NovelToon NovelToon
Balas Dendam Sang Putri

Balas Dendam Sang Putri

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ikri Sa'ati

Mati karena diabaikan oleh keluarganya, mati karena diabaikan bahkan dikhianati oleh sang suami, lelaki yang paling dicintai, mati akibat fitnah, kebusukan dan kelicikan saudara tiri dan ibu tirinya.
Mati sebagai orang hukuman yang benar-benar hina, mati di ujung pedang tajam sang algojo.
Tapi...
Dia punya kesempatan kedua untuk hidup, punya kesempatan untuk mengubah takdir buruknya di masa lalu.
Maka kesempatan kedua itu dia manfaatkan sebaik-baiknya untuk membalas dendam terhadap semua orang yang telah membuatnya hancur dan sakit hati....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ikri Sa'ati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 11. Akhirnya Dia Beraksi

Sepuluh hari telah berlalu tanpa terasa, semenjak Ling Qingxue berhasil mengaktifkan dua elemen bawaannya, Elemen Api dan Elemen Es.

Semenjak itu Ling Qingxue terus mengasah ilmu bela dirinya yang didapat di akademi di halaman belakang rumahnya, malam harinya terus bersemedi untuk meningkatkan kultivasinya.

Tak lupa pula, semenjak itu Ling Qingxue juga mengajari Liu Xui teknik bela diri yang diajarkan di akademi. Dan dasarnya Liu Xui memang cerdas, selama dia belajar, dia sudah cukup menguasai teknik dasar ilmu bela diri yang diajarkan kepadanya.

Juga, selang hari-hari itu, Ling Qingxue memperagakan dua teknik bela diri yang diberikan sistem, tanpa mengerahkan elemen mana pun yang sudah dia punya, tidak ingin menimbulkan perhatian.

Yang lebih penting lagi, semenjak hari itu Ling Qingxue tidak pernah menampakkan dirinya di kediaman utama, apalagi di depan keluarga brengseknya.

Suatu hal yang belum pernah dilakukan. Dia memang sudah benar-benar muak dengan keluarganya.

★☆★☆

Sementara itu, di dalam paviliun utama kediaman Jenderal Ling, suasana makan malam berlangsung seperti biasa, tenang dan damai, tampaknya.

Jenderal Muda Ling Yujian dan Ling Yuchen tampak duduk dengan santai dan tenang, menikmati hidangan makan malam tanpa tergesa-gesa.

Sedangkan Ling Yaofei duduk dengan anggun dan elegan, masih saja dalam sandiwaranya, berpura-pura tampil sebagai adik manis yang lemah lembut nan lugu dan penuh perhatian di depan kedua pemuda tak tahu diri itu.

Akan tetapi ada satu hal yang membuat mereka merasa aneh, cukup menjadi ganjalan dalam benak, membuat hati mereka cukup gelisah.

Ini tidak biasa....

Ketidak beradaan Ling Qingxue di tengah-tengah mereka, sudah berhari-hari....

Sebagaimana biasanya, saat Ling Qingxue berada di tengah-tengah mereka, gadis itu berusaha mencari perhatian semua orang. Mengganggu Ling Yaofei, atau merengek kepada kedua kakaknya tentang ini itu.

Tapi sekarang semua itu hilang bagai hal itu tidak pernah terjadi. Sungguh seolah tak berbekas....

Suatu ketika, di sela-sela suasana makan, tampak Ling Yaofei menundukkan kepalanya sedikit, lalu sedikit menggigit bibir bawahnya. Berlagak seakan menahan sesuatu yang mengganjal perasaannya, menampakkan mimik seakan merasa bersalah.

Setelah beberapa saat kebisuan membekap suasana, gadis berhati licik nan keji itu membuka suaranya bernada kalem nan lembut, penuh rasa bersalah dan kebingungan.

"Jian Gege, Chen Gege, su-sudah beberapa hari ini... Xue Jie jie tidak pernah muncul di kediaman utama...."

