NovelToon NovelToon
Takdir Sang Pewaris

Takdir Sang Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Jika sosok Ayah akan menjadi sosok pahlawan bagi seorang anak, hal berbeda justru dirasakan oleh Elang Mahesa.

Selama dua puluh tiga tahun ia tidak tahu mengapa sosok pria yang harusnya menjadi pelita dalam hidup justru selalu merendahkannya. Tak peduli apa pun yang ia lakukan, semua selalu salah di mata sang Ayah.

Hidupnya mulai berubah ketika takdir membawanya masuk ke sebuah perusahaan Arkatama Group. Tanpa rencana, ia justru terlibat dalam konflik keluarga, perebutan perusahaan, dan ancaman yang mengincar keluarga Arkatama. Di saat yang sama, kemunculan seseorang di tengah konflik yang membawa rahasia masa lalu membuat Elang terjebak dalam dua pilihan sulit yang akan mengubah hidupnya selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15.

Rasa cemas bercampur dengan rasa takut akan terbongkarnya rahasia yang selama ini Bram tutup rapat memenuhi hatinya saat pandangannya terpaku pada sosok Mirah yang terbaring di atas brankar yang didorong keluar dari ruang rawat oleh seorang perawat.

Wajah Bram perlahan kehilangan warna, namun secepat kilat segera menormalkan kembali sikapnya.

"Ada apa dengannya?" tanya Bram dengan suara normal, memberikan pertanyaan yang lumrah diajukan oleh setiap orang jika berada dalam posisi Bram saat ini.

"Beliau baru saja meninggal, Pak," jawab perawat.

Bram menatap tubuh mirah dengan prihatin, menyembunyikan senyum lega di bibirnya dengan sempurna.

"Malang sekali," Bram berkomentar.

Elang menatap wajah ayahnya dengan tatapan yang sulit diartikan, beralih menatap wajah pucat Mirah yang kini tak lagi bernyawa, kemudian kembali menatap ayahnya.

"Ayah mengenalnya?" tanya Elang.

Pandangan Bram segera beralih ke wajah putranya. "Tidak. Lihat saja penampilannya, dia pasti baru saja melakukan dosa besar, itulah mengapa dia mati menyedihkan seperti itu tanpa ada yang menemani. Ayo pulang, ibumu sudah menunggu di rumah."

Bram kembali melanjutkan langkah, namun setelah beberapa langkah ia berjalan, ia merasakan tidak adanya pergerakan dari sang putra, membuat ia kembali menghentikan langkah, lalu berbalik dan mendapati putranya masih terpaku di tempatnya berdiri.

"Apa yang kau tunggu?" tanya Bram tidak sabar.

Elang tetap diam, tindakan yang berhasil menghilangkan sisa kesabaran Bram yang sejak awal sudah sangat tipis. Pria paruh baya itu mendengus kasar, kembali membawa langkahnya mendekati sang putra.

"Apa yang sebenarnya ingin kau katakan? Kenapa menatapku begitu?" tanya Bram.

Elang tidak segera menjawab, netranya mengunci manik gelap sang ayah dengan emosi yang masih berusaha ia tekan, hingga...

Plak!

Tangan Elang terangkat cepat, mendaratkan tamparan keras di pipi sang ayah sampai tubuh pria itu terhuyung dan membentur dinding. Sedetik kemudian, wajah Bram menoleh cepat, memegangi pipinya yang terasa panas dengan tatapan nyalang.

"Kau-"

Sebelum Bram sempat mengajukan protes, tangan Elang terangkat lebih cepat dengan satu jari teracung tepat di depan wajah Bram.

"Cukup!"

Untuk pertama kalinya, suara Elang keluar dengan penuh tekanan di hadapan sang ayah, rahangnya yang mengeras menunjukkan amarah tertahan, menciptakan tekanan yang membuat Bram kehilangan kata-kata.

"Cukup." tangan Elang turun perlahan, namun amarah di matanya tak padam. "Aku sudah muak mendengar semua kebohonganmu sejak kecil, tapi kau tidak pernah berhenti bicara omong kosong. Bagaimana jika malam ini kamu berhenti bicara?"

