caranya dia bisa pulang ke Indonesia? Sedangkan Putra nya tidak mengizinkan dia pergi.

membawa alendra bersama nya? Sebenarnya bisa saja. tapi membutuhkan waktu yang lama untuk mengurus visa. Sedangkan gizel harus pulang hari Rabu dan sekarang hari Senin, dia hanya memiliki waktu sehari.

" ah! Bagaimana ini?" gumam gizel frustasi.

Dia tidak ingin meninggalkan putranya. tapi dia juga tidak mungkin membatalkan pertemuan dengan tuan Anton. Ini pertemuan yang sudah di rencanakan sejak lama. gizel sangat membutuhkan kerja sama dengan Anton untuk bisnisnya.

" bagaimana caranya aku berbicara dengan alendra? dia pasti tidak akan setuju"

Gizel menatap lama wajah tenang alendra yang sedang terlelap. Ah! dia tidak tega meninggalkan nya. Dia bingung harus bagaimana.

" aku pulang saja, nanti setelah semuanya selesai aku akan kembali untuk mengurus visa alendra"

Gizel berjalan keluar dari kamar alendra. Dia turun ke bawah menemui Hana yang sedang memaksa makan siang untuk mereka.

" Hana" panggil gizel

" iya nyonya" jawab Hana sopan

" aku akan kembali ke Indonesia hari Rabu, bagaimana caranya aku bisa mendapatkan izin dari alendra?" tanya gizel meminta saran dari Hana.

" jika nyonya memang ingin kembali ke Indonesia tidak papa, soal alendra biar saya yang urus" ujar Hana

" tapi bagaimana jika dia tidak membolehkan aku pergi?" tanya gizel bimbang

" anak kecil memang seperti itu nyonya, tidak mau pisah dengan ibunya. den alendra pasti tidak akan setuju, karena itu nyonya tidak perlu memberi tahu den alendra. biar saya yang mengurus nya disini. Nyonya tenang saja " ujar Hana menyakinkan.

Yang di katakan Hana memang benar. Alendra masih kecil, dia memang tidak mau pisah. tapi jika dia sudah pergi nanti alendra akan terbiasa kan? disini ada Hana, dan nanti gizel akan sering sering menghubungi mereka.

" terimakasih Hana, aku akan menaikkan gaji mu. tolong jaga alendra dengan baik" punya gizel.

" terimakasih banyak nyonya, saya pasti akan menjaga Aden dengan baik" ujar Hana girang karena gajinya di naikan.

Hana melanjutkan aktivitas memaksa nya dengan girang. Sedangkan gizel kembali ke kamar putranya ingin menghabiskan waktu dengan alendra lebih lama lagi.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!