NovelToon NovelToon
Pesona Ibu Tiri BADASS

Pesona Ibu Tiri BADASS

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Ibu Tiri
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.

Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.

Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.

Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:

"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."

↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PITB - 15.

...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...

Hari pun menjelang sore, dimana rombongan mereka kembali ke hotel dengan hati yang penuh suka-cita, walaupun wajah mereka terlihat lelah.

Sesampainya di hotel, makan malan untuk mereka di sajikan secara 'exclusive' di dalam sebuah ruang 'private' lantai atas.

Beberapa hidangan sudah tersedia di sana, beberapa di antaranya adalah Sukiyaki segar, Sashimi yang diolah dengan sangat hati-hati, serta Sup Miso hangat yang menggugah selera.

Mereka menikmati makan malam itu dengan wajah penuh syukur, karena perjalanan mereka hari ini lancar, sehingga Triple D dapat menikmati hari dengan ceria.

Setelah menikmati makan malam yang nikmat itu, mereka langsung beristirahat lebih awal agar tubuh mereka kembali bugar untuk petualangan seru esok hari.

...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...

"Hoaaamzzz ..."

"Mommy! Kemana kita hari ini?" tanya Dewinta dengan wajah bantalnya.

Regatta langsung menggendong bocah itu dengan penuh kasih, menciumnya sebentar, lalu mendudukkannya diatas sebua sofa besar untuk menunggu Raka selesai mandi.

Mereka merencanakan akan pergi ke kawasan Shibuya dan Harajuku, dimana kedua tempat itu adalah pusat keramaian, budaya, dan tentu saja 'Surga' kuliner yang paling terkenal di Tokyo.

"Hari ini, kita akan pergi ke daerah Shibuya dan Harajuku, Sayang. Dimana banyak jajanan aneh disana, yang bisa memuaskan perut kecil anak Mommy ini," jawab Regatta sambil menggelitik perut bundar Dewinta.

"Bhuahahahaha! Ampun, Mommy! Ampun! Hahahaha ..." teriak Dewinda sambil tertawa.

Raka yang baru keluar dari kamar mandi pun tersenyum hangat, saat melihat pemandangan pagi di depannya.

"Dewi, ayo mandi dan siap-siap! Kita akan berangkat setelah sarapan," perintah Raka dengan nada mutlak.

"Okay, Daddy! See you!" seru Dewinta sambil berlari ke kamar depan.

Rombongan itu bertemu di restoran hotel itu untuk melakukan sarapan pagi bersama, setelah itu, mereka langsung masuk ke dalam mobil yang sudah menunggu mereka di sana.

Sesampainya di tempat tujuan, mereka langsung disambut oleh hiruk-pikuk khas warga sana.

Mulai dari menyeberang Persimpangan Shibuya yang legendaris, hingga berjalan-jalan di sepanjang jalan Takeshita yang penuh warna.

Di sini mereka berburu berbagai macam makanan khas Jepang yang lezat. Mulai dari Takoyaki yang masih berasap, Okonomiyaki yang langsung dimasak di depan mata, Es Krim yang besar dengan bentuk unik, Mochi lembut berisi buah-buahan segar, serta Taiyaki yang berisi pasta kacang merah yang manis.

Triple D terlihat sangat antusias, mulut mereka tidak berhenti mengunyah dan berseru gembira tentang betapa nikmatnya rasa makanan tersebut.

Regatta dan Raka ikut tersenyum bahagia melihat anak-anak mereka sudah kembali ceria dan lupa akan trauma sebelumnya.

Namun, di tengah ramainya suasana yang hangat itu, suasana damai mereka terganggu oleh sebuah gangguan kecil.

Sekelompok pria dengan tato milik kelompok 'Yakuza' lokal yang garang dan kasar, tiba-tiba memotong jalan dan langsung mengepung keluarga kecil mereka.

Sepertinya mereka sudah mengawasi gerak-gerik rombongan keluarga kecil itu sejak dari baru sampai di sana, dan mereka sepertinya ingin membuat masalah kepada rombongan Raka, karena dinilai sudah mengganggu kedamaian wilayah mereka.

"Hey, kalian pergilah dari sini! Jangan melawan jika tidak tidak ingin menyesal!" hardik pemimpin kelompok itu dengan nada mengancam.