Elang mengembuskan napas kasar, menatap ayahnya sekali lagi, kemudian membalikkan badan dan melangkah pergi meninggalkan ayahnya yang berdiri mematung dengan kedua tangan terkepal di sisi tubuh.

Bram tidak tinggal diam begitu saja. Ia berjalan menyusul putranya, menarik kasar bahu Elang saat pemuda itu akan membuka pintu mobil, kemudian mencengkeram kerah kemeja putranya. Tidak terima putranya berbicara dengan nada penuh tekanan padanya

"Kau berani menamparku dan pergi begitu saja?! Di mana sopan santunmu?! Hah?!"

Wajah Bram merah padam karena marah, napasnya memburu dengan gejolak emosi yang gagal ia tahan, netranya nyalang menatap sang putra, meski dalam benaknya ia juga bertanya-tanya mengapa putranya berani melawan dirinya.

"Katakan! Apa maumu sebenarnya?! Hah?!"

Elang tertawa pendek. "Kau merasa harga dirimu terluka? Kau bisa saja bertanya langsung kenapa aku menamparmu, tak perlu berbelit-belit."

Cengkeraman tangan Bram pada kerah kemeja putranya mengerat. "Hebat. Belum satu bulan kau meninggalkan rumah, kau sudah seberani ini. Setelah menamparku, kau memberiku pernyataan konyol. Apa yang ingin kau katakan sebenarnya?!"

Elang menatap ayahnya selama beberapa saat. "Kau bukan ayah kandungku. Itu alasanku menamparmu."

Dua kalimat itu menghantam Bram begitu kuat, kedua matanya melebar sempurna, tubuhnya bergetar, cengkeraman tangannya mengendur sesaat sebelum akhirnya terlepas. Namun, otaknya secepat kilat berpikir mencari alasan.

"Aku bukan ayahmu?!" Bram mendengus, berusaha menutupi kegugupannya. "Pikirmu kau lahir dari langit hingga tidak memiliki ayah?!"

Elang menggeleng. "Tidak. Tapi kau menukarku."

Suasana berubah menjadi lebih sunyi, suara kendaraan yang ada di sekitar mereka memudar. Ketenangan yang baru saja ia bangun kembali, runtuh seketika dengan wajah sepucat kapas.

"K-Kau... Heh..." Bram kembali berkelit. "Suster itu koma selama dua puluh tiga tahun, bagaimana kau bisa percaya begitu saja dengan ucapannya?"

"Aku tak ingat pernah menyebutkan apa pun tentang suster," sahut Elang tenang.

DEG!

Kali ini Bram benar-benar kehabisan kata. Bibirnya terbuka, tetapi tak ada satu pun kata yang keluar. Tubuhnya terhuyung ke belakang, kedua kakinya seolah kehilangan tenaga untuk menopang tubuhnya sendiri hingga punggungnya membentur mobil lain yang terparkir di samping mobilnya.

"Kau tidak pernah berhenti bicara sejak aku masih kecil, sekarang katakan padaku!" Elang maju selangkah, memberikan tatapan predator yang siap untuk menerkam mangsanya untuk pertama kali kepada pria yang sudah ia anggap sebagai ayah selama dua puluh tiga tahun. "Apakah Pak Damar adalah ayahku?"

Bibir Bram bergetar hebat, tubuhnya gemetar menghadapi amarah tertahan sang putra yang baru pertama kali ia lihat.

"A-aku..."

"Katakan!" suara Elang meninggi. "Bram Mahesa!"

"A-aku... A-aku ingin putraku bahagia dan mendapatkan kehidupan lebih baik," jawab Bram terbata.

"Aku paham jika kau ingin putramu bahagia, tapi kenapa kau menyiksaku? Kenapa kau selalu menghalangi mimpiku?!"

Bibir Bram terkatup rapat, tubuhnya merosot dan terduduk di aspal.

"Kau iri pada ayahku," Elang kembali berbicara. "Dan selama dua puluh tiga tahun kau menghukumku untuk sesuatu yang bahkan tidak kulakukan. Setiap kali aku berhasil meraih sesuatu, yang kau lihat bukan aku, melainkan Pak Damar."

Bram tetap diam dengan wajah masih pucat.

