NovelToon NovelToon
Terjebak Menjadi Villain Favorit

Terjebak Menjadi Villain Favorit

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Mengubah Takdir / Romansa Fantasi
Popularitas:10.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Aruna tak menyangka kematiannya justru membawanya bertransmigrasi ke dalam novel kerajaan Eropa sebagai Lady Evelyne Ashcroft, villain yang ditakdirkan berakhir tragis.

Berbekal ingatan akan alur cerita, ia bertekad mengubah nasibnya dan menghindari semua bendera kematian. Namun, rencananya langsung berantakan ketika seluruh keluarganya dan sang tunangan tiba-tiba dapat mendengar isi pikirannya.

Rahasia masa depan yang terus terungkap membuat jalan cerita berubah. Keluarga yang semula membencinya mulai melindunginya, sementara tunangan yang seharusnya meninggalkannya justru semakin tergila-gila padanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26

Malam itu, Aruna tak mampu memejamkan mata. Pikirannya terus melayang kembali kepada segala hal yang terungkap di ruang arsip tadi siang. Jika Duke Harold hanyalah alat yang dimanfaatkan, berarti ada sosok lain yang jauh lebih berbahaya dan bersembunyi di balik bayang-bayang kejadian itu.

"Siapa sebenarnya dirinya?" gumamnya pelan.

Aruna berusaha mengingat kembali isi novel yang pernah dibacanya. Namun bagian mengenai pemberontakan itu tak pernah dijelaskan secara rinci.

Yang ia ketahui hanyalah akhir yang kelam keluarga Ashcroft dituduh berkhianat, gelar ayahnya dicabut, kakaknya terpaksa melarikan diri, Cedric gugur di medan perang, dan Evelyne... berakhir dengan kematian yang begitu tragis.

"Tidak akan kubiarkan hal itu terjadi," tekadnya bulat.

Tiba-tiba terdengar ketukan pelan di pintu kamarnya. Aruna segera bangkit dan mendekat.

"Siapa di luar sana?"

"Aku, Cedric."

Pintu pun terbuka. Cedric berdiri di ambang pintu dengan raut wajah yang serius dan gelisah. Ia menyerahkan sebuah amplop tertutup kepadanya.

"Ada sesuatu yang seharusnya kau ketahui," ucapnya pelan. "Benda ini ditemukan tak jauh dari ruang kerja Ayah."

Begitu melihat lambang kerajaan yang tertera di bagian depan amplop itu, wajah Aruna seketika berubah pucat. Ia membukanya dengan tangan gemetar.

Hanya terdapat beberapa kalimat ancaman yang singkat namun begitu mengerikan.

○Serahkan bukti yang telah ditemukan, jangan menyelidiki lebih jauh, atau seluruh keluarga Ashcroft akan kehilangan lebih daripada sekadar gelar kebangsawanan.○

"Ini adalah ancaman langsung," bisik Aruna pelan.

"Benar," sahut Cedric. "Namun siapa yang mengirimnya belum diketahui."

Aruna kembali menatap tulisan tangan yang tertera di atas kertas itu. Ada sesuatu yang terasa begitu asing namun sekaligus tak asing baginya. Seolah-olah ia pernah melihat tulisan serupa di tempat lain. Belum sempat ingatannya kembali, terdengar langkah kaki mendekat dan Adrian muncul di ujung lorong.

"Kalian berdua belum tidur?"

Cedric menyerahkan surat itu kepada Adrian. Begitu membaca isinya, raut wajah kakaknya seketika mengeras.

"Ini bukan tulisan Duke Harold," ujar Adrian tegas.

"Apakah kau mengenal tulisan ini?" tanya Aruna berharap.

"Belum pernah melihatnya," jawab Adrian sembari menunjuk bagian bawah surat. "Namun lihatlah tanda yang digambarkan di sini."

Terukir sebuah simbol kecil berbentuk bulan sabit. Darah seketika membeku di tubuh Aruna. Ia begitu mengenal simbol itu, dalam novel yang pernah dibacanya, tanda itu hanya muncul satu kali, terukir pada cincin milik sosok yang kelak membunuh Evelyne dengan tangannya sendiri.

"Kau mengetahui arti simbol itu?" tanya Adrian menyadari perubahan ekspresi wajah adiknya.

