NovelToon NovelToon
Dimana Papaku, Ma?

Dimana Papaku, Ma?

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / CEO / Mafia
Popularitas:125.3k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Dimana Papaku, Ma?"

Pertanyaan seorang bocah cilik bernama Arka Daru Hutama itu membuat wanita dewasa bagaikan tersambar petir. Raut wajah perempuan bernama Ariska Sandra Hutami seketika pucat karena mendengar pertanyaan sederhana itu. Pada akhirnya pertanyaan itu takkan pernah mendapatkan jawaban pasti sampai takdir kembali mempertemukan Ariska dengan sosok seorang laki-laki yang mirip dengan Arka.

Siapakah sosok laki-laki itu? Apakah pertemuan mereka itu bisa menguak cerita masa lalu yang terjadi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa?

"Arka, ini Papa lewat mana lagi kalau mau menuju gudang? Ini juga kenapa kamu cari jalan buat kami kok lewat yang sepi sekali? Nanti kalau ada tuyul lewatnya gimana? " tanya Frans pada anaknya dari seberang sana. Bahkan Frans berdiri di belakang Carlo sebagai tamengnya.

"Papa lulus aja, telus sampai luang jenazah itu masuk. Itu gudangnya," jawab Arka dari seberang sana.

Heh...

"Papa tuh dilihat depan ada penunjuk alah kok tanya-tanya mulu lho. Ndak bisa baca apa gimana?" gerutu Arka yang kesal dengan Frans.

Frans hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tak gatal karena diomeli oleh anaknya sendiri lewat telfon. Sedangkan Carlo diam-diam menahan tawa melihat Frans takluk dengan omelan anaknya. Jujur saja, Carlo lebih suka dengan situasi saat ini. Pasalnya Frans terlihat lebih bodoh daripada dirinya ketika berhadapan dengan Arka. Frans pun segera melihat petunjuk dimana letak gudang rumah sakit. Sesampainya di sana, sudah tidak ada pengawalan lagi.

"Pengawalan dari kita sudah selesai ini, Carlo. Ini yang bikin orang nanti jadi memanfaatkan sesuatu kemudian bisa mensabotase isinya," ucap Frans saat melihat beberapa orang tengah menurunkan kardus box besar berisi obat-obatan dari truk kontainer.

"Yang bahaya tuh ini. Kalau ada orang yang nggak suka sama perusahaan kita, mereka bisa mengubah isi di dalam kardus-kardus itu." lanjutnya.

"Tapi kan tidak mungkin kita melakukan pemeriksaan begini terus, Bos. Memastikan semua yang masuk ke dalam gudang farmasi benar produk dari kita," ucap Carlo mengatakan kebingungannya.

"CCTV sih. Seharusnya gudang farmasi begini harus ada CCTV," ucap Frans sambil melihat ke arah sekitarnya yang terlihat ada hal mencurigakan.

"Tuan Frans, lihat itu ada orang bawa kardus besar dari arah kiri pintu masuk gudang. Kardus boxnya sama dengan punya perusahaan kita," ucap Carlo sambil menunjuk ke arah beberapa orang yang mengangkut tiga kardus besar.

Frans melihat siapa orang-orang itu dan meminta Arka agar fokus pada sisi gudang. Carlo juga langsung merekam aksi itu kemudian berjalan mendekat ke arah gudang. Truk kontainer perusahaan itu juga sudah pergi beberapa menit yang lalu setelah selesai. Sedangkan orang-orang itu masuk setelah gudang terlihat sepi. Jantung Frans deg-degan saat melakukan investigasi ini. Sudah seperti tengah mencari barang bukti suatu kejahatan.

"Arka, apa ada CCTV di dalam gudang?" tanya Frans pada Arka di seberang sana.

"Tidak ada, Papa. Semua CCTV ada di lual gedung. Papa masuk saja lewat pintu belakang. Ada kok itu pintu kecil, tapi masuknya dengan badan menyamping. Kemudian sembunyi di balik kaldus besal untuk mengetahui yang di dalam," suruh Arka dari seberang sana.

"Itu pintunya, Tuan Frans." Carlo masuk terlebih dahulu kemudian bersembunyi di balik kardus yang belum tertata rapi.

"Bilang sama Pak Wawan, kalau semua sudah beres. Tinggal kita angkut saja 3 kardus ini, biar jumlahnya kalau dicek sesuai dengan pesanan." ucap salah satu di antara mereka.

Mereka pun segera mengangkut 3 kardus obat kiriman dari perusahaan Frans keluar dari gudang. Namun Frans dan Carlo tidak melihat sama sekali sosok Wawan. Keduanya segera memeriksa kardus yang dimasukkan oleh orang-orang tak dikenal itu. Jika dilihat sekilas, akan terlihat sama. Namun jika dilihat secara jeli, ada banyak sekali perbedaan. Beruntung di sana ada spidol yang kemudian Carlo dan Frans mencoret kardus tersebut. Ini untuk membedakan kardus obat mana yang sudah disabotase. Besok mereka akan datang ke rumah sakit ini dan memperlihatkan rekaman tersebut. Setidaknya untuk kardus yang sudah dicoret, mereka akan melihat secara bersama apa itu isinya.