Ling Yaofei menghela napas sejenak, lalu menatap kedua kakaknya dengan mata berkaca-kaca, penuh sandiwara. Lalu berkata bernada dibuat sesedih mungkin.

"Apa... apakah Jie jie masih marah padaku karena peristiwa di danau tempo hari?"

Ling Yujian yang lagi asyik menikmati hidangannya, lantas mengangkat kepalanya, menatap penuh kasih sayang pada adik kesayangannya itu, lalu berkata bernada lembut, menanggapi.

"Kamu tidak usah mengingat peristiwa itu lagi, itu bukan salahmu, Yao mei...."

"Perbuatan Qingxue beberapa hari ini tidak muncul di kediaman utama," lanjutnya bernada sama sekali tak ada belas kasihan pada Ling Qingxue, "paling itu hanya akal-akalan dia saja, ingin menarik perhatian kita. Terus kita merasa bersalah dan menengoknya di paviliunnya."

"Benar begitu, Yao mei," sambung Ling Yuchen ikut menanggapi. "Gadis pembuat onar itu selalu begitu bukan? Selalu mencari masalah denganmu, selalu menarik perhatian agar kita perduli padanya."

"Namun caranya sungguh membuatku muak...."

Ling Yaofei semakin menunduk dalam, jemarinya yang halus meremas sumpitnya menunjukkan ekspresi cemas sekaligus khawatir, benar-benar menunjukkan seakan dirinya memang bersalah, peristiwa itu memang kesalahannya.

"Tapi... sepertinya aku memang keterlaluan," Ling Yaofei semakin memainkan sandiwaranya, sepasang matanya semakin berkaca-kaca. "Maksudku... aku hanya ingin bercanda dengan Xue Jie jie. Tidak menyangka kalau dia akan terjatuh ke danau...."

"Jika Xue jie masih marah dan menyalahkan aku...," Ling Yaofei semakin menggigit bibirnya, menatap kedua kakaknya dengan penuh kesedihan.

"Sudah, Yao mei, kamu tidak usah merasa bersalah segala," Ling Yuchen semakin tersentuh akan sikap adiknya itu. "Kamu selalu bersikap baik pada gadis tak tahu diri itu, tapi dasar sifatnya yang buruk tidak tahu membalas budi."

"Gadis bodoh itu memang selalu begitu, selalu menyalahkan orang lain atas perbuatan buruknya," tutur Ling Yujian menyambung, bersikap acuh tak acuh dengan nasib adik kandungnya. "Lagi pula, alangkah bagus jika dia tidak muncul di sini...."

"Setidaknya untuk sementara dia tidak mengganggumu...."

Mendengar kata-kata dan melihat sikap kedua kakaknya, Ling Yaofei mengulum senyum tipis --amat tipis-- di sudut bibir ranumnya.

Sungguh bagus, mereka ternyata masih membenci Ling Qingxue bodoh itu, batin Ling Yaofei.

Namun yang tampak di luar, Ling Yaofei masih menampilkan ekspresi sedih dan penuh rasa bersalah.

"Aku selalu berharap jika Xue Jie jie baik-baik saja," desahnya seolah perduli akan keadaan Ling Qingxue.

Jika demikian, aku hanya perlu memancing gadis bodoh itu keluar dan memastikan agar dia semakin dibenci oleh kedua kakakku....

Kembali Ling Yaofei membatin, merencanakan niat jahat dan keji terhadap Ling Qingxue.

★☆★☆

Pada suatu ketika, atau lebih tepatnya pada suatu malam yang sunyi di gubuk sederhana Ling Qingxue...

Ketika itu, kamar Ling Qingxue nyaris gelap. Hanya diterangi oleh cahaya rembulan yang menerobos di sela-sela atap yang bocor. Angin malam yang menghantar aroma dingin menerobos masuk di sela-sela jendela dan dinding papan yang bocor.