"Apa salahku padamu?" intonasi suara Elang perlahan menurun, ia menyandarkan punggungnya ke mobil ayahnya dengan pandangan tak lepas dari sang ayah.

Angin malam berhembus lebih kuat, Elang kembali mendekati ayahnya, hanya untuk mengambil alih kunci mobil ayahnya.

"Masuk ke dalam mobil, kau tidak akan bisa mengemudi dengan tubuh gemetar seperti itu," ucap Elang tanpa kehangatan.

Bram berdiri perlahan, masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi penumpang. Selama beberapa saat, keheningan terasa lebih mencekik dari yang biasanya. Ia menoleh, menatap wajah Elang yang tengah fokus mengemudi dari tempatnya duduk.

"A-apa kau akan datang pada mereka dan mengungkapkan semuanya?" tanya Bram cemas.

Elang tersenyum tanpa menoleh. "Bukan aku yang akan datang ke sana, tapi kau yang akan membawaku ke sana."

. . . .

. . . .

To be continued....

1
Patrick Khan
yakin keira di jodohno ambek revan🤔🤔🤔keira pekerja keras..revan pekerja abal2
Zhu Yun💫
Bakal jadi jodoh yang tertukar sih ini 🤭
Zhu Yun💫
Dan penjahat sebenarnya adalah orang terdekat anda sendiri 🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
eh, like pertama?
✍️⃞⃟𝑹𝑨 Mama Mia: /Facepalm/
total 6 replies
Patrick Khan
aku ingin kasih tau q ini anakmu pak damar😁😁😁
Zhu Yun💫
langsung saja minta tes DNA biar terbongkar, Lang /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Zhu Yun💫
Yang bener kalau dinikahkan baru dia akan punya rasa tanggung jawab pak Raksa... kalau cuma dijodohkan doang nanti dia bisa jawab gini sama calonnya kalau lagi berantem 'Kita itu baru tunangan, jadi kamu gak usah ngatur-ngatur aku.' Nah beda kalau udah nikah dan rasa tanggung jawab itu pasti bakal ada 'Kamu adalah Istriku, tanggung jawabku' 🤭🤭🤭
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
〈⎳ FT. Zira: asiap kaka/Joyful/
total 1 replies
Muft Smoker
persis seperti anak mu si ravian😏😏
〈⎳ FT. Zira: bener🤣
total 3 replies
Zhu Yun💫
Aku hafalinnya Tresna.. Tresna... Tresna aja ... biar gampang lah /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Patrick Khan
perjodohan..emang sopo yg mw ambek ravian 🤣🤣🤣lakik modelan gitu
Patrick Khan: 😁😁😁😁😁😁😁😁
total 2 replies
Zhu Yun💫
Karena yang manis kan kamu, Lang /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
〈⎳ FT. Zira: devinisi cwe gombalin cwo yak/Facepalm/
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
mulai maju nih si keira
〈⎳ FT. Zira: sebelum direbut orang kak🤣🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
rame yah di novel ini
〈⎳ FT. Zira: banyak tokohnya🤣
total 1 replies
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
aturannya selidiki dulu elang diam2. pura2 aja dl ga tau apa2
〈⎳ FT. Zira: udah gedek duluan dia kak,gak mau drama🤭
total 1 replies
Muft Smoker
org luar menurut mu ,,
tp kebenaran gx mungkin akan tertidur trus ,,
suatu saat kebenaran tu akan terbangun dr tidur ny ,,
〈⎳ FT. Zira: 🤣/Facepalm/
total 3 replies
Muft Smoker
waah si bram udh jdi kambing guling niih ,, 😒😒😒😒
Muft Smoker: 🤭🤭🤭🤭😁😁😁🫰🫰
total 8 replies
Muft Smoker
krn ravian emnk bukan anak ny pak damar ,, pak gatra ,,
kalo kebenaran udh terungkap apa km msh akan bertindak seperti ini????
〈⎳ FT. Zira: /Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
Muft Smoker
waaaah actor Dunia lgi berbicara ,, 😒😒😒
〈⎳ FT. Zira: aduh/Facepalm/
total 3 replies
Zhu Yun💫
Beneran ulah Bram atau ada orang lain lagi dibelakangnya /CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!