Tangannya hendak mendorong tubuh Raka ke arah samping, namun Regatta langsung menepis tangan itu dengan kasar.

Plak!

"Jangan pernah berpikir bisa menyentuh kami dengan tangan jelekmu itu, Bo-doh! Berani-beraninya mengancam kami, memangnya ini jalan nenek moyangmu, hah?!! Badjingan!" balas Regatta dengan wajah datar.

Si pemimpin kelompok itu menatap Regatta dari atas dampai bawah dengan tatapan me-sumnya, dia menji-lat bibir ba-wahnya sambil menyeringai.

"Hey, Nona ... Wajahmu sangat cantik dan tubuhmu sangat bagus, bersediakah kamu menemani kami malam ini? Aku janji, tidak akan menyentuh mereka, jika kamu mau ikut dengan kami ..." ujar si pemimpin itu dengan nada merendahkan.

Para Shadow Guard yang ada di kegelapan sudah siap untuk keluar dan menyerang mereka, namun Regatta memberi kode khusus dengan tangannya, sehingga mereka tetap ditempatnya.

Regatta melangkah maju dengan tenang namun berwibawa, berdiri tegak di depan suami dan ketiga anak sambungnya, layaknya sebuah benteng yang kokoh.

Dia menatap kelompok itu dengan tajam tanpa rasa gentar sedikitpun, seolah-olah mereka hanyalah 'semut' yang siap untuk dimusnahkan.

"Siapa kalian, yang sudah berani mengganggu perjalanan kami ini, hmm?" ujar Regatta dengan nada rendah yang tegas.

"Kami datang untuk liburan ke Negara ini, namun kalian tiba-tiba saja menghadang dengan alasan 'mengganggu kedamaian wilayah kalian'?! Hah, alasan! Siapa yang menyuruh kalian mengganggu kami?! Jika kalian hanya mencari masalah dengan 'Turis' asing seperti kami, maka kalian sudah memilih lawan yang ... Salah!" lanjutnya dengan seringaian kejam terukir di bi-bir indahnya.

"BACHOTTT!"

Belum sempat pemimpin itu bergerak maju untuk menyerang Regatta, Regatta sudah duluan melakukan gerakan luwes untuk menyerang mereka.

BUGH!

Dengan teknik beladiri tingkat tinggi yang sudah dia kuasai sejak lama, dia langsung menangkis serangan-serangan balik lawannya dengan mudah.

'Hiaaaat!"

Brugh! Dugh!

Bruaaak!

Lalu dia membalas dengan gerakan yang akurat, membuat dua orang penyerang langsung terhempas beberapa meter menimpa stan makanan, lalu jatuh dengan tubuh terkulai pingsan.

Krek! ... Krek!

"Sekarang giliran kalian ... Hehehehe!" desis Regatta sambil mengepalkan jemari tangannya hingga berbunyi.

"Kalista, Kaylin! Lindungi anak-anak dan suamiku! Biarkan mereka melihat, bagaimana 'Mommy' mereka membereskan 'Hama' seperti mereka!" perintahnya dengan nada tegas.

"Siap, Queen!"

Semua keanggunan dan kelembutan yang biasa dia perlihatkan di depan keluarga kecilnya, langsung berubah menjadi gerakan yang mematikan namun sesuai dengan presisi, sehingga tidak merugikan yang tidak bersalah.

"BAGI YANG STAN-NYA RUSAK AKIBAT KEJADIAN HARI INI, SAYA AKAN MENGGANTI KERUGIAN KALIAN! JANGAN TAKUT, OKE?!" teriak Regatta kepada para pedagang yang ada disana.

Tanpa menunggu jawaban dari mereka, Regatta langsung berputar untuk menghindari serangan lawan, lalu dia melumpuhkan serangan yang datang bertubi-tubi dengan sangat lincah.

"Eiiits, gak kena, gak kena! Hahahaha!"

"Hey, Botak! Kalau mau menyerang itu yang benar! Jangan asal mukul dan menendang saja! Belajar dari mana sih kalian ini?!"

"Aduh! Jangan main senjata tajam, ah! Ada anak kecil yang menonton,loh!"

Semua ucapan Regatta ditengah perkelahian itu menjadi bahan tertawaan orang-orang yang menonton di sana, mereka terlihat takjub dengan semua gerakan beladiri Regatta yang unik.