Di atas tempat tidurnya yang sederhana, tampak Ling Qingxue telah tenggelam dalam ritual semedinya, demi untuk terus meningkatkan kultivasinya. Namun kesadarannya akan dunia luar tetap terjaga.

Selang beberapa saat kemudian, berkat kesaktian yang diperoleh dari sistem, indra pendengarnya yang amat tajam seketika menangkap pergerakan mencurigakan yang mengarah ke paviliunnya ini.

Sekaligus dia langsung mengetahui jika pergerakan itu adalah manusia atau orang yang sedang bergerak mengendap-endap ke gubuknya, dari detak jantung yang berhasil dia deteksi.

Menyadari akan hal itu, menyadari jika ada niat jahat hendak masuk ke rumahnya, dia segera berbaring dengan amat pelan, memposisikan dirinya seolah-olah dia sudah tidur.

Sementara itu di luar rumah, seseorang berpakaian gelap tampak mengendap-endap, mendekati paviliun Ling Qingxue dengan amat hati-hati.

Begitu sampai di depan pintu, dia berhenti sejenak, seakan ingin memastikan jika penghuni rumah sudah tidur.

Tak lama kemudian, setelah merasa yakin penghuni rumah sudah terlelap, dia mendorong pintu yang memang tidak terkunci dengan perlahan. Lalu menyelinap masuk ke dalam, langsung ke dalam kamar Ling Qingxue.

Begitu orang bertopeng hitam itu sampai di salah satu sudut ruangan, lalu meletakkan sesuatu di situ. Kemudian dia pergi meninggalkan rumah Ling Qingxue dengan cepat.

Sedangkan Ling Qingxue dapat menyaksikan aksi kotor orang tersebut tanpa orang itu menyadari.

Begitu orang itu benar-benar jauh meninggalkan rumahnya, Ling Qingxue segera bangun dan duduk di pembaringannya. Bibirnya segera melengkungkan seringai dingin.

"Akhirnya wanita busuk itu beraksi juga," ucapnya bernada dingin. "Aku ingin lihat, permainan kotor apa yang dia ingin mainkan...?"

★☆★☆★

1
Adi Sudiro
terlalu mlibet padahal cerita nya menarik.....
Ds Phone
hidup nya makin menikat
Ds Phone
betul tak ada guna nya sama sekali
Adhie: betul kaka, tak ada guna lagi beri hadiah
total 1 replies
Ds Phone
kalau ambil kesah pun tak siapa ambil pedulik
Ds Phone
perubahan bangun dari mati
Ds Phone
ada kekuatan pada diri nya
Ds Phone
suka fitanah orang ambik tu sebagai balasan
Adhie: itu balasan masih ringan
total 1 replies
Ds Phone
dia dah tak takut sesiapa pun
Adhie: betul sekali
total 1 replies
Ds Phone
nampak sanyat bohong
Ds Phone
apa yang taruh
Adhie: coba dilihat kaka
total 1 replies
Ds Phone
pelayan setia nya begitu sayang pada nya
Adhie: benar, dialah yang paling setia padanya. makanya dia juga dibekali kekuatan
total 1 replies
Ds Phone
memang manusia satan
Ds Phone
dia akan uasa sendiri
Ds Phone
dia macam pecaya diri
Ds Phone
dia dah mula berani
Adhie: harus lah kaka....
total 1 replies
Ds Phone
bermula hidup baru semula
Muft Smoker
waaah udh byk nii kemampuan Shao jie miliki ,, mantaf laaa
Adhie: assiiiaap...
total 3 replies
Muft Smoker
semngat Shao jie ,,
kumpulkan kekuatan byk2 ,,
biar gx perlu pake byk tenaga buat ngebalas perbuatan mereka ,,
dan buat mereka menyesal ,,
Adhie: siap kaka...
total 1 replies
Hatijah Cantik
sikap keluarga itu sama sekali tidak masuk akal .
Hatijah Cantik
lanjut
Adhie: lanjut....
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!