Aruna tak menjawab. Ia hanya menatap simbol itu dengan pandangan kosong dan wajah yang pucat pasi. Cedric pun menyadari ketakutan yang tiba-tiba menyelimuti hatinya.

"Evelyne?" panggilnya lembut.

Aruna perlahan mengangkat wajah menatap keduanya namun tidak mengatakan apa-apa.

***

Keesokan paginya, Duke Arthur mengumpulkan seluruh anggota keluarga di ruang tengah. Ia menjelaskan bahwa kerajaan mulai menyelidiki nama keluarga Ashcroft dan mereka harus berhati-hati dalam setiap langkah yang diambil.

"Untuk sementara waktu, jangan ada yang pergi sendirian ke mana pun," ujar Arthur tegas sembari menatap putrinya dengan tatapan penuh kekhawatiran. "Terutama kau, Evelyne."

Aruna mengangguk patuh. "Baik, Ayah."

"Aku telah memerintahkan orang-orangku untuk menyelidiki asal-usul simbol bulan sabit itu," tambah Adrian.

"Aku pun ikut membantu," sahut Cedric segera.

Arthur mengangguk puas. Untuk pertama kalinya, seluruh anggota keluarga bersatu menghadapi bahaya yang mengancam.

Namun hati Aruna masih dipenuhi kegelisahan yang tak kunjung mereda. Jika simbol itu benar-benar milik sosok yang membunuh Evelyne dalam cerita, berarti orang itu sudah mengetahui sesuatu yang tak seharusnya ia ketahui termasuk kemungkinan bahwa dirinya bukanlah Evelyne yang asli.

Pikiran itu membuat bulu kuduknya berdiri meremang.

***

Siang harinya, Aruna berjalan menuju taman untuk menenangkan hati yang terus gelisah. Belum jauh ia melangkah, terdengar suara lembut dari balik rimbunnya semak-semak.

"Nona Evelyne."

Aruna berhenti dan menatap wanita yang muncul perlahan. Wanita itu mengenakan pakaian pelayan kediaman namun wajahnya tak pernah ia lihat sebelumnya.

"Siapakah kau?" tanyanya waspada.

"Saya hanya pembawa pesan," jawab wanita itu tenang sembari menyodorkan selembar kertas terlipat.

Aruna membukanya perlahan. Hanya tertulis satu kalimat singkat yang seketika membuat jantungnya nyaris berhenti berdetak

○Aku tahu kau bukan Evelyne.○

Tangannya gemetar hebat. "Siapa yang menyuruhmu membawakan ini?"

Wanita itu tersenyum tipis. "Seseorang yang telah lama menunggumu datang ke sini."

Aruna mundur selangkah. "Siapa dia?"

Belum sempat wanita itu menjawab, seketika sebuah anak panah melesat dari balik pepohonan dan menancap tepat di dada wanita tersebut. Tubuhnya jatuh ke tanah dalam keheningan yang mencekam.

Aruna terpaku tak mampu bersuara. Dalam sekejap, sosok Cedric muncul di sampingnya dan menariknya ke belakang tubuhnya agar terlindungi. Para penjaga pun segera berlari mendekat dengan tergesa-gesa.

"Dia sudah tiada," ujar Cedric setelah memeriksa napas wanita itu.

Aruna masih menggenggam kertas itu erat. Wajahnya pucat tanpa darah. Cedric mengambil lembaran kertas itu dan membacanya, lalu tatapannya seketika berubah dingin dan penuh amarah.

"Apa maksud tulisan ini?" tanyanya tegas menatap Aruna.

Aruna tak mampu menjawab. Untuk pertama kalinya sejak terbangun di dunia asing ini, ia merasakan ketakutan yang begitu nyata dan mendalam. Bukan takut kehilangan nyawanya, melainkan takut karena seseorang yang tak dikenal ternyata mengetahui rahasia terbesarnya bahwa ia bukanlah Evelyne Ashcroft yang sesungguhnya.

1
Wahyuningsih
mampir q thor
haruuu
udahh kebongkar kocakk🤭
Fahreziy
👣👣👣
lin sya
sebastian penulis novel, atau pembaca novel yg nyasar kyk aruna, klo aruna bsa ubah alur ceritanya, otomatis dia bisa gk ya ttp selamat dan kluarganya ttp baik2 aj
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!