Bagaimana tidak unik? Selama enam tahun dia mencampur semua gerakan beladiri yang telah dia pelajari, menjadi sebuah gerakan unik yang mematikan.

Raka berdiri dengan tenang disana sambil menggendong Dewinta, sementara kedua anaknya yang lain berada dalam gendongan pengasuhnya.

Ketiga bocil itu menatap kagum Ibu sambung mereka, bagi mereka, Mommy mereka sangat hebat dan luar biasa mengagumkan!

"Mommy baru kita ternyata sangat cantik dan Badass ya, Kak!" ujar Dionata dengan binar cerah pada kedua matanya.

"Ya, Mommy memang Badass. Sejak awal bertemu dengan Mommy, aku sudah mencari tahu tentangnya, walau hanya mengintip sekilas datanya, namun aku sudah puas ..." sahut Dewanta dengan nada kagum.

"Haiss! Nge-hack data Mommy kok gak ngajak-ngajak aku, sih?!" kesal Dionata sambil mengerucutkan bibirnya.

"Memangnya mau main, pake ngajak-ngajak segala?" balas Dewanta denan nada datar.

"Diiih! Ngeselin!"

Sebelum Dewanta membalas ucapan Dionata, mereka mendengar tepuk tangan dan teriakan adik mereka.

Prok! ... Prok! ... Prok!

"Wah, Mommy kami hebat sekali! Hahahaha!" teriak Dewinta sambil bertepuk tangan dengan riang, seolah-olah dia sedang menonton sebuah pertunjukan.

Tidak berapa lama kemudian, kelompok pengganggu kecil itu sudah tumbang dengan jeritan kesakitan, sehingga mereka tidak mampu lagi untuk melawan Regatta.

Setelah melakukan gerakan salto dan menendang lawan di udara, Regatta langsung berdiri tegak dengan napas teratur di depan kelompok itu.

Tatapan dinginnya mampu membuat si pemimpin kelompok itu gemetar ketakutan., sambil menahan rasa sakit disekujur tubuhnya.

"Kalian semua, ingatlah baik-baik wajah saya ini dalam otak mungil kalian itu! Jangan pernah berani menampakkan wajah kalian lagi di depan kami, paham?!" ujar Regatta dengan nada tegas.

Belum sempat mereka menjawabnya, anggota keamanan setempat bersama Shadow Guard sudah turun tangan untuk mengamankan keadaan.

Keributan itu langsung teratasi dengan baik, dan Regatta pun membayar kerugian para pemilik stan makanan mereka yang rusak sesuai dengan janjinya.

Setelah semua kejadian itu, mereka kembali melanjutkan perjalanan ke lokasi selanjutnya dengan suasana yang hangat,

Anak-anak tidak merasa takut sedikitpun dengan Regatta, mereka malah bangga dan merasa terlindungi dengan kehadiran 'Ibu Tiri' mereka yang Badass.

Regatta pun kembali menjadi sosok Ibu yang anggun dan penuh kelembutan untuk ketiga monions kesayangannya, seolah-olah pertarungan yang terjadi tadi hanyalah hal biasa untuknya, demi menjaga orang-orang yang dia cintai.

"Demi mereka semua, akulah garda terdepan yang harus musuh-musuh itu hadapi, sebelum mereka bisa menyentuhnya ..."

...🍃☀†๏ вэ ¢๏и†เиµэ∂☀🍃...

1
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih atas hadir dan dukungannya, Kak ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Yue Li MZy
halo mampir di cerita KA uthor,semoga ceritanya tidak Hiatus ditengah dan smgtt ya
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih dukungannya, Kak Yue Li ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚💚
total 1 replies
beybi T.Halim
kita ngelapak dimari.,mudah2an seruuu ceritanya👍
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Beybi ... Semoga suka dengan ceritanya, ya ... 🙏🏻😊🫰🏻💚💚💚💚💚
total 1 replies
Asra
Keren kak! semangat selalu, di tunggu up-nya.
ℵ⁺⁺💚𝓐𝓾𝓻𝓸𝓻𝓪⁷⁹💚ℵ⁺⁺: Terima kasih hadir dan dukungannya, Kak Asra ... 🤗🙏🏻😊💚💚💚💚💚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!