"Untuk yang orang-orang tadi, sudah ditangkap oleh pengawal Papa. Arka yang memerintahkan mereka," ucap Frans dengan penuh bangga mengatakan bahwa anaknya itu berhasil meringkus komplotan anak buah Wawan.

"Anaknya luar biasa, Bapaknya sangat menyebalkan. Untung ini malam hari, kalau siang kan bisa berabe. Nanti perempuan-perempuan pada menjerit melihat keseksian badanku," gerutu Carlo mengungkit dirinya yang hanya memakai kaos dan celana kolor. Berbeda dengan Frans yang memakai celana panjang dan jaket.

"Dih... Lihat kamu kaya gini, mereka malah pada menjerit ketakutan. Kalau tidak ya mual-mual," seloroh Frans yang kemudian memilih pergi.

"Tuan, si bakwan gimana?" seru Carlo yang malah mengikuti Arka memanggil Wawan dengan bakwan.

"Arka katanya sudah punya kejutan buat dia," jawab Frans dengan santainya.

"Ini kok kebalik ya. Seharusnya yang mengatur strategi itu Bapaknya dan hukuman apa yang pantas. Lah... Ini malah keduluan bocah usia 3 tahun," gumam Carlo sambil menggelengkan kepalanya.

***

Arka menguap lebar setelah semua pekerjaannya selesai. Bahkan Ariska sudah tertidur di sampingnya dengan kepala beralaskan lengan tangannya di atas meja. Arka melihat jam menunjukkan pukul 3 dini hari dan dia baru saja menyelesaikan semuanya. Arka mengusap rambut Ariska dengan lembut dan mencium dahinya.

"Telimakasih sudah menemani Alka, Mama." ucap Arka dengan pelan karena takut mengganggu.

Eungh...

"Kamu sudah selesai, Arka? Mama jadi ketiduran karena bingung dengan apa yang kamu kerjakan," ucap Ariska yang langsung menggerakkan badannya agar tidak terlalu pegal.

"Sudah, Ma. Semua sudah beles. Besok tinggal kita minta bayalan sama Papa dan Om calo tiket," ucap Arka yang kemudian turun dari kursinya.

"Sudah dibantu, masa ndak ada bayalan. Ndak tahu dili meleka," lanjutnya.

"Kamu nggak ikhlas bantuin Papamu?" tanya Ariska dengan tatapan penasarannya.

"Ikhlas, Ma. Tapi ya tahu dili sedikit dong. Kan Alka sudah bekelja kelas dan begadang, masa ndak ada bayalan." ucap Arka tak mau kalah dengan argumentasinya.

Ariska sampai memelototkan matanya mendengar ucapan Arka. Dia yang tadinya mengantuk, seketika hilang rasa kantuk itu. Sedangkan Arka tampak santai seperti tidak merasa bersalah sama sekali. Arka memilih merebahkan badannya di atas kasur kemudian memejamkan matanya. Ariska sendiri masih bingung dengan apa yang terjadi dengan Arka.

"Kenapa Arka jadi pintar beginian? Bahkan Papanya saja kalah dan dia atur-atur. Kecerdasannya itu sebenarnya darimana?" gumam Ariska yang melihat Arka tertidur pulas.

Hah...

"Udah jam segini, mending aku memasak saja dan memeriksa pesanan." gumamnya saat melihat jam yang ada di dinding.

Klek... Klek...

"Apa itu?" Ariska merasa ada yang ingin membuka pintu belakang alias dapur. Ariska pun berjalan cepat ke arah dapur untuk memastikan sesuatu.

Jangan berisik,

"Ini yakin belum pada bangun?" tanya seseorang dari balik pintu belakang. Jantung Ariska rasanya ingin melompat dari tempatnya karena mendengar suara orang berbicara.

"Mau udah pada bangun atau belum, aman aja. Di sini kan kebanyakan cewek yang tinggal. Cowoknya cuma satu, itu pun masih kecil." jawab temannya yang lain.

Benar juga,

Sstttt...

1
Maria Lina
lgi ya thor wkwk
Novita Sari
sempet sempet nya ompong dua bikin lawak
Tang Bin
suka Thor
Sani Srimulyani
hahahaha kasiannya kamu Frans.....😜
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣😄😄😄😄🤣🤣🤣🤣🤣 sabar
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bnr
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pingit tidur
Novita Sari
cariin wewek om calo tiketnya zula
Maria Lina
wkwk dsr azura lanjut thoe
Novita Sari
lanjut thor..
Maria Lina
wkwk ngakak frans kek bocil wkwk
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 hayo
Sani Srimulyani
waaahhhh bakalan ada kondangan nih.....
Sani Srimulyani
aku juga ikutan mikir Lo ini.....🤭😜
Novita Sari
siap siap kondangan ariska n Frans
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 pinter calo tiket
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 nah loh
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bosmu sensi calo tiket
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 bnr tuh
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 majalah bobok.... gk bisa liat dong bkn bobok
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!